KU PENDAM CINTAKU

KU PENDAM CINTAKU
18. Ulang tahun kak Dika


__ADS_3

Hari ini tepat sudah la bulan kami melakukan training disini,dimana kami sudah menguasai apa yang sudah diajarkan oleh para kakak senior di hotel ini. Tentunya dengan semangat kami ,kami mampu melakukan apa yang diajarkan selama lima bulan ini.


"Rin,kamu punya hadiah apa untuk kak Dika?"tanya kak Tino padaku dengan penuh penasaran.


"Hadiah? untuk apa kak?"tanyaku balik


"Hari ini kan hari,,,!" kak Tino menggantung ucapannya " mungkin Dika merahasiakannya" gumam kak Tino


"Hari?" aku mengernyitkan kening ku


"Ga,lupain aja!" kak Tino nyengir memperlihatkan deretan gigi putihnya di hadapanku dan berlalu begitu saja .


Aku kembali melanjutkan tugas ku dengan baik hingga jam menunjukkan pukul 11:00 ,itu tandanya aku sudah boleh istirahat .Hari ini aku enggan ke warung atau rumah makan karena tidak ada kak Dika. Hari ini kak Dika off jadi kita tidak bisa ketemu hari ini .


Aku melangkahkan kakiku hingga sampai di tempat kos, ku rebahkan tubuhku di ranjang .Lalu ku raih hp di nakas ku dan betapa kecewanya hatiku ketika tidak ada notifikasi apa pun dari kak Dika . " mungkin dia sibuk" pikirku .


Setelah 45 menit berlalu begitu saja, aku kembali merapikan diriku dan kembali ke hotel . Di sana para senior tengah berbincang ,entah apa yang mereka bicarakan dan rencanakan .Tiba - tiba saja mereka diam dan langsung bubar saat melihat kedatanganku ,sebenarnya sih aku kepo,tetapi apa boleh buat? setiap aku tanya ke salah satu dari mereka ,hanya dapat jawaban masalah kerjaan .


"Rin,nanti malam aku dan temen lainnya mau keluar ,biasa cari makan, kamu ikut yuk!" Ardi mengajak ku namun sebenarnya dia sudah tau bahwa aku selalu menolak keluar malam untuk mencari makan.


"ga ah ,mending stay at home! ha ha ha males ,lagian aku sudah beli aneka cemilan dan minuman untuk stok ku." jawab ku dan memberi alasan


"ya udah,hati - hati di kos !" pesan Ardi

__ADS_1


"oke siiip! kayak kalian ga pernah tinggalin aku di kos sendiri aja,ha ha toh sampe sekarang masih aman!"sahut ku sembari tertawa kecil menjahili Ardi.


Ardi tetap memberi perhatian padaku,entah itu perhatian ke sesama teman atau lebih. Tetapi perhatiannya berlebihan tak jarang kak Dika sempat cemburu padanya karena perhatiannya kepadaku yang melebihi ke sesama teman lainnya .


Waktu berjalan begitu cepat kini aku sudah bole pulang dan beristirahat di tempat kos. Tepatnya di kamar ternyamanku aku sangat butuh istirahat ,karena satu bulan ini tamu di hotel selalu ramai .Meski lelah ,tetapi aku tetap semangat menerima tugas - tugas dari para senior.


Sesampai di tempat kos ,aku langsung mandi dan merebahkan tubuh ku di ranjang. Sesaat aku teringat akan hp ku ,ku lihat hp ku namun lagi - lagi tidak ada pesan ataupun telepon dari kak Dika.


Jujur aku sangat rindu dengannya, bau sehati tidak bertemu sudah rindu berat,apalagi setelah training? aku dan kak Dika akan terpisah jarak dan waktu. Entahlah aku tak mau memikirkan waktu yang belum terjadi. Sekarang aku akan fokus untuk membuat laporan training selama enam bulan untuk di serahkan ke hotel dan ke sekolahku nanti saat sudah usai training.


Mataku terpejam dan tidurku pulas terlelap , tubuh ku terasa ringan karena sudah di istirahatkan oleh ku.


mimpi ku


"kak Dika jawab Ririn ! siapa wanita itu? kenapa dia terlihat sangat dekat dengan kak Dika,tingkahnya juga begitu manja!" aku menunjuk wanita yang berada di sebelah kak Dika yang tengah bergelayut manja di lengan kak Dika .


"Hai,kenalin aku Hana pacar Dika! kamu training di hotel tempat Dika kerja kan?"


Aku hanya mengangguk kan kepalaku menjawab pertanyaan Hana .


drrt drrt ,tiba - tiba hp ku berbunyi . Lama sudah hp ku berdering ,dan aku terbangun dengan isakan tangis ku yang tadi ku alami di dalam mimpiku .


Ku lihat di layar hp ku nama yang tertulis "❤️Dika" ya itu panggilan dari kak Dika ,namun aku mengabaikan panggilan darinya ,karena aku masih benci dia ,aku sangat kecewa karena di dalam mimpi itu dia memperkenalkan pacarnya padaku .Sehingga semua kemarahan dan kekecewaanku ku bawa ke alam nyata.

__ADS_1


Ku berusaha mengumpulkan kesadaran ku dan kembali melihat hp ku,ternyata sudah 15 panggilan dari kak Sika yang telah aku abaikan tanpa alasan tepat ," bodoh,bodoh,bodoh, itu hanya mimpi Rin!" gumamku sendiri merutuki kebodohan ku saat ini .Segera ku pencet tombol hijau untuk melakukan panggilan kembali dan syukurlah kak Dika langsung menjawab panggilanku .


"Rin,halooo kamu ga papa? kamu kemana aja ,kok ga angkat telpon ku?" pertanyaan kak Dika membuat mataku terbelalak,namun kak Dika tak bisa melihatnya .


"kak, maaf Ririn tadi ketiduran! mmm kak Dika sibuk? kok baru hubungi Ririn?" tanya ku penasaran ,dan aku masih curiga akan kebenaran dari mimpiku tadi .


"aku di rumah ! ya sedikit sibuk, oh ya nanti kamu siap - siap ya ,aku jemput kamu jam 19:00 dandan uang cantik ! ok?" titah kak Dika bersemangat


"mmm,baiklah! emang mau kemana kak?" tanyaku kembali


"ada deh, surprise pokoknya! kalo bisa pake baju pesta karena nanti kita pergi ke pesta!" pesan kak Dika


"oke bos!" sahut ku singkat


"bye sayang!" jawab kak Dika dan langsung memutuskan panggilan sebelum aku mengomelinya karena panghilan sayang untukku .


Aku sudah rapi dengan dress selutut berwarna baby pink dengan lengan balon dan pita di belakang pinggangku yang membentuk dan menampakkan tubuh asliku . Tak lupa tas slempang mini dengan warna senada dan wedges 5cm yang membuatku terlihat sedikit lebih tinggi . Di depan cermin aku berputar dan memastikan penampilanku ,lalu ku duduk di gazebo untuk menunggu kedatangan kak Dika .


10menit kemudian sebuah mobil datang menjemput ku dan didalam mobil sudah ada kak Dika dan seorang sopir ,tanpa banyak tanya aku masuk ke mobil yang pintunya sudah dibuka kak Dika . Lalu aku duduk di jok belakang bersebelahan dengan kak Dika dan kami saling memandang sehingga pandangan mata kami terkunci.


"Lebih tampan dan keren dari biasanya!" gumamku


"Lebih cantik ,manis dan terlihat menggemaskan!" gumam kak Dika

__ADS_1


Kami sama - sama sibuk dengan pikiran masing - masing namun pandangan kami masih terkunci ,dan akhirnya sopir yang duduk di depane membuyarkan pandangan kami .


"Sudah sampai !" seru pak sopir menyadarkan kami dari tatapan yang terkunci tadi .


__ADS_2