
Indra, Yudi, Lina, dan lainnya hendak melakukan perjalanan, mereka harus berpamitan dengan orang tuanya Lina terlebih dahulu.
Setelah mereka berpamitan dengan orang tuanya Lina, mereka pun beranjak pergi dengan membawa bekal yaitu emas yang banyak di dalam tasnya..
"Indra, kamu yang bawa tasnya yah, kamu kan kuat.!"
"Baik Lina.."
"Ok aku ambil motor dulu ya..!!"
"Lina kita jalan kaki saja, karena bisa saja nanti kita melewati jalan setapak dan akan susah kalau kita mengendarai motor."
"Hahh jadi kita jalan kaki gitu??" Ujar Dini dan Zilfa merasa malas..
"Yah kita jalan kaki saja, kan lebih enak jalan kaki sambil melihat pemandangan, kalau kalian tidak mau juga gapapa, kami pergi bertiga saja."
"huff,, baiklah apa boleh buat.."
Kemudian mereka mulai berjalan, namun disitu Indra terlihat sangat berbeda dari biasanya, yudi pun merasa curiga dengan Indra.
"Hey Indra, tadi saat di hutan apa saja yang kau lakukan?, apa kau bertemu dengan seseorang??"
"Tidak, aku tidak bertemu dengan siapapun di hutan, aku hanya mengambil emas ini dan aku langsung kembali"
"Benarkah? Apa kau tidak bertemu dengan Liza.?
"Hah, Liza?? Sepertinya tidak, aku tidak melihat siapapun disana."
"Hey yudi.! mana mungkin Indra bertemu dengan Liza,, melihatnya saja tidak bisa, benarkan Indra.."
"Hehe,, iya benar Lina, aku tidak bisa melihat Liza,, hii.."
"Oh jadi begitu yah.. hmm," ujar Yudi yang begitu mencurigai Indra.
Seraya mereka berjalan, mereka terhenti di sebuah simpangan dan kebingungan arah mana yang harus mereka tuju.
"Hey Indra kita kemana nih, kanan, kiri apa lurus??" Tanya Lina
"Hmmm,,,,,??? baiklah kita ke kiri saja."
Kemudian mereka berjalan ke arah kiri mengikuti Indra.
Ditengah jalan tiba-tiba Rendi kebelet pengen buang air kecil.
"Hey Lina, bisakah kita berhenti dulu.?"
"Ada apa Ren?
"Aku mau buang air kecil dulu, udah nggak tahan nih."
"Hadehh.. ya sudah cepat, jangan pake lama, buruan..!"
Kemudian Rendi pergi buang air kecil di belakang rumah orang, Lina dan lainnya sedang menunggu Rendi, dan tidak lama kemudian Rendi kembali, dan mereka kembali melanjutkan perjalanannya.
Beberapa saat kemudian di jalanan yang begitu sepi, tiba-tiba Lina merasakan aura negatif, Lina merasakan ada beberapa roh jahat yang sedang menanti mereka.
"Indra, aku merasakan ada roh jahat di depan sana, mungkinkah mereka roh pasukan Raja Imran..??"
"Hah.! Benarkah Lina.? kalau begitu ayo kita kesana.!
"Baik.!!"
Kemudian mereka bergegas menuju arah para roh jahat itu, dan ternyata benar, sesampainya disana merek bertemu dengan sekelompok roh jahat yang sedang menghadang mereka.
"Hahaha,,, akhirnya kalian datang juga ya, kami sudah menunggu kalian disini,, kalian lama sekali..!"
Kemudian beberapa roh jahat yang lain datang dan mengepung mereka. Disaat Yudi dan lainnya gelisah, disitu Indra terlihat biasa-biasa saja.
"Celaka..! Kita terkepung.!" ujar Yudi yang terkejut saat mereka dikepung.
"Indra.! cepat hajar mereka dan hancurkan rohnya." Ujar Lina dan menyuruh Indra untuk melewan roh jahat yang mengepung mereka.
"Hahaha... Hey Indra.! Cepat serahkan gadis itu pada kami..!
"Lina, siapa mereka, apa mereka orang-orang yang kalian bicarakan itu.? Tanya Zilfa yang merasa ketakutan.
"Yah, benar.! tapi tenang saja mereka hanyalah roh bawahan dan mereka tidak begitu kuat, aku dan Indra akan menghajarnya dan menghancurkan roh-nya"
"hey.! aku tanya Lina bukan kau..!!"
__ADS_1
Kemudian secara tiba-tiba Indra meraih tangan Lina dan kemudian mendorongnya dan menyerahkannya pada para roh jahat itu. Yudi dan lainnya sontak terkejut disaat itu.
"Hey Indra.! Apa yang kau lakukan, kenapa kau menyerahkan Lina pada mereka, ada apa denganmu..?!"
Disitu Indra terlihat tersenyum dan mulai tertawa jahat, dan kemudian Indra berpaling dan memihak pada roh jahat itu. Yudi pun kebingungan kenapa Indra memihak pada mereka.
"Hey Indra kenapa kau memihak pada mereka.! Apa maksud semua ini..?!"
"Hahahaha....... Kalian sangat bodoh sekali.!! Hahaha..!! Kalian mudah sekali tertipu dan mau saja mengikuti ku tanpa kalian sadari bahwa itu adalah sebuah perangkap untuk menangkap kalian hahahaha....."
"apa katamu..!!"
Kemudian Indra sontak melepaskan sebuah kalung yang dia pakainya, dan seketika itu wajah Indra langsung berubah menjadi orang lain, disitu mereka mulai sadar ternyata dia adalah roh jahat yang berkamuflase menjadi yang mencoba menjebak Yudi dan lainnya. Disitu Lina mulai bisa melihat siapa sebenarnya Indra, dan Lina melihat itu adalah roh jahat pasukan Raja Imran.
"Hah.! ternyata kau bukan Indra.! Rupanya kau juga roh jahat seperti mereka.! tapi kenapa kau tidak bisa terlihat seperti orang yang masih hidup..?!"
"Lina.! Dia menggunakan sebuah jimat untuk menutupi dirinya yang sebenarnya, dan dia menggunakan mantra untuk menyamar dan memanipulasi kita.!!
.Tapi darimana dia mendapatkannya.? Hah.! Jangan-jangan ini perbuatan Keres..!!"
"Hahaha... Sudah terlambat kau menyadarinya.! Hahaha..."
"Hey.! Katakan dimana Indra, dan apa yang sudah kau lakukan padanya.?!" Ujar Lina dan terus memberontak untuk melepaskan diri.
Kemudian ada seseorang yang datang dan teriak nama Lina,, orang itu tidak memakai baju, dia hanya memakai celana kolor. dan ternyata Itu adalah Indra yang asli.
Indra yang asli telah datang untuk menolong Lina dan teman-temannya..
"Hey kau.! dasar sialan..! Rupanya kau yang sudah memukulku dan mencuri pakaian ku hah.! cepat kembalikan padaku.! Kunyuk..!!"
"Haaaahh..!! Kau kakek tidak tau malu, kenapa kau malah telanjang dihadapan ku..!! Cepat sana ambil bajumu..!! Rrrrrr..!!!!"
Kemudian Indra langsung menyerang roh yang mencuri pakaiannya, dan menghiraukan Lina, begitu juga dengan Yudi yang kemudian menyerang roh yang mengepung mereka..
"Kurang ajar kau, beraninya kau mencuri bajuku, akan ku hajar kau kunyuk...!!"
Kemudian Indra dengan cepat menghantam roh itu hingga terpental, kemudian Indra mengambil kembali pakaian dan senjatanya, setelah itu Indra langsung menyerang roh yang menahan Lina dan melepaskannya.
"Lina, kamu baik-baik saja kan.??
"Iya, aku baik-baik saja Indra."
"Hah, kenapa harus kuberikan padamu, kau orang biasa dan lemah mana bisa menjaga Lina,?"
"Berikan saja padanya Indra.! aku akan menhajar mereka.!!" Ujar Yudi seraya dirinya bertarung melawan roh yang mengepung mereka.
"Baiklah apa boleh buat,, Lina kau bersembunyi-lah dengan mereka..!"
Kemudian Indra membantu Yudi melawan para roh jahat itu, namun disaat mereka bertarung tiba-tiba Rendi pergi dan membawa Lina..
"Hey Indra.! Terimakasih sudah membantuku, aku pergi dulu menemui tuan Keres..!!
"Hah..!!!"
Wuzzzz..!!
Rendi pun pergi dan membawa Lina
"Rendi.! Apa yang kau lakukan kenepa kau...?? Hah.!! Rendi jangan-jangan kau...!!
"Hahahaha sudah terlambat kau menyadarinya.. hahaha..!!"
"Indra..!!! Tolong aku..!!
"Hah.! Lina...!! Kurang ajar kau beraninya menipuku..!!"
Kemudian Indra bergegas mengejar mereka, namun Indra ditahan oleh roh yang masih ada disana.
"Minggir kau, jangan menghalangiku..!"
"Indra.! Kau hadapi mereka dulu, aku yang akan mengejar Lina.!!"
kemudian Yudi pun mengejar Rendi palsu yang membawa Lina.
setelah Yudi pergi tiba-tiba disitu Rendi datang dengan badan penuh lumpur dan muka babak belur, Dini dan Zilfa pun sontak terkejut melihatnya.
"Dini, tolong aku..!"
"Hah..! Monster....!!!!"
__ADS_1
Dini dan Zilfa pun lari ketakutan, begitu juga dengan Rendi yang mengira ada monster di belakangnya, padahal yang dibilang monster adalah dirinya sendiri..
Rendi pun lari mengikuti Dini dan Zilfa, setelah Rendi berada dihadapan Dini dan Zilfa, mereka begitu ketakutan.
"Ampun,, jangan bunuh kami, kami hanya mengikuti Lina, kami tidak tahu apa-apa, jangan bunuh kami."
Rendi pun kebingungan, dan kemudian Rendi melihat dirinya sendiri dan menyadari bahwa yang mereka maksud adalah dirinya, kemudian Rendi menjelaskan apa yang telah terjadi, dan kemudian bertanya tentang Lina.
"Hey,, lihatlah ini aku, Rendi..!"
"Ehh..!! kami kira kau monster jadi kami lari dan bersembunyi."
"Hadehh.. oh iya dimana Lina??"
"Lina dibawah pergi oleh orang yang menyamar menjadi dirimu, tapi temannya Indra sedang berusaha mengejarnya."
Kemudian Indra yang sedang bertarung akhirnya dapat mengalahkan para roh jahat itu dan kemudian berlari menyusul Lina, namun disaat Indra hendak pergi, Zilfa memanggilnya..
"Hey Indra, tunggu..!!"
"Ada apa aku sedang buru-buru mengejar mereka..!"
"eeee... Itu,, ada kotoran ayam didepan mu.."
"Haaahhhh..!!! Jangan bercanda kau aku sedang buru-buru tau..! Sudahlah aku pergi dulu..!!"
"Zilfa....!!!! Kenapa kau malah bicara yang tidak penting.! Kalau Indra kehilangan jejak mereka gimana..??!"
"Hii.. iya maaf Din.."
Kemudian Dini, Zilfa dan Rendi juga bergegas menyusulnya, namun Indra berlari sangat cepat sehingga mereka tidak mampu menyusulnya..
"Sial cepat sekali dia larinya.! Dini, Zilfa kalian lari duluan saja, aku akan mengambil motor ku dulu dan membersihkan badanku."
Kemudian Rendi pergi untuk mengambil motornya, sementara itu Dini dan Zilfa lari menyusul mereka, baru seperempat jalan Zilfa sudah kecapean karena badannya yang gendut, sehingga kesusahan dalam berlari dan jadi cepat capek..
"Dini tunggu aku, aku capek sekali.! Huff, huff, huff."
"Makanya punya badan jangan kegedean,, sudah ayo cepat..!!"
Kemudian Zilfa berlari lagi namun larinya sangat lambat karena badannya yang gendut, setelah setengah jalan mereka berlari, tiba-tiba Rendi menyusul dengan motornya..
"Hey kalian,, aku duluan yah..!" Ujar Rendi sambil ngebut
Rendi mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi, karena sangat kuatir dengan Lina.
Sementara itu Yudi yang sedang mengejar Rendi palsu yang membawa Lina, Yudi berhasil mencegah mereka di tengah jalan yang menuju hutan di sebuah tikungan, dan kemudian disusul oleh Indra..
"Hey Yudi, kau berhasil mencegahnya.."
"Indra, tolong aku..!"
"Lina bertahanlah aku akan menolongmu.!"
"Lina.!" Cabutlah kalung yang di pakai olehnya.!!" teriak Yudi menyuruh Lina melepaskan kalung yang di pakai oleh roh jahat itu.
Kemudian Lina pun mencabutnya dan wajah Rendi palsu itu pun berubah menjadi orang lain dan Lina bisa melihat roh yang ada didalamnya.
"Hah, ternyata benar dugaan ku, mereka menggunakan jimat untuk berkamuflase, dan jimat itu bisa menutupi roh yang ada didalamnya sehingga mereka terlihat seperti orang hidup dan Lina pun tidak bisa melihatnya." (Ujar Yudi dalam hati)
Kemudian Indra langsung menyerang roh yang menahan Lina denga senjatanya dan berupaya menghancurkan roh-nya.
Sementara itu Rendi yang sedang tergesa-gesa dan mengendari motornya dengan kecepatan tinggi layaknya seorang pembalap kelas dunia, di depannya ada sebuah tikungan kemudian Rendi melakukan gaya sensasional, "Swingggg" dan kemudian.
"JEBRETTT..!!!"
Rendi menabrak Indra yang hendak menyerang roh jahat yang membawa Lina..
"Hahh..???" Lina yang melihatnya jadi melongo dan tertawa melihatnya.
"Atiyaaahhh punggungku terasa sakit sekali..." Ujar Indra yang kesakitan
"Aaaww kakiku terasa seperti mau patahh..." Ujar Rendi yang juga meresa kesakitan..
"Hey kau dasar bodoh.! Kalau jalan lihat-lihat dong..! Atiyaaahhh..."
"Hadehh, dasar orang-orang bodoh kenapa malah datang disaat seperti ini.." ujar Yudi dan kemudian menolong mereka.
namun disaat Yudi sedang menolong Indra, roh yang membawa Lina langsung pergi begitu saja, dan akhirnya mereka pun kehilangan jejaknya.
__ADS_1
...****************...