KU PENDAM CINTAKU

KU PENDAM CINTAKU
50. Ada harapan


__ADS_3

Setelah kepergian Ririn dan Novan , empat pasang mata itu masih menikmati makan malam bersama. Mereka menghabiskan makan malamnya lalu bersantai sejenak.


"You still have a prospect Bry!" ucap Mr .Bradero sembari menepuk bahu Bryan.


Pov Bradero family


Setelah penerbangan dari Negara B menuju ke Negara A, Fransisca meminta papanya untuk mengantarnya ke mall ,karena ada yang ia perlukan. Lalu Mr. Bradero meng ia kan permintaan putrinya ,setelah sampai di mall Fransisca segera menuju tempat yang ia bilang tadi,selintas di melihat orang yang tak asing baginya, namun ia tepis dan segera mencari sesuatu yang ia perlukan.


Setelah mendapatkan benda yang Fransisca perlukan, ia hendak bergegas keluar. iya kembali melihat orang yang tak asing itu di restoran yang Adi di mall tersebut. Fransisca mendelik dan ber ucap "what? Ririn?" ucap nya sendiri. Karena Ririn tengah sibuk berbincang dengan seorang pria ,dan Fransisca tak mengenali pria itu. Lalu Fransisca menghubungi papanya untuk masuk ke mall menyusulnya, dan ia beralasan bahwa dirinya sudah sangat lapar ,biar sekalian makan di restoran ini bersama keluarganya.


Kembali ke suasana restoran ,Bryan hanya bisa tersenyum dalam hati setelah ia mendengar percakapan antara Ririn wanita yang sudah mampu mengisi hatinya itu, awalnya ia sedikit kecewa karena Ririn terlihat tersenyum bahagia bersama pria itu. Siapa sangka Ririn sudah menolak pria itu dengan alasan sudah dekat dengan seorang pria.


"Masih ada harapan!" gumam Bryan ,meski belum tau siapa pria yang Ririn maksud. Akan tetapi Bryan sudah mempersiapkan sesuatu untuk menyatakan perasaannya kepada Ririn ,nanti saat Ririn berulang tahun.


"Bryan do you love Ririn?" tanya Fransisca kepada adiknya .


"Yes I do ! since we have first meet!" jawab Bryan sembari memainkan ponselnya dan menggeser - geser layar untuk melihat foto - for Ririn dan dirinya saat di Bandara dulu.


"I wish Ririn have same feel like you!" Fransisca berharap Ririn juga menyukai adiknya ,jika mereka berjodoh maka hubungan kedua keluarga itu akan menjadi semakin dekat.


"Kita tidur di apartemen saja! disana kan ada dua kamar , Mama sleep with Fransisca and Papa sleep with Bryan!" titah Mama sembari berdiri dan bersiap menuju mobilnya.


(Bradero family. memiliki 50% saham di hotel tempat Ririn bekerja sama seperti Omanya Novan. Mereka sudah mendirikan hotel itu sebelum opa nya Novan meninggal dunia. Bradero juga memiliki beberapa restoran di Negara A, maka dari itu ia membeli satu apartemen untuk tempatnya beristirahat jika berkunjung ke Negara ini)

__ADS_1


Pagi ini di hotel tempat Ririn bekerja tengah sibuk dengan kegiatan masing - masing, dimana si hotel itu tidak pernah sepi pengunjung. Meski karyawannya kebanyakan dari warga Negara I dan nuansa juga menu makanan khas Negara I lah yang membuat para wisatawan berlomba - lomba ingin menikmati liburan disana.


"Good morning! welcome in hotel, my name is Ririn ! have a seat please!" ucap Ririn ramah menyambut tamu yang baru saja datang dan ia memberikan welcome drink kepada tamu itu.


Setelah mengisi data lengkap,lalu Indri bertugas mengantarkan tamu tersebut menuju kamarnya. Sedangkan Ririn, ia kembali menyambut tamu yang lainnya. Saat Ririn sibuk di depan layar komputer,tiba tiba saja seorang pria ber umur 45tahunan ,namun masih terlihat tampan dan bugar mengetukkan jari di meja Ririn .Ririn terperanjat kaget ,karena tadi ia tidak melihat ada tamu,namun saat ia sibuk dengan jemarinya yang lihai di keyboard dikejutkan oleh pria yang ia kenal,lalu ia berdiri dan menyapa dengan ramah ,tak lupa ia memberi senyum ramahnya.


"Good morning Mr! mau I help you?" tanya Ririn ramah,ia sengaja menyebut nama Mr,karena saat ini adalah jam kerjanya dan Ririn juga tau bahwa papa mertua kakaknya bukanlah orang sembarangan .Mungkin saja beliau ingin beristirahat di hotel ini ,itulah pemikiran Ririn saat ini.


"Morning! Rin may I meet with the manager?" tanya Mr. Bradero pada Ririn ,penampilan nya sangat gagah,dengan jas berwarna navy yang senada dengan celana panjang yang beliau kenakan,satu tangan masuk ke dalam saku celananya .


"Ok, i Will call him now! have a seat please !" jawab Ririn masih profesional dan dia tidak kepo untuk menyalakan maksud dan tujuan kedatangan Mr. Bradero ke hotel itu.


Panggilan terhubung ke ruangan Manager lalu manager langsung menjawab.


"Selamat pagi pak Darmawan! saya Ririn ,ada yang ingin bertemu dengan Bapak! beliau menunggu di lobby!" jawab Ririn sembari memberi penjelasan .


"Kamu tau siapa Rin?" tanya nya kembali


"SE tau saya beliau bernama Mr. Bradero!" ucap Ririn pelan ,agar tak terdengar oleh Mr. Bradero.


"Apa? beliau datang hari ini? ok saya kesana sekarang!" jawab sang manager di sebrang telpon dan langsung memutuskan panggilan tanpa menunggu jawaban lagi dari Ririn.


Setibanya di lobby sang manager segera menyapa Mr. Bradero dan menampilkan seutas senyum yang selalu dan wajib dimiliki oleh semua staf hotel tanpa terkecuali.

__ADS_1


"Good morning ,Mr. Bradero! welcome in hotel!" sapa nya ramah sembari memberi hormat dengan sedikit menurunkan tubuhnya.


"Morning! bagaimana keadaan hotel pak Darmawan?" tanya Bradero dengan bahasanya yang masih tercampur dengan bahas asingnya.


"Everything is perfect as you see! world you like to explore every area?" tanya Darmawan .


"No thanks! how about new staff ? All ready di the good job on them duty? " tanya Bradero memastikan


"Yes, of course! now we have Ririn here! her really clever and do fast for everything!" ucap Darmawan yang membanggakan Ririn.


"Yes I know her!" ucap Bradero ,tanpa ia sadari saat ini Darmawan sedikit berfikir kenapa kedua pemilik hotel ini mengenal Ririn.


"Oh ya? world you like do much here Mr?" tanya Darmawan menawarkan makan siang kepada bosnya.


"yes ! I Will take a lunch here with my family! they Will come at 12:15 and also ,i want Ririn joint with my family for take a lunch!" ucap Bradero dan di angguki oleh Darmawan .


Bradero berdiri dan melihat - lihat suasana hotel miliknya ,ia tak menyangka bahwa hotel itu akan mendatangkan income yang besar untuknya dan Nyonya Ningrum. Berjalan menapaki lantai ,langkah demi langkah sembari menunggu waktu makan siang.


Darmawan sudah menginformasikan kepada chef dan waiters untuk menyiapkan VVIP untuk keluarga Bradero. Dia juga sudah memberi tau Ririn ,bahwa siang ini dia akan makan siang bersama keluarga Bradero sesuai permintaan Mr. Bradero .


"Berarti Mama,kak Sisca dan Bryan kesini juga?" gumam Ririn ,mengembangkan senyumnya. Karena siang ini ia akan makan siang bersama pria yang sudah membuat hatinya nyaman,sejujurnya ia juga sangat merindukan Bryan,karena terakhir saling memberi kabar saat Ririn berada di Bandara dan foto uang sempat dikirim Ririn saat itu hanya di balas dengan kalimat " See you soon!" oleh Bryan dan Ririn tak menanggapi karena Ririn yakin mereka akan bertemu lagi saat kal Intan menikah atau saat kak Eka mempunyai anak.


Gugup ,itulah yang di rasakan Ririn saat ini. Karena ia akan bertemu bahkan akan makan sing bersama dengan Bryan dan keluarganya. Banyak staf yang menanyakan hal itu, namun Ririn hanya menjawab mereka adalah keluarga dari kakak iparnya. Ririn baru tau informasi tentang Penggemar Bryan, banyak staf wanita menginginkan Bryan untuk menjadi kekasihnya. Secara Bryan sudah tampan, kaya ,wajah semi bule dan ahli waris juga. Ririn merasa resah saat mengetahui itu, namun segera ia menepis kegelisahannya dan berucap dalam hati " Jika dia jodohku, maka dekatkanlah tuhan!" Ririn memohon kepada Tuhannya ,karena ia sudah memiliki perasaan lebih dari sekedar teman.

__ADS_1


__ADS_2