
Ketika Indra, Lina dan Yudi kebingungan bagaimana cara melawan orang yang mereka sayangi tiba-tiba Dea datang bersama pria bercadar untuk menolong mereka dan membuat semua orang terkejut, sang guru juga syok dan tidak percaya dengan apa yang dia lihat, Dea yang sudah dibunuh oleh Sirhas ternyata masih hidup
"Apa-apaan ini, kenapa kau masih hidup, bukankah kau sudah dibunuh dan dibakar, apa yang sebenarnya terjadi, dimana Sirhas, aku harus memberinya pelajaran.!" ujar sang guru marah
"Guru tidak usah mencarinya, aku sudah disini.!" sahut pria bercadar
Pria bercadar itu kemudian melepaskan cadarnya dan betapa terkejutnya sang guru melihat bahwa ternyata dia adalah Sirhas, Sirhas masih belum melepas kalungnya sehingga siapapun tidak dapat melihat rohnya namun ketika dia membuka cadarnya semua orang terkejut melihat bahwa orang itu adalah orang yang dirasuki oleh Sirhas, kemudian Sirhas melepaskan kalungnya, dan benar saja roh yang ada di dalam tubuh orang itu adalah Sirhas
"Sirhas, kau..!! Apa maksud semua ini.?" ujar sang guru
"Ah...! Bukankah dia murid guru besar, tapi kenapa dia seperti berpihak pada kami.?!" ujar Yudi bingung
"Baiklah akan ku jelaskan pada kalian apa yang sebenarnya terjadi, dan mohon maaf sebelumnya karena aku sudah membuat kalian cemas"
Sebelumnya disaat Sirhas sedang menuju ke desa bersama roh yang lain, Sirhas bertemu dengan orang misterius berjubah hijau dan orang itu menangkap Sirhas
"Berhenti..!! bukankah kau roh dari Lembah Biru, mau kemana kau.?"
"Bukan urusanmu.!!"
"Tidak akan ku biarkan kau pergi.!"
Mereka berdua pun bertarung, orang misterius itu berupaya mencegah Sirhas dan menanyakan rencana yang akan mereka lakukan untuk menangkap Indra
Setelah mereka bertarung akhirnya Sirhas pun kalah dan orang misterius itu mulai menginterogasinya, namun Sirhas bersikeras untuk tidak memberitahunya, kemudian orang itu menyadarkan Sirhas dari pengaruh Raja Imran, kemudian Sirhas pun memberi tau rencananya yaitu dengan merasuki tubuh orang yang masih hidup dan memakai kalung jimat untuk menyembunyikan rohnya dan menjebak Indra dan lainnya
"Jadi begitu rupanya, kalau seperti itu Indra pasti akan mudah tertipu, ini jauh dari yang kubayangkan, aku harus mencari cara lain" gumam orang misterius
"Raja Imran sialan.! aku ingin sekali menghajarnya, aku ingin sekali membalaskan dendam keluarga ku!" Gumam Sirhas
Sirhas terlihat sedang kesal terhadap Raja Imran dan ingin balas dendam, orang misterius itu yang tadinya kebingungan jadi mempunyai ide dan mencoba membujuk Sirhas untuk bekerjasama membantu Indra dan lainnya.
__ADS_1
Karena Sirhas juga mempunyai dendam dengan Raja Imran, Sirhas pun setuju dengan rencana orang misterius itu dan bekerjasama untuk membantu Indra dan lainnya.
"Hei kau bilang orang itu bisa menyadarkan mu berarti dia juga bisa menyadarkan roh lainnya, kenapa dia tidak ikut turun tangan.?" tanya Yudi memotong cerita
"Tidak, orang itu bilang dia tidak bisa menyadarkan semuanya, dia hanya bisa menyadarkan satu orang saja karena alasan tertentu, dia hanya memberiku obat penyembuh cepat untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu pada kalian, kemudian aku pergi ke desa dan masuk ke dalam tubuh salah satu warga, lalu aku menemui guru dan berpura menjadi anak buahnya kemudian guru menyuruhku untuk mencuri botol penghisap yang dibawa oleh Dea, Raja Imran memberi tau hal tersebut kepada guru karena menurutnya Dea yang paling berbahaya yang dapat menggagalkan rencananya, kemudian saat kalian sedang membeli mobil aku datang ke sana karena mendapat laporan dari pemilik mobil itu, dan pemilik mobil itu juga adalah teman kami, kemudian saat di sana aku tidak mempunyai cara lain untuk mencuri botol itu kemudian aku menusuk Dea dan berhasil mengambil botolnya, lalu saat kalian dipenjara, aku diam-diam masuk ke kamar tempat Dea berada, disitu aku berpura-pura menjadi orang jahat agar tidak ketahuan dan memalsukan pembunuhan Dea, aku mengambil mayat yang sudah aku siapkan untuk menggantikan Dea dengan menguliti wajahnya agar tidak ketahuan kalau itu adalah mayat orang lain, kemudian aku membawa Dea ke rumah kosong dan memberikan obat penyembuh cepat untuk mengobati lukanya, kemudian setelah Dea sembuh aku menyuruhnya untuk menangani para warga dan menghisap roh yang merasuki mereka"
"Jangan bercanda.! Bukankah kau sudah menyerahkan botol itu padaku.?" gertak sang guru
"Ya, aku memang sudah memberikannya padamu guru, tapi itu adalah botol palsu yang aku ambil dari tempat sampah"
"Kurang ajar beraninya kau menipuku.!"
"Maaf guru, aku hanya mengikuti ajaran guru untuk berbuat baik kepada sesama, bukankah itu benar guru?"
Sang guru tertegun mendengar kata-kata yang diucapkan oleh Sirhas, namun hal itu tidak bisa menyadarkannya, sang guru pun marah karena merasa sudah dipermainkan kemudian guru berniat untuk menghabisi mereka semua sekaligus dengan mengeluarkan kekuatan penuhnya
"Rasakan amarah ku.! Akan ku habisi kalian semua..!!" seru guru sembari mengeluarkan kekuatannya
"Tidak, bukan dia orang yang terkuat di Lembah Biru, orang terkuat di Lembah Biru sebenarnya adalah Hamdan, dan dia adalah orang yang pernah menjadi guru pribadinya Indra, dan aura yang dikeluarkan guru besar adalah aura untuk memberi tanda kepada Hamdan agar dia datang, ini celaka.!" sahut Sirhas
"Aku pernah melihat dia mengeluarkan kekuatan yang sangat mengerikan saat melatihku, dan dia berkata itu adalah kekuatan sejati yang sebenarnya, kekuatan itu begitu mengerikan hingga aku saja tidak mampu melihatnya" ujar Indra
"Apakah sebegitu mengerikannya kekuatan yang dimilikinya?!" tanya Yudi
"Tapi itu dulu, dan sekarang mungkin aku bisa melihatnya" sahut Indra
"Indra, aku mohon padamu, tolong kalahkan mereka dan segel Raja Imran, bantu aku untuk membalaskan dendam ku, aku mohon padamu Indra" mohon Sirhas
Indra, Lina, Yudi, Dea dan Sirhas mereka semua bersiap untuk bertarung melawan guru mereka sang guru pun memulai serangannya, Indra dan lainnya pun bertarung habis-habisan, kekuatan mereka serta dengan kekuatan guru saat mereka bersatu, tapi jika melawan seorang diri kekuatan guru lebih unggul dari mereka, mereka pun terus berusaha mengalahkan guru dengan berbagai cara yang mereka lakukan, namun mereka masih kesulitan untuk mengalahkannya, lalu Dea menyuruh semuanya untuk berjuang sedikit lagi supaya roh guru lelah dan lengah, dan disaat dia lengah Dea mengambil kesempatan itu untuk menghisap rohnya, mereka semua pun berjuang sekuat tenaga dan akhirnya mereka berhasil membuat guru besar kewalahan dan lelah dan saat itu juga Dea langsung mengambil kesempatan itu dan menghisap roh guru besar, namun tiba-tiba saja Dea diserang oleh seorang laki-laki paruh baya sehingga botol penghisap itu terlempar dan jatuh ke tanah, dan ternyata laki-laki itu adalah Hamdan guru pribadinya Indra, kemudian dengan kekuatan yang besar Hamdan menghempaskan semua orang yang ada di sana, Hamdan terlihat melayang di udara dan mulai mendekati guru besar.
"Celaka! Hamdan telah datang, ini akan jadi sangat berbahaya!" ujar Sirhas
__ADS_1
"Kekuatan yang besar sekali, inikah kekuatan orang terkuat di Lembah Biru.?!" ujar Yudi
"Tidak, ini bukan kekuatannya yang sesungguhnya, kekuatan yang sesungguhnya sangat mengerikan." sahut Indra
"Lalu bagaimana cara mengalahkannya.?" tanya Lina
"Indra, sepertinya hanya kau yang bisa mengalahkannya, aku mohon padamu Indra, walaupun dulu aku membencimu tetapi sekarang aku menyesal, aku minta maaf, dan aku mohon padamu kalahkanlah dia dan balaskan dendamku pada Raja Imran!" mohon Sirhas
"Hmphh, tidak perlu memohon seperti itu, tanpa kau katakan juga akan kulakukan, karena itu adalah tujuanku.!" sahut Indra
Hamdan yang sedang bersama guru besar, terlihat mereka sedang berbicara berdua,
"Hmphh,, kau lama sekali, aku sudah kewalahan menghadapi mereka kau baru datang" ujar guru besar
"Maaf telah membuat mu menunggu"
Setelah mereka saling bercakap mereka pun mulai bertarung kembali, Lina, Yudi dan Sirhas melawan guru besar dan Indra melawan Hamdan
"Indra.! apa kau mau melanjutkan pertarungan kita yang belum selesai?!" ujar Hamdan
Dulu saat Indra berlatih dengan Hamdan, Hamdan mencoba menguji kekuatan Indra dan bertarung dengannya, disitu Indra sudah hampir setara dengan Hamdan, kemudian Hamdan menguji kekuatan Indra dengan lebih berat lagi, Hamdan mengeluarkan kekuatan sejatinya yang mengerikan, namun pertarungan mereka terhenti saat belum ada yang memenangkannya karena Hamdan tiba-tiba menerima panggilan dari guru besar untuk kembali ke kerajaan karena saat itu akan terjadi peperangan antara Lembah Biru dan Lembah Hitam.
"Yeah.. dulu aku hampir mengalahkan mu tapi malah terhenti, dan sekarang aku akan memenangkan pertarungan itu.!" seru Indra
"Kalau begitu majulah.!" sahut Hamdan
Mereka berdua pun bertarung habis-habisan, mereka saling beradu kekuatan, Indra menyerangnya dengan sekuat tenaga namun Sadam masih belum mengeluarkan kekuatannya dan terlihat begitu santai menghadapi Indra, sementara itu Dea yang telah diserang oleh Sadam mengalami luka yang cukup parah, Dea berusaha mengambil botol penghisapnya dengan sisa tenaganya, namun karena botol itu berada di tengah pertarungan Indra dan Hamdan, botol itu sesekali terlempar dan semakin jauh dengan Dea.
"Indra, jika kau seperti itu terus kau tidak akan pernah mengalahkanku.!" seru Hamdan
"Baiklah akan ku tunjukan kekuatan hasil dari latihanku selama ini.!!"
__ADS_1
...****************...