Lina Dan Manusia 1000 Abad

Lina Dan Manusia 1000 Abad
Chapter 19. si Kakek Lebah.


__ADS_3

Disaat Indra di krangkeng dan tidak sadarkan diri, para penjaga disana sedang sibuk mengurus kegaduhan yang dibuat oleh segerombolan lebah beracun, dan salah satu dari lebah itu masuk ke tempat Indra di krangkeng.


"Bangunlah bocah payah..! Oi,, bangun...!!! Oooiiii....!!!!


Lebah itu berteriak sangat keras di dekat telinga Indra, namun Indra tidak sadarkan diri juga, karena Indra sedang ada di alam bawah sadarnya yang sedang melepas kerinduan terhadap ibunya. kemudian lebah itu mencari cara untuk membangunkannya.


"Huh.! Dasar payah.! kau sangat merepotkan sekali,, bagaimana cara membangunkannya ya.?? Baiklah kalau begitu akan ku sangat saja biar dia bangun..!!"


Kemudian lebah itu menyengat Indra dan membangunkannya, akhirnya Indra pun sadar dengan merasa kesakitan.


"Atyatatatata.. sakiitt..!!!"


"Akhirnya kau bangun juga bocah payah...!! Cepatlah teman-temanmu sedang dalam bahaya..!!!"


"Hah siapa itu.? siapa yang berbicara..??"


"Hei bodoh..!! aku di sini, lihat disini disampingmu...!!"


"Hah di mana.? Di mana kau apa kau hantu..?? Siapa kau, tunjukkan dirimu..!!!"


"Aku bukan hantu bodoh.! aku seekor lebah..!! Rrrr."


"Hei.! Jadi kau yang menyengat ku ya.? kurang ajar kau beraninya kau menyakitiku...!!!"


"Sudahlah tidak ada waktu lagi untuk berdebat, sekarang keluarlah dari sini dan selamatkan teman-temanmu, mereka sedang dalam bahaya, aku sudah menangani para penjaga dengan kawanan lebahku jadi cepat lah.!!"


"Hah..!! Lina..!! Lina akan dibawa ke istana Raja Imran, aku harus menyelamatkannya..!!"


Kemudian Indra pun mencoba melepaskan diri dengan sekuat tenaga, dan akhirnya Indra pun terbebas dari krangkeng yang membelenggu dirinya.


Kemudian Indra pun bergegas menolong Lina.


"Hei tunggu dulu mau ke mana kau..?!"


"Sudah jelas aku akan menyelamatkan temanku.!!"


"Hei.! apa kau tidak mau berterima kasih pada ku hah.! dasar payah..!"


"Baiklah terima kasih ya..!"


"Hei tunggu dulu..!!"


"Apalagi..?? Aku sedang buru-buru..!!"


"Apa kau mau pergi dengan tidak membawa senjata mu hah..??"


"Oh iya di mana senjataku..??"


"Rrrr.. dasar merepotkan..!! Baiklah ayo ikuti aku, akan ku tunjukkan dimana senjata mu."


Kemudian Indra pun mengikuti lebah itu untuk mengambil senjatanya, namun di situ ada salah satu penjaga yang melihat Indra yang sudah bebas dan kemudian penjaga itu memanggil teman-teman yang lainnya.


"Hei tawanan kita melepaskan diri ayo kita tangkap dia..!!"


"Kurang ajar..! akan ku hajar kau..!!"


"Hei sudahlah tidak usah meladeni mereka, kita sudah tidak ada waktu, temanmu sedang dibawa oleh mereka."


"Hah.! Lina,, baiklah cepat tunjukkan di mana tempat senjata ku berada..!!"


Kemudian Indra pun melanjutkan mencari senjatanya dan menghiraukan para penjaga itu.


Di sisi lain Lina yang sedang dalam perjalanan menuju istana raja Imran, Lina terus mengejek Karto dan membuatnya marah.


"Hei jelek cepat turunkan aku..!!"


"Hei aku kan sudah bilang jangan membuatnya marah itu akan berbahaya buat kita semua tahu..!!"


"Biarkan saja dia marah, aku tidak peduli..!"


"Berhenti...!!!" Ujar Karto menyuruh bawahannya yang sedang menyetir.


"Ada apa tuhanku yang tampan kenapa berhenti..?"


"Kyakyakyakya....!!"


Tiba-tiba saja Karto menebas bawahannya yang sedang menyetir itu dan menghancurkan rohnya.


"Walaaahh dia sudah marah,, Hei kau cepat minta maaf padanya kalau tidak kita semua akan dibunuh olehnya.!!"


"Haaa.?? Minta maaf pada orang jelek itu.? aku tidak sudi..!"


"Hei kau cepat turun sini..!!"


"B.b.b.b.baik tuanku yang tampan." Ujar roh yang menjaga Lina dengan ketakutan.


Kemudian roh itu mendekati Karto dengan rasa ketakutan dan langsung meminta maaf kepada Karto.

__ADS_1


"Tuan, maafkan saya Tuan, jangan bunuh saya, saya sudah menyuruh perempuan itu untuk diam, tapi dia tetap saja mengejek Tuan, jangan bunuh saya tuan..!"


"Kyakyakyakya.... Sudah..! Cepat ganti kan dia, dia sudah kelelahan dan tidak berguna lagi, orang yang tidak berguna akan kuhancurkan. Cepat..! Kyakyakyakya..."


"Jadi Tuan tidak akan membunuhku..??"


"Tentu saja tidak, karena kau masih berguna untuk menggantikannya.! Kyakyakyakya...."


"Oh terima kasih Tuanku yang tampan.."


"Dasar orang-orang aneh.." ujar Lina lirih.


Kemudian mereka melanjutkan perjalanannya menuju istana Raja Imran.


Sementara itu Yudi yang juga sedang ditahan, Yudi sedang berusaha untuk memulihkan dirinya.


"Hei kau Kenapa kau tidak mau makan hah..? aku sudah menyiapkan makanan untuk mu, kenapa tidak kau makan..! Hahaha....


"Hei jika ada makanan yang sudah basi lagi berikan saja padanya.!! Hahaha..."


"Sedikit lagi, sedikit lagi tenaga ku akan pulih sepenuhnya, dan setelah itu akan kuhajar kalian semua." Ujar Yudi dalam hati.


Sementara itu Indra yang sedang mencari senjatanya, Indra sedang dikejar-kejar oleh para penjaga, begitu juga sebaliknya, para penjaga itu sedang dikejar-kejar oleh para kawanan lebah beracun.


"Hei jangan lari kau..!!"


"Tuan Casto tolong kami..! para lebah ini terus mengejar.! Kami semua disengat oleh lebah sialan ini.....!!"


Para penjaga itu pun lari secepat mungkin dengan muka yang babak belur disengat oleh lebah beracun itu, mereka lari dengan sangat cepat sehingga mereka mendahului Casto dan Indra.


"Hei kalian kenapa kalian lari mendahuluinya.! Kenapa tidak sekalian tangkap orang itu bodoh..!!!


Hei lebah sialan, jangan mendekatiku, aku alergi dengan kalian, tolooooong...!!"


Kemudian Casto pun lari ketakutan dan mendahului Indra juga.


"Hah kenapa dia tidak menangkapku bukannya dia tadi sedang mengejar ku..?? Walah.!! lebahnya banyak sekali, aku harus lari..!!"


"Hei tunggu dulu.! jangan lari, mereka adalah teman-temanku, mereka tidak akan menyengatmu tenang saja..!"


"Haahh benarkah..??"


"Ya benar,, sekarang ayo kita masuk.! ini adalah kamar penyimpanan senjata mereka, dan senjata mu juga ada di dalam sana cepat masuk lah.!"


Kemudian Indra pun masuk ke dalam kamar penyimpanan senjata itu, dan benar saja, senjata Indra ada di dalam sana, Indra pun mengambil senjatanya dan bergegas untuk menolong Lina.


Sementara itu di sisi lain, Yudi yang sedang memulihkan tenaganya sekarang sudah pulih sepenuhnya, dan Yudi pun mulai bergerak untuk keluar dari sana.


"Tenagaku sudah pulih.! sekarang giliranku untuk menghajar kalian semua." Ujar Yudi dalam hati.


Kemudian Yudi pun berhasil melepaskan diri dan mulai menghajar para penjaga di sana.


Yudi pun bertarung dengan mereka dan berhasil mengalahkan para penjaga itu, kemudian Yudi pun bergegas mencari Indra dan Lina.


Sementara itu Indra juga sedang bertarung melawan para penjaga yang ada di tempat Indra.


"Kalian sudah menghalangi jalanku sekarang rasakan ini.!!"


KEKUATAN REMBULAN.! TEBASAN BULAN SABIT...!!!


WUUZZZZ..... CEASSSS...


"Haha, rasakan itu dasar kunyuk..!"


Indra pun berhasil menghancurkan para penjaga yang lain, dan hanya tersisa Casto seseorang.


"Sekarang tinggal kau seorang, dan akan ku hajar kau seperti mereka..!!"


"Tunggu Indra.! tidak usah mengajarnya, biarkan kawanan lebahku saja yang mengurusnya, kita cari temanmu saja sebelum terlambat..!"


"Haaa... Dari mana kau tahu namaku..?"


"Sudahlah itu tidak penting nanti akan kujelaskan."


"Hah.! Baiklah.."


"Hei kalian semua kawanan lebah ku.! Serang dia....!!!!"


Kemudian para kawanan lebah itu pun mengejar Casto dan menyengatinya hingga babak belur dan tidak sadarkan diri karena dia juga alergi terhadap lebah.


Kemudian Indra pun pergi mencari Lina bersama pimpinan lebah itu.


Di dalam perjalanannya, lebah itu menceritakan semuanya, bahwa dia adalah kakek peramal yang Indra temui waktu itu, dia telah disihir oleh si nenek itu untuk mengawal Indra dan teman-temannya.


"Hah jadi kau si Kakek peramal itu? kenapa kau disihir lagi olehnya, apa kau melakukan kesalahan lagi..??"


"Aku tidak melakukan kesalahan apapun, aku hanya khawatir dengan kalian, dan kekhawatiran ku telah terjadi, kalian bertiga sudah terpisahkan."

__ADS_1


"Oh jadi seperti itu ya, baiklah kakek lebah, kalau begitu bantulah aku..!"


"Hei jangan seenaknya menyuruhku.! Aku akan membantumu di saat-saat tertentu saja."


"Hah.! Terserah kau sajalah.."


Disaat mereka berbincang-bincang dalam perjalanannya, kemudian Yudi pun menyusul mereka dan akhirnya mereka berdua bertemu.


"Hei Indra.! tunggu..!!"


"Hei Yudi.! kemana saja kau, Kenapa kau tidak menolongku saat di dalam sayembara itu..??"


"Maaf, bukannya aku tidak mau menolongmu, tapi aku sedang memikirkan rencana untuk itu, tapi kita malah terpecah belah seperti ini."


"Halah.. memangnya kau pandai dalam membuat rencana..??"


"Hei jangan meremehkan ku.! kalau saja waktu itu aku tidak lengah aku pasti berhasil.."


"Haaah,,, Ya sudahlah kita cari Lina dulu, nanti kita bicarakan ini lagi.!"


"Oh iya, di mana Lina, apa yang terjadi dengannya..?"


"Lina dibawa oleh pimpinan mereka, dan akan di serahkan kepada Raja Imran, kita harus secepatnya menghentika mereka sebelum mereka sampai di istana Raja Imran."


Kemudian mereka pun bergegas cepat mengejar Karto yang membawa Lina.


Sementara itu Lina juga sedang memikirkan keadaan Indra dan Yudi.


"Aduuuh.. bagaimana ini apa yang harus aku lakukan, dan bagaimana dengan Indra apakah dia baik-baik saja.." ujar Lina dalam hati.


"Hei jelek bisakah kita berhenti dulu aku mau buang air kecil..!!"


"Kyakyakyakya.. baiklah kita berhenti dulu sejenak dan beristirahat. Kyakyakyakya..."


"Huaaahhh...!! Segar juga udara di luar sini, tidak seperti di dalam mobil butut itu yang sangat sumuk sekali dan tidak ada ac-nya. Baiklah aku ke toilet dulu sebentar ya.!


"Kyakyakyakya... Hei kau ikuti dia.! jangan sampai dia kabur.! Kyakyakyakya..."


"Baik tuanku yang tampan."


Kemudian Lina pun pergi ke toilet umum untuk buang air, disitu Lina diikuti oleh salah satu roh bawahan Karto.


"Hei mau apa kau.? jangan mengikutiku, kau mau ngintip ya.?!!"


"Maaf aku hanya disuruh untuk menjagamu agar kau tidak kabur."


"Halaahh... Bilang saja sekalian mau ngintip, awas kau ya.!!"


Sementara itu Indra yang sedang mencari Lina, Indra sudah mulai dekat dengannya, dan merasakan jiwanya.


"Hah.! Aku merasakan jiwa Lina sudah dekat, dia ada di sekitar sini, ayo cepat..!"


Kemudian Indra pun sampai di tempat Lina yang sedang berada di toilet, Indra melihat satu roh yang sedang ada di depan pintu toilet itu, dan kemudian Indra pun menghampirinya.


"Hei jangan ngintip kau, awas kalau ngintip ku hajar kau..!" Ujar Lina pada penjaga itu.


Kemudian Indra pun tiba di sana, dan si penjaga itu pun kaget melihat Indra,


"Hei kau menjauhlah dari sana jangan dekati Lina..! Atau ku hajar kau..!!"


Di saat Indra hendak menghancurkan roh penjaga itu, roh itu langsung keluar dari tubuh manusianya dan melarikan diri karena ketakutan.


Indra yang kuatir dengan Lina dan merasakan jiwa Lina yang ada di dalam toilet itu, kemudian Indra pun langsung mendobrak pintu toilet itu dan melihat Lina yang sedang buang air..


"Linaa...!!!"


"Walaaahhhhh...!! Kenapa kau malah di sini Kenapa kau dobrak pintu nya.! apa kau tidak tahu aku sedang buang air hah...!!!! Rrrrrrr" ujar Lina yang begitu marah pada Indra..


"Lina apakah kau tidak apa-apa..??"


"Tidak apa-apa gundulmu.! Apakah kau tidak lihat aku sedang buang air hah..! cepat keluar...!!!! Rrrrrr"


Kemudian Indra pun keluar dan Lina menutup pintunya dengan kasar karena sangat kesal.


JEBRETTT...!!


"Hei Indra apa yang terjadi pada Lina.? apa yang kau lihat, Kenapa dia marah padamu Indra..??"


"Aku melihat lina sedang jongkok, dia bilang, dia sedang buang air dan tiba-tiba marah padaku.."


"Hadeehhh,, pantas saja dia marah, orang lagi buang air malah kau dobrak pintunya dasar bodoh."


Sementara itu roh yang tadi melarikan diri, dia melaporkan kejadian itu pada Karto, bahwa dia telah melihat Indra dan Yudi yang sudah bebas.


Karto yang mendengarnya sontak marah dan begitu kesal, kemudian Karto dan pasukannya menghampiri mereka.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2