
Disaat Indra sedang bertarung melawan Karto, Yudi dan Lina pun mencari cara untuk menemukan kelemahannya, dan Lina pun telah mengetahui kelemahannya yaitu sebuah cermin.
Kemudian Lina pun membawakan cermin itu dan dihadapkan pada Karto, namun apa daya, cermin itu langsung hancur, seketika dihadapkan padanya, sontak Karto pun langsung ngamuk dan akan membunuh Lina, Lina pun berusaha melarikan diri, namun gerakan Karto begitu cepat dan langsung mengayunkan pedangnya ke arah Lina, Indra pun dengan cepat langsung menangkis ayunan pedangnya dan melindungi Lina.
"Lina, cepat.! menjauh lah..!!" Ujar Indra sembari menahan serangan Karto.
Kemudian Lina pun menjauh dan mendekati Yudi untuk memikirkan cara lain agar dapat mengalahkan Karto.
Sementara itu Indra dan Karto melanjutkan pertarungannya.
"Bagaimana Lina??"
"Sepertinya kita tidak bisa menggunakan cermin, kita harus mencari cara lain, cermin tidak mampu menahannya lebih lama, kita harus mencari sesuatu yang tidak mudah hancur dan bisa menahan lebih lama."
"Kalau begitu apa yang harus kita lakukan sekarang..?"
Kemudian Indra yang sedang bertarung, Indra terkena pukulan pada perutnya, sehingga Indra memuntahkan air dari mulutnya, dan air itu menyembur ke belati milik Indra, dan ketika Karto hendak menghantam Indra dengan pedangnya, Indra mencoba menangkisnya dengan senjata lading suci miliknya, namun serangan Karto terhenti karena melihat belati milik Indra memantulkan bayangannya, dan Karto pun sontak ketakutan dan menjauhinya.
Yudi yang melihatnya kemudian mendapatkan sebuah ide.
"Hah, air..! Kita bisa menggunakan air untuk bercermin, dan air tidak akan bisa hancur, mungkin itu cara untuk mengalahkannya."
"Tapi bagaimana kita bisa mendapatkan air dan menghadapkan padanya.?"
"Jika kita tidak bisa membawa air kehadapan nya, maka kita harus membawanya ke hadapan air itu.!"
"Berarti kita harus membawanya ke sungai atau danau."
"Hei, aku tahu dimana sungai itu berada.!" Ucap si kakek lebah yang mengetahui letak sungai di hutan itu.
"Baiklah ayo kita pancing dia ke sungai itu..!"
Kemudian Yudi menghampiri Indra dan memberitahukan padanya untuk memancing Karto ke sungai, kemudian mereka pun berlari ke arah sungai tersebut, dan Karto pun mengejar mereka.
"Hei, jangan kabur kalian..! Akan ku kejar kalian semua..! Kyakyakyakya.."
Mereka pun terus berlari menuju sungai, dan Karto pun terus mengejarnya, hingga sampailah mereka di tepi sungai tersebut, kemudian Yudi pun membuat sebuah rencana dengan Indra, lalu Karto pun tiba disitu, dan langsung melancarkan serangannya.
"Mau kemana kalian..? Kalian tidak akan bisa lari dariku..! Kyakyakyakya.."
Kemudian Indra pun bertarung lagi dengan Karto, dan Yudi pun sedang bersiap untuk menjalankan rencananya.
"Aku harus menunggunya sampai dia lengah."
Indra dan Karto terus bertarung habis-habisan, dan kemudian disaat Karto lengah, itulah kesempatan Yudi untuk menjalankan rencananya.
"Sekarang..!!"
Hepp...!!
__ADS_1
Yudi pun langsung mendekap erat tubuh Karto dan mencoba menghadapkannya ke sungai, ketika Karto dihadapkan ke sungai itu, Karto pun berontak ketakutan dan mencoba melepaskan diri karena melihat bayangannya di air.
"Indra.! cepatlah.! hancurkan dia..!!"
Indra pun bersiap untuk mengeluarkan jurusnya, namun disitu Karto terus memberontak dan membuat Yudi kualahan menahannya, kemudian Karto membenturkan kepalanya ke wajah Yudi berkali-kali.
"Lepaskan aku.! Dasar licik..!!"
"Indra cepatlah, aku sudah tidak kuat lagi..!"
"Tunggu Indra, jika kau menghantamnya sekarang, maka Yudi pun akan ikut terkena serangan mu, dan dia juga akan ikut hancur." Ujar Lina pada Indra dan terdengar jelas olehnya.
"Indra, jangan hiraukan aku.! Jika memang aku harus berakhir disini, aku akan terima takdirku, asalkan kau bisa mengalahkan Raja Imran dan membalaskan dendam kita semua..!!"
Seraya Indra bersiap melancarkan serangannya, Karto terus saja berontak dan terus membenturkan kepalanya pada Yudi, hingga Yudi terluka parah pada wajahnya, dan kemudian Karto membenturkan kepalanya dengan sangat keras sehingga membuat Yudi terpental dan melepaskan dekapannya, dan seketika itu Indra langsung menghantam Karto dengan jurusnya.
Tebasan bulan sabit..!!
Whosh!!
Urgh!!
serangan Indra pun tepat mengenai Karto hingga roh Karto pun hancur perlahan.
"Apa yang terjadi.? Apa aku telah dikalahkan, kenapa tubuhku berhamburan seperti debu yang tertiup angin, apa aku akan hancur..? Ini tidak mungkin.! Aku tidak mungkin dikalahkan olehnya...!!! Aaaaaaa...!!!!"
Akhirnya Karto pun hancur oleh serangan Indra, dan mereka pun berhasil mengalahkannya.
"Indra, kau berhasil..!" Ujar Lina dan merasa lega karena Indra berhasil mengalahkannya.
Kemudian mereka pun beristirahat untuk memulihkan kondisinya, dan terutama Yudi yang terluka sangat parah.
"Indra, tadi kau sangat keren sekali." Ujar Lina yang kagum saat melihat Indra bertarung.
"Haa.. memangnya apa yang aku lakukan, aku kan hanya bertarung dengannya.."
"Eee...!!! Jadi kau tidak sadar dengan apa yang terjadi denganmu barusan..?!"
"Hmmm ternyata dia memang tidak menyadari dengan kekuatan yang dimilikinya." Ujar si Kakek lebah dalam hati.
Setelah mereka beristirahat cukup lama, akhirnya Yudi pun pulih dan mulai membuka matanya.
Disaat Yudi tersadar, Yudi mengira bahwa dirinya sudah hancur terkena serangan Indra, namun disitu mereka menjelaskan apa yang telah terjadi pada Yudi.
"Oh.. begitu ya, tadi aku pikir aku akan hancur bersama roh jelek itu."
"Hei kau, apa kemampuan mu hanya sebatas itu.??" ujar si Kakek lebah bertanya pada Yudi.
"Apa maksudmu kakek lebah..?" Ujar Yudi yang bertanya kebingungan.
__ADS_1
"Hei jangan panggil aku seperti itu terus, aku punya nama, dan namaku adalah Rasyan, panggil aku dengan nama itu..!"
"Baiklah kakek Rasyan."
"Hah, bagiku kau adalah lebah, lebah ya tetap lebah, kau adalah kakek lebah.." ujar Indra yang terus mengejek si kakek lebah.
"Rrrr.... Sudahlah.! Untuk kalian berdua Yudi dan Lina, dengarkan baik-baik jika kalian ingin mempunyai kekuatan yang hebat.."
"Hah..! Apa maksudmu..?!" ujar Yudi dan Lina bersamaan.
"Makanya dengarkan aku dulu..!!"
"Baiklah..!"
"Coba kalian lihat jimat yang kalian pakai itu, itu adalah jimat yang ku ambil dari dua senjata keramat."
"Hahh..!! Senjata keramat..?!" ujar Yudi dan Lina bersamaan.
"Ya, senjata itu berupa sebuah pedang dan sarung tangan dari para leluhur yang ku ambil 50 tahun yang lalu, dan kedua senjata itu sangat kuat dan mampu membasmi para roh jahat dengan mudah."
"Lalu dimana senjata itu berada.??"
"Senjata itu sekarang berada di sebuah goa yang di jaga oleh para bintang buas, jika kalian menginginkannya, maka kalian harus mengambilnya dan meletakkan jimat itu pada kedua senjata tersebut."
"Lalu, dimana goa itu berada??"
"Aku tidak tahu tempatnya, tapi aku tahu nama goa itu, goa itu bernama Goa Lawa."
"Goa Lawa..?? Apa kau bisa menunjukkan jalan menuju Goa itu??"
"Sudah kubilang, aku tidak akan membantu kalian terus, aku hanya akan membantu kalian disaat kalian terdesak saja."
"Lalu bagaimana cara kami menemukan senjata itu..??"
"Kalian terus saja berjalan ke Utara, nanti kalian juga pasti menemukan goa itu..!"
Setelah mereka berbincang-bincang, akhirnya mereka memutuskan untuk mencari senjata itu terlebih dahulu.
Karena hari sudah mulai gelap, mereka pun bermalam di hutan, disaat mereka hendak tidur, Lina yang masih saja penasaran dengan masa lalunya Indra, Lina meminta Indra untuk menceritakan semua masa lalunya dari awal sampai akhir.
"Hei, Indra,, aku masih penasaran dengan masa lalu mu bisakah kau menceritakannya..?"
"Haaa,, apakah aku harus mencerminkan semuanya dari awal sampai akhir..??"
"Ayolah,, aku sangat penasaran dengan ceritamu."
"Hmmm,,, baiklah aku akan menceritakan semuanya tapi kau jangan tidur ya...!"
Kemudian Indra pun mulai menceritakan tentang masa lalunya dari awal.
__ADS_1
...****************...