Lina Dan Manusia 1000 Abad

Lina Dan Manusia 1000 Abad
Chapter 32. Istana ghaib bawah air.


__ADS_3

Pada saat itu, tepatnya pada malam hari pukul 23:01, Adit sang adik dari Lina sedang kelaparan dan terus menangis karena kehilangan orang tuanya, dan Lina juga belum sampai di rumahnya, rupanya mereka sedang beristirahat karena Indra dan Yudi sangat kelelahan.


"Kenapa berhenti.?" ujar Lina seraya dirinya begitu gelisah


"Capek tau.! lari seharian penuh, huh, huh."


Lina pun hanya terdiam tak bisa berkata apa-apa dan terus menundukkan kepalanya.


"Hei Indra.! Kita harus cepat..!!"


"Hah,, kenapa kau juga ikut-ikutan menyuruhku kakek.."


"Tapi kita sudah tidak ada waktu lagi Indra, cepatlah."


"Aaaahhh brisik sekali kau..!"


Kemudian Indra melanjutkan perjalanannya setelah beristirahat sebentar.


Sementara itu Adit yang sangat kelaparan merasa sangat lemas, dan akhirnya Adit pun pingsan.


Pada keesokan harinya mereka pun sudah semakin dekat dengan desa Barong, namun disitu Indra tidak merasakan adanya jiwa-jiwa orang di desa itu.


"Hah..!"


"Kenapa Indra.?" tanya Lina, dan kemudian Indra berhenti sejenak.


"Aku tidak merasakan jiwa siapapun disana, dan terasa sangat sepi sekali."


"Indra, kita harus cepat..!" ujar si kakek lebah dengan teriak di telinga Indra,


"Brisiikk... jangan teriak di telinga ku, kau mau ku hajar ha..??"


"Indra, ayo cepatlah.!" ujar Lina lirih dan sangat lemas


"Hah, kalian berdua cerewet sekali."


Kemudian Indra pun berlari lagi, dan setelah mereka sampai di desa itu, mereka tidak melihat siapapun disana, dan semua orang telah menghilang, namun Indra merasakan satu jiwa yang sangat lemah dan semakin melemah.


"Kenapa tidak ada orang satupun disini, apa mereka telah diculik.? Sial, apakah ini ulah dari orang berjubah itu, kalau iya kenapa dia menolong kita, apa maksud semua ini." Ujar Yudi dan bertanya-tanya


"Hah.! Aku merasakan satu jiwa yang sangat lemah.!"


Kemudian mereka berlari menuju arah jiwa itu berada, dan ternyata jiwa itu berasal dari dalam rumah Lina, kemudian Lina langsung bergegas melihatnya, dan Lina melihat adiknya sudah tidak berdaya, Lina pun sangat terkejut dan merasa sangat sedih, Lina pun berusaha menyadakan adiknya.


"Adit.! Sadarlah, Adit kamu kenapa, Adit..?!"


Kemudian Indra dan Yudi juga masuk kedalam dan melihat Lina dan adiknya, kemudian adiknya sedikit sadar dan membuka matanya kemudian dia berkata pada Lina.


"Kakak aku lapar."


Kemudian Lina menyuruh Indra dan Yudi untuk mencarikan makanan, namun mereka tidak menemukan makanan dirumah Lina karena sudah habis semua dimaka oleh Adit, Indra dan Yudi pun mencari di rumah lain, dan mereka memang menemukan makanan yang banyak, tapi itu semua sudah basi, kemudian Indra hanya mengambil makanan yang masih mentah, dan memberikan makanan itu pada Lina.


"Lina, semua makanan disini sudah basi, ini aku membawa yang mentah saja yang tidak basi, beras dan sayuran."


"Dasar bodoh, memangnya siapa yang mau memasaknya ha.! Lagipula jika harus memasak dulu itu memerlukan waktu yang lama, kau ini bodoh sekali..!"


"Lina, ini aku membawakan buah dan roti untuk adikmu."


"Terimakasih Yudi.! Adit, ini makanlah.!"


Kemudian Adit pun memakannya, dan Adit pun mulai sadar namun dia masih lemas.

__ADS_1


Setelah Adit sadar sepenuhnya, Lina pun bertanya tentang ibu dan ayahnya, Adit pun menjawab bahwa dia tidak tau, karena kejadian itu terjadi saat Adit sedang mandi, dan saat Adit keluar Adit tidak melihat siapapun, mereka pun jadi bertanya-tanya dan semakin kebingungan, kepada siapa mereka harus mencari tau..?


Kemudian disaat mereka sedang kebingungan, tiba-tiba Lina terlihat aneh, dan kemudian memeluk Indra dan berkata.


"Indra, aku sangat merindukanmu, aku sudah lama menunggumu kembali."


Kemudian Yudi yang melihatnya langsung tahu bahwa itu adalah roh Liza yang masuk ke tubuh Lina, Lina masih memeluk Indra.


"Liza.?? Benarkah ini kau Liza..?" ujar Indra dan kemudian ingat kejadian saat di goa, disaat Liza masuk ke tubuh Lina, dan menciumnya, dan Indra teringat kata-kata Lina setelah roh Liza keluar dari tubuhnya, bahwa "jika kejadian itu terulang lagi, cepatlah kau menjauh dan jangan dekati aku"


Teringat hal itu Indra langsung melepaskan pelukan Liza, karena Indra tidak mau jika Liza keluar dari tubuh Lina masih dalam pelukan Indra, dan akhirnya Lina marah besar kepada Indra, Indra tidak mau itu terjadi karena Lina adalah harapan Indra untuk menemukan segel kutukan milik Raja Imran.


"Liza, kenapa kau kesini.?" tanya Indra seraya melepaskan pelukannya.


Yudi pun menyadari sesuatu dan kemudian bertanya pada Liza.


"Liza, apakah kau selama ini berada disini.?"


"Iya, aku selalu disini menanti Indra kembali."


"Kalau begitu berarti kau tahu kenapa para warga menghilang?"


"Mereka diculik oleh roh dari Lembah Merah."


"Roh dari Lembah Merah..? Lalu kemana mereka membawanya..?"


"Mereka dibawa ke air terjun di belakang hutan Ratadarim"


"Apa benar mereka memakai jubah bertudung.?"


"Iya"


"Sial, apa maksud dari semua ini, seorang pria berjubah juga telah menyelamatkan kita, dan sekarang mereka menculik para warga, apa tujuan mereka.?"


"Apa yang terjadi padaku, bukankah tadi aku sedang duduk bersama adikku, kenapa sekarang aku berdiri di depan Indra, apa jangan-jangan.. Indra.! Jelaskan padaku apa yang terjadi denganku.?!!"


Lina pun marah kepada Indra, namun Yudi mengalihkan pembicaraannya dan memberitahu bahwa orang-orang telah diculik oleh roh dari Lembah Merah.


"Lina, orang tuamu dan para warga diculik oleh roh dari Lembah Merah, dan mereka dibawa ke air terjun belakang hutan Ratadarim, kita harus kesana sekarang."


"Baiklah kalau begitu ayo kita kesana sekarang juga" ujar Lina yang sangat khawatir dengan orang tuanya.


Kemudian mereka pun langsung pergi kesana, namun setelah sesampainya disana mereka tidak melihat apapun, lalu dimanakah mereka, apa benar yang dikatakan oleh Liza.


Indra juga tidak merasakan jiwa-jiwa orang yang diculik, kemudian Indra yang merasa gerah badan, Indra ingin sekali mandi di air terjun itu.


Kemudian Indra pun masuk kedalam air dan didalam air Indra melihat sesuatu dan kemudian Indra memanggil Lina dan Yudi untuk melihatnya, kemudian mereka pun ikut masuk kedalam air dan melihat apa yang ada didalam air itu, dan ternyata itu adalah sebuah istana ghaib yang sangat besar dan diberi pelindung ghaib yang transparan, mereka melihat para warga yang diculik, berada didalamnya, pantas saja Indra tidak dapat merasakan jiwa mereka karena mereka telah di beri pelindung ghaib.


Kemudian mereka mencoba menerobos masuk kedalamnya, Lina dan Yudi pun berhasil masuk namun Indra tidak dapa memasukinya, dan ternyata yang bisa masuk hanyalah orang yang membawa jimat pusaka, dan itu adalah Lina dan Yudi, kemudian Yudi menyuruh Indra untuk menunggu di luar, dan hanya mereka berdua saja yang masuk.


"Indra, kau tunggu diluar saja biar kami yang mengatasi ini, jika kami tidak mampu melawan mereka, kami akan menhancurkan pelindunya dan membuat mereka keluar, setelah itu kau bisa menghajar mereka."


"Haaahhh,,, baiklah kalau begitu."


Kemudian Indra pun keluar dari dalam air untuk menunggu mereka bersama Adit dan si kakek lebah.


"Kenapa kau keluar..?"


"Kakak, dimana kakakku kenapa dia tidak keluar.?"


"Kalian brisik sekali, mereka berdua masuk kedalam dalam pelindung ghaib."

__ADS_1


"Kenapa kau tidak ikut mereka.?"


"Kalau bisa masuk aku tidak akan keluar sekarang..!!"


"Kenapa Indra tidak bisa menembus pelindungnya, dan kenapa mereka berdua bisa.? Oh iya jimat itu, jimat itu bisa menembus pelindung ghaib" ujar kakek lebah dalam hati.


Kemudian di dalam air, Yudi dan Lina sedang membantu orang-orang disana, Kemudian Lina bertemu dengan Dini, Zilfa, Rendi, dan juga pacar barunya Rendi.


"Lina.? Linaaa..!" teriak Dini dan Zilfa bersamaan ketika melihat Lina


"Dini, Zilfa.? Kalian juga disini.?"


Kemudian Lina melihat ke arah Rendi dan pacarnya, pacarnya Rendi sedang ketakutan dan memeluknya.


"Rendi.?"


"Lina, kamu tidak usah pikiran dia, dia sudah menduakanmu Lina.!"


Lina pun kecewa melihat Rendi bersama pacar barunya, namun Lina harus tetap fokus untuk menyelamatkan para warga, dan itu lebih penting daripada memikirkan Rendi.


"Oh iya, apa kalian melihat orang tuaku.?"


Disaat Lina sedang bertanya-tanya pada Dini dan Zilfa tiba-tiba beberapa orang yang memakai jubah bertudung itu datang.


"Hei sedang apa kalian.?"


Orang-orang pun ketakutan melihat mereka datang, dan Lina menyuruh Dini dan Zilfa untuk berlindung.


"Yudi itu mereka."


"Hei kalian, apa maksud dari semua ini, dan dimana pimpinan kalian.?"


"Sombong sekali kau, baru datang sudah menantang pimpinan kami, hadapi dulu kami..!"


Kemudian Lina dan Yudi pun bertarung melawan mereka, karena mereka lawan yang lemah Lina dan Yudi pun dapat mengalahkannya, teman-temannya pun terkejut melihat Lina bekerja sama dengan Yudi dan mengalahkan orang jahat itu, kemudian Lina pun bertemu dengan orang tuanya.


"Lina, kau kah itu.?" ujar ibunya Lina dan menghampirinya.


"Ibu.? Syukurlah ibu tidak apa-apa, tapi dimana ayah bu..?"


"Ayahmu sakit Lin, sudah beberapa hari dia tidak makan."


"Lalu dimana ayah bu, aku ingin sekali bertemu dengan ayah, aku sangat menghawatirkan kalian bu."


Kemudian Lina menemui ayahnya, dan berkata kalau Lina akan menyelamatkan ayah dan ibu serta warga lainnya.


"Baiklah Lina, kita harus mencari pemimpin mereka"


"Lina, kau mau kemana nak??"


"Ibu aku harus pergi dulu untuk melawan orang-orang jahat itu dan menyelamatkan kalian bu"


"Tapi, Lina..?"


"Tenang saja bu, Lina ini gadis yang kuat, ibu berdoa saja ya agar kita baik-baik saja dan bisa menyelamatkan kalian"


"Baiklah nak aku titipkan Lina padamu, dan tolong jaga dia baik-baik"


"Baiklah bu, kalau begitu kami pergi dulu ya"


Kemudian Lina dan Yudi berjalan menyusuri istana untuk mencari pemimpin roh jahat itu.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2