
Setelah selesai latihan mereka beristirahat untuk bersiap menghadapi musuh barunya yaitu roh penduduk Lembah Biru yang tidak lain mereka adalah teman dan sahabat Indra dan Yudi, sambil beristirahat mereka menyusun rencana supaya mereka dapat mengalahkan tanpa menghancurkannya, namun mereka belum menemukan cara walaupun sudah berfikir keras,
"Sial, apa yang harus kita lakukan, kita tidak mungkin mengalahkan mereka tanpa menghancurkannya" keluh Yudi
"Indra, kau hebat, kau bisa meningkatkan kekuatan sebesar itu, itu hebat sekali" puji Dea
"Yah, itu karena bantuan dari orang berjubah itu" jawab Indra santai
"Indra, kau bilang orang itu membantumu, bagaimana caranya??" tanya Yudi
Indra pun menceritakan saat dia mengendalikan gumpalan cahaya di dalam jiwanya dan dibantu oleh orang yang berjubah itu, dan Indra juga mengatakan kalau dia sudah melihat wajahnya.
"Apa? Kau,, kau benar melihatnya,? Seperti apa wajahnya, apa kau mengenalnya?" tanya Yudi
"Tidak, aku tidak mengenalnya, tapi sepertinya aku pernah melihat tapi aku lupa itu dimana."
*Hmmm,, kalau Indra pernah melihatnya berarti dia memang ada hubungannya dengan kita selain itu aura yang dia keluarkan juga seperti tidak asing, dan dia juga membantu Indra di dalam alam bawah sadarnya,,, HAHH.. MUNGKINKAH DIA..??*
"Hei kalian, apakah sudah menemukan cara untuk menghadapi musuh kali ini?" tanya orang berjubah seraya Yudi menyadari sesuatu
"Tidak, kami belum menemukan caranya" jawab Lina
"Hmphh sekeras apapun kalian memikirkannya kalian tidak akan bisa menemukan caranya, satu-satunya cara yang bisa kalian lakukan adalah menghancurkannya"
"Lalu apa yang harus kita lakukan! apa kau mempunyai cara.??" Tanya Indra
"Dasar bodoh, untuk apa aku membawa kalian dan melatih kalian jika aku tidak mempunyai cara? Lihat ini.! Ini adalah botol penghisap roh yang dapat memurnikan serta menghilangkan pengaruh jahat Raja Imran"
"Tapi kenapa botolnya kecil sekali?" tanya Dea
"Tenang saja biarpun botol ini kecil, tapi botol ini dapat menampung ribuan roh didalamnya, karena botol ini di dalamnya terdapat sebuah ruangan yang besar bahkan terasa seperti di surga, begitu banyak pepohonan, rumput, air, buah, dan segala sesuatu yang ada di dunia juga ada di dalam botol ini"
"Waahhh hebat sekali, apa itu untukku?" tanya Dea
"Ya, karena hanya kau yang dapat menggunakannya"
"Terimakasih paman aku sangat menyukai ini"
"Tapi kau tidak bisa melakukannya sendiri, Lina.! Kau bantu dengan kekuatan cahaya Dewi rembulan, Indra dan Yudi kalian cukup membuat mereka kelelahan, dengan itu kalian bisa menghisapnya kedalam botol itu"
""BAIKLAH KAMI MENGERTI"" (serentak)
Mereka pun sudah menemukan caranya berkat bantuan dari orang misterius itu dan sekarang mereka beristirahat untuk melepaskan lelah.
Keesokan harinya mereka bersiap untuk bertempur, pertempuran antar saudara akan segera dimulai.
Kemudian mereka berpamitan dengan orang misterius itu dan pergi untuk mencari keberadaan musuh.
*Indra cepatlah temukan segel terkutuk Raja Imran dan kalahkan dia, jika kau gagal maka dunia akan menjadi alam kematian* ujar orang misterius dalam hati
Mereka pun terus berjalan menyusuri hutan dan pedesaan, namun mereka belum juga melihat tanda-tanda dari musuhnya, dan sekarang mereka telah berada di sebuah desa yang terlihat damai dan ramah penduduknya, mereka pun beristirahat di sana sementara untuk melepas letih dan lelahnya.
__ADS_1
"Indra, apa kau tidak melihat sesuatu yang mencurigakan, atau roh roh dari Lembah Biru??" tanya Yudi
"Tidak, sampai saat ini aku belum melihatnya" jawabnya
"Sudahlah lebih baik kita beristirahat dulu aku capek berjalan terus" ujar Lina
"Iya, dan sepertinya aku juga merasa lapar, bagaimana kalau kita makan dulu saja" ujar Dea
Kemudian mereka mengikuti saran Dea dan mereka pergi ke sebuah warung makan yang ada di sana dan makan bersama.
"Dea, kenapa kau tidak membawa mobilmu,? padahal kita bisa menghemat tenaga kalau pake mobil" tanya Lina
"Sebenarnya itu bukan mobilku, mobil itu milik kakakku, waktu itu aku membawanya karena kakakku sedang berada di luar kota, dan sekarang kakakku sudah pulang, jadi aku tidak bisa membawanya lagi"
"Ohh begitu..? Emmm bagaimana kalau kita beli mobil bekas saja untuk kendaraan kita, mungkin disini ada yang mau menjualnya hehe"
"Hmmm tapi walaupun mobil bekas apa kita bisa membelinya, kita kan tidak punya uang yang cukup"
"Tenang saja,, lihatlah! Dengan beberapa keping emas ini mungkin kita bisa membelinya"
"Waahh,, benar juga tuh, tapi aku heran, kamu dapat emas itu darimana?"
"Yaaa... Itu hanya Indra yang tau hehe."
Setelah selesai makan mereka sepakat untuk membeli sebuah mobil untuk berkendara, tapi sudah beberapa orang yang mereka tanyai semua tidak ada yang berniat untuk menjual mobilnya, mereka pun terus mencarinya, disaat mereka mencari-cari, mereka melihat seorang kakek-kakek yang sedang kesulitan mengangkat mobilnya yang terjebak di saluran air, mereka pun segera menolong kakek tersebut.
"Kakek, apa kakek tidak apa-apa,? Biar kami bantu mengangkat mobilnya kek. Indra, Yudi cepat bantu angkat mobilnya.!" ujar Lina
"Baiklah kakek, mari aku bantu" ujar Yudi
Indra dan Yudi pun membantu Kakek itu mengangkat mobilnya dan berhasil, setelah mereka membantu Kakek itu mereka juga menanyakan padanya apakah dia mempunyai mobil yang akan dijual, dan benar saja kakek itu mempunyai beberapa mobil yang ingin dia jual, akhirnya mereka pun ikut bersama kakek itu kerumahnya dan melihat-lihat mobilnya.
Sesampainya di sana mereka diajak untuk memilih mobil yang mereka suka, di sana ada beberapa mobil yang berada beda, Kakek itu memang orang kaya dia mempunyai beberapa mobil diantaranya, mobil sedan, mobil keluarga, mobil sport dan ada juga mobil minibus yang dapat memuat banyak orang, namun disaat mereka sedang memilih mobil yang akan dibeli sesuatu hal yang tidak terduga terjadi, seorang remaja laki-laki datang dan menusuk Dea dari belakang serta mengambil botol penghisap roh yang diberikan oleh orang misterius itu, namun mereka belum menyadari bahwa botol itu telah di curi karena mereka seketika menolong Dea, Indra berusaha mengejar orang itu namun orang itu menghilang entah kemana, mereka pun gelisah dengan keadaan Dea yang terluka akibat tusukan pisau itu
"Cepat panggil ambulan atau dokter untuk mengobati lukanya.!" ujar Lina
"Siapa itu ambulan dan dimana dia, aku akan membawanya kesini" ujar Indra polos
"BODOH..!! Ambulan itu bukan orang, tapi mobil untuk menjemput orang yang terluka.!!"
"EEE..?!?!"
"Indra, kau masih belum tau banyak tentang keadaan jaman sekarang, kau masih pemula disini, biar aku saja yang mencarinya.!" ujar Yudi
"KAU...###!!"
"tunggu,! aku tau seorang dokter di desa ini, ayo! Biar aku antar kalian ke sana" ujar si kakek
Kemudian Indra dan lainnya membawa Dea ke seorang dokter yang ada di sana dengan ikut bersama si kakek
Sesampainya di rumah dokter tersebut Dea langsung dibawa ke ruangan khusus pasien dan akan diobati.
__ADS_1
"Maaf kalian tidak boleh masuk, kalian tunggu saja diluar.!" ujar sang dokter
"Hei, apa kau yakin kau bisa menyembuhkan temanku?! sepertinya aku ragu padamu..!" ujar Indra
"Tenang saja aku adalah dokter ahli bedah, aku bisa mengobati luka yang lebih parah dari ini, dan luka kecil seperti ini sangat mudah bagiku"
"Tapi...
"Indra.! Sudah, kita tunggu saja disini" ujar Yudi
"Ya, kalian tenang saja aku akan segera menyembuhkan teman kalian dan mengakhiri penderitaannya"
Kemudian dokter itu masuk bersama asisten perempuannya dan akan segera mengobati Dea
Dokter itu menyuruh asistennya untuk mengambil peralatan operasinya, dokter itu pun mulai mengambil pisaunya dan berkata
"Benar, aku akan segera mengakhiri penderitaan mu, dan tentunya untuk selamanya... Hihihihi... (Tertawa jahat)
Dea yang masih setengah sadar dan melihat dokter itu memegang pisau dan berkata seperti itu Dea sontak terkejut, namun Dea tidak bisa berkata apa-apa karena kondisinya yang lemah
*Orang ini, dia bukan dokter, dia akan membunuhku* ujar Dea dalam hati
Indra yang sedang berada di luar dia sedang gelisah entah mengapa, berbeda dengan Lina dan Yudi, tingkah Indra seperti orang yang sedang dalam bencana gunung meletus dan hendak mengungsi.
"Indra, tenanglah, ada apa dengan mu? Kenapa kau begitu gelisah seperti itu.?" tanya Yudi
"Aku... Aku tidak tau perasaan apa ini, seperti ada yang aneh dengan orang itu, aku... AKU TIDAK BISA SEPERTI INI..!!"
BRAKK..!!!
"Indra hentikan..!!"
Disitu Indra yang gelisah dan panik tiba-tiba mendobrak pintu ruangan operasinya dan dia melihat dokter itu sedang mengangkat pisaunya dan akan ditusukkan kepada Dea, Indra pun segera mengambil belatinya dan langsung menyerang dokter itu dan membunuhnya
"HENTIKAAANN...!!!!"
BRASHH..!!
dokter itu pun langsung terbunuh seketika oleh Indra dan asisten yang ada di sampingnya sontak berteriak histeris dan mengatakan ada seorang pembunuh kemudian asisten tersebut keluar dan memberitahu kepada semua orang dan memanggil polisi untuk menangkapnya.
"INDRA! APA YANG KAU LAKUKAN, KENAPA KAU MEMBUNUHNYA.?!" bentak Yudi
"Indra.! Apa yang kau lakukan DASAR BODOH..!!" sambung Lina
Indra pun terdiam dan kebingungan dengan apa yang sudah dia lakukan
"Kenapa begini, siapa orang ini sebenarnya, orang ini terlihat seperti orang biasa tapi, tadi aku merasakan ada sesuatu yang aneh dengan orang ini." ujar Indra kebingungan
Dea yang tadinya sudah ketakutan akan dibunuh, kemudian melihat Indra datang tepat waktu dan membunuh dokter itu, Dea pun merasa lega namun Dea langsung tidak sadarkan diri dan pingsan..
Tidak lama kemudian terdengar suara berisik dari luar dan mobil polisi yang berdatangan, Lina dan Yudi pun semakin panik tidak tau apa yang harus mereka lakukan, mereka tidak bisa melarikan diri disaat kondisi Dea yang kritis, sementara Indra menjadi seperti orang yang stress, kemudian para polisi pun masuk ke ruangan tersebut dan mengepung Indra dan lainnya.
__ADS_1
"ANGKAT TANGAN KALIAN DAN JANGAN BERGERAK, KALIAN SUDAH TERTANGKAP..!!!"
...****************...