
"Indra telah memutuskan untuk mengajak Lina ikut bersama Indra, Indra pun bergegas menemui Lina..
Sementara itu Lina masih memikirkan kejadian saat di dalam goa bersama Indra, Dini dan Zilfa sedang mencoba menenangkan hati Lina yang sedang kacau, sambil berjalan pulang.
Di tengah perjalanan Lina bertemu dengan pacarnya yaitu Rendi.
Sementara itu di sisi lain pemimpin pasukan Raja Imran yaitu Keres sedang merencanakan sesuatu untuk menangkap Lina..
"Baiklah, kalian para pasukan ku, kita harus bisa menangkap Indra, dan membawanya kehadapan Raja Imran untuk di segel, dan untuk itu aku mempunyai rencana yang sangat bagus untuk kalian."
"Baik tuanku, kami siap menerima perintah dari mu tuan Keres."
Sementara itu Lina yang sedang dalam perjalanan dan bertemu dengan Rendi, kemudian berhenti sejenak dan berbincang-bincang.
"Hai Lina,, kamu darimana??"
"Oh, hai juga Rendi, aku habis dari hutan mencari udara segar." Ujar Lina dengan wajah murung.
"Tapi,, kenapa wajahmu terlihat murung begitu, ada apa denganmu Lina??"
"Aku tidak apa-apa Rendi, sudah ya aku mau pulang dulu."
"Tunggu Lina, aku mau tanya padamu.!"
"Yah, mau tanya apa??"
"Laki-laki yang bersamamu saat di barbershop itu siapa.?"
"Aku tidak tahu, aku tidak kenal dengan dia."
"Tapi kenapa dia menyelamatkanmu waktu itu, dan kamu jg memanggil namanya, sebenarnya siapa dia dan ada hubungan apa diantara kalian."
"Sudahlah Rendi, aku sedang malas bicara. Dah aku pulang dulu ya.."
Disaat Lina hendak pergi tiba-tiba Indra datang di hadapan Lina dan kemudian mengajaknya pergi.
"Hey Lina.! Tunggu..!"
Lina pun menoleh dan berpaling dari Indra seraya Indra ingin berbicara dengan Lina..
"Hey Lina.! Ikutlah denganku, aku membutuhkan bantuan mu."
"Pergi sana.! jangan dekati aku, aku tidak kenal denganmu..!!" Ujar Lina dengan sangat emosi.
"Tapi,, Lina..."
"Pergii...!!!!"
Lina begitu emosi karena merasa sangat terpukul hingga meneteskan air mata karena kejadian pada waktu itu, dan disitu Rendi yang juga kesal melihat Indra, Rendi pun juga mengusir Indra..
"Hey.! Siapa kau?! Ada hubungan apa kau dengan Lina, hah..?!
"Diam kau..!!"
"Indra sudahlah sebaiknya kita pergi saja dulu."
"Yah, pergilah yang jauh dan jangan pernah ganggu pacarku lagi, pergi sana..!!"
Kemudian Indra dan Yudi pergi dan merasa kesal terhadap sikapnya Rendi yang ikut campur dalam urusan mereka.
Indra pun pergi ke taman, tempat yang dijadikan peristirahatan mereka.
"Hah menganggu saja laki-laki itu.!
"Sudahlah Indra, saat ini hati Lina sedang kacau, dia sedang murung karena kejadian saat di goa bersama mu."
"Tapi itu bukan salahku, kenapa dia harus membenciku."
__ADS_1
Disaat mereka berdua berbincang-bincang, mereka mendengar suara orang yang sedang mengobrol, dan itu sangat mencurigakan, kemudian Indra dan Yudi mengintip dan nguping pembicaraan orang itu.
"Hah itu kan pasukan roh dari Lembah Hitam, apa yang sedang mereka rencanakan.?!" Ujar Yudi dan kemudian mendengarkan pembicaraan mereka.
"Baiklah kita susun rencana untuk menangkap gadis yang bersama Indra itu, seperti yang dikatakan tuan Keres."
"Hah Keres..??" Ujar Yudi yang kaget mendengar nama itu.
"Yah, benar.! Tuan Keres bilang dia adalah gadis yang berbahaya bagi Raja Imran, karena dia bisa melihat kelemahan Raja Imran."
"Baiklah, kalian berdua segera tangkap dia dan bawa kehadapan tuan Keres."
"Baik..!!"
Kemudian dua roh jahat itu pergi untuk menangkap Lina, Indra yang emosi mendengarnya sontak ingin menghajar mereka.
"Kurang ajar..!!! Akan ku hajar kalian, beraninya kalian mengganggu Lina..!!
Disaat Indra hendak menyerang roh jahat itu, Yudi langsung menahan Indra, dan menyuruhnya untuk tenang.
"Tunggu Indra jangan gegabah..!! Lihatlah dua roh itu sudah pergi, tinggal dia seorang, aku rasa akan sia-sia jika kita menghajar dia, lebih baik kita segera kembali dan mencegah mereka untuk menangkap Lina."
"Hah.! Benar juga Lina dalam bahaya..!!"
Kemudian mereka bergegas kembali menuju Lina berada dan berupaya untuk mencegah roh jahat itu menangkap Lina.
Namun mereka terlambat, disaat Lina berbicara dengan Rendi, lina tidak menyadari bahwa di belakang Lina ada dua roh jahat yang akan menangkap Lina.
"Sudahlah Rendi.. aku sedang tidak ingin bicara, jangan tanya aku terus..!"
"Tapi,, Lina..!"
Kemudian dari belakang Lina, dua orang yang tadinya terlihat biasa-biasa saja tiba-tiba langsung menyergap Lina dan membungkam mulutnya.
"Hepp.. mmmm mmmmm"
"Hahahaha.... Ada kecoa yang sok jadi pahlawan disini hahahaha..."
"Hei, kurang ajar kalian..!! Cepat lepaskan dia atau ku hajar kalian..!!"
Rendi yang tidak tahu siapa mereka, kemudian Rendi memukul salah satu dari mereka, Lina yang sedang di bungkam tidak bisa apa-apa, Lina sebenarnya ingin mengatakan bahwa orang itu bukanlah orang biasa dan mereka adalah roh jahat.
Setelah Rendi memukulnya orang itu tidak merasa kesakitan, Rendi pun memukulinya berkali-kali, kemudian orang itu menghentikan pukulan Rendi, dan kemudian Rendi dipukul balik dan dilemparkan oleh roh jahat itu.
"Hah, dasar kecoa, beraninya kau memukulku.! Sekarang terimalah itu.. hahahahaha.."
"Sial..! Siapa mereka, kenapa mereka menangkap Lina, dan apa tujuannya..?!"
Kemudian dua roh jahat itu bergegas pergi dan membawa Lina, namun disaat mereka hendak pergi tiba-tiba Indra datang dan menolong Lina.
"Hey lepaskan dia dasar roh jelek..!"
"Eeehh.. kau datang juga rupanya Indra,, hahaha.."
Disitu Rendi yang melihatnya jadi kebingungan dengan Indra yang memanggil orang itu roh jelek..
"Hah.! Roh.?? Apa maksudnya, dan kenapa dia datang lagi, siapa dia sebenarnya.."
Kemudian Indra langsung menghajar dua roh jahat itu.
"Kurang ajar kau..!! Akan ku bunuh kau dasar roh jelek..!!"
Kemudian Indra menghajar dan menebas dua roh jahat itu, dan akhirnya roh itu hancur seketika.
Rendi yang melihatnya, dia mengira bahwa Indra adalah seorang pembunuh, karena dua tubuh manusia itu langsung jatuh dang tak bernyawa.
"Lina, kamu baik-baik saja kan, apa kamu terluka??"
__ADS_1
"Sudah.! Jangan sentuh aku.!! Terimakasih sudah menolong ku."
Kemudian Lina langsung pergi begitu saja, namun Yudi menghentikannya dan mencoba menjelaskan tentang dirinya yang sedang terancam..
"Tunggu Lina.! jangan pergi dulu, dan aku mohon ikutlah dengan kami."
"Kenapa aku harus ikut dengan kalian hah..?! Aku tidak ada urusannya dengan kalian, kalian pergi saja berdua, dan aku tidak mau ikut titik..!!"
Disaat Lina menolak ajakan Yudi dan hendak pergi, disitu Indra langsung teriak pada Lina dan mengatakan bahwa dirinya sedang di incar oleh Raja Imran dan pasukannya.
"Lina..!! Dirimu sedang dalam bahaya..!! Raja Imran dan pasukannya sedang mengincar mu..!! Karena kau adalah satu-satunya orang yang bisa melihat kelemahan Raja Imran.! lihatlah dua orang ini yang mencoba menculik mu, itu adalah suruhan Raja Imran yang sedang mengincar mu..!"
"Kenapa.? Kenapa aku harus terlibat dalam masalah kalian, kalau aku tahu akan jadi seperti ini aku akan membiarkanmu di dalam goa itu sendirian..!!" Teriak Lina yang begitu kesal pada Indra sambil menangis..
"Tapi jika kau tidak bertemu dengan ku mungkin kau sudah dibunuh saat itu..!!!"
"Sudahlah Indra,, kita bicarakan ini dengan baik, jangan berteriak, malu dilihat orang..!!"
Kemudian Yudi mengajak Lina bicara dengan baik-baik dan menenangkan pikirannya..
Setelah begitu lama mereka berbicara Lina pun akhirnya merasa tenang dan mulai berfikir jernih dan mulai memaafkan Indra.
"Lina maafkan aku itu semua bukan salahku kau tahu itu kan, Lina??"
"Baiklah aku memaafkan mu, tapi jika terjadi seperti itu lagi kau harus cepat menjauh dariku..!"
"Baiklah Lina, aku berjanji aku tidak akan mengulanginya lagi.."
"Hei,, aku tidak mengerti apa yang kalian bicarakan, dan siapa orang ini Lina.??" Tanya Rendi dengan muka babak belur.
Kemudian Lina menjelaskan semuanya pada Rendi, namu Rendi tidak percaya karena Rendi menganggap itu hal yang mustahil.
Kemudian Yudi menegaskan sekali lagi pada Lina untuk ikut bersama mereka.
"Jadi bagaimana Lina.?? Apakah kau bersedia untuk ikut dengan kami??"
"Ingatlah Lina nasib dunia ini ada ditangan kita, sementara itu kau juga sedang diincar oleh Raja Imran, kalau kau ikut dengan ku aku berjanji akan melindungi dirimu dengan seluruh kekuatan ku."
"Baiklah aku ikut, tapi asal kalian tahu, di dunia ini tidak ada yang gratis, kita makan dan minum perlu uang untuk membelinya, sementara kau tidak punya uang untuk itu."
"Hah.! Itu hal yang mudah Lina.! Tunggulah disini dan jangan kemana-mana sebelum aku kembali..!"
Setelah itu Indra pun pergi ke hutan Ratadarim dan bermaksud untuk mencari emas dibawah reruntuhan istana Raja Abimana, namun karena sudah begitu lamanya, reruntuhan itu sudah terkubur dalam tanah dan bebatuan..
Sesampainya Indra di hutan Ratadarim, Indra mulai mencarinya, namun disitu Indra kebingungan dan lupa dimana reruntuhan itu berada, kemudian Indra menghancurkan sebuah batu di depannya, dan benar saja, Indra menemukan lobang yang menuju ruang bawah tanah tempat penyimpanan harta Raja Abimana, dan kemudian Indra menemukan beberapa peti yang berisi kepingan emas yang banyak, kemudian Indra mengambil peti yang kecil dan membawanya kembali pada Lina.
tidak lama kemudian Indra kembali dan membawa peti harta karun dan memberikannya pada Lina, namun Lina, Rendi dan teman-temannya tidak percaya,
"Hey Indra, apa kau mengambil peti ini dari reruntuhan istana??"
"hihi."
kemudian Lina mengajak Indra pulang kerumah untuk berpamitan, dan sesampainya di rumah, orang tua Lina pun kaget dan heran melihat peti harta yang dibawa Indra, dan Indra memberikan separuhnya pada ibunya Lina.
"Ibu, jika ibu mau, ambilah separuhnya bu." ujar Indra dengan sangat sopan.
"wahh ini beneran emas..?? kamu baik sekali anak muda. jadi kau temannya Lina yang berna Indra itu ya? kamu baik sekali, terimakasih yah.."
"iya bu, dan saya juga ingin mengajak Lina untuk berkemah, bolehkan bu..??"
"iya boleh,, kalian juga ikut kan Rendi, Dini, Zilfa.??"
"ya tentu saja kami ikut bu."
"walah kenapa pada ikut semua,, haiyaaa..."
kemudian mereka berpamitan dan bergegas pergi untuk menumpas kejahatan, dan menghancurkan sang Raja yang sangat jahat yaitu Raja Imran..
__ADS_1
...****************...