
Ternyata mereka berlima Ruhin, Rupik, Ali, Sikin, dan Mus, tersesat di hutan belantara yang tak berpenghuni karena mengikuti makhluk aneh yang mencurigakan dan mereka kelaparan dari pagi hingga malam tidak makan dan minum sehingga mereka tidak sanggup lagi untuk berjalan dan beristirahat di hutan itu dengan pasrah pada takdir mereka.
Setelah mereka menceritakan semua yang terjadi semua orang pun beranggapan bahwa itu adalah ulah musuh yang sedang menyerang secara halus, namun siapa musuh mereka.? Mereka semua bertanya-tanya apakah musuh mereka adalah monster atau manusia jadi-jadian/siluman
Mereka pun semakin panik dengan masalah yang baru saja terjadi mereka pun memperketat kewaspadaan, mereka terus melatih kekuatan mereka karena kemungkinan besar musuh mereka bukan prajurit rendahan.
Pada hari itu mereka berlatih meningkatkan kekuatan mereka, begitu juga dengan Indra walaupun kekuatan Indra sudah meningkat tetapi Indra juga masih harus meningkatkan level kekuatannya.
"Kakek moyangku, Indra.!" panggil si kakek Sampur
"Ada apa kakek Sampur, kenapa kau terus memanggilku kakek moyang, bukankah sudah kubilang jangan panggil aku seperti itu.!"
"Baiklah tuan Indra"
"Haaa~ tuan.? Memangnya aku tuan kalian, tapi tidak apa itu lebih baik daripada kakek moyang. Ada apa memanggilku.?"
"Yaa... Aku dari tadi melihat tuan hanya melatih jurus yang sama kenapa tuan tidak melatih jurus yang lain?"
"Jurus yang lain apa maksudmu.?"
"Tuan sudah bertapa selama ratusan tahun, seharusnya tuan bisa menggunakan jurus-jurus yang tuan inginkan"
"Apa maksudmu aku tidak mengerti.?!"
"Ah~ kalau begitu biar aku jelaskan, tunggu sebentar aku akan mengambil sebuah buku di rumah."
Kakek Sampur mengatakan kalau Indra bisa menggunakan jurus apa saja yang dia mau, tetapi Indra tidak mengerti apa yang dimaksud oleh kakek Sampur, kakek Sampur mengambil sebuah buku untuk diperlihatkan kepada Indra.
Tidak lama setelahnya, kakek Sampur pun kembali dengan membawa buku tersebut dan menjelaskan kepada Indra.
"Tuan, ini adalah buku mujarobat, buku ini ditulis oleh leluhur kami sekitar 100 tahun yang lalu, didalamnya terdapat jurus-jurus yang bisa kita gunakan seperti {jurus Gembolo geni, Pensirepan, lembu sekilan, penjinakan, kekebalan} dan masih banyak lagi. Semua jurus itu bisa kita dapatkan dengan tirakat atau bertapa selama 40 hari 40 malam, tetapi tuan sudah bertapa selama ratusan tahun itu seharusnya tuan bisa menggunakan semua jurus-jurus didalam buku ini"
"Ah~ aku masih belum mengerti bagaimana cara menggunakannya"
"Biar aku tunjukkan 1 jurus yang sudah aku dapatkan dan sudah aku kuasai, tuan lihatlah baik-baik"
Ternyata buku itu adalah buku mujarobat yang sebenarnya buku itu ditulis sekitar 50 tahun yang lalu yaitu kisaran tahun 1986 namun di cerita ini saya membuat versi yang berbeda.
Disitu kakek Sampur memperlihatkan satu jurus yang sudah dikuasainya, terlihat kakek Sampur menghantam sebuah batu besar dengan tinjunya, namun tinju kakek Sampur tidak sampai mengenai batu itu, tetapi dengan ajaibnya batu itu bisa hancur walau tidak tersentuh, tinju kakek Sampur hanya berjarak sejengkal atau sekitar 20cm dan dapat menghancurkan batu tersebut.
Indra yang melihatnya pun terkejut kenapa kakek Sampur bisa menghancurkan batu di depannya padahal pukulannya tidak sampai mengenainya.
"Kakek Sampur, kau hebat sekali, jurus apa yang barusan kau gunakan kek.?" tanya Indra terkagum
"Ini adalah jurus Lembu Sekilan, jurus ini dapat menghantam apapun walau tanpa menyentuhnya"
"Wah hebat sekali, apakah mungkin aku bisa menggunakan jurus itu?"
"Ini.! Aku berikan buku ini pada tuan, tuan pelajari saja apa yang ada di dalam buku ini, tuan sudah bertapa ratusan tahun kemungkinan besar tuan juga bisa menggunakannya hanya tinggal mempelajarinya saja"
"Ah,, baiklah aku terima buku ini dan akan aku pelajari isinya, terimakasih kakek Sampur."
__ADS_1
Indra pun menerima buku mujarobat itu dan mulai mempelajari jurus-jurus yang tertera di dalamnya.
Sudah dua hari berlalu setelah Indra melatih jurusnya, tapi masih belum ada tanda-tanda kedatangan musuh, saat itu Indra sudah menguasai 2 jurus yaitu jurus Lembu Sekilan dan Gembolo Geni.
Di cerita ini jurus Lembu Sekilan adalah jurus yang dapat menghantam lawan tanpa menyentuhnya, dan jurus Gembolo Geni adalah jurus yang bisa mengendalikan api sesuai keinginan penggunanya.
Pada sore harinya sekitar pukul 16:30 di desa itu tiba-tiba muncul kabut tebal yang menyelimuti seluruh desa dengan perlahan, semua orang di desa itu menjadi panik karena sebelum-sebelumnya belum pernah ada kabut yang muncul di desa itu.
Indra dan lainnya pun bersiaga untuk menghadapi ancaman yang akan datang, orang-orang juga bersiap dan bertugas masing-masing, ada yang berjaga di luar desa ada juga yang mengevakuasi warga.
Setelah kabut tebal menyelimuti seluruh desa, binatang-binatang ternak mulai pada gelisah ketakutan dan kemudian terdengar suara lolongan serigala yang cukup keras dan membuat para warga semakin memperketat penjagaan dan kewaspadaan.
Kemudian dari dalam kabut muncul binatang-binatang buas yang menyerang warga, karena berada dalam kabut yang tebal pandangan mata mereka juga terbatas sehingga tanpa disadari satu persatu warga terkena serangan dari binatang buas tersebut.
"Celaka aku tidak bisa melihat darimana arah datangnya musuh.! Uwaaaa...!!!"
Wusss... Wuusss... Syatt.. uwaaa....!!!!
Cakaran, terjangan, sautan, datang secara tiba-tiba tanpa disadari dan menghantam orang-orang di desa itu.
"Apa yang terjadi.? Sial aku tidak bisa melihat dengan jelas." ujar Indra panik
"Lina.! Kita gunakan cahaya Dewi rembulan untuk menyingkirkan kabut ini.!" Ajak Yudi
"Baiklah ayo kita lakukan" jawab Lina
CAHAYA DEWI REMBULAN.! BERSINARLAH DAN SINGKIRKAN KABUT YANG MENYELIMUTI DESA INI.!!
Cahaya terang bersinar menerangi seluruh desa, namun cahaya itu terlalu terang seperti saat melawan Brata siapapun yang melihat cahaya itu terlalu lama maka akan menimbulkan kerusakan pada mata penglihatnya.
"Cahaya apa ini.?! Mataku jadi perih.!"
"Cahaya ini terlalu terang sampai membuat mataku sakit.!"
"Aku tidak tahan melihat dalam cahaya ini.!"
"Cahaya ini lebih buruk dari kabut tebal itu aku bahkan tidak mampu melihat sama sekali.!"
Keluh para warga terdengar oleh Yudi dan Lina, Yudi dan Lina pun menyadarinya kemudian mereka memadamkan cahayanya.
"Sial aku lupa kalau cahaya ini mampu membuat penglihatnya menjadi buta" ujar Yudi
"Benar, dan ini malah memperburuk keadaan" sahut Lina
"Lalu apa yang harus kita lakukan upaya kita justru malah memperburuk keadaan.?!" tanya Dea panik
JURUS GEMBOLO GENI.! PASUKAN API MENYEBARLAH...!!!
Wussss....
Beberapa gumpalan bola api terbesar di segala arah menerangi seluruh desa dan menyingkirkan kabut tebal yang menyelimuti desa, itu adalah jurus yang dikeluarkan oleh Indra yaitu jurus Gembolo Geni yang baru saja dikuasai.
__ADS_1
"Kakek moyang memang hebat hanya dalam waktu singkat dia sudah bisa menguasai jurus Gembolo Geni, dia membuat beberapa gumpalan bola api dan mengendalikannya seperti orang yang sedang mengembala domba." gumam kakek Sampur
"Hebat sekali, Indra bisa mengendalikan api sebanyak itu" kagum Yudi
"Ah benar juga api juga bisa membuat cahaya dan bahkan lebih aman, kalau begitu aku juga harus menggunakan kekuatan api ku," ujar Lina
Lina pun menggunakan kekuatan apinya untuk melawan para binatang buas itu.
TINJU API KEMATIAN..!!
"SEMUANYA BAGI YANG MASIH BISA BERTARUNG BANTU AKU UNTUK MENGHAJAR MEREKA..!!" seru Indra
""BAIK"" serentak
Setelah masalah terpecahkan mereka pun mulai bisa melawan musuh, namun mereka baru melawan binatang buas yang membabi-buta, musuh yang sebenarnya belum menunjukkan dirinya.
Lolongan serigala terus melolong seakan memanggil bala bantuan namun suara itu terdengar dimana-mana tidak tepat pada satu titik sehingga membuat semua orang bingung mencari asal suara tersebut
Setelah mereka bertarung melawan para binatang buas akhirnya mereka dapat mengalahkan semuanya namun mereka masih belum menemukan sumber dari masalah yang terjadi, lolongan serigala masih terdengar jelas di sekitar desa.
Saat itu kabut tebal sudah menghilang namun suasana masih mencekam, hari terlihat sangat gelap seperti sudah malam kemudian hal yang tidak terduga terjadi.
Syattt...!! Breshh...! Wuusss... Wussss...!!!
Uwaaaa....!!!
"Siapa itu, dimana kau..?!"
Syatt...!!
"Aku... Tidak... dapat Melihat... Kedatangan musuh..."
Satu persatu orang di sana dibantai oleh seseorang yang tidak diketahui, dengan gerakan yang sangat cepat dia membantai warga satu persatu dan sudah banyak korban jiwa yang mati akibat serangan tak terduga itu.
Kemudian Indra juga mendapat serangan yang tak terduga itu, namun Indra dapat menghentikannya, Indra menangkap makhluk itu dan ternyata makhluk itu adalah makhluk yang dilihat oleh lima orang yang berpatroli.
"Itu... Itu adalah makhluk aneh yang aku lihat waktu itu" ujar Ali
Semua orang terkejut ketika melihat makhluk itu dengan jelas, makhluk itu mempunyai wujud berbadan manusia dan berkepala serigala terbalik, kepalanya menghadap ke belakang, Yudi yang mengetahui asal usul makhluk itu sontak terkejut.
"Makhluk itu... Tidak salah lagi dia adalah AUL.! Makhluk legendaris jaman dulu tapi seharusnya dia sudah musnah, apa ada orang yang membangkitkannya.?" ujar Yudi
"Kau tau tentang dia, sebenarnya makhluk apa itu.?" tanya Lina
"Dia adalah Aul, menurut legenda dulunya dia adalah orang yang sangat sakti, dia bisa menyatukan kembali anggota tubuhnya yang terlepas/terpotong, namun pada suatu ketika ada seseorang yang memenggal kepalanya di dekat jurang dan kepalanya jatuh kedalam jurang tersebut tidak bisa diambil, kemudian karena panik dia memenggal kepala serigala dan memasangnya pada tubuhnya, namu karena kepanikannya dia memasangnya dengan terbalik yaitu kepala yang menghadap kebelakang. sejak saat itu Aul menjadi makhluk pemakan binatang seperti halnya seekor serigala yang memakan mangsanya"
Ternyata makhluk itu adalah Aul makhluk legendaris yang sudah lama musnah, tetapi sekarang muncul kembali, apakah ada seseorang yang membangkitkannya,? Apakah ada musuh lain selain Aul.??
...****************...
__ADS_1