
Setelah usai menghadapi para warga mereka pun sudah mulai tenang.
"Hei siapa namamu..?" tanya Yudi kepada pria yang membawa tengkorak itu
"Namaku Pendi" jawab pria itu dengan perasaan yang masih sedih
"Namaku Yudi, apa kau bisa jelaskan kenapa kau selalu membawa tengkorak itu..?"
"Apa kau juga ingin memisahkan aku dengan tengkorak kekasihku ini..??"
"Tidak, bukan begitu, tapi aku rasa roh kekasihmu itu tidak tenang dan terus gentayangan mengikutimu, karena kau telah memisahkan kepalanya dari tubuhnya, apa tidak sebaiknya kau kembalikan saja kepala tengkorak itu ke kuburannya..?"
"Tidak.! Aku akan selalu membawanya karena aku tidak mau dipisahkan.!"
"Tapi apa kau tega melihat roh kekasihmu terus gentayangan dan merasa tidak tenang..?"
Pendi hanya terdiam dan menundukkan kepalanya seakan dia bingung harus bagaimana, namun Yudi terus membujuknya, Pendi pun terus bersikeras untuk tidak menguburkan kembali tengkorak itu.
"Baiklah kalau kau tidak mau mengembalikan tengkorak itu, aku tidak memaksanya.."
Setelah mereka berbincang-bincang, mereka pun melanjutkan perjalanannya.
"Indra, Lina.? Ayo kita lanjutkan perjalanan kita. oi Indra, Oi..!!! Kalian bisa diam tidak.! Kenapa kalian terus bertengkar..??!" Bentak Yudi kepada Indra dan Lina yang masih saja bertengkar, dan kemudian mereka pun diam.
"Sudah, ayo kita lanjutkan perjalanannya.! Pendi, apa kau meu ikut dengan kami..?" Ajak Yudi kepada Pendi
"Tidak, aku akan pergi sendiri saja, itu lebih baik." ujar pendi menolak ajakan Yudi, namun Pendi sedang kelaparan hingga perutnya berbunyi sampai terdengar oleh Yudi dan lainnya.
"Hei, sepertinya kau lapar, kalau begitu ikutlah dengan kami, kita cari makanan di desa sebelah.!"
Sedikit Pendi menolak ajakan Yudi, namun Yudi terus membujuknya, dan karena Pendi bingung untuk mencari makan karena uang yang dia bawa telah habis, akhirnya Pendi pun ikut bersama Yudi dan mereka berjalan menuju desa yang ada di balik hutan itu.
Tidak lama mereka berjalan menyusuri hutan, akhirnya mereka sampai di sebuah desa dan mereka pun mencari makanan disana.
Disaat mereka sedang makan bersama di sebuah warung kecil di desa itu, tiba-tiba mereka melihat seseorang yang kesurupan dan berbicara tidak jelas.
"Minagoroshi ni shimasu.! Shinu, shinu, shinu..!!! Hahaha...." ujar orang yang kesurupan itu dengan keras
"Bicara apa dia, apa yang dia katakan itu..?" Gumam para warga
Orang-orang hanya menyaksikan orang itu kesurupan dan tidak ada yang membantunya, kemudian Lina dan Yudi bergegas menolong orang itu, namun ketika mereka hendak beranjak dari meja makan tiba-tiba seorang gadis datang dan menghampiri orang itu kemudian mengeluarkan roh yang merasukinya dan memasukannya kedalam botol. Ya, dia adalah Dea, ternyata Dea juga sedang berada di desa itu, Lina pun terkejut melihat kedatangan Dea, dan kemudian menghampirinya.
"Hei, bukankah itu Dea..? Aku akan kesana.!"
"Hei Lina habiskan dulu makanannya.!" ujar Rendy sambil menggunyah makanannya
"Nanti saja.!" Lina pun tidak memperdulikan makanannya dan terus berjalan menghampiri Dea, betapa senangnya Lina melihat Dea ada disana dan kemudian Lina memeluk Dea dengan sangat rindunya.
__ADS_1
"Dea..!!"
"Kak Lina..!" ujar Porong dan Kendit bersamaan
"Lina, ternyata kau disini juga.?" tanya Dea kepada Lina
"Dea, akhirnya kita bertemu juga, dari kemarin aku terus memikirkan mu."
"Iya kah.? ujar Dea dengan senyum manisnya.
"Oh iya, dimana yang lain Lina..?"
"Mereka sedang makan, apa kau juga ingin makan Dea?"
"Tidak, aku belum lapar"
Kemudian Indra, Yudi, Rendy, dan Pendi sudah selesai makan dan mereka pun menghampiri Dea, mereka pun bercanda bersama hingga malam tiba, malam itu mereka menginap bersama di sebuah rumah kosong milik orang kaya didesa itu.
"Aku heran, mengapa orang di desa ini tidak ada yang mau membantu orang kesurupan itu, apa disini tidak ada orang pintar..?" ujar Lina seraya dirinya hendak tidur bersama Dea.
"Mungkin benar, tapi sepertinya bukan hanya itu, mereka semua juga bingung dengan kata-katanya yang tidak jelas, karena roh yang merasukinya bukan orang sini, melainkan dari negara lain yaitu negara Jepang."
"Hah.! Maksudmu roh yang merasuki orang tadi itu hantu Jepang..?"
"Benar, karena pakaian yang dipakai oleh roh itu seperti pakaian tentara Jepang yang mati dibunuh oleh warga Indonesia saat penjajahan dulu, dan dari bahasanya aku sedikit mengerti apa yang dia katakan.?"
"Jadi kau mengerti bahasa Jepang.?"
"Lalu apa yang dia katakan.?"
"Dia berkata seakan dia dendam dengan orang Indonesia dan ingin membunuhnya, matilah, matilah. Itu yang dia katakan."
"Ooohhh seperti itu.. tapi dari mana hantu itu berasal ya..?"
"Entah lah, tapi sepertinya didesa ini ada suatu tempat yang dulu pernah dijadikan sebagai markas oleh tentara Jepang. Sudahlah kita pikirkan nanti saja , sekarang sudah malam kita tidur saja."
Karena sudah larut malam mereka pun tidur, dan keesokan harinya mereka dikejutkan dengan seorang warga yang kerasukan dan menggila, orang itu membawa senjata tajam dan mengancam para warga untuk dibunuh, salah satu warga juga dikejutkan dengan penemuan mayat yang penuh luka di badannya, dan orang yang kerasukan itu ternyata telah membunuh salah satu warga disana, Lina dan lainnya pun keluar dan mencari tau apa yang sedang terjadi, mereka melihat seorang yang kerasukan dan roh yang merasukinya adalah roh tentara Jepang.
"Dea! Roh itu..?"
"Ya, itu adalah roh tentara Jepang roh yang sama dengan roh yang merasuki orang kemarin Lina."
"Tapi mengapa mereka merasuki orang-orang, bahkan sampai membunuhnya, apa mereka dendam..??"
"Aku juga tidak tau masalah itu, sebaiknya kita tolong dulu orang itu.!"
Kemudian Lina dan Dea bergegas menolong orang yang kerasukan itu dan memasukkan rohnya kedalam botol besar yang dibawa oleh Dea, sementara Yudi mencoba mencari tau apa sebab mereka merasuki tubuh orang-orang dan membunuh warga.
__ADS_1
"Sepertinya ada yang aneh dengan roh-roh itu, tidak mungkin mereka merasuki tubuh orang-orang jika tak ada sebab, pasti ada sesuatu yang menyebabkan mereka masuk kedalam tubuh manusia" gumam Yudi seraya berfikir mencari penyebabnya.
Kemudian pada sore harinya disaat mereka sedang mengobrol dan bersantai sambil menikmati secangkir teh hangat, lagi-lagi mereka mendengar suara seseorang berteriak keras ketakutan, mereka pun bergegas untuk melihat apa yang terjadi, dan ternyata itu adalah ulah dari roh tentara Jepang itu lagi yang hendak membunuh seorang gadis, mereka pun segera menolong gadis itu, Dea langsung membuka tutup botol penghisap rohnya untuk menyedot roh tentara Jepang itu, namun Yudi langsung menghentikan upaya Dea.
"Dea, tunggu dulu jangan sedot roh itu, kita tawan dia terlebih dahulu dan kita interogasi dia agar kita bisa tau mengapa mereka merasuki tubuh orang-orang, ini sudah ketiga kalinya kita lihat dan itu tidak mungkin kebetulan, pasti ada sesuatu yang menyebabkan semua ini.!"
Kemudian Dea menutup kembali botol penghisap rohnya dan menawan orang yang kerasukan itu dan menginterogasinya, saat di interogasi roh itu berbicara dengan bahasa Jepang sehingga mereka tidak mengerti arti dari apa yang dia katakan.
"Hei siapa namamu.??" tanya Yudi saat menginterogasi roh tentara Jepang itu, namun roh itu tidak menjawabnya, kemudian Yudi menegaskan sekali lagi.
"Hei jawab pertanyaan ku, siapa kau dan apa tujuanmu.?"
Kedua kalinya Yudi bertanya dan kemudian roh itu pun menjawabnya.
"Oi.!! Ika sete.! Omaeraaa..!!" Seru roh tentara Jepang itu
Yudi pun tak dapat memahaminya sehingga Yudi bertanya-tanya dan begitu juga dengan yang lain.
"Dea, kemarin kau bilang mengerti bahasa mereka, coba kau yang menginterogasinya saja.??" ujar Yudi menyuruh pada Dea, namun dea juga tidak begitu memahaminya.
"Aku memang sedikit mengerti, tapi aku tidak bisa berbicara dengan bahasa Jepang"
Mereka pun kebingungan, bagaimana cara untuk berkomunikasi dengan roh Jepang itu,.
"Hei kau, kau bisa bantu aku, tolong carikan penerjemah.!" ujar Yudi bertanya pada Rendy dan menyuruhnya mencari penerjemah.
"Benar juga kau kan ikut dengan kami jadi kau harus membantu kami jangan cuma menjadi beban kami saja, bergunalah sedikit.!" ujar Indra memaki Rendy
"Cepat kerjakan apa yang disuruh temanku..!" ujar Indra sedikit menaikan nadannya
Kemudian Rendy pun mematuhi perintahnya walau dengan berat hati karena Rendy memang pemalas dan hanya mementingkan diri sendiri saja.
Kemudian Rendy pun keluar mencari seorang penerjemah, Rendy bertanya kepada setiap orang di desa itu, namun Rendy tidak menemukan seorang pun yang bisa membantunya, Rendy pun kembali tidak membawa siapapun.
"Mana penerjemahnya.?" tanya Indra
"Tidak ada, aku sudah bertanya setiap orang di desa ini tapi tidak satupun dari mereka yang bisa bahasa Jepang"
"Jangan berbohong, aku tau kau pasti tidak mencarinya kan kau hanya bermalas-malasan saja kan??" ujar Indra mencurigai Rendy
"Biar aku saja yang mencarinya.!" ujar Lina yang langsung memotong pembicaraan Indra
"Lina aku ikut.!" ujar Rendy ingin ikut bersama Lina
"Tidak usah, kau disini saja, Indra kau ikut denganku.!" ujar Lina juga mengajak Indra untuk ikut bersamanya
"Dasar kau tidak berguna.!" ujar Indra meremehkan Rendy kemudian pergi bersama Lina.
__ADS_1
Lina dan Indra pun bertanya-tanya kepada orang disana meskipun tidak menemukan seorang penerjemah tapi setidaknya Lina mendapatkan informasi tentang roh Jepang itu.
...****************...