
"Semuanya..! aku berhasil membunuh kelelawar itu..!! kita sudah aman dan kita bisa berburu lagi tanpa kuatir digigit kelelawar lagi..!" ujar Robi teriak sambil berlari memberitahu para warga.
"Apa maksudmu.?" Tanya salah satu warga
"Aku sudah membunuh kelelawar itu, kelelawar yang memberikan penyakit pada teman-teman kita."
"Syukurlah kalau begitu, tapi dimana mereka.?" Tanya Bu Dewi
"Mereka sudah pergi, mereka bilang ada urusan penting jadi mereka tidak sempat kesini."
"Oh begitu ya, sebenarnya aku ingin mengucapkan terimakasih pada mereka, tapi ya sudahlah."
"Tenang saja itu sudah ku sampaikan pada mereka."
____
Di suatu tempat diujung langit tempat para dewa berada, putri yang diutus oleh Dewa itu kembali dan melaporkan bahwa mereka sudah mengambil senjatanya.
"Lapor yang mulai dewa agung, kedua orang itu sudah mendapatkan senjatanya, dan mereka kembali meneruskan perjalanannya."
"Ya, aku sudah tahu itu, tapi mereka berhasil karena bantuannya, tanpa dia mereka tidak akan berhasil."
Kita kembali ke desa Barong, desa tempat tinggal Lina.
Disitu terlihat Dini dan Zilfa sedang memikirkan Lina.
"Hei Dini, Lina sedang apa ya sekarang, apa dia baik-baik saja.?"
"Kuharap dia baik-baik saja, kita berdoa saja agar Lina bisa pulang dengan selamat."
"Hari-hari terasa sepi tanpa Lina, belum lagi dengan chenel YouTube Lina, viewer nya makin berkurang" keluh Zilfa yang sedang merindukan Lina
"Ya itu karena kita tidak bisa membuat konten yang bagus, semua konten kita rekayasa dan sangat jelek"
Kemudian Rendi, yaitu pacarnya Lina, datang menghampiri Dini dan Zilfa, ternyata Rendi sudah mempunyai pacar baru.
"Hei kalian sedang apa? Wajah kalian terlihat sedih sekali sepertinya.?"
"Hei Rendi, kita sedang menghawatirkan Lina, tapi kenapa kau malah bersenang-senang dengan cewek lain..??"
"Oh iya kenalkan dia pacar baru ku"
"Hm, pergi sana! aku malas bicara denganmu, Zilfa kita pergi saja dari sini, daripada kita berdebat dengan orang yang tidak berperasaan." ujar Zilfa acuh kepada Rendi
Kemudian Dini dan Zilfa pregi, dan mereka pergi ke rumah Lina untuk bertemu dengan orang tuanya, kemudian merekapun sampai di sana.
"Hai tante," ujar Dini menyapa ibunya Lina
"Eh Dini, Zilfa, kalian ada apa kesini..?"
"Tidak tante, kami hanya khawatir dengan Lina, kami ingin bertanya sama tante, mungkin tante tahu kabar Lina."
"Tante juga sedang memikirkannya Din, sudah beberapa hari Lina tidak pulang, tante juga khawatir dengan dia."
Kemudian disaat mereka berbincang-bincang, tiba-tiba ada seorang yang memakai jubah bertudung, dan dia menyentuh badan Zilfa, seketika Zilfa langsung menghilang bersama orang itu, dan ternyata dia tidak sendirian, dia bersama teman-teman lainnya yang memakai jubah bertudung, kemudian mereka juga menyentuh Dini dan orang tua Lina, kemudian menghilang begitu saja entah kemana, kemudian Adit, yaitu sang adik dari Lina yang habis mandi, kemudian keluar dari kamar mandinya dan memanggil ibunya, meminta untuk mengambilkan baju untuknya, Namun tidak ada seorang pun yang menjawab panggilannya, kemudian Adit keluar rumah dan mencari ibunya, setelah Adit keluar, Adit tidak melihat siapa-siapa, dan kemudian Adit melihat lebih jauh ternyata semua orang di desanya telah menghilang, semua termasuk Rendi dan pacar barunya, dan hanya tersisa Adit seorang diri, Adit pun kebingungan dan menangis semaunya, kemana semua orang..???
_____
Kita beralih lagi ke tempat Lina dan lainnya berada.
Disitu mereka telah sampai di tempat mobil Dea diparkirkan, dan didalam mobil itu ada beberapa kotak yang berisi botol penghisap roh, dan didalam botol itu juga banyak sekali roh yang sudah terhisap kedalamnya, dan itu semua adalah roh yang dikumpulkan oleh Dea, kemudian Dea mengeluarkan semuanya dan meminta Indra untuk menghancurkannya, mereka pun kaget melihat semua itu, dan ternyata Dea sudah mengumpulkan banyak sekali roh-roh yang dia hisap.
__ADS_1
"Eeeee.... Kkkk kau sudah mengumpulkan mereka sebanyak ini..?" tanya Lina yang kaget
"Hihi" jawab Dea yang hanya tersenyum manis.
"Itukan berkat aku juga, aku yang membantu kak Dea mengumpulkan mereka." ucap si Porong sang kucing yang bersama Dea.
"Baiklah, sebanyak apapun mereka, akan aku hancurkan semuanya..!!"
Kemudian Indra mulai menghancurkan roh-roh yang ada di dalam botol itu dengan jurusnya.
"Aku akan menghancurkan mereka dengan sekali serang, rasakan ini.!
"Kekuatan rembulan, TEBASAN BULAN BERUNTUN..!!!"
BOOMM..!!!!
seketika semua roh itu langsung hancur tanpa sisa.
"Wahhh,, hebat..! Mereka semua langsung hancur, kalau dari dulu kita bertemu mungkin aku tidak perlu susah-susah membawa begitu banyak botol untuk mengumpulkan mereka dan membakarnya."
"Naahh,, kalau begitu ikutlah dengan kami Dea, dan temani aku, agar aku tidak sendirian dan digodain oleh dua lelaki brengsek itu.."
"Haaaaa... apa kau bilang brengsek,?? dan lagipula siapa juga yang menggoda mu..??" ucap Indra dan Yudi bersamaan dan protes pada Lina.
Lina dan Dea pun tertawa mengejek mereka berdua, kemudian Dea pun berpamitan untuk pulang ke rumahnya.
"Baiklah kalau begitu, aku akan pulang dulu, dan nanti aku akan putuskan untuk ikut dengan kalian atau tidak."
"Baiklah, tapi jangan lama-lama ya, aku takut.." ucap Lina sambil melihat ke arah Indra dan Yudi.
"Rrrrrrr..!!!" Indra dan Yudi merasa marah.
"Sampai jumpa Dea, cepat kembali ya.."
Kemudian Dea pun pergi meninggalkan mereka bertiga, dan kemudian mereka bertiga mulai berjalan lagi.
hari pun berlalu merekapun sudah berjalan jauh dan mereka sekarang sedang beristirahat di sebuah pos, disitu Lina terlihat tidak bersemangat.
"Lina, kau kenapa, mengapa kau terlihat murung seperti itu, ada apa denganmu??"
Lina pun tidak menjawab dan terus menundukkan kepalanya.
"Hei Lina..!!" ujar Indra dengan keras
"Oh iya kenapa, ada apa??"
"Ada apa denganmu mengapa wajahmu begitu..?"
"Yaa,,, aku,, sedang kepikiran orang tuaku, dan entah kenapa dari kemarin aku merasa gelisah, seperti ada hal buruk yang terjadi pada keluargaku, Indra,? bisakah kita kembali dulu.? aku ingin menemui orang tuaku.." ucap Lina dengan hati yang gelisah dan memohon kepada Indra.
"Apa kau bilang, kembali..?? Kita sudah berjalan sangat jauh kenapa kau ingin kembali.? Menjengkelkan saja kau."
Lina pun terus murung dan merasa bersedih, dalam hatinya bertanya-tanya, ada apa ini, apakah telah terjadi sesuatu dengan keluarganya.
Yudi yang melihatnya merasa kasian dengan Lina, kemudian Yudi meminta Indra untuk kembali ke rumah Lina terlebih dahulu.
"Indra, sepertinya kita kembali saja dulu, kasihan Lina, dia selalu murung seperti itu, jika diteruskan juga percuma malah nantinya akan mendapat masalah."
"Tapi kita sudah sangat jauh, jika kita kembali maka akan sia-sia perjalanan kita sejauh ini."
"Baiklah ayo kita lanjutkan, mungkin ini hanya firasatku saja" ucap Lina dengan nada yang pelan dan bersedih.
__ADS_1
"Begitu lebih baik" ucap Indra dengan egonya.
Kemudian mereka pun mulai berjalan kembali, namun Lina berjalan dengan sangat lemas dan hati yang gelisah, namun Lina terus berjalan dan berusaha menghilangkan pikiran buruk itu, tapai diperjalanan Lina selalu murung dan tidak bisa membuang perasaan gelisahnya.
Ketika mereka berjalan tiba-tiba si kakek lebah pun datang dan memberi kabar pada mereka.
"Heeeyyy,, Indra,, tunggu aku..!!" Teriak si kakek lebah tidak terdengar oleh mereka karena suaranya yang kecil.
Kemudian kakek lebah itu beterbangan di depan wajah Indra, namun karena Indra merasa terganggu Indra pun menepuk si kakek lebah itu.
"PLAK..!!!"
"Hei kenapa kau menepuk ku..?? Atatatatatahhh tulangku terasa remuk."
"Ternyata kau kakek.. kenapa kau datang lagi, kau bilang tidak akan mengikuti ku,,?"
"Siapa juga yang mengikuti mu bodoh..!!"
"Lalu mau apa kau kesini?"
"Iya benar, ada apa kau datang kesini kakek??"
"Kalian orang-orang bodoh, aku dari kemarin mencari kalian kemana-mana tau..!!"
"Memangnya ada apa kek..?" ujar Lina
"Kalian harus kembali sekarang juga.!" ujar si kakek dengan nada tinggi
"Kembali kemana ha? Kenapa kau menyuruh kami kembali, apa maksudmu.?"
"Kalian harus kembali ke desa Barong, desa itu dalam bahaya ada orang yang memakai jubah bertudung menculik para warga..!"
"Apa, orang memakai jubah bertudung?, Lina, Indra, itu seperti orang yang sudah menolong kita."
"Iya benar, lalu apakah keluargaku juga diculik kek..?"
"Aku tidak tahu, yang jelas sekarang kalian harus kembali dulu.!"
"Indra, sepertinya firasatku benar, kita harus kembali sekarang Indra, aku khawatir dengan keluargaku."
"Baiklah kalau begitu apa boleh buat, kita kembali sekarang.!"
Kemudian merekapun kembali ke desa Barong, Lina pun di gendong oleh Indra, dan kakek lebah juga ikut menempel di bajunya Indra, mereka pun berlari dengan sangat cepat, secepat kilat.
Wuzzzz..!!
"Hei kakek, sejak kapan orang-orang diculik kek.?" tanya Lina, seraya dirinya khawatir dengan keluarganya.
"Itu terjadi sejak kemarin, dan aku langsung bergegas mencari kalian secepatnya tapi sangat susah sekali mencari kalian."
"Indra, bisakah kau lebih cepat lagi?" Ujar Lina dengan sangat menghawatirkan keluarganya
"Apa kau tidak lihat, ini sudah sangat cepat.!"
"Tapi..."
"Aahhh cerewet kau.!"
Mereka pun terus berlari, namun karena mereka sudah sangat jauh meninggalkan desa, mereka pun memerlukan waktu yang sangat lama untuk sampai di desa tempat tinggal Lina.
...****************...
__ADS_1