
Setelah mereka bertemu dengan Rendy, mereka pun kembali berjalan dan Rendy pun mengikuti mereka, Rendy yang melihat Lina berdekatan dengan Indra dan Yudi, Rendy merasa cemburu, dan Lina terus bersikap acuh kepada Rendy.
"Yudi..? Kira-kira kita akan bertemu dea lagi nggak ya..?"
"Ya, kita pasti bertemu dengannya.."
Mereka pun terus berjalan menyusuri jalan sepi di hutan itu dan setelah mereka berjalan jauh akhirnya mereka sampai di ujung hutan dan disana mereka bertemu dengan seorang anak kecil yang sedang mencari kayu bakar bersama adiknya yang masih balita, kemudian mereka pun menghampiri anak itu.
"Hai adik kecil, kamu sedang apa.?" tanya Lina
"Aku sedang mencari kayu bakar untuk dijual kak.!"
Lina pun tertegun mendengar perkataan anak itu yang mencari kayu bakar untuk dijual, namun kayu yg ia kumpulkan hanyalah ranting-ranting kecil, yang dianggap sampah oleh orang dewasa, Lina pun begitu merasa kasihan padanya, dan kemudian Lina meminta anak itu untuk mampir dirumahnya.
"Adik kecil, siapa namamu, dan berapa usiamu.?"
"Namaku Imam kak, usiaku 4 tahun.!"
Lina pun sekali lagi tertegun mendengar bahwa usianya yang masih dini sudah mau bekerja mencari uang.
"Oh iya namaku Lina, salam kenal ya.!"
"Iya kak Lina.!"
"Lalu siapa adik manis itu..?"
"Dia adiku namanya Rani"
"Lalu dimana ibu dan Ayah kalian kenapa kalian berada di hutan seperti ini..?"
"Ayahku tidak ada, dan ibuku sedang tidur dirumah.."
"Kalau begitu bolehkah kakak ikut ke rumahmu..?"
"Iya boleh kak, ayo ikuti aku.!"
Kemudian mereka pun mengikuti anak itu, anak itu berjalan sambil membawa kayu yg ia cari dan menggendong adiknya itu.
Merekapun akhirnya sampai di desa anak itu, dan penduduk di desa itu rata-rata orang yang tidak mampu, bahkan masak saja masih menggunakan kayu bakar, kemudian anak itu berhenti di sebuah warung kecil dan kemudian menjual kayunya disana..
"Permisi bu aku mau jual kayu."
"De Imam.? Mana kayunya..?"
Kemudian Imam pun memberikan kayu itu, namun karena kayu itu hanyalah ranting kecil, ibu yang punya warung itu pun tidak membutuhkannya tapi ibu itu sangat kasihan pada Imam, kemudian ibu itu memberikan 2 buah gorengan saja untuk upahnya.
"Imam, dimana ibu kamu, sudah beberapa hari ini aku tidak melihat ibumu..?
"Ibuku sedang tidur dirumah bu,! Yasudah terimakasih banyak ya bu..! ujar Imam dengan perasaan yang senang karena dapat memberikan makanan kepada adiknya walaupun hanya 2 buah gorengan saja.
__ADS_1
Lina dan lainnya pun merasa sangat kasihan dan terharu hingga meneteskan air mata, dan kemudian Imam memberikan gorengannya kepada adiknya itu, adiknya pun merasa sangat senang kegirangan, kemudian mereka pun pulang kerumahnya.
Setelah sampai mereka dirumahnya Imam mereka melihat rumahnya sudah reot dan tidak layak huni, dan mereka juga mencium aroma yang busuk
"Bau apa ini, busuk sekali..!" Ujar Lina dan lainnya dalam hati
"Hei bocah, bau busuk apa ini, apa kau menyimpan bangkai didalam rumahmu..?" ujar Indra
"Tidak kak, aku tidak menyimpan bangkai apapun kok kak..!"
Kemudian Imam pun mesuk kedalam rumahnya.
Tok tok tok..!!!
"Ibu, aku pulang..! Kakak ayo masuk.!"
Kemudian Imam mencoba membangunkan ibunya dan memberitahu kalau ada orang yang ingin bertamu dirumahnya.
"Ibu bangun.! ibu lihat ada orang yang mau bertemu dengan ibu..!"
"Mama, mama.." ujar sang adik kecilnya sambil merangkak di tubuh ibunya.
Kemudian Lina dan lainnya menyadari bahwa bau busuk itu berasal dari tubuh ibunya Imam, dan ternyata ibunya Imam telah meninggal dunia sudah beberapa hari, mereka pun sontak terkejut dan merasa sangat sedih, mereka pun menangis sedih serta terharu melihat Imam yang masih polos tidak menyadari bahwa ibunya telah meninggal, dan dia hanya mengira kalau ibunya sedang tidur, dan sudah beberapa hari semenjak ibunya meninggal Imam terus merawat adiknya, memasakkan nasi untuknya dan mencari makanan untuk adiknya, dan selama itu mereka hanya makan nasi dan gorengan saja yang dia dapat dari hasil jual kayu.
"Imam, apakah itu ibumu..??"
"Iya kak ini ibuku, tapi ibu tidur terus tidak mau bangun.."
"Ibuku tidak meninggal, ibuku sedang tidur..!!"
Lina pun terus mencoba meyakinkan Imam, namun karena Imam masih kecil dan polos, Imam tetap bersikeras tidak percaya kalau ibunya sudah meninggal, sampai mereka diusir oleh Imam karena Imam tidak mau dipisahkan dari ibunya, dan Imam juga menodongkan pisau kepada mereka, mereka pun tidak dapat melawan karena dia hanyalah anak kecil yang tidak tahu apa-apa, kemudian mereka keluar dari rumahnya dan mencari cara untuk meyakinkan dan memisahkan Imam dari ibunya, sampai malam pun tiba, Imam dan adiknya sudah tertidur. Lina dan lainnya pun mencoba masuk kedalam rumah Imam, setelah mereka masuk kedalam, mereka terkejut dan sontak menangis karena melihat Imam dan adiknya tidur sambil memeluk ibunya, mereka pun tidak dapat apa-apa, dan Indra orang yang keras kepala juga ikut menangis karena teringat masa lalunya saat bersama ibu dan adiknya, mereka pun keluar dari rumah Imam, hingga keesokan harinya mereka kembali ke rumah Imam dan mereka melihat Imam yang sedang masak nasi dan adiknya yang sedang bermain diatas tubuh ibunya. Mereka hanya bisa menangis melihatnya dan tidak tahu harus bagaimana.
Kemudian ada seseorang yang datang kerumahnya, dan itu adalah tantenya Imam, tantenya Imam melihat Lina dan lainnya sedang berada di rumah Imam dengan wajah yang sedih dan dia juga mencium aroma busuk itu,
"Kalian siapa, dan kenapa disini baunya busuk sekali..?"
Tantenya Imam sudah lama tidak berkunjung ke rumah Imam sehingga dia tidak tahu bahwa ibunya Imam sudah meninggal, kemudian tantenya Imam melihat ke arah ibunya Imam yang sedang berbaring di atas tempat tidurnya dan kemudian menghampirinya.
"Imam.? Ada apa ini kenapa ibumu.?"
"Tante, ibu sedang tidur, tapi ibu tidak mau bangun..!"
Adiknya Imam terus bermain diatas tubuh ibunya, kemudian tantenya melihat keadaan ibunya Imam, dan dia pun sontak terkejut melihat ibunya Imam sudah meninggal, Lalu dia juga memberi tahu kepada Imam, Imam pun tidak percaya dan terus bersikeras bahwa ibunya sedang tidur, bukan meninggal. Tantenya pun terus meyakinkan Imam dan mencoba memisahkan Imam dari ibunya, dan kemudian tantenya membujuk Imam serta adiknya untuk diajak mencari makanan dan berjalan-jalan, dan akhirnya tantenya berhasil membujuknya, kemudian para warga mulai menguburkan jenazah ibunya Imam, Lina dan lainnya juga ikut memakamkan ibunya Imam.
Setelah mereka selesai memakamkan ibunya Imam, bibi dan pamannya datang untuk melayat almarhum ibunya Imam.
Tidak lama kemudian tantenya Imam pulang bersama Imam dan adiknya, mereka membawa makanan yang banyak, kemudian Imam dengan sangat senang lari membawa makanan itu kepada ibunya..
"Ibu.. aku pulang, aku membawa makanan yang banyak untuk ibu.."
__ADS_1
Imam mencari ibunya didalam rumah, namun Imam tidak melihat ibunya dimanapun..
"Ibu dimana.?"
Kemudian Imam terus mencari ibunya kesana-kemari namun tidak menemukannya, lalu tantenya membujuk Imam lagi untuk ikut bersama tantenya dan mengatakan bahwa ibunya sedang berjalan-jalan diluar, dan akhirnya Imam mau ikut dengan tantenya, namun tantenya bakal kerepotan jika adiknya Imam ikut juga bersamanya, kemudian adiknya diberikan kepada bibinya, namu disitu Imam tidak mau terpisah dengan adiknya, namun Imam terus dibujuk oleh tantenya hingga akhirnya Imam pun terbujuk dan ikut bersama tantenya sedangkan adiknya ikut bersama bibinya.
Semua itu pun usai dan semua orang pergi meninggalkan rumah Imam dan makam ibunya, begitu juga dengan Lina dan lainnya yang kemudian melanjutkan perjalanannya.
Diperjalanan mereka terus bersedih mengingat kejadian itu, yaitu seorang anak kecil yang masih polos dan adiknya yang masih balita ditinggalkan oleh ibunya.
"Hei Lina, kenapa kau terus menangis..?" ujar Indra
"Kau juga, bukankah kau orang yang keras kepala, kenapa kau juga menangis??"
"He, aku juga manusia yang punya hati, terlebih lagi aku juga kehilangan ibu dan adikku." ujar Indra dan menangis keras
"Kalian juga, laki-laki kok cengeng..!"
"Siapapun orang yang melihat kejadian seperti itu juga akan bersedih." ujar Yudi
"Aku juga tidak sanggup melihatnya haaa...." ujar Rendy
Disaat mereka sedang bersedih, tiba-tiba mereka melihat seseorang yang mencurigakan dan sedang berlari.
"Hei apa kalian melihatnya..?" ujar Lina
"Lihat apa.?" ujar Indra
"Ya, aku melihatnya, tapi sepertinya itu bukan orang biasa, dia lari ke belakang rumah itu." ujar Yudi
"Bagaimana kalau kita kejar dia untuk memastikan..!"
Kemudian mereka pun mengejar orang itu, namun mereka sudah tidak melihatnya lagi, kemudian mereka mendengar suara orang menjerit, mereka pun menuju ke arah suara itu.
Kyaaaaaaahh..!!!
"Yudi sepertinya ada orang dalam bahaya, apa mungkin itu ulah orang yang mencurigakan tadi.?"
"Aku tidak tahu, sebaiknya kita lihat saja kesana."
Sesampainya mereka melihat seorang laki-laki yang sedang dipukuli oleh seorang wanita karena dia mengintipnya saat wanita itu sedang mandi.
"Astaga... ternyata cuma laki-laki mata keranjang yang genit.. hadehh.."
"He, dasar laki-laki tidak tau diri."
"Kau juga..!!!"
"Haaaaa..??!"
__ADS_1
Kemudian mereka melihat orang yang mencurigakan itu lagi, dan mereka pun mengejarnya.
...****************...