Lina Dan Manusia 1000 Abad

Lina Dan Manusia 1000 Abad
Chapter 10. Sebuah kenangan.


__ADS_3

Keesokan harinya,, di pagi yang sangat cerah, dan terdengar suara burung tetangga yang berkicau bagaikan nyanyian alam.


Lina keluar untuk bertemu dengan teman-temannya.


"ibu, ayah, aku pergi dulu ya..!!"


"Kakak mau keman??" Tanya adiknya.


"Kakak mau pergi sebentar de.."


"Lina,, hati-hati..!!


"Iya mah..!"


Kemudian Lina pergi mencari Indra, dan mereka bertemu di taman yang dekat rumahnya itu..


"Indra..!!!"


"Yoo,, Lina"


"Ini aku bawakan makanan buat kalian."


"Wahh,, kamu baik sekali Lina, terimakasih ya.."


Kemudian mereka makan bersama di bawah pohon tempat istirahat Indra dan Yudi..


"Lina, kenapa kamu gak makan?" Tanya Indra sambil menggunyah makanannya.


"Tidak, aku sudah makan di rumah tadi"


Setelah selesai makan Indra dan Yudi bersiap untuk pergi mengembara..


"Aahhh kenyang rasanya, dan makanannya enak sekali.." ujar Indra.


"Yosh, terimakasih banyak Lina, Indra.! Ayo kita pergi sekarang.."


"Hah.. kalian mau kemana??" Tanya Lina


"Oh iya Lina, kita mau pergi mencari seorang peramal untuk mencarikan segel untuk menyegel Raja Imran." sahut Indra


"Hah.. apa maksudmu.?"


"Yudi bilang Raja Imran berniat untuk menguasai dunia ini, maka dari itu kami harus menghentikan itu semua sebelum terlambat, dan kami harus mencari segel terlebih dahulu agar bisa mengalahkan Raja Imran dan menyegelnya."


"Boleh kah aku ikut dengan kalian??"


"Ini sangat berbahaya Lina, jadi lebih baik kamu tidak usah ikut."


"Tapi...!?"


Di sela perbincangan mereka, tiba-tiba Lina mendengar suara yang memanggil-manggil dirinya.


"Lina,,, Lina,,,"


"Hah, siapa itu,? Siapa yang memanggil ku??"


"Ada apa Lina...?"


"Ada suara yang memanggil-manggil namaku.."


"Lina,,, kemari lah dan ajak Indra kesini..!"


"Hah.! Siapa kamu, apa kamu Liza,? Tanya Lina


"Benar aku Liza,, aku mohon kemari lah bersama Indra, dan temui aku di goa..!"


"Hah, tapi....!?"


Kemudian suara itu sudah tidak terdengar lagi, dan kemudian Lina mengajak Indra pergi ke goa tempat dulu Lina bertemu dengan Indra..


"Indra, ayo ikut aku cepat..!


Kemudian Lina menarik Indra dan membawanya pergi naik motor menuju hutan terlarang..

__ADS_1


"NGENGGG..!!!


"Hey kalian mau kemana?? Teriak Yudi saat mereka pergi.


Kemudian Yudi mengejar mereka sambil berlari.


Dini dan Zilfa melihat Lina pergi bersama Indra, dan melihat seseorang berlari mengikuti mereka, Dini dan Zilfa pun juga mengikuti mereka karena penasaran.


Namun karena ramainya jalan di desa, Yudi jadi kehilangan jejak mereka.


Sementara itu Lina dan Indra sudah sampai di hutan itu dan kemudian Lina mengajaknya ke goa.


"Hey, Lina kau mau mengajakku kemana??"


"Sudah ayo ikut saja.!"


Merekapun sampai di depan mulut goa.


"Hey, Lina kenapa kau mengajakku ke sini??"


"Aku dipanggil oleh Liza, sepertinya dia ingin bertemu denganmu."


Kemudian mereka masuk kedalam goa itu, dan di dalam goa, Lina melihat roh Liza yang sudah menunggu mereka, dan dia tampak bersedih..


"Liza, ada apa, kenapa kau memanggilku?" tanya Lina sambil mendekati Liza...


"Hah,, Liza?? Dimana dia?? Tanya Indra yang kebingungan.


Di saat Lina sedang mendekati roh Liza, kemudian Liza masuk ke dalam tubuh Lina, disitu Indra masih belum menyadarinya.


"Hey Lina dimana Liza?? Kau bilang dia ada disini??"


"Indra!" Cakap Lina lirih.


Kemudian Lina tiba-tiba memeluk Indra dengan erat, dan menangis dipeluknya.


Indra pun kaget dengan Lina yang tiba-tiba menangis dan memeluk Indra.


"Indra, aku sangat merindukanmu, aku rindu pelukan hangat mu."


"Indra,, tatap lah mataku.! Lihat aku, aku adalah Liza."


"Hah, Liza?? Benarkah ini kau??"


"Yah, aku telah masuk kedalam tubuh gadis ini, karena aku sangat merindukanmu Indra. Dan aku ingin memeluk mu seperti dulu."


sementara itu di luar goa Yudi terus mencari dan memaggil mangil Indra, begitu juga dengan Dini dan Zilfa yang sedang mencari Lina.


"Dini,, Lina dimana si?, apa dia sedang melakukan itu dengan Indra..?"


"jangan ngaco kamu Zi Lina gak mungkin kya gitu, Lina itu gadis baik-baik gak mungkinlah dia melakukan hal seperti itu".


"Indra..!!" teriak Yudi dan terus memanggil manggil Indra.


"hey Zi bukannya itu orang yang tadi berlari dibelakang Lina?"


"iya, siapa dia yah?"


di dalam goa, Indra yang sedang bercumbu dengan Lina, mereka tidak mendengar teriakkan Yudi.


Kemudian Indra juga memeluk Lina dengan erat dan Indra pun teringat kenangan saat bersama Liza, hari-hari dimana mereka saling bermanja-manjaan, itu adalah kenangan yang sangat indah.


Kemudian Indra dan Lina mereka saling bertatapan, seraya teringat masa lalunya, dan kemudian mereka saling berciuman.


Setelah Liza merasa rindunya telah terobati kemudian Liza keluar dari tubuh Lina yang masih bercumbu dengan Indra, dan kemudian Lina sadar dan sontak terkejut kemudian menjauh dari Indra..


"Hey.! Apa yang kau lakukan padaku hah.?! Jangan-jangan kau ingin menyetubuhi ku ya hah, dasar kakek mesum.. Rrrrr!!!"


"Apa yang terjadi padaku, ya ampun, aku telah ternodai oleh seorang kakek-kakek.. aku harus bagaimana ini." (Ujar Lina dalam hati)


"Lina"


"Jangan mendekatiku.! Ujar Lina seraya dirinya emosi.

__ADS_1


Lina pun merasa sangat malu setelah itu. Kemudian Lina mendapat bisikan dari Liza..


"Lina, maafkan aku, yang barusan terjadi itu aku yang melakukannya, maaf sudah membuatmu seperti ini, tapi aku sangat berterimakasih kepada mu Lina"


"Rrrrr, gadis itu lagi,, kenapa harus aku yang menjadi perantaranya.." ujar Lina dalam hati.


"Hey Lina.!"


"Jangan dekati aku..!!"


Kemudian Lina pergi dan keluar dari goa.


Di luar goa Yudi yang sedang mencari Indra dan diikuti oleh Dini dan Zilfa, tiba-tiba mereka melihat Lina yang keluar dari dalam goa..


"Hah.! Itukan Lina"


Kemudian Yudi menghampiri Lina dan menanyakan dimana Indra, namun Lina tidak menjawab, Lina masih merasa kesal sekaligus sedih, dan Lina pun lari keluar dari hutan, Dini dan Zilfa yang melihatnya pun kebingungan, kenapa Lina seperti itu..


"Hey Lina, kamu kenapa, apa yang terjadi denganmu Lina?" Tanya dini


Disitu Lina pun tidak menjawab dan kemudian pergi.


Setelah itu Indra pun keluar dari goa.


"Indra"


"Yudi, ternyata kau disini juga.?"


Dini dan Zilfa yang penasaran dan juga marah kepada Indra, kemudian menghampiri Indra.


"Hey kakek tua.! Apa yang sudah kau lakukan pada Lina??"


"Aku,, tidak melakukan apapun, aku hanya memeluknya dan menciumnya, tapi..."


"Haaaaahhhh.....!!" Sontak Dini dan Zilfa kaget bersamaan..


"Apa kau bilang?? Pantas saja Lina jadi seperti itu, ternyata kau pelakunya dasar kakek tua tidak tahu diri.! Aku benci padamu..!!!


"Yah aku juga" ujar Zilfa


"Zilfa, ayo kita pergi.!"


"Hey tunggu dulu, aku bisa jelaskan, ini tidak seperti yang kalian pikirkan..!"


Dini dan Zilfa pergi menyusul Lina, tinggallah Yudi dan Indra.


"Hey kau, jangan menatap ku seperti itu..!"


"Hey Indra,, apa yang kau lakukan tadi??"


"Eehh, tadi itu Liza masuk ke tubuh Lina dan dia langsung memeluk ku dan dia juga mencium ku."


"Hadehhh... Pantas saja dia jadi seperti itu, huff"


Kemudian Indra pun menyusul Lina dan mencoba menenangkannya..


Di tepi sungai ternyata Lina sedang bersama roh Liza, dan Liza sedang meminta maaf kepada Lina.


Kemudian Indra datang menemui Lina.


"Hey Lina"


"Rrrrrr... Sudah ku bilang jangan mendekati ku, pergi sana..!"


"Tapi.."


"Pergiii..!!!!!"


"Baiklah aku akan pergi Lina. Aku akan pergi untuk menghentikan Raja Imran, sampai jumpa Lina.!"


"Hm!"


Kemudian Indra dan Yudi bergegas pergi mencari seorang peramal dan memulai perjalanannya untuk menghentikan Raja Imran.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2