
Seperti biasa,Ririn menyelesaikan tugasnya dan merapikan kembali tempat kerjanya sebelum berganti shift. Ririn tak ingin saat pergantian shift ruangannya masih berantakan. Dengan senang hati ia mengerjakannya tanpa keluh meski seharian disibukkan dengan banyaknya tamu yang datang untuk menginap.
Ririn berjalan menuju mes nya ,lalu ia merogoh tas dan mengambil ponselnya . Segera ia melakukan panggilan ke pada Bryan ,tanpa menunggu waktu lama Bryan menjawab panggilan video tersebut dari seberang telpon.
Disana sudah terlihat jelas wajah Bryan yang tengah mengangkat barbel. Wajah yang berkeringat dan ototnya yang terlihat jelas di layar hp Ririn ,karena saat ini Bryan tengah menggunakan pakaian gym nya.
Ririn menelan ludahnya sendiri karena baru pertama kalinya ia melihat pemandangan seperti itu,lalu ia menenangkan diri dan menyapa Bryan dari layar hp nya. Saat mereka tengah berbincang, sekilas Bryan melihat ada 2 orang lelaki berada di belakang Ririn yang sangat mencurigakan.
Dari layar hp nya Bryan melihat gerak gerik dua pria yang berpenampilan seperti preman. Seketika Bryan mempunyai firasat buruk dan berkata " Rin walk more fast, i see 2 people have bad meaning to you! look at behind!" ucap Bryan yang masih fokus menatap layar ponsel dan terus memperhatikan kedua pria itu.
Ririn melihat dua orang pria dari pantulan layar hp nya. Dia baru sadar bahwa kedua pria itu membuntutinya sedari tadi, Ririn sempat menepis pikiran buruknya. Namun setelah melihat Bryan berdiri dan menatap lekat ke arah dua pria itu dari layar hp nya ,Ririn semakin ketakutan. Lalu ia berlari dan mencoba menghindari kedua pria itu tanpa memutuskan panggilan video ,supaya Bryan tau apa yang akan terjadi pada Ririn.
tuuut,. tuuuttt, tuuut.
Panggilan video terputus ,Bryan mulai panik. Lalu ia berlari menuju kamarnya dan memakai pakaian yang lebih tertutup dari pakaian gym nya. Dengan tergesa - beda ia meraih kunci mobil tanpa menghiraukan papa mamanya yang tengah menonton tv.
"Where you want to go Bry? you still sweat!" tanya Papanya ,ia heran melihat Bryan yang tergesa - gesa dan belum mandi setelah berolah raga.
" Urgent pa! Ririn." ucap Bryan yang hendak berlari keluar ,namun tangannya di cekal oleh papanya.
"What happen? tell me now !" bentak papanya, sedikit emosi karena melihat putranya yang tak mau menjelaskan dulu sebelum bertindak. Lalu Bryan menghentikan langkahnya dan menceritakan apa yang tadi dia lihat saat panggilan video bersama Ririn lalu papanya melepaskan cekakan tangannya dan membiarkan Bryan pergi.
"Go now! don't be late, I Will call my friend to help you!" ucap papanya dan segera menghubungi orang suruhannya untuk mencari Ririn. Bryan pun berlari menuju lift ,setelah sampai di parkiran ia memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Disebuah gudang tua ,disamakan Ririn di se*kap. Dengan kedua tangan terikat kebelakang,mulut yang ditutup dengan kain. Dua pria yang tadi ia lihat di layar hp nya kini tengah tertawa sehingga tawanya menggelegar terdengar di gudang yang sepi itu. "Siapa kalian?" tanya Ririn ,namun suaranya tak terdengar jelas oleh kedua pria itu ,karena mulutnya masih tertutup.
__ADS_1
Ririn sangat ketakutan ,ia terus saja berteriak meski teriakannya tak bisa di dengar oleh orang uang berada di luar gedung. Teriak teriak dan teriak ,hingga kerongkongannya terasa kering. Lalu ia menangis dan terisak ,karena ia tak tau siapa yang sudah merencanakan penye*kapan ini. Dia merasa tidak mempunyai musuh disini,karena yang ia temui hanya staf hotel saja. Jadi tidak ada alasan untuk membuat masalah pada siapapun.
Ririn mencoba menendang apa saja yang berada di dekatnya supaya menimbulkan suara dan ada orang yang menyelamatkannya. Namun itu semua dia - sia ,lalu pria itu mendekat dan menc*engkram mulut Ririn dengan sangat keras "shut up!" ucap salah satu preman itu. 1jam sudah Ririn disekap dan belum ada tanda - tanda orang uang datang untuk menyelamatkannya seperti di cerita novel yang sempat ia baca.
Ririn pasrah,kini wajahnya tertunduk lemas karena sedari tadi ia bergerak mencoba menimbulkan suara dari benda yang dekat dengan nya. Namun usahanya tak membuahkan hasil, ia pasrah akan keadaannya saat ini. Lalu terdengar langkah kaki dari tangga berharap ada pertolongan namun langkah kaki itu bukan lah Dewa penolongnya melainkan wanita yang terlihat menyeramkan dengan sorot mata merahnya dan aplikasi make-up yang berlebihan.
"aaakh!" jerit Ririn yang rambutnya di ja**mbak kasar oleh wanita itu. Ririn teringat,ia pernah melihat wanita itu di hotel di departemen yang berbeda. Mereka pernah bertemu dua kali ,karena shift dan departemen uang berbeda.
"Veronica?" gumam Ririn yang sudah mengingat nama wanita yang menyeramkan itu. Bagaimana tidak menyeramkan? wanita itu membawa pisau dan menjilati pisau itu di depan mata Ririn saat ia menja**mbak rambut Ririn.
" Jauhi tuan Bryan! dia kekasihku! ha ha haha." tawa Veronica menggelegar memenuhi gudang berlantai 3 itu.
"mmm, emmm mmm!" Ririn mendongak dan terus mencoba mengeluarkan suaranya berharap Veronika mau melepas kain yang terikat di mulutnya. Veronika menyadari itu ,lalu ia melepas kasar ikatan kain yang menyumbat mulut Ririn.
"Kenapa? kenapa kamu lakukan ini?" tanya Ririn jengah dan ia menangis menyayangkan penyekapan ini yang hanya karena seorang Bryan.
"Tetapi kita bisa bicarakan ini dengan baik - baik tanpa melakukan penye**kapan!" pinta Ririn bernegosiasi .
plak. plak ,,,, kedua pipi Ririn di ta**mpar oleh Veronika yang membuat kedua pipinya merah dan memar, lalu wanita itu menc*engkram mulut Ririn dengan kasar sehingga membuat kedua sudut bibir Ririn terluka dan mengeluarkan darah segar.
Ririn hanya bisa merintih merasakan sakit yang bertubi. Mulut,kepala dan hatinya sudah sangat sakit mendapatkan perlakuan kasar dari wanita itu. Dewa penolong belum juga menampakkan diri, ia terisak dalam tangis, tertunduk lemas karena meratapi kedekatannya dengan Bryan yang mengakibatkan dirinya mendapatkan perlakuan seperti ini.
Meski sudah mendapatkan rasa sakit di mulut,kepala dan di lubuk hatinya . Wanita itu kembali meny**iksa Ririn dengan cara menc**ambuk tubuh Ririn menggunakan ikat ping**gang milik preman itu. Ririn masih saja bungkam tak mau berjanji jika dia akan menjauhi Bryan. Karena ia tak ingin membohongi dirinya dengan menipu perasaannya sendiri meski Sik**saan ia dapatkan dari wanita yang mengaku sebagai kekasih Bryan.
5 jam sudah Ririn di se*kap, wanita itu masih saja meny**iksa Ririn tanpa memberi ampunan. kedua pria suruhannya hanya menyaksikan kelakuan majikannya tanpa berani melarangnya. Suasana gudang tua itu sangatlah sepi karena sudah bertahun - tahun terbengkalai. Namun hanya tersisa satu lampu yang menerangi bangunan itu. Lampu yang sudah hampir redup karena usianya yang sudah tua dan tak terawat.
__ADS_1
Veronika meny**iram wajah Ririn yang terlihat lelah tanpa tenaga . Tidak ada sedikit pun hati nurani dari wanita itu untuk melepaskan Ririn .Wanita itu mendekat kembali menj **ambak rambut Ririn dan mengarahkan pis**au ke wajah cantik Ririn. Sedikit menekan dan membuat pipi mulus itu ters**ayat sehingga mengeluarkan da*rah.
"Ukh AU!" lirih Ririn merasakan sakit dan perih di bagian pipinya, lalu ia kembali meneteskan air matanya yang mengalir ke pipi dan membuat pipinya semakin perih.
"Jauhi Bryan! maka aku akan melepaskan mu, jika tidak , maka aku tak segan akan mengh**ambisi nyaw**amu sekarang!" Veronika mengarahkan pis**AU ke bawah mendekati le*her Ririn
"Ba,ba aku!" ucapan Ririn terbata karena ia ketakutan dan sangat terasa ujung pis**au itu di lehernya kemudian ia memejamkan matanya.
Dor dor for. Suara temb**akan terdengar memenuhi ruangan itu membuat ke empat orang yang ada disana terkejut dan tanpa sengaja pis**au yang di genggam oleh Veronika sedikit tertekan dan menggoreskan sedikit lu**ka di le*her Ririn.
"Akh AU!" jerit Ririn yang merasakan sakit di le**hernya . Seorang pria berlari mendekati keberadaan Ririn dan segera membuka ikatan tangan Ririn ,lalu mengangkat tubuh Ririn dan berlari menuruni tangga gedung itu untuk membawa Ririn ke mobil dan melarikannya ke rumah sakit terdekat.
"Bryan!" ucap Ririn dengan suara yang hampir tak terdengar, namun Bryan yang tengah memangku kepala Ririn mendengar ucapan itu. Kini Bryan berada di jok belakang kemudi dan Novan lah yang mengemudikan mobil Bryan saat ini.
Ririn tak bersuara lagi,da**rah mengalir dari le* hernya . Kondisi Ririn saat ini sangat memprihatinkan dan membuat Bryan berteriak frustasi "****!" " can you Drive so fast please! urgent ,emergency!" teriak Bryan dengan bahasa campurannya. Dia tak mau terjadi apa - apa pada wanita yang berada di pangkuannya saat ini.
Setibanya di rumah sakit ,Novan segera turun dari mobil dan memanggil suster yang berjaga lalu mengambil brangkar untuk Ririn.
Bryan sudah membaringkan tubuh Ririn di brangkar yang tadi di bawa oleh Novan lalu ikut mendorong brangkar itu agar cepat sampai di IGD.
Di gudang tua ,polisi sudah menangkap ke3 orang yang terbukti melakukan peng**aniayaan oleh Ririn,karena sebelum mengarahkan tem**Bakan polisi sudah mengintai gedung itu tanpa ketiga orang itu sadari.
Akankah Ririn terselamatkan???
Mari kita berdoa bersama - sama 😊🙏
__ADS_1
dan jangan lupa pencet tombol Lika dan favorite 😊🙏🙏🙏
"