Lina Dan Manusia 1000 Abad

Lina Dan Manusia 1000 Abad
Chapter 21. Pertarungan sengit.! Indra vs Karto.


__ADS_3

Disaat Karto hendak membunuh Lina dan mulai mengayunkan pedangnya, di situ Indra masih berada di alam bawah sadarnya, dan belum sadarkan diri.


Di dalam alam bawah sadarnya, Indra sedang berada di tempat yang gelap dan penuh dengan air.


"Dimana aku.? Kenapa disini gelap sekali, dan, air apa ini.? kenapa air ini berwarna hitam."


Kemudian air itu meresap ke tubuh Indra dari kaki dan perlahan naik ke atas.


"Apa ini.?! apa yang terjadi dengan air ini.? kenapa air ini terus meresap ke dalam tubuhku, dan mengapa kakiku menjadi mati rasa.??"


Indra pun terus kebingungan dengan air hitam yang terus meresap kedalam tubuhnya, dan air itu ternyata adalah racun lebah yang diberikan oleh si Kakek lebah itu saat menyengatnya sewaktu ia menyadarkan Indra.


Indra pun terus mencari cara untuk menghentikan penyebaran racun itu, kemudian Indra pun melihat sebuah cahaya putih yang bersinar terang di hadapannya, dan Indra pun mulai berlari mendekati cahaya itu.


"Cahaya apa itu.? apakah itu sebuah pintu keluar..? Aku harus ke sana dan melihatnya, tapi kakiku sangat sulit untuk digerakkan, sial.! Kenapa harus seperti ini..?!!"


Indra pun perlahan mulai mendekati cahaya itu, dan sesampainya Indra di depan cahaya itu, Indra melihat sebuah pintu yang menutupi cahaya tersebut, kemudian Indra pun mencoba membuka pintu itu.


Setelah Indra membuka pintunya, seluruh cahaya yang ada didalamnya keluar dan menerangi seluruh ruangan yang gelap itu, dan air hitam yang ada di tubuh menjadi jernih, dan ternyata Indra telah membuka pintu dari inti kekuatan terkutuknya, kemudian Indra pun secara perlahan mulai sadar, dan tubuhnya pun mengeluarkan aura kekuatan yang sangat dahsyat yang meluap-luap di tubuhnya.


Disitu Karto yang hendak membunuh Lina kemudian dia terhenti karena merasakan sesuatu yang sangat dahsyat yang keluar dari tubuh Indra.


"Apa itu, apa yang terjadi denganya, aura apa ini,??"


"Indra...!! Tolong aku..!!" ujar Lina berteriak keras kepada Indra


Kemudian Indra mulai tersadar dan mendengar teriakan Lina yang minta tolong.


"Lina..?" ujar Indra lirih


Seketika Indra langsung membuka matanya dan mulai bangkit dengan kekuatan yang meluap-luap keluar dari tubuhnya, dan racun yang ada di tubuh Indra pun mulai menghilang.


"Hah.! Racunnya mulai menghilang, apa yang terjadi dengannya, dan, kekuatan macam apa yang keluar dari tubuhnya, sungguh aura kekuatan yang sangat dahsyat..!" Ujar si Kakek lebah melihatnya kebingungan


"Kyakyakyakya... Rupanya kau masih bisa berdiri orang jelek.! Kyakyakyakya..."


"Jangan dekati dia, menjauhlah dari nya.!" Ujar Indra lirih dan marah pada Karto.


"Kyakyakyakya... Lalu apa yang akan kau lakukan jika aku membunuhnya.? kyakyakyakya..."


Kemudian Karto sekali lagi mencoba membunuh Lina dan mulai mengayunkan pedangnya.


"Indra,, tolong aku..!!"


"Sudah kubilang Jangan dekati dia..!!"


Kemudian Indra dengan sangat cepat sehingga tak terlihat langsung menghantam Karto dan melemparkannya.


WUZZZ..!!


DASHH...!!


"c.c.c.c cepat sekali...!!!" Ujar si Kakek lebah yang terkejut.


"Hah..!! Kekuatan apa itu cepat sekali gerakannya..??" Ujar Yudi yang juga terkejut melihatnya.


Indra pun melawan Karto dengan gagah seperti bukan Indra yang sebelumnya, dan Indra yang sekarang dia sangat keren.


"Kyakyakyakya.. rupanya kau mempunyai kekuatan tersembunyi orang jelek, kyakyakyakya... Ini sangat menyenangkan...!!!"


"Akan ku tutup mulutmu yang kotor itu hingga kau tidak dapat tertawa lagi..!" Ujar Indra dengan sinis dan kemudian menyerang Karto.


Mereka berdua bertarung dengan sangat hebat, tak satu pun dari mereka yang terlihat kelelahan, dan mereka pun terus bertarung tiada henti.

__ADS_1


Lina, Yudi, dan si kakek lebah, mereka hanya bisa menyaksikan Indra dan Karto yang sedang bertarung dengan hebat.


"Darimana Indra mendapatkan kekuatan sedahsyat itu, apa yang terjadi padanya.?" Ujar Yudi dan mencoba menerka.


"Pertarungan yang sangat hebat.!" ujar si kakek lebah


"Indra, berjuanglah, kalahkan dia Indra..! Ujar Lina dengan lirih sambil berdoa.


Indra pun terus bertarung dengan kekuatan yang sangat dahsyat, namun Karto juga bisa menandingi Indra.


"Kyakyakyakya.... Kau boleh juga ternyata orang jelek. Kyakyakyakya..."


"Berhentilah tertawa, tertawamu sangat jelek sekali..!!"


"Apa kau bilang..?? Hah, coba saja kau hentikan kalau kau bisa..! Kyakyakyakya..."


"Akan ku bungkam mulutmu..!!"


Haaaa...!!!!!


Dash..! Desiungg..! Wuzzz..!! BOOMMM...!!


Mereka berdua terus bertarung tanpa henti, namun disitu Indra sedikit lebih unggul dari Karto, dan Indra pun berhasil membuat Karto terpental berkali-kali, namun Karto tetap saja tidak terluka, hanya goresan-goresan kecil yang Karto dapatkan.


"Mereka berdua sangat kuat sekali dan,, sepertinya Karto juga sangat sulit dikalahkan.


" kalau seperti ini terus tidak akan ada habisnya, aku harus mencari cara untuk menemukan kelemahannya." Ujar Yudi yang berusaha mencari kelemahan Karto.


"Hei Yudi..! apakah kau masih bisa berdiri..?" Ujar si Kakek lebah.


"Ya.! Ada apa..??"


"Cepat bawa Lina menjauh dari mereka.! ini sangat berbahaya, bisa-bisa dia terkena serangan mereka.!"


"Hah..! Baiklah.."


Yudi pun membawa Lina menjauh dari pertarungan Indra dan Karto sambil mencari cara untuk menemukan kelemahannya.


"Yudi,, apa kau bisa membantu Indra untuk menahan Karto, agar dia tidak bisa bergerak dan Indra mudah untuk mengalahkannya..??" ujar si kakek lebah


"Itu mustahil, kita harus mencari kelemahannya terlebih dahulu, agar kita bisa mengalahkannya."


"Kalau begitu kita juga harus memperingatkan Indra untuk mencari kelemahannya."


"Itu benar.! Indra..!! kau jangan gegabah dalam menghadapinya, kau harus mencari kelemahannya..!!"


"Kyakyakyakya... Tidak ada orang yang dapat mengetahui kelemahanku kecuali diriku sendiri..! Kyakyakyakya...."


Kemudian Lina yang mendengarkan percakapan mereka, Lina menyadari sesuatu yang berkaitan dengan kelemahannya.


"Hah,, kelemahan..?? Tidak ada yang mengetahuinya kecuali dirinya sendiri..?? Hah..!! Jangan-jangan.."


"Lina,, apa kau mengetahui kelemahan roh jelek itu..??"


"Aku tidak tahu, tapi saat aku dikurung, Karto datang padaku, dan karena wajahnya yang jelek itu aku pun mengejeknya Dan diapun mengelak kalau dia adalah orang yang paling tampan, kemudian aku mengambil sebuah cermin dan memperlihatkan padanya, dan ketika aku hadapkan cermin itu padanya, cermin itu langsung retak dan pecah seperti tidak mau menghadapnya, begitu juga dengan Karto dia begitu ketakutan ketika aku menunjukkan wajahnya di dalam cermin itu, apakah mungkin itu kelemahannya..?"


"Apa salahnya jika kita mencoba, jika memang itu kelemahannya.." ujar si Kakek lebah yang kuatir dengan Indra.


"Lalu dimana kita harus menemukan cermin itu? sedangkan kita sedang berada di dalam hutan..?"


"Antarkan aku ke desa! di sana banyak sekali cermin, aku akan mengambilnya, tapi aku butuh bantuanmu yang bisa berlari dengan cepat."


"Baiklah kalau begitu akan ku antarkan kau ke sana.!"

__ADS_1


Kemudian Lina dan Yudi pergi ke desa untuk mengambil sebuah cermin yang diduga itu adalah kelemahan dari Karto,


Sementara itu Indra dan Karto terus bertarung, dan mereka saling beradu jurus.


Indra pun mengeluarkan jurus andalannya yaitu tebasan bulan sabit, namun Karto dapat menangkisnya dengan jurusnya juga.


"Kyakyakyakya... Sudah cukup bermain-mainnya ayo kita selesaikan sekarang juga..! Kyakyakyakya... Rasakan jurus pamungkas ku ini..!"


(Kekuatan kegelapan.! Tinju amarah angin hitam..!)


Wuuzzzz....


Indra pun menancapkan senjatanya ke tanah dan mencoba menghalau jurusnya, dengan kekuatan Indra yang dahsyat kemudian Indra pun menepis jurusnya dan langsung menghantam Karto.


Wuzzz,,, dash....!!


Di sisi lain Lina yang sedang berada di desa bersama Yudi, mereka mulai mencari cermin untuk mengalahkan Karto.


Setelah mereka berdua mendapatkan cermin itu, kemudian mereka bergegas kembali ke hutan untuk membantu Indra mengalahkan Karto.


"Baiklah Lina, sekarang apa yang harus kita lakukan, bagaimana cara menunjukkan cermin ini kepadanya.?"


"Kita harus menghentikan pertarungan mereka terlebih dahulu, dan membuat Karto lengah kemudian kita bisa menunjukkan cermin ini padanya, dan ketika dia melihat wajahnya di dalam cermin, maka kekuatannya akan melemah, dan Indra pun dengan mudah untuk mengalahkannya."


"Baiklah kalau begitu aku akan mencoba menghentikannya, dan kau tunjukan cermin itu padanya.!"


"Baiklah ayo kita coba."


Kemudian Yudi mencoba menghentikan pertarungan mereka, dan Lina mencoba mendekati Karto, berupaya untuk menunjukkan cermin itu padanya.


"Indra,, berhenti..!!" Kita harus mengalahkannya bersama-sama"


kemudian Yudi langsung menghentikan pertarungan mereka dan menahan karto


"Kyakyakyakya... Satu lagi orang jelek yang sangat mengganggu, akan ku habisi kalian semua.. kyakyakyakya..."


"Hei jelek..!! Lihatlah ke sini..!"


Kemudian Lina pun menghadapkan cermin itu kepada Karto, Karto pun sontak ketakutan dan menolak cermin itu.


"Hei jangan dekatkan cermin itu padaku cepat jauh kan dariku...!!"


"Hah.! Sekarang..!!! Indra cepat kau gunakan jurusmu untuk menghancurkannya selagi dia lengah..!!"


"Hm, baiklah akan kulakukan"


Disaat Indra bersiap untuk melancarkan serangannya kepada Karto, cermin yang dipegang oleh Lina retak dan pecah sebelum Indra menghancurkan Karto.


"Aaaa... Cepat jauhkan cermin itu dasar perempuan licik, Jangan dekat kan itu padaku...!!!"


"Indra cepatlah cerminnya sudah mulai retak..!!"


Prangg...!!


"Kyaaahhh...!!"


"Celaka cerminnya sudah pecah, Indra.! cepat lindungi Lina sebelum Karto membunuhnya..!!"


"Dasar perempuan licik kurang ajar, akan kubunuh kau...!!"


kemudian Karto pun terlepas dari dekapan Yudi dan akan membunuh Lina.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2