Lina Dan Manusia 1000 Abad

Lina Dan Manusia 1000 Abad
Chapter 16. kakek dan nenek yang misterius.


__ADS_3

*Setelah Indra, Lina dan Yudi beristirahat semalam di rumah penduduk desa, kemudian mereka melanjutkan perjalanannya.


Mereka berjalan menuju arah selatan, dan mereka bertemu dengan seorang nenek nenek, dan nenek itu adalah nenek yang dulu pernah bertemu dengan Indra di tempat yang pernah Indra datangi bersama Dini dan Zilfa, iyaitu tempat di mana Indra Dini dan Zilfa nongkrong di pinggir jalan.


"Hey.! Anak muda Kenapa kau belum mengalahkan orang-orang jahat itu..!!"


"Hah.! kau kan nenek yang waktu, itu siapa kau sebenarnya nenek...??!"


"Dasar kau anak nakal.! Kenapa kau malah ke sini, cepat pergi sana dan kalahkan semua orang-orang jahat itu..!!"


"Hei Indra, siapa nenek itu apakah dia kenalan mu..?" Ujar Yudi pada Indra.


Kemudian di kejauhan terlihat seorang kakek tua yang sedang menggoda gadis-gadis cantik yang ada di sana..


"Hei kau apakah kau Lina kau sangat manis sekali bolehkah aku menciummu hehehe....."


"Hei kau orang gila.! pergi jauh sana jangan dekati pacarku.!" Ujar pacarnya gadis yang digoda oleh kakek itu.


"Hei Indra bukankah dia kakek gila yang waktu itu??"


"Benar juga sedang apa dia di sana..??"


"Siapa kakek itu Indra, apakah kau mengenalnya juga.??" Tanya Lina pada Indra.


"Oh ya,, Lina kamu cepat sembunyi.! celaka kalau sampai dia menemukanmu Lina..!!"


"Apa maksudmu Indra? aku tidak mengerti.!"


Kemudian setelah kakak itu diusir oleh orang-orang disana, lalu kakek itu pun mendekati Indra dan Lina, dan kakek itu pun melihat Lina..


"Hei kakek kenapa kau disini..?!" Ujar Indra membentaknya.


"Waahhhhh.. kau gadis itu ya, kau gadis yang sudah bercumbu dengan Kakek ini..!" Ujar si Kakek sambil menunjuk ke arah Indra.


"Hai kakek apa maksudmu apa yang kau katakan aku tidak mengerti..?!"


"Oooohhh,, Lina ternyata kau memang sangat manis sekali maukah kau menciumku Lina.?? Hahaha.."


"Hai kakek kenapa kau ada disini apa yang kau lakukan haa..??!"


Kemudian nenek itu menarik si kakek dan memarahinya.


"Hai dasar kau kakek peot, Kenapa kau masih berkeliaran di sini.?!" Ujar si nenek sambil menarik si Kakek.


"Atiya tatata..... Hahaha..."


"Hei Nenek, siapa Kakek ini sepertinya kau mengenalnya..?" Ujar Yudi pada nenek itu.


Si nenek tidak menjawab pertanyaan Yudi dia terus memarahi si kakek..


"Dasar kau tua bangka tidak tahu diri.! apa kau masih belum puas setelah ku buat kau jadi gila haaa..!!"


"Atya atya atya...!!"


"Beraninya kau menampakan diri mu lagi di sini.! Akan ku habisi kau dasar tua bangka..!!"


Kemudian cucu dari nenek itu datang dan memisahkan mereka berdua.


"Kakek, nenek. Kenapa kalian ada disini, Kenapa kalian selalu bertengkar..?!"


"Hah..! kakek,? nenek..?!" Ujar Indra dan Yudi yang kaget mendengar perkataan cucu dari nenek itu.


"Hei kau, apakah mereka berdua kakek dan nenek mu..??" Ujar Yudi pada cucunya si nenek itu.


Kemudian disitu cucu si nenek itu menceritakan semuanya, dan ternyata memang benar mereka berdua adalah sepasang suami istri yang sering bertengkar karena si kakek yang mata keranjang sudah tua masih saja genit, dan kakek itu gila karena dibuat oleh si nenek dengan sihirnya.


Dan mereka berdua ternyata nenek sihir dan kakek peramal. Sontak Indra dan Yudi kaget mendengar ceritanya.


"Hah nenek penyihir dan kakek peramal..?!"


"Iya benar mereka adalah kakek dan nenekku, nenekku seorang penyihir dan kakekku seorang peramal.

__ADS_1


Nenek buatlah kakek jadi normal kembali.! Agar kakek bisa berbicara dengan akal sehatnya dan tidak mengganggu gadis ini lagi..!"


Kemudian nenek itu pun membacakan mantra dan membuat si Kakek itu kembali normal..


"He dasar kau nenek peot beraninya kau membuatku seperti ini lihatlah aku jadi bahan tertawaan banyak orang dan aku selalu diusir dan dicemooh kan oleh mereka..!!"


"Itu semua karena ulahmu sendiri kenapa kau sudah tua tapi masih genit pada gadis-gadis muda..!!"


"Kakek, nenek, sudah lah jangan bertengkar terus malu dilihat orang..!"


"Maaf bolehkah aku bertanya sesuatu pada kakek dan nenek mu..?" Ujar Yudi pada cucu si nenek itu.


Kemudian Yudi bertanya mengenai segel manusia terkutuk dan Raja Imran.


"Kakek bisakah kau menjelaskan tentang segel manusia terkutuk dan mengapa kau bilang bahwa Lina adalah kuncinya..??"


"Oh Lina,, sayang sekali gadis manis sepertimu harus beriringan dengan seorang kakek-kakek yang sudah sangat tua, mengapa tidak bersamaku saja..??" Sontak si nenek memukul kepala kakek.


"Atiyaaahhh..."


"Maaf kek, bisa tolong dijelaskan lagi" ujar Yudi dan memohon si kakek untuk menjelaskannya.


"Huuff,, baiklah akan kujelaskan. Jika kalian ingin mencari segel manusia terkutuk itu, kalian harus bersama dengan gadis ini dan jangan sampai terpisah, karena gadis inilah yang bisa menunjukkan keberadaan segel itu, dan para roh jahat itu sekarang sedang mengincar nya jadi berhati-hatilah.!"


"Lalu apakah kakek tahu kemana kita harus mencari segel itu..?!"


"Kalian harus berjalan ke arah utara dan menuju ke sebuah Lembah kegelapan, di situ nanti kalian bisa menemukan segel terkutuk itu."


"Hah ke utara..?! Berarti kita salah jalan dong hadehh.."


"Iya benar, namun di perjalanan kalian akan menemukan banyak sekali masalah, jadi berhati-hatilah dan jangan sampai terpisah."


"Hei kakek peot..! mengapa kau tidak berikan jimat penangkal ilmu hitam yang kau miliki itu pada gadis ini saja..!" Ujar si nenek pada kakek


"Jimat itu sudah aku berikan kepada seseorang, dan dia adalah murid ku yang dulu, namun sekarang dia sudah mati dibunuh oleh para roh jahat itu."


Kemudian disitu Yudi memperlihatkan jimat yang dipakainya kepada kakek itu.


"Hei kakek apakah jimat seperti ini yang yang kalian bicarakan..?"


"Hei kakek apa kau sudah tidak mengenali murid mu itu.? coba kau lihat wajahku apakah aku ini apakah kau tidak mengenalku..??"


Kemudian kakek itu menatap Yudi dengan seksama dan memperhatikan wajahnya, dan kakek itu pun akhirnya ingat bahwa tubuh manusia yang dimasuki oleh Yudi adalah muridnya..


"Hah.! Ternyata kau adalah muridku, syukurlah kau masih hidup.."


"Dasar kakek peot, sudah linglung masih genit juga" ujar si nenek ada kakek.


"Ya sebenarnya aku adalah roh yang masuk ke dalam tubuh murid mu ini ke, dan aku adalah teman Indra, aku telah ditolong oleh tubuh ini kek"


"Oh jadi begitu ya sepertinya kau adalah roh yang baik.."


"Iya kek mungkin ini semua berkat jimat yang diberikan oleh kakek."


"Oh iya masih ada satu jimat lagi yang sama seperti itu, hei Nenek..!! di mana jimat itu cepat berikan padaku..!"


"Aku akan berikan jimat ini asal kau mau berubah dan tidak akan genit-genit lagi.."


"Hei ini bukan tentangku ini tentang mereka yang akan menyelamatkan dunia, kau harus tahu itu nenek peot..!!"


Kemudian nenek itu memberikan jimatnya kepada Lina.


Setelah semua di jelaskan oleh kakek peramal itu, dan Lina mendapatkan sebuah jimat yang bisa menangkal kekuatan hitam, akhirnya mereka pun bergegas melanjutkan perjalanannya, karena mereka harus berjalan menuju arah utara, maka mereka harus kembali lagi ke tempat di awal mereka memulai perjalanannya.


"Hei jika kita harus berjalan ke arah utara itu berarti kita kembali ke rumahku terlebih dahulu ya, dan dan aku akan mengambil bekal lagi untuk kita dan Indra juga bisa mengambil emas di hutan itu lagi."


"Yah baiklah ayo kita pergi..!!"


"Baiklah kakek, nenek, kita pergi dulu ya terima kasih atas penjelasannya, kami pamit ya..!"


"Berhati-hatilah kalian dan semoga kalian bisa menghancurkan para roh-roh jahat itu."

__ADS_1


Kemudian mereka bertiga kembali ke rumah Lina.


Sementara itu Dini, Zilfa dan Rendy, sedang melihat channel youtube-nya Lina.


"Wah coba lihat ini..! Lama tidak dibuka ternyata sudah banyak viewer kita, dan konten kita jadi booming,, asiiiikkk...!!"


"Wow itu sangat luar biasa Din, bagaimana kalau kita membuat konten itu lagi.."


"Hah bagaimana caranya Zi..? Kan sekarang Lina dan Indra sudah pergi, bagaimana bisa kita membuat konten itu lagi..?"


"Kan ada Rendy, nanti Rendy yang jadi Indra dan aku jadi Lina hehehe.."


"Ngaco kamu mana mungkin Lina gendut sepertimu, bukannya booming malah jadi bahan bully-an nanti..!"


"Hei Rendy Kenapa kau diam saja cobalah katakan sesuatu jangan melamun terus..!!"


Di saat mereka berbincang-bincang kemudian mereka melihat Lina yang sedang menuju ke arah pulang, Kemudian mereka pun mengejarnya.


Setelah sampai di dekat rumahnya Lina, Lina meminta Indra untuk mengambil emas yang ada di hutan itu lagi untuk bekal mereka selama di perjalanan.


"Hei Indra berhenti dulu, bisakah kau mengambil emasnya lagi yang ada di hutan itu aku akan menunggumu disini."


"Baiklah aku akan mengambilnya, kalian tunggu saja di sini.!"


Kemudian Indra pun pergi ke hutan Ratadarim untuk mengambil emas di bawah reruntuhan istana Raja Abimana.


Kemudian Dini, Zilfa dan Rendy, datang menghampiri Lina.


"Hei Lina Kenapa kau kembali, apa yang terjadi, apakah roh yang kalian bicarakan itu sudah kalian kalah kan..?!"


"Huff,,, boro-boro mengalahkannya, bertemu lagi juga tidak."


"Hah kenapa Lin.?!"


"Kita salah jalan"


"Oh begitu ya,, eh coba lihat ini Lin.! Video live streaming kita jadi booming, dan viewers kita juga bertambah banyak ini Lin.!"


"Wah bagus kalau gitu,! Kalian kelola saja itu channel-nya ya biar viewernya makin bertambah dan bisa menghasilkan uang yang banyak.."


"Lina apa kamu baik-baik saja? apa terjadi sesuatu denganmu.?" Ujar Rendy bertanya pada Lina.


"Ya seperti yang kau lihat aku baik-baik saja kok."


"Lina apa kau tidak mau pulang ke rumah dulu dan bertemu dengan orang tuamu..??"


"Yaa.. Mungkin aku akan pulang dulu sebentar untuk mengambil baju ganti, karena kemarin aku lupa membawanya."


Tidak lama kemudian akhirnya Indra pun kembali dan membawa emas yang cukup banyak, setelah itu Lina pun pulang ke rumahnya untuk mengambil baju dan menemui orang tuanya.


Setelah Lina mengambil persediaan baju dan bertemu orang tuanya, kemudian Lina berpamitan lagi kepada mereka untuk berkemah lagi, karena orang tua Lina sudah diberi beberapa emas yang cukup banyak orang tua Lina pun tidak memperdulikannya, dan mengijinkan Lina untuk pergi berkemah.


"Baiklah bapa, ibu, kami pamit pergi dulu ya." Ujar Yudi berpamitan kepada orang tua Lina.


"Baiklah kalian berhati-hati ya, jangan lupa makan agar tetap sehat dan kuat.."


"Baik bu"


"Kakak, berhati-hatilah dan kalau pulang bawakan aku oleh-oleh ya hihi.."


"Baiklah kami pergi dulu ya, dadah semuanya,, sampai jumpa...!!"


Setelah mereka berpamitan kemudian mereka bergegas pergi menuju ke arah selatan.


Sementara itu di kerajaan Raja Imran, Raja Imran mulai murka, setelah beberapa pasukannya dikalahkan oleh Indra, dan kemudian mengarahkan semua pasukannya untuk menangkap Indra dan Lina.


"Kuarang ajar..!! Beraninya dia membunuh para pemimpin pasukan ku..! Tidak akan ku ampuni dia.."


"Yang mulia,, kalau seperti itu kita harus mengerahkan semua pasukan kita untuk menangkapnya."


"Baiklah.! segera umumkan pemberitahuan ini kepada mereka dan perintahkan para pemimpin pasukan untuk menghadang mereka di setiap titik yang menuju ke arah istana kita.

__ADS_1


"Siap laksanakan yang mulia."


...****************...


__ADS_2