
Lina, Yudi dan Indra memutuskan untuk tinggal disana sementara waktu sampai keadaan desa benar-benar pulih.
Hari sudah malam Indra dan Yudi tidur di ruang tamu rumah Lina.
"Lina..!! Berikan bantal buat teman-teman mu, kasihan mereka tidur tidak ada bantal.!" ujar sang ibu kepada Lina
"Alah biasanya aja mereka tidur di batu. (ujar Lina lirih) baiklah bu."
Kemudian Lina membawakan bantal untuk mereka.
Disaat Lina keluar dari kamarnya, tiba-tiba roh Liza masuk ke dalam tubuh Lina kemudian berjalan kearah Indra, dan berdiri di depan Indra yang sedang rebahan.
"Oi, ada apa Lina.?" ujar Indra dengan kebingungan
Namun Yudi menyadari bahwa itu adalah Liza, dan kemudian Lina memeluk Indra yang sedang rebahan, Indra pun kaget dibuatnya.
Liza berkata: aku rindu padamu Indra, aku ingin memeluk tubuhmu seperti dulu.
Yudi yang melihatnya segera memisahkan mereka.
"Hey Liza lepaskan dia, ini dirumah Lina, kalau ketahuan oleh ibunya bagaimana..?"
Liza pun terus mendekap Indra dan tidak mau melepaskannya, Yudi juga terus berusaha memisahkan mereka dan menarik-narik tubuh Lina, ibunya Lina yang sedang mengambil minum, tidak sengaja melihat mereka dan mengira bahwa anaknya sedang di perkosa..
"Hey apa yang kalian lakukan dengan anakku..??"
"Celaka,,! hey Liza cepat keluar dari tubuh Lina..!!"
Liza terus mendekap tubuh Indra dan tidak mau melepaskannya.
"Hey cepat lepaskan anakku, beraninya kalian mencabuli anaku.. rasakan ini.."
Sang ibu pun memukuli Yudi dengan sapu lidi.
"Lepaskan, lepaskan..!!"
Kemudian Liza pun keluar dari tubuh Lina, dan Lina pun kaget dengan dirinya yang tidak tahu kenapa berada diatas tubuh Indra dan memeluknya,
"Kyaaahhh... Apa yang kau lakukan, apa yang aku lakukan..?? Aaaaaa....!!! Ibu tolong aku..."
"Keluar kalian dari sini..!!" teriak sang ibu mengusir Yudi dan Indra.
Akhirnya Indra dan Yudi tidur di luar tanpa alas apapun.
Keesokan harinya mereka pun memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya dan mengajak Lina lagi karena keadaan desa sudah membaik.
"Lina, kita harus kita harus melanjutkan perjalanan lagi, ayo kita bergegas, aku sudah mengambil emas lagi untuk bekal kita di perjalanan."
Lina pun menjawabnya dengan malas, karena sebenarnya Lina tidak ingin ikut serta dalam masalah Indra.
Kemudian Rendy datang untuk bertemu dengan Lina, namun Lina yang merasa tersakiti, Lina tidak mau melihat muka Rendy lagi, dan ingin jauh dari dirinya. Kemudian Lina mengajak Indra dan Yudi segera berangkat.
"Baiklah Indra ayo kita berangkat.!"
"Baiklah kalau begitu, ayo kita berangkat..!!!"
"Lina, kau mau kemana.? tanya Rendy
"Aku mau pergi jauh darimu.!" jawab Lina dengan kesal
Kemudian ibunya Lina yang mendengar Lina akan pergi bersama Indra dan Yudi langsung mencegahnya.
"Lina, mau kemana kamu, ibu tidak mengizinkan kamu pergi bersama mereka ya.!"
__ADS_1
"Ibu, kami mohon maaf sebelumnya, kami tidak bermaksud apa-apa, kami membutuhkan Lina untuk membantu kami, karena tidak lama lagi akan ada perang besar, dan kami harus mencegahnya bu, jadi izinkanlah Lina ikut bersama kami, kami akan menjaga Lina dan melindungi Lina bu."
Yudi terus mencoba membujuk ibunya Lina agar Lina diperbolehkan untuk ikut bersama mereka, namun ibunya Lina tetap melarangnya, karena takut mereka melakukan sesuatu kepada Lina, karena sudah melihat mereka berdua yang sedang mencabuli Lina dalam pikirannya.
"Tidak boleh.!! aku tidak mengizinkan Lina ikut bersama kalian lagi..!"
"Baiklah kalau begitu, jika nanti kta gagal, kalian yang harus bertanggung jawab jika terjadi sesuatu seperti kemarin.. apa kau siap ibu??" ujar Indra bicara pada ibunya Lina
"Hah, tenang saja, dunia ini kan banyak sekali tentara militer, mereka pasti akan melindungi kami."
"Oh ya..? Asal kau tahu ya, yang akan dilawan itu bukan orang sembarangan, dia adalah seorang Raja, dan dia seorang manusia yang abadi, hanya aku yang dapat mengalahkannya, dengan itu aku membutuhkan bantuan Lina.!!"
"Seorang Raja yang abadi.? Apa maksudmu.? Jangan membual kamu..!"
"Siapa yang membual..? Kalau tidak percaya tanyakan saja kepada anakmu..!!"
"Sudahlah Indra, percuma kita berdebat, itu tidak akan ada hasilnya."
"Ibu, izinkan aku ikut bu.."
"Lina, kamu.?? Apa kamu tidak ingat perbuatan mereka tadi malam..?? Mereka hampir saja mencabulimu."
"Apa..?? Kalian berdua mencabuli Lina..?? Kalau begitu aku juga akan ikut, aku akan menjaha Lina agar tidak dicabuli lagi oleh kalian.." ujar Rendy kuatir dengan Lina
"Haaaaa....????" ujar Lina, Yudi dan Indra bersamaan
"Baiklah kalau begitu kamu boleh ikut, tapi dengan syarat Rendy juga harus ikut dengan kalian. Rendy, ibu titipkan Lina padamu."
"Baiklah ibu, aku akan menjaga Lina dari orang-orang mesum itu.."
"Tidak, aku tidak mau Rendy ikut"
"Benar, dia hanya akan menjadi beban kami saja.."
"Baiklah kalau begitu, Rendy aku izinkan ikut."
"Indra,, kenapa kau mengizinkannya?? Rrrr!!"
"Sudahlah Lina, kita ikuti saja kemauan ibumu.. hihi." ujar Indra lirih kepada Lina sambil tersenyum jahat kepada Rendy.
Kemudian mereka pun berpamitan lalu berangkat kembali menempuh jalan panjang.
Setelah mereka berjalan agak jauh dari rumah Lina, mereka berencana untuk meninggalkan Rendy.
"Lina, bagaimana kalau kau ku gendong saja biar lebih cepat.!"
"Baiklah."
Kemudian Indra menggendong Lina dan merekapun langsung berlari dengan cepat meninggalkan Rendy sendirian.
"Hei, tunggu aku, kenapa aku tidak digendong juga, sial.! Mereka cepat sekali.."
Kemudian Rendy mengambil motornya dan melaju kencang mengikuti mereka, namun mereka berlari ke arah yang tidak dapat dilalui oleh kendaraan, dan Rendy pun kehilangan jejaknya.
"Rasakan itu bodoh.! Memangnya kau bisa bisa mengikuti kami,, haha..."
Namun Rendy tidak menyerah dan mencari jalan lain walaupun sudah kehilangan jejaknya, karena Rendy masih mencintai Lina dan tidak mau Lina kenapa-napa, Rendy pun terus mencari mereka.
Mereka sudah pergi sangat jauh kemudian mereka berhenti dan beristirahat, hari sudah sore, dan merekapun mencari makan terlebih dahulu di warung makan terdekat.
Setelah mereka selesai makan mereka pun memutuskan untuk bermalam di sana dan meminta izin kepada pemilik warung untuk tidur di warung itu.
Rendy yang kehilangan jejak mereka terus mencarinya sampai dia tidak tidur semalaman.
__ADS_1
Pada keesokan harinya mereka pun bergegas untuk melanjutkan perjalanannya dan berpamitan dengan pemilik warung itu dan mereka memberikan imbalan kepada pemilik warung sebagai tanda terimakasihnya.
Mereka pun mulai berlari lagi agar lebih cepat sampai ditempat terakhir mereka kembali.
Pada sore harinya mereka akhirnya sampai disana, dan sesampainya disana mereka pun mulai berjalan pelan.
"Hey Indra, mau kemana lagi nih?"
"Ya tentu saja ke utara lah."
"Itu mah aku juga tahu.. bikin kesel aja."
Sementara itu, di kerajaan Lembah Hitam yaitu Raja Imran sedang duduk di singgasananya.
"Hmm, teruslah berjalan, maka kau akan bertemu dengan pemimpin utama pasukan Lembah Merah, hahaha.."
"Yang mulai, kenapa kita harus menangka mereka, sedangkan mereka juga sedang menuju kesini..?"
"Bodoh.! Kalau sampai mereka datang ke sini dengan membawa segel kutukan ku maka aku akan repot menghadapinya nanti, tapi jika kita menangkapnya dan melumpuhkannya lebih dulu, maka aku akan mudah menyegelnya, karena aku yang memgang segel kutukannya. Hahaha.."
###
Indra, Yudi dan Lina sudah berjalan jauh dari hutan tempat terakhir mereka kembali, dan mereka sedang berjalan menuju sebuah desa untuk beristirahat dan mencari informasi-informasi yang ada disana.
Ketika mereka sedang berjalan santai dan berbincang-bincang, tiba-tiba mereka mendengar suara seseorang yang minta tolong, kemudian mereka pun segera menghampiri orang itu, dan ternyata orang itu sedang dibegal oleh sekelompok preman di jalan tengah hutan, kemudian Indra langsung menghantam preman-preman itu.
"Indra..! Jangan bunuh mereka, mereka hanya orang biasa."
"Orang biasa beraninya bikin masalah, akan ku hajar kalian semua..!"
POW.!! POW.!!
Akhirnya Indra pun berhasil melumpuhkan mereka.
"Hah dasar orang lemah, rasakan itu.! Hei kau apa kau baik-baik saja..? Haah KAU...?!"
Indra pun kaget ketika dia melihat orang yang dia tolong, dan ternyata itu adalah Rendy.
"Rendy..??"
"Lina, akhirnya aku menemukanmu Lina, aku sudah mencarimu kemana-mana, Lina, apa kau tidak di apa-apakan oleh mereka..??"
"Rrrr,,, kenapa kau ada disini..?!" ujar Lina yang emosi terhadap Rendy
"Hey,, kalau tadi aku tahu kalau itu kau, aku tidak akan menolongmu dan ku biarkan saja kau dihajar oleh mereka."
Disaat mereka berdebat preman-preman itu pun kabur dan membawa motornya Rendy.
"Hey.! Itu motorku, kembalikan motorku hey..!!"
"Aaa ambil saja, kita tidak membutuhkan itu, bawalah yang jauh.."
"Motorku,, motorku,, kenapa kalian tidak mencegahnya.."
"Hah bodo amat"
Rendy pun sedih dan menangis karena motor satu-satunya telah dibawa kabur oleh preman.
"Sudahlah kita pergi saja Lina."
"Hey tunggu aku ikut dengan kalian."
"Laki-laki lemah dan cengeng sepertimu akan menjadi beban kami saja, kau pergi saja sana..!!"
__ADS_1
...****************...