
Disaat Lina, Yudi, Indra, dan Rendy sedang mengejar orang yang mencurigakan, dan kehilangan jejaknya, mereka menghampiri orang yang minta tolong yang disangka itu adalah perbuatan orang mencurigakan tersebut, dan ternyata itu hanyalah orang mesum yang sedang mengintip wanita sedang mandi, namun dari kejauhan mereka melihat warga yang sedang mengejar seseorang, mereka berempat pun penasaran dan mereka pun ikut mengejarnya.
"Hei berhenti kau pembunuh..!!" ujar salah satu warga yang sedang mengejarnya
"Kalian semua.! Ayo kita tangkap orang itu dan kita bawa ke kantor polisi..!!"
Para warga pun berbondong-bondong mengejar pria itu yang disangka seorang pembunuh, Indra dan Yudi pun terus mengejar para warga itu dan mencari tau apa sebenarnya yang sedang mereka kejar, Yudi pun bertanya pada salah satu warga yang sedang berlari.
"Paman, ada apa ini, apa yang sedang kalian kejar..??"
"Kami sedang mengejar seorang pembunuh"
"Hah pembunuhan..??" Apa dia sudah membunuh orang di desa ini..??"
"Tidak, tetapi ada salah satu teman kami yang melihat bahwa orang itu membawa kepala tengkorak manusia di dalam tasnya, sudahlah kau tidak usah bertanya terus, lebih baik kau bantu kami menangkap orang itu."
Mereka pun terus mengejarnya, dan pria itu berlari ke arah hutan di dekat desa itu, pria itu terus berlari, hingga akhirnya dia terpojok dalam sebuah jurang yang dalam, pria itu pun berhenti dan para warga pun mengepung pria itu.
"Hei, mau lari kemana kau, kau tidak bisa lari lagi sekarang, lbeih baik kau menyerahkan diri saja..!"
"Tidak.! Aku tidak akan menyerahkan diri, karena aku tidak bersalah..!"
"Tidak usah mengelak lagi kau, aku sudah melihat dengan mata kepalaku sendiri kalau kau adalah seorang pembunuh..!"
"Kalian salah..! Aku bukanlah seorang pembunuh..!"
"Lalu apa yang kau bawa itu, bukankah itu kepala tengkorak manusia yang telah kau bunuh..?!"
"Tidak.! Kalian salah..!!"
"Sudahlah, kita tidak usah berlama-lama, kalu dia tidak mau menyerahkan diri, kita tangkap dia dengan paksa, kita hajar dia..!!" ujar warga yang lain
Para warga yang merasa terancam karena takut pria itu membunuh orang di desanya, para warga pun mencoba menangkap dan menghakimi pria itu, namun Indra dan Yudi mencoba mencegahnya.
"Tunggu dulu.! Kalian jangan main hakim sendiri, lebih baik kita buktikan dulu apakah dia memang seorang pembunuh atau bukan.!" ujar Yudi
"Sudah jelas-jelas aku melihat dengan mata kepalaku sendiri, kalau dia membawa kepala tengkorak manusia, lagi pula kau ini siapa apa kau teman orang itu..?!"
"Maaf, aku memang bukan orang sini, tapi aku juga bukan temannya, aku hanya sedang berkemah disini dan tidak sengaja melihat kegaduhan ini.!"
Disaat warga berdebat dengan Yudi dan Indra, pria itu mencoba melarikan diri, namun salah satu warga berhasil mencegahnya dan langsung memukulnya kemudian merebut tas yang ia bawa dan membukanya, namun pria itu terus meronta dan mencoba mengambil kembali tas miliknya.
__ADS_1
Sementara itu Lina dan Rendy yang tertinggal akhirnya mereka sampai disana dan melihat apa yang sedang terjadi.
Disaat orang itu akan membuka tasnya kemudian pria itu merebutnya, namun karena pria itu ditarik oleh warga, pria itu hanya bisa meraih sedikit tasnya hingga tas itu pun jatuh dan isi dari tas itu pun keluar, para warga pun terkejut melihat isi dari tas itu, begitu juga dengan Lina dan lainnya, mereka semua terkejut melihat bahwa isi dari tas itu adalah sebuah kepala tengkorak manusia.
"Nah, lihatlah..! Isi dari tas yang dia bawa ini, ini adalah kepala tengkorak manusia, sekarang apa kalian masih tidak percaya denganku..??"
"Wah iya bener juga" gumam para warga
Disaat orang itu menunjukkan tengkorak itu pada yang lain, pria itu terlihat sangat marah.
"Hei, letakan tengkorak itu.! Beraninya kau menyentuhnya, aka ku hajar kau.."
Kemudian pria itu membabi-buta dan menghajar warga yang menahannya, namun disaat pria itu merebut tengkorak yang di ambil oleh salah satu warga itu, orang itu melemparkan tengkoraknya ke tanah dan hampir jatuh ke jurang, kemudian pria itu dengan cepat menangkap tengkorak itu, dan pria itu juga hampir jatuh ke jurang, kemudian pria itu memeluk erat tengkorak itu sambil menangis, semua orang pun bingung dengan tingkahnya, mengapa dia menangis dan memeluk tengkorak itu seakan itu adalah benda yang sangat berharga baginya.
"Hei dasar orang bodoh, cuma tengkorak saja sampai segitunya.! Cepat serahkan tengkorak itu dan kau ikut kami ke kantor polisi.!" ujar warga yang bersikeras untuk menangkap pria itu, kemudian mereka dikejutkan dengan jawaban dari pria itu.
"Seenaknya saja kalian bicara seperti itu.! Asal kalian tau, tengkorak ini adalah tengkorak kekasihku yang meninggal karena kecelakaan.! Aku sengaja membawanya karena aku tidak mau dipisahkan dengan kekasihku, karena aku sangat mencintainya.!!" ujar pria itu dengan emosi serta bersedih
Indra yang mendengar perkataannya begitu terkejut dan teringat akan kekasihnya yang mati dalam pangkuannya, kemudian Lina dan Yudi melihat sosok perempuan yang muncul di samping pria itu, dan mereka melihat sosok itu sedang menangis melihat pria itu, namun para warga tidak percaya dengan perkataan pria itu dan menganggap itu sebuah lulucon.
"Hei, memangnya kami percaya dengan ucapanmu hah.? Jangan membual kau..!"
"Jika kalian tidak percaya dan ingin menangkap ku, lebih baik kalian bunuh saja aku..!"
Para warga pun terus bersikeras menangkapnya, namun disaat para warga hendak menangkap pria itu, Indra langsung menghalangi mereka.
"Tunggu dulu, ijinkan aku bertanya kepada orang ini.!" ujar Indra sambil menghalangi warga dengan wajah yang sedih.
"Benar, kalian tidak bisa mengambil keputusan seenaknya, kalian hanya melihat dia membawa tengkorak itu tapi kalian tidak melihat dia membunuh orang.!" ujar Yudi yang ikut membela pria itu,
"Aku setuju dengannya, karena kalian juga tidak ada bukti pembunuhan yang dia lakukan" ujar Lina yang juga ikut membela pria itu.
Para warga pun terdiam karena tidak bisa memberikan bukti yang kuat untuk membuktikan bahwa orang itu adalah seorang pembunuh, karena mereka tidak melihat pembunuhan yang dilakukannya, pria itu pun sedikit lega karena ada yang membela dirinya,
"Baiklah, kami memang tidak punya bukti pembunuhan yang dia lakukan, tapi apa kalian bisa membuktikan kalau dia bukan seorang pembunuh..??"
"Ya, aku bisa membuktikannya kepada kalian.!" ujar Lina yang berusaha membuat mereka percaya,
"Bagaimana caranya, apa kau mempunyai bukti..?"
"Aku akan membuka mata batin kalian untuk melihat apa yang ada disini.!"
__ADS_1
Kemudian Lina pun mencoba membuka mata batin para warga satu persatu, dan setelah Lina membuka mata batin mereka, mereka pun terkejut dan ketakutan karena melihat sosok perempuan disamping pria itu.
"Sekarang apa kalian melihat sosok yang ada disamping pria itu..?"
"Ya kami melihatnya, memangnya siapa hantu perempuan itu..?"
"Dia adalah kekasih pria itu yang selalu mengikutinya karena dia membawa tengkoraknya.!"
"Ria, apa benar kau selalu mengikuti ku.?" ujar pria itu dalam hati
"Baiklah, aku sudah membuktikan pada kalian, apa kalian masih tidak percaya.?"
Kemudian para warga pun terdiam kembali dan tidak dapat berkata apa-apa, dan mereka masih tidak percaya sepenuhnya.
"Kenapa kalian diam.? Kalau kalian belum percaya, aku akan memasukkan sosok perempuan itu ke salah satu dari kalian agar kalian bisa berinteraksi dengannya."
"ti.. tidak usah.! Baiklah kami percaya dengan kalian, tolong tutup lagi mata batin kami, kami tidak mau melihat mahluk menyeramkan seperti itu lagi"
"Baiklah kalau begitu, akan ku tutup kembali mata batin kalian, dan kalian pulang saja kerumah biar orang ini kami yang mengurusnya.!"
Kemudian Lina pun berhasil membuat para warga percaya dengannya, dan para warga pun kembali ke rumah masing-masing, kemudian mereka pun menanyakan apa yang sebenarnya terjadi kepada pria itu.
"Maaf, tadi kau bilang kalau kekasihku selalu mengikuti ku, apa itu benar..?"
"Apa kau juga ingin melihatnya.??" ujar Lina dengan lembut
Kemudian Lina juga membuka mata batin pria itu, dan pria itu pun melihat sosok kekasihnya yang sedang bersedih serta terharu melihat betapa setianya dia terhadap dirinya sehingga dia selalu membawa tengkorak dirinya, pria itu pun juga bersedih setelah melihat sosok kekasihnya di depan mata, dan sangat menyesal karena tidak dapat menolongnya disaat kecelakaan itu terjadi.
"Maafkan aku, aku tidak bisa menolongmu waktu itu, aku sangat menyesal karena tidak datang tepat waktu, aku mohon maafkan aku." ujar pria itu menyesali apa yang sudah terjadi terhadap kekasihnya.
"Liza, aku juga minta maaf padamu, aku tidak bisa menyelamatkanmu waktu itu, sehingga kau harus mati dalam pangkuanku.." ujar Indra yang teringat tentang Liza.
"Ehhh... Kenapa kau juga ikut-ikutan hahh..??" ujar Lina
"Baiklah aku tidak boleh menangis lagi, lagi pula sekarang sudah ada penggantinya." ujar Indra sambil melihat ke arah Lina
"Apa kau bilang, siapa yang kau maksud itu hah,! Kenapa kau melihatku seperti itu..??"
"Tidak apa-apa Lina."
Mereka berdua terus berdebat, dan disitu Yudi mencoba menenangkan pria itu dan bertanya-tanya padanya.
__ADS_1
...****************...