Lina Dan Manusia 1000 Abad

Lina Dan Manusia 1000 Abad
Chapter 59. Senjata yang bernyawa


__ADS_3

Setelah selesai dengan musuh lama, kini musuh yang baru telah muncul lagi dan musuh kali ini jauh lebih kuat dari yang sebelumnya


Indra dan lainnya berusaha menolong para warga yang diserang oleh musuh, namun musuh terlalu banyak kali ini sehingga mereka kewalahan menghadapinya.


Sudah banyak korban jiwa yang meninggal dan rata-rata mereka warga biasa seperti perempuan, anak kecil, dan orang-orang yang tidak memiliki darah keturunan penduduk Lembah Biru,


Sudah hampir semua desa rata dibuatnya, Indra dan lainnya semakin kewalahan dengan musuh-musuh yang terus berdatangan, memang Indra melawannya dengan semua kekuatan yang dia miliki, namun tidak semua musuh bisa ditumbangkan dengan satu serangan


Mereka juga mencari cara untuk menghentikan semua itu, namun dengan musuh yang terus berdatangan dan lebih kuat, mereka malah terpojok, tetapi mereka tidak pantang menyerah dan terus melawan musuh dengan semua kekuatan yang mereka miliki.


PINTU GERBANG DIMENSI..!!


Yunus terlihat menggunakan jurusnya dengan membuat pintu gerbang dimensi pada musuh dan menembuskannya pada musuh yang lain sehingga musuh saling bertabrakan dan menyerang sesamanya.


Kakek Sampur dan Indra juga bersama-sama melawan mereka dengan jurus yang sama Lembu Sekilan dan Gembolo Geni, semua orang terus berusaha dengan sekuat tenaga bahkan ada juga yang gugur dan tewas.


Karena terlalu banyak sudah yang tewas, Indra yang merasa menjadi andalan bagi seluruh warga di desa Lembah Biru kedua merasa tidak berguna karena bukannya melindungi desa tapi malah memperburuk keadaan.


"Sial aku tidak berguna sama sekali.! Aku tidak mampu melindungi orang-orang yang sudah mempercayaiku, aku malah menghancurkan harapan mereka, aku tidak berguna..!!!" Gumam Indra mengeluh merasa tak berguna


Semua orang sudah kewalahan menghadapi musuh yang terus berdatangan, bahkan mereka seperti sudah menyerah dan pasrah.


Satu persatu para warga mati didepan mata Indra, Indra pun semakin merasa tidak berguna dan terus menyalahkan diri sendiri, tetapi Indra masih mencoba bangkit dan menyerang para bintang buas yang menyerang para warga, namun karena perasaan Indra sedang kacau Indra pun menyerang tanpa menggunakan rencana dan hanya asal-asalan menyerangnya.


Dengan rasa bersalah dan pikiran tidak karuan, Indra menyerang musuh dengan senjatanya, namun karena Indra sudah lelah dan hampir putus asa karena rasa bersalahnya, Indra terkena serangan dari salah satu binatang buas itu dan senjata yang dipegang terlepas dan melesat jauh dari Indra,


Indra terlihat terjatuh tak berdaya seperti orang pasrah, dan Indra juga meneteskan air mata dengan rasa penyesalan.


"Kenapa aku selemah ini.! Aku... Aku... Aku sangat tidak berguna..!!!"


Indra terus menyesali dirinya, dan disisi lain para binatang buas terus berdatangan tiada henti entah darimana datangnya, orang-orang terus berusaha menghalang-halangi para binatang buas itu walau mereka sudah tidak mempunyai kekuatan untuk bertahan, namun mereka terus berusaha.


"Indra, kau kenapa Indra, cepat bangunlah! apa yang sedang kau lakukan Indra.?!" ucap Yudi dengan sisa tenaganya


"Kakek moyang, kaulah satu-satunya harapan kami, bangunlah dan kalahkan mereka semua" ujar kakek Sampur lirih penuh harapan

__ADS_1


Kemudian terlihat seekor serigala yang sedang mendekati Indra, serigala itu terlihat akan menyerang Indra, namun Indra tidak berbuat apa-apa Indra hanya diam dan berbaring di tanah


Serigala itu pun sudah berada di depan Indra dan akan mencabik Indra dengan cakarnya, namun tiba-tiba sebuah belati melayang dan menembus tubuh serigala itu, serigala itu pun langsung tergeletak dan mati, Indra yang melihatnya pun terkejut dan bertanya-tanya siapakah yang telah menolongnya, tapi ketika Indra melihat dan mencari siapa yang sudah menolongnya dengan melemparkan belati itu, disitu hanya terlihat orang-orang yang sudah kehabisan tenaga, Indra pun bingung siapa yang melakukannya.?!


Kemudian sekali lagi belati itu melayang dan menebas kepala binatang buas yang hendak menyerang kakek Sampur, kemudian belati itu terlihat melayang-layang di udara dan kemudian melesat ke arah Indra.


Indra sontak terkejut dan panik melihat belati itu mengarah kepadanya, namun saat hendak sampai di wajah Indra belati itu berhenti tepat di depan wajahnya,


Tadinya Indra sudah bersiap menghalau belati itu dengan mengepakkan tangannya menutupi wajahnya, dan ketika Indra menurunkan tangannya, sungguh betapa terkejutnya Indra ketika melihat belati yang melayang di depannya dan itu ternyata adalah senjata legendaris Lading Suci milik Indra, Lading Suci juga memancarkan cahaya berwarna hijau yang mengelilingi belati itu.


Kemudian Indra pun mencoba meraihnya, dan ketika Indra memegangnya tiba-tiba saja Lading Suci menarik badan Indra dan menggerak-gerakkan tangannya, ternyata Lading Suci mengajak Indra untuk bangkit dan bersama-sama melawan para binatang buas yang meresahkan.


Indra masih belum bisa mengontrol gerakan dari Lading Suci senjatanya, namun sebaliknya, Lading Suci mengerakkan tubuh Indra dan menyerang para binatang buas, Lading Suci menarik dan mengarahkan badan Indra ke sana kemari dan sudah mengalahkan beberapa dari mereka, kemudian Lading Suci berhenti dan dia lalu memberikan sedikit energi kepada Indra agar Indra bisa mengontrol dirinya,


Energi yang diberikan Lading Suci yang masuk ke dalam tubuh Indra membuat Indra sadar dan seakan berbicara dalam batinnya seolah-olah dia berkata


>Bertarunglah denganku, kendalikan aku sesukamu dan bersama-sama melawan orang-orang jahat<


"Perasaan apa ini,? Aku merasakan energi masuk kedalam tubuhku, dan memintaku untuk mengendalikannya, bertarung bersama, apakah ini perasaanmu Lading Suci.?!" gumam Indra berkata dengan Lading Suci


Kemudian Indra bangkit dan semangat untuk membalikkan keadaan, Indra pun berdiri tegak dan mulai mengendalikan Lading Suci, Lading Suci pun melesat sesuai arah yang di pikiran oleh Indra, Lading Suci melesat cepat menusuk, menebas, menyayat binatang-binatang buas dibawah kendali Indra


Sembari Indra mengendalikan Lading Suci Indra juga bergerak menghantam para binatang buas itu dengan kekuatan penuh, orang-orang yang melihatnya pun terkejut melihat Indra yang telah bangkit dan kembali bertarung dengan mengendalikan Lading Suci.


"Baru kali ini aku melihat Indra mengendalikan Lading Suci dengan pikirannya, apa Lading Suci adalah senjata yang hidup.?! Sungguh luar biasa" ujar Yudi kagum


"Tidak diragukan lagi, kakek moyang memang orang yang hebat, walaupun belum percaya diri sepenuhnya" ujar kakek Sampur yang juga kagum dengan Indra


Disitu terlihat Indra dengan lincah mengendalikan Lading Suci dan Lading Suci sudah seperti partner bertarung Indra mereka bersama-sama membasmi musuh-musuhnya, Indra pun semakin bersemangat karena sudah mempunyai teman bertarung yang selalu berbaur bersama dan menghasilkan kekuatan yang luar biasa.


Binatang buas itu terus berdatangan, namun jumlah mereka semakin sedikit, Indra terus menghajar mereka, dan sekarang sudah tidak ada korban lagi karena Indra sudah berhasil menghajarnya sebelum binatang buas itu mendekati para warga.


Setelah beberapa saat kemudian akhirnya Indra dapat menghabisi mereka semua dan sudah tidak ada lagi binatang buas yang masuk ke desa.


Orang-orang pun bersorak gembira karena sudah berhasil mengalahkan musuh yang berdatangan tanpa henti, namun disisi lain mereka juga berduka atas kematian para warga yang lain.

__ADS_1


"Indra kau hebat sekali, dan senjata mu itu, aku tidak menyangka kalau dia juga bernyawa" ujar Yudi mengagumi Indra dan Lading Suci


"Indra.! Apa benar senjata mu itu hidup.? dari tadi dia terus melayang-layang di sampingmu seperti hewan peliharaan yang nurut dengan majikannya" tanya Lina


"Aku juga baru tau kalau senjataku ini ternyata bisa hidup dan mempunyai spirit yang luar biasa, dia mampu menggerakkan hatiku, meyakinkan diriku untuk tidak menyerah begitu saja, dan mulai hari ini aku akan terus berjuang dan tentunya dengan bersama Lading Suci" jawab Indra


Lading Suci yang mendengar perkataan Indra merasa senang karena sudah mampu mengembalikan kepercayaan dirinya Indra, kemudian Lading Suci masuk ke sarung belatinya dengan sendirinya.


Disaat mereka sedang berbincang-bincang tiba-tiba datang seseorang mengarah ke mereka dengan tergesa-gesa mengendarai motornya.


"Semuanya..!! Kita harus mengevakuasi semua orang, dan kita harus pergi dari sini secepatnya..!!" ujarnya saat melaju motornya dengan terburu-buru


"Siapa orang itu.? Apa maksud yang dia katakan barusan.?!" tanya Indra yang kebingungan


Kemudian dia menghampiri kakek Sampur dan dia mengajak semuanya untuk mundur karena akan ada hal yang tidak diinginkan terjadi menimpa semua orang.


"Ranti.! Apa maksud perkataan mu?" tanya kakek Sampur


"Benar, aku juga tidak mengerti apa yang kau katakan, dan siapa kau tiba-tiba datang dan mengajak kami untuk pergi dari sini.?!" sambung Indra


"Oh, maaf kakek moyang atas kelancangan ku, namaku Ranti, aku adalah keturunan penduduk Lembah Biru, dan aku juga cucu dari kakek Sampur"


"Ranti kenapa kau pulang secepat ini, bukankah kau sedang bekerja di kota.?" tanya kakek Sampur lagi


"Kakek, sebelumnya aku telah melihat masa depan dengan Indra ke enam ku, dan aku melihat desa ini diserang oleh para binatang buas dan para warga meninggal diterkam oleh mereka, dan desa ini juga diratakan oleh mereka, maka dari itu aku langsung datang ke sini memberi tau kepada kalian.!"


"Tenang saja aku sudah mengalahkan mereka semua" sahut Indra


"Benar.! Tapi itu belum selesai, dalam penglihatan ku akan ada seseorang dan satu makhluk yang sangat kuat, bahkan kakek moyang juga tidak dapat menghadapinya."


"Hm.. jangan asal bicara kau, aku dan senjataku akan menghabisi mereka semua, aku rasa kau hanya mimpi di siang hari" sahut Indra


"Tidak.! Indra ke enam Ranti tidak pernah salah, semua yang dia lihat selalu menjadi kenyataan" ujar kakek Sampur.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2