
Disaat Indra murka terhadap Keres yang telah menghancurkan roh ibunya, Indra pun sontak marah dan mengeluarkan kekuatan yang begitu dahsyat dan meluap-luap, kemudian Indra menyerang Keras dengan sangat cepat secepat kilat.
(Haaaaaaa......!!!!)
Dengan sangat marah Indra menghantam Keres berkali-kali dengan keras, Keres pun tidak bisa mengelak dan terus dihajar oleh Indra sampai bertubi-tubi
"Keparat kau..!!! Haaaaa....!!!!"
"Sial..! kekuatan macam apa ini dia sangat cepat dan sangat kuat apa yang terjadi dengannya...?!"
Indra pun terus menghajarnya, mendorong, melempar, dan menendangnya, hingga Keres pun terluka parah.
"Sial kalau begini terus aku akan kalah..!!"
Kemudian Keres mengeluarkan seluruh kekuatannya, dan disitu Keres pun mengeluarkan sebuah jurus yang sangat kuat dan membuat Indra terpental.
"Kurang ajar.! rasakan jurus ku ini..!!"
" Kekuatan kegelapan..!! Cakar iblis serigala hitam...!!!!"
Dengan kekuatannya keras pun berhasil membuat Indra terpental dan terluka, namun disitu Indra menjadi sangat marah dan kemudian Indra pun mengeluarkan jurusnya..
"Keparattt...!! Tidak akan ku ampuni kau....!!!
"Kekuatan rembulan..!! Boomerang bulan sabit...!!!"
Indra pun melemparkan senjatanya seperti Boomerang, dengan kekuatan yang sangat dahsyat. Keres pun mencoba menghindarinya namun senjata itu berputar balik dan kemudian menghantam Keres dari belakang, dan akhirnya roh Keres pun hancur seketika itu, dan Indra pun memenangkan pertarungannya.
Kemudian Lina mencoba mendekati Indra, namun di situ salah satu bawahan keres pergi dan melarikan diri..
"Indra apa kamu baik-baik saja.? sepertinya lukamu sangat parah sekali.!" Ujar Lina yang sangat menghawatirkan Indra.
Setelah semuanya selesai dan keras pun sudah kalah. barulah Dini sampai di tempat mereka.
"Lina apa kamu baik-baik saja...?!" Ujar Dini dan mulai mendekati Lina.
"Dini cepat sini bantu aku..!"
"Hah..! Lina, Indra terluka sangat parah sekali, apa dia akan baik-baik saja..?"
"Iya,, dia hanya perlu istirahat sejenak untuk memulihkan kondisinya, Dini kamu tolong Yudi juga ya..!!"
Disitu Indra dan Yudi mengalami luka yang sangat parah, Lina dan Dini mencoba menolongnya dan membiarkannya beristirahat sejenak untuk memulihkan kondisinya..
"Dini, di mana Zilfa dan Rendy Kenapa mereka tidak ikut..?"
"Rendi sedang terluka karena menabrak Indra, Zilfa kecapean dan tidak mampu berjalan lagi.."
Beberapa saat kemudian akhirnya Indra dan Yudi pulih kembali, kemudian mereka berdua pun bangun.
"Hei Lina apa kau baik-baik saja, apakah kau terluka Lina..??"
"Seharusnya aku yang bertanya padamu bukan kau yang bertanya padaku...!!"
"Hei kamu, apa kamu juga baik-baik saja???" Ujar Dini pada Yudi..
"Yah tentu aku baik-baik saja,, baiklah Indra, selanjutnya kita akan kemana lagi ini..??"
"Hei.! kalian baru saja pulih Kenapa malah ingin pergi lagi..??!"
"Kita tidak ada waktu untuk beristirahat kita harus secepatnya menghancurkan Raja Imran dan menyelamatkan dunia"
"Iya,, tapi kita perlu istirahat tahu..! apa kalian tidak merasa capek dan kelaparan setelah bertarung habis-habisan..???"
"Iya benar juga,, aku juga merasa lapar,, dari kemarin aku belum makan." ujar Indra.
"Baiklah kalian tunggu di sini, aku akan mencari makanan,, oh iya di mana emasnya Indra..??"
"Haahh emas...? Walah emasnya aku tinggalkan saat aku bertarung dengan roh yang menghadang kita di jalan tadi.."
"Apa kau bilang...?? Rrrrr...!!!"
Dan ternyata emas yang tertinggal di jalan sudah diambil oleh orang..
__ADS_1
"Dasar bodoh..! Lalu kita makan pakai apa nanti..?! Rrrrr..!!!"
Kemudian di situ Dini melihat seekor kelinci yang melintas di depan mereka.
"Hey ada kelinci.!"
kemudian Indra pun bergegas menangkapnya untuk dipanggang dan dimakan.
"Baiklah akan ku tangkap kelinci itu...!"
Kemudian Indra mengejar kelinci itu dan menangkapnya, namun disaat Indra sedang mengikat kelinci itu dan hendak memotongnya tiba-tiba datang seorang gadis yang manis dan membawa seekor kucing..
"Hei..! lepaskan kelinci itu dia milikku bukan milikmu..!!"
"Hah..!! tapi aku yang menangkapnya duluan, jadi kelinci ini milikku..!"
"Lepaskan kelinci itu ku ambil dengan paksa.!"
"Haaahh..! memangnya siapa dirimu..? kau hanyalah manusia biasa, kau bisa apa..?!"
Kemudian kelinci itu teriak minta tolong kepada gadis yang membawa seekor kucing itu..
"Dea..!! tolong aku aku tidak mau dipanggang aku masih ingin hidup tolong aku Dea...!!"
Sontak Lina dan lainnya terkejut mendengar kelinci itu bisa bicara, Lina dan Dini pun jadi ketakutan, Indra pun terkejut lalu melepaskan kelinci itu.
"Hah..!! kelincinya bisa berbicara..!!!" Ujar Dini dan Lina bersamaan."
"Lina aku takut..!! Ujar Dini yang ketakutan
"Hei kelinci Kenapa kau bisa bicara..?!" Ujar Indra dengan muka polos.
Kemudian kucing yang dibawa oleh gadis itu pun mendekati mereka dan kucing itu juga berbicara.
"Hei..!! lepaskan temanku jangan sakiti dia, akan ku cakar kalian..!"
"Walah..!! kucingnya juga bisa berbicara..!!" Ujar Dini dan semakin ketakutan
Kemudian Lina mencoba membuka mata batinnya dan melihat apa sebenarnya yang ada di dalam kelinci dan kucing itu.
"Hei, rupanya kalian seorang anak kecil yang masuk ke dalam tubuh kelinci dan kucing ini..??"
"Hah.! Dari mana kau tahu..?!" Ujar si kucing
Kemudian gadis itu mendekati Lina dan bertanya padanya.
"Hei kau..! apa kau seorang indigo..?"
"Emm, aku bisa melihat mahluk yang tak kasat mata di sekitar ku, dan kau siapa, Kenapa kau bersama kelinci dan kucing ini..?"
Kemudian gadis itu pun menceritakan semuanya, dan gadis itu ternyata adalah anak dari seorang paranormal dan dia sedang mencari orang-orang yang kerasukan oleh roh jahat untuk disembuhkan dan mengeluarkan roh-nya.
"Kalau begitu berarti tujuan kita sama, kami juga sedang mencari orang-orang yang dirasuki oleh roh-roh yang jahat dan menghancurkan roh-nya."
"Oh ya benarkah..?"
"Ya namaku Lina, siapa namamu..??"
"Namaku Dea"
"Oh,, Dea, senang berkenalan denganmu, oh ya mereka juga temanku Indra, Yudi, dan Zilfa."
"Hei, kenapa tubuhmu penuh dengan darah, apa kau baik-baik saja??"
"iya, Indra baik-baik saja kok, dia habis bertarung melawan roh jahat yang merasuki tubuh manusia tadi."
"Oh begitu ya, tapi bagaimana cara kalian menghancurkannya?"
"itu hanya Indra yang bisa melakukannya, dengan senjatanya."
"oh begitu ya."
"Oh iya siapa nama kelinci dan kucingmu ini..?"
__ADS_1
"Oh,, kelinci itu namanya kendit, dan kucing ini namanya porong.."
"Sebenarnya nama kami bukan itu.! tapi karena yang memberi kami nama seorang gadis yang manis, jadi kami menyukainya hihi.."
"Hei kalian masih kecil sudah genit..!"
"Hei kendit lihat.! ternyata gadis indigo ini juga begitu manis dan cantik....!
Hei Lina maukah kamu memelukku..??" Ujar si kucing dengan wajah yang menggemaskan.
"Wah... gemes sekali tentu saja aku ingin memelukmu."
Setelah begitu lama mereka berbincang-bincang kemudian mereka memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya.
"Baiklah,, sepertinya kita sudah lama beristirahat, dan sekarang waktunya kita untuk melanjutkan perjalanan kita." Ujar Yudi dan mengajak mereka untuk melanjutkan perjalanannya.
"Hei Dea, apa kau juga mau ikut dengan kami..?" Ujar Lina mengajak Dea untuk ikut bersamanya.
"Tidak, terimakasih, sepertinya aku tidak ikut dengan kalian."
"Oh begitu, baiklah tidak masalah."
Kemudian Lina dan teman-temannya pergi melanjutkan perjalanannya, dan mereka menemui Rendy dan Zilfa terlebih dahulu.
Setelah mereka sampai di tempat Rendy dan Zilfa, kemudian Lina mengajaknya untuk berjalan lagi, namun mereka berdua sudah tidak sanggup dan mereka memutuskan untuk kembali saja.
"Lina aku tidak sanggup kalau harus ikut denganmu seperti ini terus, aku sangat capek sekali Lina"
"Aku juga Lin kakiku sakit sekali aku harus pergi ke dokter terlebih dahulu."
"Hmmm,,, baiklah kalau begitu,, Lalu bagaimana denganmu Dini.?"
"Lina sepertinya perjalanan ini sangat berbahaya, aku takut Lina,, sepertinya aku juga ingin kembali saja."
"Okelah kalau begitu tidak masalah, oh iya aku lupa sesuatu.! Dini, Rendi, Zilfa. Kalian cek channel YouTube ku dan kalian kelola saja channel-nya ya."
"Baiklah Lin"
Kemudian mereka bertiga pergi untuk melanjutkan perjalanannya.
Di perjalanan Lina merasa lapar, namun mereka bingung mau beli makanan dengan apa, sementara emasnya sudah hilang, kemudian Indra mengajak Lina dan Yudi ke hutan untuk mencari buah-buahan untuk mereka makan.
Sesampainya di hutan Indra menyuruh Lina dan Yudi untuk menunggu, sementara Indra pergi mencari buah-buahan untuk dimakan.
"Baiklah kalian tunggu di sini saja ya.! aku akan mencarikan buah-buahan untuk kalian."
"Jangan kelamaan, aku sudah laper tau"
"Baiklah tunggu saja di sini ya.!"
Kemudian Indra pergi mencari buah-buahan di sekitar hutan itu, sementara Lina dan Yudi menunggu sambil beristirahat.
"Hei Yudi aku mau bertanya padamu."
"Ya tanya saja apa yang mau kau tanyakan.?!"
"Kau bilang aku bisa melihat segel manusia terkutuk itu, sebenarnya seperti apa sih bentuk segel itu..?"
"Kalau masalah itu aku juga belum mengerti dan aku juga belum pernah melihatnya sama sekali."
"Haah,, Lalu bagaimana aku bisa mengetahuinya..??"
"Itu bisa kita ketahui nanti sambil kita berjalan menuju ke istana Raja Imran."
Di saat mereka berbincang-bincang, tidak lama kemudian Indra pun kembali dengan membawa buah-buahan yang sangat banyak.
"Hei Lina lihatlah,, aku membawa buah-buahan sangat banyak untukmu, cepat makan lah.!"
Kemudian mereka bertiga pun memakan buah itu bersama.
setelah mereka makan dan merasa kenyang mereka pun melanjutkan perjalanannya, dan mereka menuju ke sebuah desa.
Hari pun sudah mulai gelap dan mereka mulai mencari tempat untuk beristirahat, dan akhirnya mereka pun bertemu dengan seorang penduduk di desa itu, kemudian mereka meminta izin untuk menginap di rumahnya semalam.
__ADS_1
Keesokan harinya setelah mereka bangun dari tidurnya, mereka kembali melanjutkan perjalanannya di desa itu, dan disitu mereka bertemu dengan seorang nenek-nenek di tempat Dini, Zilfa, dan Indra nongkrong di pinggir jalan waktu itu.
...****************...