Lina Dan Manusia 1000 Abad

Lina Dan Manusia 1000 Abad
Chapter 43. Kegagalan Raja Imran.


__ADS_3

Disaat Indra akan di segel oleh Raja Imran, kakek lebah dan Liza datang untuk menolong Indra dan lainnya, Liza pun masuk kedalam tubuh Lina dan berbicara dengan jiwa Lina yang berada di alam bawah sadarnya, Liza mengatakan bahwa ia akan menolongnya.


"Bagaimana caranya.?" ujar Lina bertanya pada Liza.


"Satu-satunya cara adalah kita harus bersatu." Sahut Liza


"Barsatu.? Apa maksudmu.??"


"Perlu kau ketahui bahwa kau adalah reinkarnasi ku, tapi jiwaku belum menyatu sepenuhnya denganmu, karna itulah kekuatanmu sangat lemah, dan satu hal lagi, jika kita tidak menyatu, kau yang sekarang tidak akan terselamatkan, karena kau sedang diambang Kematian.!"


"Apa.?!" Sahut Lina terkejut begitu mendengar apa yang diucapkan oleh Liza


"Jangan asal bicara kau! Darimana kau tau aku akan mati.?!"


Kemudian Liza menunjukkan tubuh Lina yang sedang terbaring tak berdaya dengan badan penuh luka dan darah yang keluar begitu banyak dari tubuhnya, namun Lina tidak percaya dan mengelak kalu itu hanyalah sebuah ilusi.


"Tidak, ini pasti mimpi, ini hanyalah ilusi, aku harus bangun dan keluar dari sini segera." Gumam Lina lalu kemudian pergi mencari jalan keluar, namun upaya Lina dicegah oleh Liza.


"Lina.! Tunggu.!!* Terlihat Liza berkata dengan nada tinggi dan terlihat emosi.


"Kita tidak punya banyak waktu, karena saat ini Indra akan di segel oleh Raja Imran"


Sontak Lina terkejut mendengar ucapan Liza dan kemudian berhenti melangkah.


"Raja Imran.? Apa maksudmu.??" tanya Lina yang terkejut


"Perlu kau tau.! saat ini Raja Imran sedang berada disini dan akan menyegel Indra, dan satu-satunya harapan agar kalian bisa selamat adalah dirimu Lina.! Keselamatan mereka, tidak, bukan mereka, tapi semua orang, keselamatan semua orang ada ditanganmu Lina.! Dan untuk itu kita harus menyatukan jiwa kita agar kau bisa bangkit dan menolong mereka semua.!!" Seru Liza yang begitu emosi pada Lina


"Tidak mungkin, ini semua pasti bohong, mengapa harus aku.? Mengapa..??!!" Sahut Lina dengan nada yang semakin tinggi


Lina masih belum percaya dengan apa yang dia alami, Lina menjadi bimbang serta ragu, kemudian Liza menunjukkan sebuah cahaya kecil dan sangat lemah yang ada diatas jiwa Lina.


"Lihatlah cahaya diatasmu Lina, itu adalah cahaya kehidupamu, cahaya itu semakin memudar, dan ketika cahaya itu lenyap itu berarti kau sudah mati Lina."


Lina pun terkejut melihat cahaya itu, karena cahaya itu sangatlah kecil bahkan tidak bisa dirasakan energi pada cahaya itu.

__ADS_1


"Lina cepatlah, kita tidak punya banyak waktu, jika kau tidak ingin mati sekarang dan ingin menyelamatkan semua orang termasuk keluagamu, menyatulah denganku karena itu satu-satunya cara agar semua bisa selamat.!"


Lina pun tertegun dan sesaat memikirkan keluarganya, dan karena tidak ada cara lain akhirnya Lina pun mau untuk menyatukan jiwanya dengan Liza, mereka berkonsentrasi untuk mengontrol jiwa dan kekuatan mereka agar dapat menyatu.


Diluar sana Kakek lebah yang sedang menunggu Liza bersatu dengan Lina untuk menolong Indra yang akan disegel oleh Raja Imran terlihat Raja Imran sedang tertawa kegirangan karena sudah dapat melumpuhkan Indra...


Hahahahahaaa.....!!!!!


"Liza, cepatlah sudah tidak ada waktu lagi, Indra akan di segel.!" Gumam kakek lebah dalam kehawatiran nya


"Hahahaa...!!! Sekarang sudah tidak ada yang menggangguku, dan aku akan membuat dunia ini menjadi dunia kematian hahaha...!!" Terlihat Raja Imran mengambil segel kutukannya dan akan menyegel Indra, kakek lebah pun sangat cemas karena menunggu Liza terlalu lama, kakek lebah pun mengambil tindakan sendiri dan mengerahkan pasukan lebahnya untuk mengeroyok Raja Imran, namun secara mengejutkan Lina yang tadinya terbaring lemah di tanah tiba-tiba bergerak dengan cepat hingga tidak dapat disadari oleh Raja Imran, dan Lina pun membawa Indra yang hendak disegel oleh Raja Imran keluar dari bangunan kuno itu.


"Kurang ajar, siapa kau beraninya membawa lari tawananku.! Ondar.! Andir.! Kalian berdua cepat kejar dia..!!!" ujar Raja Imran begitu marah dan memerintahkan kedua budaknya, namun disaat budak Raja Imran mengejar Lina, tiba-tiba mereka diserang oleh segerombolan lebah beracun..


"Aaa tolong..!! Ada lebah beracun..!!!" teriak budak Raja Imran kesakitan.


"Dasar tidak berguna.!! Brata.!!" ujar Raja Imran begitu kesal dan kemudian memerintahkan Brata untuk mengejar Lina.


Raja Imran yang kesal pun ikut mengejarnya namun tanpa disadari oleh Raja Imran sikakek lebah langsung menyengat tepat di jidat Raja Imran dan membuat Raja Imran merasa sakit yang teramat sangat sakit dan kemudian Raja Imran pergi dengan kekuatan sihirnya dan menghilang. Lina yang sedang berlari juga dikejutkan dengan kemunculan Brata yang tiba-tiba berada di depannya, Lina pun langsung berhenti seketika itu, Kemudian Lina mengeluarkan kekuatan dari senjatanya sehingga menimbulkan cahaya yang sangat amat terang, Brata pun jadi tersilau dan tidak dapat melihat dalam cahaya terang itu, kemudian setelah cahaya itu redup, Lina sudah tidak ada disana dan merekapun berhasil kabur, namun tidak dengan Yudi dan Dea yang belum sadarkan diri dan sekarang Yudi dan Dea menjadi tawanan Brata.


Di istana Raja Imran, terlihat Raja Imran datang dari luar istana dan merasa kesakitan, setelah masuk kemudian Raja Imran memerintahkan budaknya untuk memanggilkan tabib khusus untuk Raja Imran, Raja Imran pun terbaring di tempat tidurnya dengan menahan rasa sakit yang dialaminya, kemudian tabib datang menghampiri Raja Imran kemudian melepaskan mahkota Raja Imran dan penutup kepalanya, setelah tabib itu membuka penutup kepalanya, ternyata sebab dari rasa sakit yang Raja Imran alami adalah akibat sengatan si kakek lebah yang menyengat tepat di mata ketiga Raja Imran, sehingga Raja Imran merasakan rasa sakit yang teramat sangat sakit karena racunnya yang juga meresap kedalam kepala Raja Imran, tabib pun mencoba mengeluarkan racun itu dan tidak lama kemudian tabib berhasil mengeluarkan racunnya, namun Raja Imran belum sembuh total sehingga Raja Imran memerlukan waktu beberapa hari untuk beristirahat dan memulihkan kondisinya.


"Apa yang terjadi dengannya, kenapa gadis itu bisa bangkit setelah ku hantam, padahal dia hanyalah gadis biasa, dan dia hanya menggunakan senjatanya untuk bertahan, kenapa dia masih hidup dan kekuatannya bahkan telah bertambah..??" Gumam Brata seakan tidak percaya dengan semua itu.


Kemudian di dalam hutan Lina sedang mencari tempat yang aman untuk memulihkan kondisi Indra, Kakek lebah, Porong dan Kendit juga ikut bersamanya.


"Kak Lina,,?? Kak Lina kenapa tidak menolong kak Dea juga kak..??"


"Maaf kendit, kakak tidak bisa membawa mereka semua, kakak hanya dapat menolong Indra saja, tapi tenang, jika nanti Indra sudah pulih, kita akan selamatkan kak Dea dan Yudi, jadi bersabarlah kalian ok..?" ujar Lina dengan senyum manis yang membuat Porong dan Kendit luluh melihatnya.


"Kanapa aku bisa bangkit dan mempunyai kekuatan seperti ini, apa karena aku telah menyatu dengan Liza.?" ujar Lina dalam hati yang bertanya-tanya.


Pada keesokan harinya Yudi dan Dea mereka akhirnya sadar namun dengan kondisi yang sangat lemah, ketika mereka sadar mereka terkejut melihat mereka berdua yang dikrangkeng oleh Brata, mereka juga kebingungan karena mereka tidak melihat Indra dan Lina disana, dan mereka hanya melihat Brata yang sedang duduk didepan mereka.


"Hei kau, dimana Indra? Apa yang kau lakukan padanya.?" ujar Yudi dengan nada tinggi dan meronta-ronta mencoba melepaskan diri.

__ADS_1


"Hei kenapa kau diam.? Cepat katakan dimana Indra..??" Seru Yudi sekali lagi dan membuat Brata emosi,


"Kau bisa diam tidak hah..?! Aku tidak melakukan apapun padanya, teman kalian lah yang membawanya pergi.!!! hampir saja Raja Imran menyegelnya tapi gadis itu langsung membawanya.!"


"Hah, apa yang kau katakan barusan, apa Raja Imran datang kesini.?"


"Dia datang kesini untuk menyegel Indra tapi gadis itu mengacaukan semua, dan Raja Imran juga disengat oleh teman lebah kalian, dia menyengat tepat di mata ketiganya hingga membuat Raja Imran kesakitan dan kembali ke kerajaan."


"Hah lebah teman kami, apa kakek lebah yang melakukannya, syukurlah kalau dia yang menolong Indra, tapi siapa gadis yang dimaksud Brata, apa itu Lina.? Tidak, kurasa bukan Lina, tapi Liza yang masuk ke tubuh Lina." gumam Yudi dalam hati dan merasa sedikit lega.


"Dea.! Apa kau baik-baik saja.??"


"Aku masih sedikit pusing"


"Indra, kuharap kau baik-baik saja dan bisa menolong kami, tapi..." ujar Yudi dalam hati yang bimbang.


Didalam hutan Indra juga sudah pulih dari luka-lukanya dan berencana untuk menolong Yudi dan Dea.


"Lina.? Apa yang kau lakukan waktu itu, kenapa kau bisa menolongku dan membawaku kesini.?"


Kemudian Lina menceritakan semuanya saat dia berada dalam alam bawah sadarnya bersama Liza.


"Jadi kau telah menyatu dengan Liza.? Pantas saja aku Merasakan ada yang berbeda dengan jiwamu, dan rasa ini tidak asing bagiku."


"Hei keras kepala..!! Kenapa kau selalu gegabah mengambil tindakan, cobalah untuk berfikir tentang dan mencari jalan keluar, bodoh.!" ujar kakek lebah mengejek Indra


"Kauu...!!!!" terlihat Indra sedikit emosi pada kakek lebah.


"Berterimakasih lah padaku, karena aku kau tidak jadi disegel oleh Raja Imran."


"Haaahh terimakasih padamu, memangnya apa yang kau lakukan, kau hanya kebetulan berhasil menyengat Raja Imran, begitu saja sombong."


*Sebelumnya Lina sudah menceritakan tentang Raja Imran yang datang untuk menyegel Indra*


"Baiklah kalau begitu kita selamatkan Yudi dan Dea, dia pasti sedang dirawan oleh kakek tua itu." ujar Lina mengajak Indra untuk kembali dan menolong Yudi dan Dea.

__ADS_1


Disaat mereka hendak beranjak tiba-tiba orang misterius yang memakai jubah bertudung datang menghampiri mereka.


...****************...


__ADS_2