Lina Dan Manusia 1000 Abad

Lina Dan Manusia 1000 Abad
Chapter 40. Lorong tak berujung.


__ADS_3

"IKA SETE..!!!!" teriak roh tentara Jepang sambil berontak untuk melepaskan diri.


"Watashi o tebanasanainara, omaera zen'in o koroshi..!!" ujar roh tentara Jepang itu lagi yang membingungkan Yudi dan lainnya.


"Dea, apa kau tidak mengerti sama sekali apa yang dia katakan..?" bingung Yudi bertanya pada Dea


"Aku hanya mengerti sedikit, sepertinya dia ingin dilepaskan jika tidak dia akan membunuh kita."


Tidak lama kemudian Indra dan Lina kembali tetapi tidak membawa seorang penerjemah, namun Lina mendapat informasi tentang dari mana asal roh tentara Jepang itu, dan tempat itu berada di sebuah bangunan kuno dibelakang desa yang menurut para warga itu adalah tempat yang sangat angker sehingga tidak ada satu warga pun yang berani kesana.


Kemudian mereka pun pergi ke tempat tersebut dan membawa orang yang kerasukan roh Jepang itu.


Sesampainya disana mereka melihat sebuah bangunan yang sangat kuno sekali, bangunan yang sudah dipenuhi rumput-rumput liar dan lumut yang menempel di seluruh bagian bangunan itu, dan disana Lina, Yudi dan Dea, merasakan berbagai macam jenis energi dari roh-roh yang ada didalamnya, ada yang bersedih, ada pula yang senang, dan mereka juga merasakan satu titik energi yang negatif dan sangat kuat.


Karena penasaran mereka pun masuk kedalam bangunan itu, didalam bangunan itu mereka melihat banyak sekali roh-roh yang seliweran kesana-kemari dan ada juga yang hanya duduk diam bersandar di tembok, namun mereka bukanlah roh tentara Jepang, mereka adalah roh orang Indonesia yang pernah dijadikan kacung oleh para tentara Jepang di jaman penjajahan dahulu, dan setelah mereka masuk lebih dalam, mereka melihat beberapa lorong disebuah ruangan yang membingungkan.


"Ada banyak lorong disini, lorong mana yang harus kita ambil.?" ujar Yudi bingung dan bertanya pada yang lain.


"Kita ikuti saja titik energi yang kuat itu dan sepertinya energi itu berada di lorong sebelah kiri." ujar Lina begitu yakin mengambil lorong sebelah kiri.


Mereka pun sepakat mengikuti Lina untuk mengambil lorong sebelah kiri, mereka pun terus berjalan menyusuri lorong yang gelap dan sepi.


"Disini gelap sekali, tapi untungnya aku membewa senter" ujar Lina dan kemudian mengambil senter yang dia bawa, kemudian Lina menyalahkan senternya, dan betapa terkejutnya Lina setelah Lina menyalakan senternya, Lina terkejut karena Lina tidak melihat teman-temannya, dan Lina sekarang hanya seorang diri, Lina pun bertanya-tanya kemana mereka pergi, Lina juga mencoba untuk kembali namun lorong itu seperti tidak ada pintu keluar bahkan untuk kembali pun tidak bisa.


Dilorong lain Yudi yang juga sedang berjalan menyusuri lorong yang gelap, Yudi tidak merasakan apapun disana.


"Disini gelap dan sepi sekali bahkan aku tidak merasakan satu energi pun disini, apa benar kau merasakan energi itu di lorong tengah ini Lina..?


Begitu Yudi bertanya pada Lina dan berbalik badan melihat kebelakang, Yudi tidak melihat siapapun disana,


Indra juga yang sedang berjalan di lorong lain mengalami hal yang sama,


"Hei Lina, apa kau yakin lorong sebelah kanan ini lorong yang benar..??"


Disaat Indra mencoba bertanya pada Lina, Indra melihat sekeliling dan Indra juga tidak melihat siapapun disana.


Dea, Kendit, dan Porong, mereka berjalan bertiga, namun sebelum mereka menyadari, mereka merasa berjalan bersama dengan yang lainnya, dan setelah mereka sadar bahwa mereka hanya bertiga, mereka pun bertanya-tanya.

__ADS_1


"Kemana mereka semua, bukankah tadi kita sama-sama masuk ke lorong pojok kanan.??" ujar Dea kebingungan.


Selain itu Rendy dan Pendi juga mengalami hal yang sama, Pendi mesuk ke lorong pojok kiri sedangkan Rendy masuk ke lorong arah pulang/kembali namun sekarang mereka semua telah tersesat di dalam lorong yang tak berujung.


"Dea, Yudi, Indra, Pendi, Rendy.!! Dimana kalian.?!" Teriak Lina mencari teman-temannya


"Lina dimana kau.?!" teriak Indra mencari Lina, karena dia hanya menghawatirkan Lina.


"Indraaa..!!. Sial kemana mereka semua, kenapa mereka tiba-tiba menghilang, apa yang terjadi.?" Yudi pun terus mencari mereka dan bertanya-tanya, begitu juga dengan Dea, Kendit dan Porong.


"Kak Dea kita akan kemana? Mengapa semua tidak ada?"


"Hei kendit kamu jangan berisik kak Dea sedang bingung, kita harus membantunya.!"


"Gimana caranya Porong??"


"Ada apa dengan lorong ini, aku sudah berlari sangat jauh tapi aku tidak menemukan pintu keluar, jalan kembali pun tidak ada" ujar Dea dalam hati dan terus berlari.


Semua mengalami hal yang sama termasuk Rendy dan Pendi, mereka kebingungan dan ketakutan, terutama Rendy yang penakut.


"Kamu dimana si Lin kenapa kau tinggalkan aku sendirian serem tau.."


"Hei, siapa kau, tunjukkan dirimu.!" teriak Indra yang tidak jelas kepada siapa.


"Apa yang barusan terjadi.? badanku terasa seperti dipukul seseorang." Gumam Dea yang kebingungan,


"Kak Dea kenapa?"


"Iya ada apa kak Dea.?"


Kendit dan Porong kebingungan melihat Dea yang tiba-tiba berhenti berlari.


Lina, Yudi, Rendy dan Pendi. Mereka juga merasakan hal yang sama, merasakan rasa sakit di badannya seperti dipukul.


Dan tidak lama kemudian diasaat mereka kebingungan, lagi-lagi mereka merasa kesakitan dan lebih sakti dari sebelumnya, dan terus-terusan mereka merasakan hal aneh seperti itu, mereka mencoba melawan, mereka melawan ke segala arah namun mereka tidak mengenai apapun disana, akan tetapi mereka terus merasa dipukul, ditendang bahkan disayat senjata tajam seperti halnya disiksa dalam neraka, sampai akhirnya mereka tak berdaya, jatuh dan tak mampu bangkit lagi.


"Siaaal.... Siapa sebenarnya yang menghajarku.?" Gumam Indra dalam sakitnya

__ADS_1


"Apa, yang sebenarnya terjadi? Tubuhku terasa sakit sekali aku tak bisa bergerak" lirih Yudi dengan menahan rasa sakit yang teramat.


"Ada apa ini, siapa yang melakukan ini, disini tidak ada siapa-siapa, tapi aku merasa dihajar bertubi-tubi." ucap Lina merintih kesakitan.


"Kak Deaa..!! teriak Kendit dan Porong bersamaan, ketika melihat Dea yang tiba-tiba terjatuh dan merasa kesakitan.


"Kak Dea kenapa? Bangun kak Dea!!, Porong, ada apa dengan kak Dea, kenapa kak Dea seperti ini.?"


"Aku juga tidak tau Kendit.!" Sahut Porong


Setelah sadar sejenak Dea pun jatuh pingsan tidak sadarkan diri, begitu juga dengan Rendy dan Pendi yang langsung pingsan seketika dihajar.


Kemudian secara bersamaan jimat senjata keramat milik Lina dan Yudi menyala seakan memberi isyarat untuk mengeluarkan kekuatannya,


"Jimatnya menyala? Ada apa ini, apa dia ingin aku menggunakan kekuatannya.?" ujar Yudi dan kemudian mengambil senjatanya yang di ampleh di pinggangnya.


"Apa ini? Apa yang menyala?" ucap Lina yang melihat cahaya dalam kantongnya, dan itu adalah Jimat miliknya, kemudian Lina mengambil dan memakainya, kemudian mereka berdua mencoba menerka isyarat apa yang diberikan oleh jimat mereka, dan mereka berdua mencoba mengeluarkan kekuatan dari jimat itu bersamaan sehingga membuat cahaya yang begitu terang dan mengeluarkan kekuatan yang dahsyat kemudian seluruh ruangan disana menjadi seperti semula, dan setelah semua kembali semula ternyata mereka tidak beranjak sedikitpun dari ruang itu, dan dari tadi mereka hanya berdiri diam ditempat, namun sekarang mereka telah terkapar tak berdaya di tanah, hanya Indra, Yudi, dan Lina yang masih sadar.


"Apa-apaan ini, bukankah ini tempat yang tadi, tapi.."


"Yudi.! Lihat itu, bukankah ini adalah tempat yang tadi terdapat begitu banyak lorong, tapi kenapa sekarang hanya ada satu lorong disini??" ujar Lina yang memotong ucapan Yudi dan memberi taunya.


"Benar juga Lian, dan kenapa semuanya pingsan dan... Ada begitu banyak luka dibadan mereka.?"


"Yudi.! Tubuhmu..! tubuhmu Penuh luka dan darah.!" Seru Lina memberi tau Yudi.


"Apa.?? Ada apa ini.? Hah.! Lina, kau,, coba kau lihat tubuhmu juga.!"


Mereka pun terkejut setelah melihat badan mereka penuh luka dan dara, dan merasa kesakitan, mereka pun bertanya-tanya siapa yang telah melakukannya.


"Lina, sepertinya kita semua telah diserang, mereka juga mendapat luka yang parah."


"Yudi, tubuhku terasa sakit sekali dan tidak bisa digerakkan," Lina terus merintih kesakitan


"Lina, kau.?? Indra.! Apa kau masih sadar, apa kau masih bisa bergerak.? Indra, jawab aku.!"


"Siaaaal.. siapa yang menghajarku tadi hah.? Akan ku hancurkan kau..!!" ujar Indra yang sontak bangkit dan merasa marah.

__ADS_1


Yudi dan Indra yang masih bisa berdiri, mereka menjoba menolong yang lain, lalu mereka pun terheran karena melihat ada beberapa mayat manusia yang tergeletak disan, mereka pun menjadi tambah bingung apa yang sebenarnya terjadi kepada mereka dan kenapa ada mayat manusia disana, siapa yang melakukannya..??


...****************...


__ADS_2