Lina Dan Manusia 1000 Abad

Lina Dan Manusia 1000 Abad
Chapter 18. Terpisahkan.!


__ADS_3

Disaat Indra mencoba menghentikan para roh jahat yang sedang menipu para warga di dalam sayembara itu, dan berupaya menghancurkan mereka, justru Indra malah terjebak di dalam perangkapnya, dan Indra pun tertangkap oleh mereka.


"Indraa....!!!!"


"Lina, jangan mendekat..!" Ujar Yudi dan menahan Lina untuk tidak mendekati Indra.


"Tapi Indra sedang ditangkap.! Kenapa kau tidak menolongnya..??!"


"Jika kita menolongnya sekarang, kita malah akan ikut tertangkap.! Kita pikirkan cara lain saja.!"


"Mundur semua jangan ada yang mendekati dia.! dia sangat berbahaya.!!" ujar penjaga sayembara.


Para polisi terus menahan Indra dan Indra terus berontak berusaha untuk melepaskan diri.


"Sial..!! Lepaskan aku..!! aku tidak bersalah, merekalah yang telah membunuh orang-orang itu.!!"


"Bicara apa kau.? kami melihat dengan mata kepala kami sendiri, kalau kau yang sudah membunuh mereka.! jangan mengelak lagi..!!" Ujar salah satu polisi yang menahan Indra.


"Siaalll...!! Dasar licik.! Beraninya kalian menjebak ku, akan ku hajar kalian semua..!!!"


"Ambilkan borgol.! dan cepat borgol tangannya agar dia tidak bisa berontak lagi.!"


Kemudian para polisi itu memborgol tangan Indra, namun karena tenaga Indra sangat kuat, 1 borgol pun tidak mampu untuk menahannya, Indra pun terus berontak.


Kemudian para polisi itu membawakan beberapa borgol lagi untuk menahan Indra, namun semua upaya itu tidak mampu untuk meringkusnya, dan kemudian polisi yang sudah mati dan dirasuki oleh roh jahat itu, menembakkan pelurunya ke tubuh Indra berkali-kali untuk yang kedua kalinya, dan salah satu peluru itu menembus dada Indra dan mengenai jantungnya, Indra pun langsung tergeletak dan tak sadarkan diri.


"Komandan.! dia sudah tidak bisa berontak lagi, biarkan saya yang membawanya untuk di penjara." ujar polisi yang dirasuki oleh roh jahat.


Kemudian roh jahat itu membawa Indra dan menawannya.


"Hah..! Yudi, Indra dibawa oleh roh jahat yang masuk kedalam tubuh polisi.! Bagaimana ini..?"


"Baiklah semuanya.! karena ada sedikit masalah disini, maka sayembara ini saya tutup, terimakasih.!!" Ujar MC sayembara dan membubarkan sayembara itu kemudian mereka pergi.


"Yudi.! Mereka semua pergi.! Apa yang harus kita lakukan sekarang..?!"


"Kita ikuti mereka.!"


Kemudian Lina dan Yudi bergegas mengikuti para roh jahat itu.


"Indra bertahanlah aku akan segera menemukan cara untuk menolongmu.!" Ujar Yudi.


Kemudian mereka pun sampai di sebuah pemukiman yang sangat amat sepi, dan hanya ada beberapa reruntuhan bangunan tua, dan disitulah markas para roh jahat itu.


Kemudian Yudi dan Lina mencoba mengintai dan mencari keberadaan Indra.


"Itu markas mereka.! sepertinya Indra ada di dalam sana, tapi di sana ada beberapa penjaga kita harus waspada jangan sampai kita tertangkap..!"


"Lalu bagaimana kita bisa menyelamatkan Indra.?"


"Kita intai dulu mereka sambil mencari celah untuk kita masuk kedalam sana.!"


Kemudian Yudi dan Lina maju perlahan sambil berhati-hati, dan bersembunyi di setiap reruntuhan bangunan, disitu Yudi tidak sengaja menginjak botol plastik, sehingga membuat suara dan terdengar oleh para penjaga markas.


KREKKK..!!


"Hah..?! Siapa di sana..?" Ujar si penjaga


"Sial.! jangan sampai mereka melihat kita cepat sembunyi.!"


Kemudian penjaga itu melihat seekor kucing yang sedang mengejar tikus.


"Ealah cuma kucing kelaparan, kirain ada penyusup."


"Huff, syukurlah kita selamat terimakasih kucing.!"


"Hei Yudi Kenapa kau pakai acara nginjak botol segala sih..?!"


"Mana kutahu, botolnya saja yang tidak tahu diri, tiduran pas didepan jalanku, ya ku injak lah."


"Hadehh... lagi genting gini pake ngelawak lg, mana lawakannya ga lucu lagi, hm garing..!" ujar Lina dalam hati


"Lina.! kita harus berhati-hati jangan sampai kita ketahuan oleh mereka." Ujar Yudi sambil melihat-lihat ke arah markas untuk mencari celah agar bisa masuk.


"Sial.! penjagaan mereka ketat sekali, di setiap pintu masuk ada penjaganya, aku tidak bisa menemukan celah untuk masuk, bagaimana ini Lina..?"


Di saat Yudi melihat kebelakang dan hendak bertanya pada Lina, ternyata Lina sudah tidak ada di belakangnya.


"Hah.! Lina di mana kau.?? kenapa dia tiba-tiba menghilang, apa dia lagi buang air kecil ya.?"


Di saat Yudi kebingungan dengan Lina yang tiba-tiba menghilang, Kemudian dari belakang Yudi muncul seseorang yang sedang menyekap Lina.


"Hahahaha.... Hei kau apakah kau mencari gadis ini hah..? Hahaha..!!!"


"Hah.! Siapa itu.?? Hah Lina.!!"


"Hahaha... Kau sangat ceroboh sekali, sehingga kau tidak menyadari apa yang terjadi di belakangmu. Hahaha.!!"

__ADS_1


"Hey lepaskan dia brengsek..!! Akan ku hajar kau..!!"


Kemudian roh yang menyekap Lina pergi dan membawanya ke suatu tempat untuk dijauhkan dari Yudi dan Indra. Yudi pun berusaha mengejarnya namun para roh jahat yang lainnya menghalangi Yudi, sehingga mereka bertiga telah terpisahkan.


"Sial bagaimana ini kita telah terpisahkan apa yang harus aku lakukan.??"


"Hahaha.... Mau lari kemana kau, kau sudah terkepung lihatlah sekelilingmu.! Hahahaha..!!!"


"Sial.! ternyata ini sebuah perangkat untuk menjebak kita agar kita terpisah.!"


"Ayo kita hajar dia..! dan ringkus dia jangan sampai dia lolos..!!!"


Kemudian di situ Yudi bertarung habis-habisan melawan para roh jahat itu, namun mereka terlalu banyak dan Yudi menghadapinya seorang diri.


"Sial.! ini tidak akan ada habisnya.!!"


Setelah begitu lama Yudi bertarung habis-habisan, Yudi pun semakin kelelahan karena begitu banyaknya roh jahat yang mengepung Yudi. dan setelah mereka dikalahkan, roh lainnya pun terus berdatangan silih berganti untuk menumbangkan Yudi.


di situ Yudi pun sudah mencapai batasnya dan kehilangan tenaganya sehingga Yudi tidak mampu untuk bertarung lagi, kemudian salah satu roh itu memukul kepala Yudi dengan sebatang kayu dan Yudi pun pingsan seketika itu.


Akhirnya Yudi pun ditawan oleh mereka dan dijauhkan dari Indra dan Lina.


Sementara itu Indra yang sedang dikerangkeng, Indra mencoba melepaskan diri namun di saat indah berontak, penjaga yang ada di sana langsung menembaknya dan membuat Indra tidak sadarkan diri lagi, begitu terus menerus mereka menyiksa Indra.


"Hei kau diamlah.! tunggu sampai pimpinan kami datang.!!"


Duwar duwar....!!! Suara tembakan.


Di sisi lain di tempat Yudi disekap, di situ Yudi sudah tidak berdaya dan kehilangan banyak tenaganya.


"Sial Kenapa jadi seperti ini.? Kenapa kekuatanku jadi lemah setelah aku mati.? apa karena tubuh manusia ini, dan sepertinya semakin lama berada di tubuh ini aku semakin menyatu dengannya.?"


Sementara itu di tempat Lina yang juga di tawan, Lina di kurung di sebuah kamar yang kumuh dan penuh dengan binatang yang menjijikan.


"Hey apa ada orang diluar.? Tolong keluarkan aku dari sini..!!" Ujar Lina sambil menggedor-gedor pintu kamar.


"Aduuhhh kenapa jadi begini sih, mana disini tempatnya kotor banget lagi."


Para penjaga disana tidak ada yang menghiraukan Lina, dan mereka sedang asyik ngobrol dengan yang lainnya.


"Hey semuanya..! Sebentar lagi pimpinan kita tuan Karto akan datang, bersiaplah..!!"


"Kapan dia datang..?"


"Sebentar lagi tuan Karto akan datang dan dia akan menemui Indra terlebih dahulu."


"Selamat datang tuanku kami telah menangkap 3 orang itu dan menyekapnya."


"Kyakyakyakya bagus sekali Casto, aku bangga padamu,, kyakyakyakya..!!!"


"Terimakasih tuanku"


"Baiklah sekarang antarkan aku padanya kyakyakyakya..."


"Baik Tuanku mari tuan ikuti saya."


Kemudian Karto menghampiri Indra dan mengajaknya bicara.


"Itu dia Tuanku dia adalah Indra"


"Kyakyakyakya.... Bagus sekali..!! Kyakyakyakya... Hey kau orang jelek, bangunlah..!!"


Kemudian Indra pun bangun, namun di situ Indra langsung berontak dan mencoba melepaskan diri, Indra pun langsung ditembak lagi namun dia masih sadar, dan Karto mengajaknya bicara.


"Hei orang jelek..! Malang sekali nasibmu kyakyakyakya...!!"


"Siapa kau.?! Lepaskan aku sekarang..!"


"Kyakyakyakya...!! Hei Casto, dia minta dilepaskan kyakyakyakya...!!"


"Hm, biarkan saja Tuanku dia memang pantas mendapatkan itu"


"Kyakyakyakya...!! Benar sekali Casto, kau sangat pintar sekali, kyakyakyakya...!!"


"Terima kasih Tuhanku"


"Hei.! Lepaskan aku.! kalau tidak akan kubunuh kau kunyuk..!"


"Kyakyakyakya...! Baiklah, baiklah, akan kulepaskan kau, tapi nanti setelah aku membawa teman perempuan mu kepada Raja Imran kyakyakyakya..."


"Hah.! Apakah Lina juga tertangkap.!" ujar Indra dalam hati


"Hei.! lepaskan aku jangan kau coba-coba dekati temanku..!!"


"Kyakyakyakya... sungguh Kata-kata yang sangat ironis sekali, kyakyakyakya.. baiklah sampai jumpa aku akan menemui teman-temanmu dulu kyakyakyakya...."


"Hei..! Mau kau apakan temanku..? jangan sentuh mereka.!! lepaskan aku...!!!!"

__ADS_1


Kemudian Indra berontak dan merasa sangat kesal, namun Indra di tembak lagi oleh penjaga itu dan Indra pun tidak sadarkan diri lagi.


Kemudian Karto pergi ke tempat Lina berada dan berencana akan membawanya nya ke istana Raja Imran.


Sesampainya di sana para bawahan Karto pun menyambutnya dengan hormat.


"Tuan Karto telah datang..! Cepat kalian beri hormat padanya..!"


"Hormat kami tuanku,, kami telah menangkap gadis yang bernama Lina, dan dia sudah kami kurung di dalam kamar"


"kyakyakyakya... Bagus sekali.! Sekarang antarkan aku padanya kyakyakyakya.."


"Baik Tuanku.!"


Kemudian Karto diantarkan ke kamar tempat Lina dikurung.


Di dalam kamar itu Lina sedang mencari cara untuk membuka pintu kamar dan berupaya untuk keluar dari situ, namun tiba-tiba Lina melihat seekor kecoa melintas di kakinya, sontak Lina pun kaget dan menjerit ketakutan.


"Kyaaahhh...!!!"


Kemudian tiba-tiba saja Karto dari luar membuka pintunya dan masuk kedalam, Lina yang ketakutan tidak sengaja langsung memeluk Karto.


"Kyakyakyakya... Ternyata ketampanan ku membuat para gadis ingin memeluk ku kyakyakyakya..."


"Kyaaahhh..!! Siapa kau apa yang kau lakukan disini..? Beraninya kau menyentuhku dasar jelek..!!"


"Apa kau bilang..?!"


"Celaka gadis itu membully tuan Karto" ujar salah satu bawahan Karto.


"Kyakyakyakya.. Hei apa kau tidak lihat wajahku yang sangat tampan ini haa..!! Kyakyakyakya..."


"Tampan dari mana.?! kau itu sangat jelek tahu..!!"


"Walah,, dia terus membully tuan Karto ini behaya..!" Ujar bawahan Karto dalam hati


"Tuhan Karto yang tampan, mohon maafkan sikap gadis itu, dia hanya bercanda tuan"


"Haaaaahhhh,,, bercanda..?!! Hei apa kalian tidak lihat orang ini sangat jelek, kenapa kalian bilang dia tampan haa...!!"


"Haii..!!! Permisi tuan biarkan saya bicara dengannya.! Hei kau jangan membuat Tuan kami marah.! Kalau sampai dia marah itu sangat berbahaya bagi kita semua tau..!!"


"Kyakyakyakya... Minggir kau.! aku sedang bicara dengannya jangan ganggu aku.! Kyakyakyakya..."


"B.b.baik tuan..!"


"Hei gadis manis, apakah terpesona dengan ketampanan ku, sehingga kau langsung memelukku.? kyakyakyakya..."


"Haah,, terpesona katamu iuu..! Coba kau lihat dirimu di cermin.! lihatlah ini..!!"


"Hei Jangan dekatkan cermin itu padaku cepat buang cermin itu...!!"


Setelah Lina memperlihatkan wajah Karto di cermin itu, sontak cermin itu pun langsung pecah seketika.


"Walaaahh.. cerminnya langsung pecah apa karena dia begitu jelek sehingga cermin pun tidak mau melihatnya.."


"Hei kalian semua cepat ikat gadis ini dan bahwa dia ke istana Raja Imran kyakyakyakya...."


"Baik Tuanku.!"


"Hei mau apa kalian lepaskan aku..!!"


Kemudian Lina pun diikat dan dibawa ke istana Raja Imran.


Sementara itu Indra yang sedang dikerangkeng, Indra sedang tidak sadarkan diri, dan disitu di alam bawah sadar Indra, Indra bertemu dengan ibunya yang sudah tiada.


"Indra, Indra, bangunlah nak, sini, peluk Ibu anakku.!"


"Siapa itu.? siapa yang memanggilku..??"


"Ini ibu nak, lihatlah di belakangmu.! Ibu di sini nak."


"Hah Ibu.?"


Kemudian di alam bawah sadarnya, Indra memeluk ibunya dan sangat merindukannya.


"Indra cepat bangunlah.! teman-temanmu membutuhkanmu Indra, cepat kalahkan Raja Imran dan balaskan dendam kami semua nak..!" ujar ibunya Indra.


Di saat Indra tidak sadarkan diri, di luar markas sedang terjadi kegaduhan, yaitu segerombolan lebah beracun yang sedang mengerubungi para roh jahat bawahan Karto.


Selagi para penjaga sibuk dengan lebah-lebah yang mengerumuni mereka, salah satu lebah itu menyelinap masuk ke dalam ruangan tempat Indra di krangkeng.


Lebah itu pun mencoba membangunkan Indra yang tidak sadarkan diri, dan lebah itu pun dapat berbicara, dia pun berbicara kepada Indra.


"Hei kau dasar payah.! cepat bangun..! Jangan enak-enakan tidur seperti ini..!


...****************...

__ADS_1


__ADS_2