Lina Dan Manusia 1000 Abad

Lina Dan Manusia 1000 Abad
Chapter 58. penyerangan brutal, Desa yang terancam


__ADS_3

Setelah mereka berhasil mengalahkan para binatang buas akhirnya mereka mengetahui makhluk aneh yang menjadi tanda tanya di benak mereka, namun timbul pertanyaan lagi yaitu siapa yang membangkitkan mahluk legendaris itu, dan siapa dalang dari semua ini, karena tidak mungkin makhluk legendaris yang sudah lama musnah bisa bangkit dengan sendirinya, dan itu pasti ada yang membangkitkannya.


Saat ini Indra sedang menahan Aul supaya tidak menyerang lagi, namun tenaga Aul juga tidak lemah, dia berhasil melepaskan diri dari dekapan Indra.


"Sial tenaganya kuat sekali aku tidak bisa menahannya" keluh Indra


Kemudian Lina dan Yudi segera melakukan serangan kepada Aul dengan kekuatannya.


TINJU API KEMATIAN..!!!


JURUS SERIGALA REMBULAN, TEBASAN CAKAR SERIGALA PUTIH..!!


BOOMMM...!!!!


Terlihat Lina dan Yudi menghantam Aul dengan kekuatannya namun kekuatan mereka belum cukup menumbangkan Aul, kemudian Aul balik menyerang Lina dan Yudi


Wusss... Wusss....


Terlihat Yudi dan Aul sedang beradu pedang dan sesekali Yudi juga mengeluarkan jurusnya


TARING SERIGALA PUTIH..!!


Aul terlihat tidak terluka oleh serangan Yudi, karena Aul dulunya adalah orang yang sangat sakti tubuhnya pun kebal dengan senjata tajam, dan dia juga bukan roh yang merasuki tubuh manusia, tapi dia adalah makhluk kebangkitan maka dengan kekuatan penghancur roh juga tidak bisa mengalahkannya, satu-satunya cara adalah membunuhnya.


"Sial kuat sekali makhluk itu, senjataku tidak mempan terhadapnya"


"Yudi, biar aku saja yang melawannya." ujar Indra


Indra pun berganti menyerang Aul, karena Indra sudah tau senjata tidak mempan, Indra pun menyerangnya dengan kekuatan fisiknya, Indra menggunakan jurus barunya yang telah dia pelajari.


JURUS GEMBOLO GENI..!! HANGUSLAH DENGAN JURUS APIKU INI..!!!


Wusss....


Auuuuuuuulllll.........


Sepertinya serangan Indra membuat Aul merasa kesakitan, namun Aul terlihat masih berdiri tegak, dan kemudian Aul menyerang balik Indra dengan senjata ditangannya.


Wusss... shinggg....!!


Indra pun dapat menghindarinya, Indra terlihat melayang di udara seperti saat melawan Hamdan guru pribadinya, kemudian Indra melontarkan beberapa kali bola-bola api kepada Aul, Aul terus menghindarinya


Indra kemudian melesat cepat ke arah Aul dan berupaya menghantamnya dari belakang, namun Aul langsung dapat menangkisnya.


"Sial.! Aku lupa kalau kepalanya menghadap belakang, kalau begitu aku harus menyerangnya dari depan."

__ADS_1


Kemudian Indra berpindah posisi k


menyerang Aul dari depan namun tangan Aul langsung reflek dan menangkis serangannya.


"Sial.! Dari belakang tidak bisa, dari depan juga sama, dari sisi mana aku harus menghajarnya."


"Indra, kita harus bersama-sama menyerangnya kau dari depan aku dari belakang.!" seru Lina


"Ah, betul juga, kalau begitu ayo kita lakukan.!"


JURUS LEMBU SEKILAN..!


TINJU API KEMATIAN LEVEL DUA..!!


BOOMMMM...!!!


Ledakan besar pun terjadi karena kedua kekuatan besar beradu, namun ketika asap ledakan itu menghilang Aul tidak terlihat di tengah-tengah Lina dan Indra dan yang terlihat justru Lina dan Indra yang tergeletak di tanah.


"Hah..?! Apa... Apa yang terjadi.? Aul tidak ada di sana dan kenapa Indra dan Lina tergeletak di sana.?!" Bingung Yudi


Ternyata disaat Indra dan Lina menyerang Aul, Aul dengan sangat cepat langsung menghindar dan akhirnya kekuatan Indra dan Lina saling beradu sehingga membuat mereka terpental oleh kekuatan sendiri.


"Sial.! Dia... Cepat sekali menghindar.! ujar Indra terbata


"Dia menghilang.!! kemana dia..?" bingung Lina


Indra dan Aul mulai bertarung dengan kecepatan kilat, orang yang menyaksikannya pun terkagum-kagum melihat pertarungan mereka.


"Hebat sekali, aku tidak menyangka ternyata leluhur kita mempunyai kekuatan yang sangat hebat." ujar Ali


"Seumur hidupku baru kali ini aku melihat pertarungan yang sangat hebat seperti ini" sambung Sikin


Indra dan Aul terus bertarung tanpa henti loncat kesana kemari dari pohon ke pohon, dari rumah ke rumah, dan pertarungan mereka juga menimbulkan kerusakan di desa itu kemudian mereka berhenti sesaat


"Indra.! Apa kau masih menyimpan kacamata itu.?" tanya Lina


"Ya, masih ku simpan" sahut Indra


"Baiklah kalau begitu.! Semuanya.! Tutup mata kalian jangan melihat kemanapun sebelum aku perintahkan.!!" seru Lina


Kemudian Lina mengajak Yudi untuk sekali lagi menggunakan jurus cahaya Dewi rembulan, setelah mereka melakukannya Indra langsung menyerang Aul, namun upaya itu gagal dilakukan, sebab kepala Aul yang menghadap belakang dan ketika Indra menyerang dari depan, Aul sudah bersiap menghalaunya, kemudian Indra menyerang dari belakang namun karena kepala Aul membelakangi cahaya maka Aul dapat melihat gerakan Indra dan langsung menangkisnya.


Mereka semakin bingung dan panik, mereka terus mencari cara untuk mengalahkannya, namun segala upaya yang dilakukan masih belum bisa menjatuhkan Aul.


Setelah berfikir keras akhirnya Yunus menemukan sebuah ide yang mungkin dapat menjatuhkan Aul, Yunus meminta Indra untuk mundur terlebih dahulu dan bergantian dengan Yunus, sekarang Yunus yang akan menghadapi Aul.

__ADS_1


Yunus bertarung dengan Aul, namun kekuatan Yunus tidak bisa menandingi Aul, tapi itu bukanlah rencana Yunus, Kemudian Yunus memancing Aul untuk mengejarnya, Yunus berpura-pura takut dan menghindar.


Setelah Yunus berhasil memancing Aul, Yunus membuat pintu gerbang dimensi dan mereka masuk kedalam pintu itu, kemudian Yunus menembuskan pintu itu di hadapan Indra, ketika mereka hendak keluar, Indra sudah bersiap untuk menghantam Aul, dan akhirnya Yunus keluar dengan diikuti oleh Aul.


"Tuan ku sekarang saatnya.!" ujar Yunus saat melewati Indra


Kemudian ketika Aul sudah keluar dan berada persis di depan Indra, Indra langsung menghantamnya dengan jurus Lembu Sekilan dua kali lipat dan


BOOOMMM...!!!


Aul terkena serangan telak dari Indra, Aul pun terjatuh dan terluka cukup parah karena serangan Indra yang mendadak sehingga tidak disadari oleh Aul, ketika Aul sudah terkapar dan terluka parah Indra langsung mengeluarkan jurus Gembolo Geni dan membakar Aul sampai hangus. Akhirnya sekali lagi dan untuk kedua kalinya Aul mati.


Pertarungan pun berakhir, namun desa Lembah Biru kedua mendapatkan kerugian besar dengan rusaknya beberapa rumah warga dan tidak sedikit juga orang yang kehilangan nyawanya, hal itu membuat para warga harus merelakan kerabat yang telah pergi, namun semua itu belum berakhir, masih ada pertanyaan di benak mereka yaitu siapa dalang dari semua itu.


Hari semakin petang karena sudah malam, mereka semua tidak ada yang bisa beristirahat malam itu, semuanya bergotong-royong menolong yang terluka dan mengubur yang meninggal malam itu juga.


Pagi menjelang, mereka masih belum selesai mengembalikan kondisi desa, dan pada siang harinya akhirnya mereka dapat beristirahat untuk melepas lelah setelah semalaman begadang untuk membuat keadaan desa kembali stabil.


Walaupun mereka sudah selesai mengembalikan keadaan desa namun mereka masih belum bisa beristirahat dengan tenang karena masih belum terungkap siapa musuh mereka sebenarnya.


Disebuah tempat didalam goa ditengah hutan belantara, disitu Uraga dan pasukannya sedang bersiap untuk penyerangan selanjutnya.


"Tunggu aku Indra, kau dan keturunan penduduk Lembah Biru sebentar lagi akan ku hancurkan.! Jiajajajaja...!"


"Tuan, makhluk legendaris Aul sudah dikalahkan oleh Indra.!" salah satu anak buah melapor


"Jiajajajaja.... Dia bukanlah satu-satunya yang ku andalkan.! makhluk legendaris yang lebih hebat masih belum aku keluarkan, jiajajajaja..!!


Ternyata Aul adalah salah satu anak buah Uraga, Uraga berkata akan menghancurkan Indra dan para keturunan penduduk Lembah Biru, apakah dia akan langsung turun tangan, atau dia akan mengandalkan anak buahnya yang lebih kuat dari Aul.?


Keesokan harinya keadaan desa sudah lebih baik, Indra dan lainnya sudah merasa sedikit lega, tetapi mereka masih waspada karena takut musuh akan datang kembali, dan ternyata ketakutan mereka menjadi kenyataan


Pada hari itu tiba-tiba suasana menjadi gelap dan suara guntur menggelegar, awan hitam menutup langit, binatang-binatang buas berdatangan dari arah hutan dan langsung menyerang warga.


Semua orang menjadi panik seketika itu, mereka tidak sempat mengevakuasi diri, orang-orang diserang oleh para binatang buas dan begitu banyak orang yang menjadi korban.


"Kakek Sampur dan kakek moyang.! Para warga tiba-tiba diserang binatang buas dan sudah banyak yang meninggal..!!"


"Apa.?! Sial.! Musuh datang secara tiba-tiba begini, kita harus cepat menyelamatkan para warga.!" jawab kakek Sampur


"Indra kita harus bagaimana.?!" tanya Lina


"Tentu saja kita harus menghajar mereka semua.!" Jawabannya


Indra dan lainnya segera menolong para warga dan menghajar para binatang buas yang menyerang, namun kali ini mereka sedikit lebih kuat dari binatang buas yang sebelumnya.

__ADS_1


Apakah Indra dan lainnya dapat mengalahkan mereka, dan bagaimana nasib desa Lembah Biru kedua, apakah desa itu akan benar-benar hancur,? dan mampukah Indra menghadapi Uraga.??


...****************...


__ADS_2