
Setelah sesampainya di rumah Indra pun melepaskan kerinduannya terhadap Ibu dan adiknya, merekapun saling berpelukan dan kemudian ibunya mengajak Indra untuk makan bersama.
Setelah makan bersama, Indra pun menceritakan tentang pengalamannya disaat berlatih beladiri bersama teman barunya disana, ibunya pun memberi semangat kepada Indra, Indra pun merasa senang dan gembira.
Setelah berlama-lama Indra melepas rindu, Indra pun mengajak adiknya bermain diluar rumah.
"Ibu aku mau bermain diluar bersama Aya bu..?!"
"Baiklah tapi hati-hati ya, jaga adikmu baik-baik.!"
"Iya bu"
Kemudian Indra dan adiknya keluar untuk bermain bersama, disaat mereka bermain, tidak lama kemudian teman-teman Indra yang selalu mengejeknya pun datang lagi, dan mereka ingin membalas kekalahan nya tadi, untuk membalas kekalahannya mereka menyandra adiknya Indra, dan kemudian menghajar Indra, Indra pun tidak terima dan merasa marah karena adiknya disakiti.
Mendengar keributan diluar sang ibu pun keluar untuk melihat, sang ibu melihat Indra sedang berkelahi, sang ibu pun mencoba menghentikan mereka, tapi disaat sang ibu hendak menghentikannya, disitu Indra melawan dan mengeluarkan ilmu beladiri yang sudah ia pelajari hingga semua teman-temannya pun kalah, dan Indra pun berhasil merebut kembali adiknya, sang ibu yang melihatnya pun kagum dengan Indra karena Indra sudah berkembang pesat, Teman-temannya pun merasa minder dan mengakui kekalahannya, dan mereka juga mengakui kehebatan Indra, kemudian teman-temannya pun pergi meninggalkan Indra.
"Aya, kamu baik-baik saja? Apa kamu terluka??"
"Kaka hebat..!! Kaka bisa mengalahkan mereka..!!" Ujar adiknya dengan gembira dan polos.
Sang ibu pun mendekati Indra dan mengajak mereka masuk ke rumah.
"Indra,, jika kamu sudah hebat ibu minta kamu jangan memamerkan kehebatan kamu, gunakanlah ilmu-mu untuk menolong orang banyak yah,,"
"Iya ibu,, ibu, aku janji aku akan melindungi ibu dan Aya sampai mati, dan aku akan berusaha untuk menjadi lebih hebat lagi bu.."
"Yasudah, sekarang kamu bantu ibu yah, ambilkan kayu diluar, bawa ke dalam ya.."
"Baik bu.."
Kemudian Indra pun membantu ibunya mengambil kayu bakar dan beres-beres rumah.
Malam pun tiba, Indra sedang makan melam bersama ibu dan adiknya.
"Ibu, makanan ini enak sekali" ujar Indra sambil menikmati makanannya.
"Iya, kemarin paman Yudi kesini memberikan sembako untuk kita, dan paman Yudi bilang kalau kamu akan kembali karena libur."
"Ibu, aku juga ingin bertemu dengan paman Yudi, apa dia akan kesini lagi..?"
"Tidak Indra,, paman Yudi sedang berjaga di Istana, dia tidak bisa kesini seenaknya."
"Baiklah ibu, aku sudah selesai makannya aku mau kekamar bu."
Setelah mereka selesai makan mereka pun pergi ke kamar untuk beristirahat.
Keesokan harinya Indra akan berangkat lagi ke perguruan untuk belajar beladiri lagi, dan berpamitan dengan ibunya.
Sebelum berpamitan sang ibu memberikan sesuatu kepada Indra yaitu sebuah senjata yang ditinggalkan oleh Ayahnya.
"Indra, ibu takut kamu tidak akan kembali dalam waktu dekat, jadi ibu ingin memberikan senjata ini untuk kamu berjaga-jaga"
__ADS_1
"Senjata apa ini bu.?"
"Ini adalah senjata yang ditinggalkan oleh Ayahmu, Ayahmu ingin memberikan senjata ini padamu tapi Ayahmu tidak sempat memberikannya, dan Ayahmu menitipkannya pada ibu, untuk diberikan padamu."
"Baiklah bu aku akan membawa senjata ini dan menjaganya bu"
"Dan ingat.! Gunakanlah untuk kebaikan yah"
"Baik bu, kalau begitu aku berangkat ya bu.."
Setelah berpamitan dan menerima senjata dari ibunya, Indra pun pergi ke perguruan untuk melanjutkan latihannya.
Sesampainya di perguruan itu, semua murid berkumpul untuk diberi pengumuman oleh para guru.
Didalam pengumuman itu, sang guru berkata bahwa akan ada pergantian guru di masing-masing kelas, dan guru berkata pada Indra bahwa dia akan dilatih oleh seorang guru, dan akan dilatih ditempat lain, Indra pun kaget, namun itulah yang harus Indra terima, dan akhirnya Indra pun ikut bersama guru pribadinya, guru itu bernama "Hamdan".
Sebelumnya disaat para guru mengadakan rapat, ternyata para guru sedang merapatkan tentang Indra, karena para guru tahu bahwa Indra adalah generasi penerus kerajaan Lembah Biru, dia adalah anak yang dikutuk oleh dewa menjadi manusia yang abadi, didalam rapat itu sang ketua guru memerintahkan Hamdan untuk mendidik Indra dan menjadi guru pribadinya.
Akhirnya Indra berlatih beladiri bersama guru pribadinya di suatu tempat yang jauh dari perguruan dan teman-temannya, disitu Indra mendapatkan pelajaran khusus dari guru barunya selama 6 tahun, dan setelah 6 tahun lamanya Indra berlatih, akhirnya latihan khusus Indra selesai dan Indra pun kembali ke perguruan.
"Indra..!"
"Iya guru.?"
"Latihan mu sudah selesai kau sudah menguasai semua ilmu yang aku ajarkan, sekarang saatnya kita kembali ke perguruan."
"Baik guru.."
"Apa itu?"
"Indra, kau adalah orang yang akan berperan penting di kerajaan ini"
"Apa maksudnya guru?"
"Kau adalah orang yang dikutuk oleh dewa menjadi manusia yang abadi"
"Abadi?? Apa maksudmu guru? Aku tidak mengerti..?!"
"Kau adalah manusia yang abadi, dan kau tidak akan bisa mati sampai kapanpun, tapi kau akan kalah jika seseorang menyegel mu"
"Aku masih tidak mengerti guru..?"
"Di dunia ini ada 3 orang yang dikutuk oleh dewa menjadi manusia yang abadi, dan salah satunya adalah kau Indra."
"Lalu yang dua itu siapa guru.?"
"Yang kedua adalah Raja Imran dari lembah Hitam, namun yang ketiga kami belum mengetahui nya"
"Lalu apa yang harus aku lakukan guru??"
"Bodoh jika kau bertanya seperti itu, kau harus tahu, bahwa Raja Imran sudah berkali-kali mengajak Baginda Raja Abimana untuk bersekutu dan menyerang kerajaan Lembah Merah, tapi Baginda Raja selalu menolak, karena Baginda Raja mengetahui sifat Raja Imran yang licik dan jahat, untuk itu kau harus bersiap jika perang antar Kerajaan dimulai."
__ADS_1
"Baik guru,, sekarang aku tahu maksudmu, dan aku akan berusaha menjadi lebih kuat lagi."
"Satu hal lagi Indra.! Kau mempunyai kekuatan yang sangat besar, namun kekuatan itu masih terpendam dalam dirimu, dan kau harus bisa membuka kekuatan terpendam itu."
"Baik guru"
"Baiklah kita beristirahat dulu disini, besok kita akan berangkat ke perguruan"
"Baik guru."
Indra pun akhirnya mengetahui siapa dia sebenarnya, dan mulai menyadari bahwa dia telah memikul beban yang sangat berat, kedamaian dunia ada ditangannya..
Hari mulai petang dan Indra pun mulai beristirahat, untuk Persiapan kepulangannya ke perguruan besok..
Hari itu pun datang, Indra bersiap untuk pulang.
"Guru, aku sudah siap, ayo kita berangkat..!"
"Sepertinya semangat sekali kamu"
"Aku sudah tidak sabar bertemu dengan teman-teman ku guru, dan aku juga ingin pulang dulu kerumah, aku ingin menemui ibu dan adikku"
"Baiklah, berhubung jalan pulang melewati rumah mu, nanti kita mampir sebentar."
Kemudian Indra dan gurunya bergegas pergi, dan ketika mereka sudah dekat dari rumah Indra, mereka pun berbelok dan menuju rumah Indra, dan bertemu dengan ibu dan adiknya Indra, Indra pun merasa senang melihat ibu dan adiknya baik-baik saja.
"Ibu.. Aya..!! Aku pulang..!!"
"Indra.?" ( Kakak.? ) Ujar ibu dan adiknya Indra.
"Kakak lama sekali pulangnya, aku sudah rindu sekali dengan kakak."
"Aya, kau sudah tumbuh besar sekarang"
"Kaka juga"
Akhirnya merekapun saling melepas rindu,, kerinduan yang telah terpendam begitu lama, namun Indra hanya mampir sebentar dan akan pergi lagi..
"Ibu, mohon maaf kami sedang melakukan perjalanan ke perguruan, dan kami hanya mampir sebentar kesini karena permintaan Indra, nanti setelah Indra bertemu dengan ketua guru, Indra boleh pulang kapan saja"
"Baiklah tuan, saya berterima kasih karena telah mendidik anak saya sampai sekarang"
"Baiklah Indra, ayo kita pergi"
"Ibu, Aya, aku pergi dulu ya nanti aku akan kembali lagi."
Kemudian Indra dan gurunya melanjutkan perjalanannya menuju ke perguruan, diperjalanan Indra pun bertemu dengan teman-temannya, namun teman-temannya hanya menatap Indra dan tidak melakukan apapun.
Setelah berjalan jauh, akhirnya Indra pun sampai di perguruan dan bertemu dengan teman-temannya, namun teman-temannya tidak menyambut kedatangan Indra, hanya satu temannya yang menyambut Indra yaitu Dendra teman baiknya Indra.
Kemudian Indra pun bertemu dengan para guru, setelah betemu dengan para guru Indra pun diberikan tantangan untuk menguji perkembangan Indra, Indra ditantang untuk melawan para murid disana, termasuk teman baiknya yaitu Dendra yang sudah ditetapkan sebagai murid terkuat di perguruan itu, Indra pun menerima tantangan dari para guru, kemudian Indra diajak ke lapangan pertandingan untuk diuji kemampuannya, disitu Indra mendapatkan lawan pertamanya seorang gadis yang manis, dia adalah murid adik kelas nya Indra, Indra pun terpana melihat gadis manis itu dan Indra pun menjadi salah tingkah, Indra pun mentap dengan penuh tanda tanya dihatinya, siapakah dia, siapa namanya..??
__ADS_1
...****************...