
Ketika melihat seorang kakek-kakek yang ada di ruangan itu mereka sontak terkejut.
"Hei kakek, siapa kau, kenapa kau ada disini.?" ujar Indra dengan nada keras
"Siapa kakek-kakek itu?" ujar Dea bertanya-tanya
"Apa maksudnya ini, energi negatif yang kuat itu berasal dari kakek-kakek itu.?" ujar Lina kebingungan seakan tidak percaya apa yang dia rasakan.
Yudi disitu terlihat seperti orang ketakutan ketika melihat kakek itu, tubuhnya gemetar nyalinya menciut sehingga menjadi sebuah tanda tanya, ada apa dengan Yudi.?
"Yudi kau kenapa.? Kenapa kau seperti orang ketakutan seperti itu.??" tanya Lina pada Yudi
"Matilah kita"
"Hah.? Apa maksudmu Yudi.? Mengapa kau berkata seperti itu.??" Tanya Lina dengan penuh tanda tanya.
"Jika kita punya kesempatan, kita harus pergi dari sini" ujar Yudi dengan nafas yang tidak terkontrol
"Apa yang kau katakan, dia hanya seorang kakek-kakek tua renta seperti itu bahkan berjalan saja pake tongkat, kau lihat saja aku akan menghancurkannya.!" ujar Indra yang langsung mengambil tindakan gegabah menyereng kakek itu
"Indra.! Apa yang kau lakukan, jangan menyerangnya..!!" teriak Yudi berupaya menghentikan Indra namun Indra tidak menghiraukannya dan langsung menyerang kakek itu.
"Bodoh.! Apa yang kau lakukan, hei cepat larilah..!!" ujar kakek lebah dengan penuh kehawatiran.
Kemudian Indra langsung menghantam kakek itu, namun sebelum Indra menyentuh tubuh kakek itu, Indra langsung terpental jauh hingga membentur dinding dan Indra sontak memuntahkan darah dari mulutnya.
"Indraaaa...!!!" Teriak Yudi dan Lina begitu cemas dan kaget melihat Indra terpental jauh seperti itu.
"Apa yang terjadi, kenapa Indra bisa terpental, padahal dia tidak melakukan apapun dan tidak bergerak sedikitpun, apa yang terjadi.?"
"Aku kan sudah bilang kalau ada kesempatan kita harus segera lari dari sini.!"
Kemudian kakek itu melalui mendekati Yudi dan berkata.
"Halo Yudi kita bertemu lagi sekarang,, hihihi.. uhuk, uhuk." ujar Kakek itu dan terbatuk-batuk.
"Yudi, siapa dia, sepertinya dia mengenalmu.?"
"Dia adalah..." ujar Yudi dan berhenti berkata
"Kenapa.? Kenapa kau begitu berat menyebut namaku, apa kau takut Yudi.? Uhuk, uhuk"
"Tidak mungkin, kau....."
"Kenapa, apa kau tidak menyangka aku ada disini.?"
"Yudi, siapa dia.?" ujar Lina yang semakin penasaran.
"Dia.. dia adalah Brata, pemimpin utama pasukan Lembah Merah, dia mempunyai kekuatan yang mengerikan, semua orang yang melawannya tidak dapat menyentuhnya sedikitpun dan dia langsung terpental, dan dialah orang yang sudah memporak-porandakan kerajaan Lembah Biru dibawah kekuasaan Raja Imran, tidak ada yang mampu mengalahkannya."
Lina dan Dea, terkejut mendengarnya dan tidak bisa berkata apa-apa lagi, mereka juga ketakutan setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Yudi.
__ADS_1
"Mu-mustahil..!!" Ujar Lina yang ketakutan seketika itu.
"Cepat, lebih baik kalian berdua pergi dari sini, kita tidak aka menang melawannya..!"
"Tapi bagaimana dengan Indra.?"
"Sudahlah kalian berdua pergi saja duluan biar Indra aku yang mengurusnya.!!"
Kemudian Lina dan Dea segera lari, namun ketika mereka baru mau masuk lorong kembali, tiba-tiba lorong itu runtuh dan ambruk sehingga menutupi pintu keluarnya, dan mereka sekarang terjebak di dalam ruangan itu.
Disaat Lina dan Dea berbalik badan ingin mendekati Yudi, tiba-tiba kakek itu berada dihadapan mereka, mereka ketakutan, tubuhnya gemetar dan tak bisa bergerak, kemudian secara tiba-tiba mereka berdua terpental tanpa sebab dan mereka membentur dinding seperti yang dialami Indra.
"Yu-Yudi.." ucap Lina gagap dan kemudian tidak sadarkan diri,
"Porong, Kendit..!" ujar Dea melihat ke arah Porong dan Kendit dan langsung pingsan.
"Lina, Dea, Indra.?" ujar Yudi saat melihat mereka terluka, kemudian dengan tidak terduga tiba-tiba Kakek itu berada di depan Yudi, Yudi pun sontak terkejut, tubuhnya gemetar ketakutan, dan kakek itu berkata pada Yudi.
"Apa kau mau melawanku Yudi.? Uhuk.."
"Kau..!!" Sahut Yudi dengan rasa takut dan gemetar, kemudian Indra bangkit dan mencoba melawan kakek itu lagi.
"Kurang ajar kau kakek sialan, akan ku bunuh kau..!" seru Indra kemudian menyerang si kakek,
"Indra jangan..!!"
Indra pun tidak peduli dengan Yudi dan terus mencoba menyerang si Kakek, kemudian Kakek Brata mengangkat tongkatnya dan menyentuhkan ke kepala Indra, Indra pun langsung terpental dan terjungkir membentur semua properti yang ada disana, namun Indra masih bisa bertahan dan terus berusaha menyerang Kakek Brata.
"Kau masih bisa bergerak rupanya, keras kepala juga kau bocah..!!"
"Celaka.! Indra menghindarlah..!!" Teriak Yudi tidak didengar oleh Indra, kemudian secara tiba-tiba Indra meresa ada sesuatu yang menghantam Indra, rasanya seperti peluru yang menembus dada, Indra pun sontak memuntahkan banyak sekali darah dari mulutnya, Indra pun jatuh dan tidak sadarkan diri.
"Indra..!! Bagaimana ini, apa yang harus aku lakukan.?"
Kemudian Kakek Brata kembali ke hadapan Yudi, disitu Yudi takut bercampur emosi, selain itu Brata juga terus memancingnya, kemudian Yudi menarik senjatanya dan langsung menghantam Brata, Brata pun menangkisnya dengan tongkatnya, terlihat Yudi bernafas tergesa-gesa.
"Pedang Kaji dan Lading suci ya, rupanya kalian mempunyai senjata keramat penghancur roh, tapi apa kalian bisa menghancurkan ku.?" ujar Brata ketika melihat senjata milik Yudi.
"Baiklah, sekarang kau sudah memutuskan untuk melawanku, dan itu adalah akhir dari kalian semua.!"
Swukkk..! Guprak..!! Suara Yudi terpental dan menabrak beberapa properti, namun Yudi masih bisa berdiri, namun tiba-tiba berada di hadapan Brata seperti ditarik oleh kekuatan gaib Brata, kemudian Yudi dilemparkan ke arah tiang penyangga dan membuat tulang Yudi patah dan kemudian tidak sadarkan diri.
"Hm, orang-orang lemah.! Mengapa Raja Imran menyuruhku melawan orang lemah seperti mereka, membosankan sekali rasanya.."
Indra, Yudi, Lina dan Dea, mereka semua telah dikalahkan dengan sangat mudah oleh Brata.
Beberapa saat kemudian ada seseorang yang datang menemui Brata dan membuka pintu keluar yang tadinya tertutup bebatuan, orang itu membawa dua anak buah kemudian menghampiri Brata, dan dia adalah sang Raja kegelapan yaitu Raja Imran..!!
"Tuanku, aku sudah mengalahkan mereka sesuai perintahmu."
"Bagus sekali Brata, dengan begini aku dapat menyegel bocah payah itu tanpa harus berusaha payah melawannya.
__ADS_1
Kemudian mereka mendengar suara benda yang terjatuh.
GLETAK..!!
"Apa itu.?" ujar Raja Imran kaget mendengar suara itu, kemudian Raja Imran melihat seekor kucing berlari keluar, Raja Imran pun tau bahwa itu adalah roh anak kecil yang menjadi teman Dea, tapi Raja Imran membiarkannya, karena itu tidak penting lagi baginya, karena Indra sudah kalah dan Raja Imran akan menyegelnya.
Di sisi lain si kakek lebah sedang mendatangi roh Liza dan memberitahunya bahwa Indra sedang dalam bahaya besar, dan si kakek lebah mengajak Liza untuk ikut bersamanya.
Porong dan Kendit yang sedang kabur dan berupaya mencari bantuan diluar, beberapa saat kemudian setelah mereka jauh dari bengunan kuno itu mereka bertemu dengan si kakek lebah yang sedang tergesa-gesa mencari Indra dan lainnya.
"Ndit, itu si kakek lebah ndit.!"
"Iya rong, cepat panggil dia."
"Kakek...!!! Kakek..!!!"
"Siap itu yang memanggilku.??"
"Kakek disini, ini kami Porong dan Kendit, teman kak Lina..!!"
"Oh hai kalian dimana Lina dan lainnya..??"
"Kakek sini kek, kami butuh bantuan..!"
Kemudian Kakek lebah menghampiri Porong dan Kendit kakek lebah bertanya dimana Indra dan lainnya, kemudian Porong dan Kendit menjelaskan semua apa yang terjadi, Kakek lebah pun kaget setelah mendengar cerita Porong dan Kendit.
"Celaka.! Ini benar-benar bahaya kita harus segera menolongnya.." ujar kakek yang cemas dengan Indra dan lainnya.
"Kakek, tadi pas kami keluar juga ada tiga orang yang datang, orang itu membawa tongkat bermata satu dan yang dua itu sepertinya anak buahnya."
"Tongkat bermata satu..? Celaka, itu adalah Raja kegelapan, dia pasti akan menyegel Indra, kita harus cepat kesana..!!"
Kemudian mereka langsung menuju bangunan kuno itu dan berupaya menyelamatkan Indra dan lainnya, setelah sesampainya disana mereka langsung masuk kedalam bangunan tersebut.
"Liza, kau duluan dan cepat masuk kedalam tubuh Lina, selamatkan Indra terlebih dahulu, aku akan membantu menghalangi mereka.!" ujar kakek lebah meminta Liza untuk cepet-cepet menolong Indra.
Didalam sana sang Raja Imran sedang menyiapkan segala kutukan untuk menyegel Indra.
"Kalian berdua angkat dia, aku akan menyegelnya.!"
"Baik yang mulia."
Kemudian Liza pun tiba disana dan langsung masuk kedalam tubuh Lina, karena disana juga banyak roh gentayangan, Raja Imran dan Brata tidak menyadarinya, lalu Liza masuk ke alam bawah sadar Lina dan berbicara dengan jiwa Lina.
"Lina.!"
"Siapa itu.??"
"Lina, ini aku Liza."
"Liza.? Kenapa kau disini, dan tempat apa ini, mengapa disini begitu sunyi dan kosong.?"
__ADS_1
"Lina, kamu berada di alam bawah sadarmu, dan aku kesini untuk membantumu.!"
...****************...