Lina Dan Manusia 1000 Abad

Lina Dan Manusia 1000 Abad
Chapter 54. guru yang baik


__ADS_3

Disaat Dea hendak menghisap Hamdan kedalam botol tiba-tiba Indra datang menghalanginya dan kemudian menghampiri Hamdan dan berbicara dengannya,


"Guru, aku minta maaf sudah berlebihan melukaimu"


"Haha... Indra, kau memang tidak berubah dari dulu, kau selalu saja membuat ku terkejut dengan over power mu yang tidak terduga"


"Indra apa kau baik-baik saja..?" cemas Lina seraya mendekat


"Dea, kenapa kau diam saja,? kenapa tidak kau hisap rohnya.?!" Tanya Yudi


"Hahaha... Kalian semua tenang saja aku tidak akan melukai kalian, seperti yang kalian lihat Indra sudah membuatku lumpuh" sahut Hamdan


"Guru, sekali lagi aku minta maaf" mohon Indra


"Indra, dengarkan baik-baik.! Kau adalah orang yang terkuat satu-satunya dari Lembah Biru, lihatlah tanda bulan di lengan mu itu.! Walaupun kekuatan mu sudah meningkat tetapi tanda itu tidak berubah sama sekali, itu menandakan bahwa kekuatan mu dapat meningkatkan berkali-kali lipat dan setiap perubahan pada tanda bulan di lengan mu memerlukan level yang harus tercapai, dengan kata lain kau mempunyai kekuatan yang tidak terbatas, maka dari itu kau harus terus meningkatkan kekuatan mu, dan perlu kau tau Indra, orang yang terkuat diantara tiga kerajaan adalah orang dari Lembah Biru dan Lembah Merah karena mereka dapat mengubah tanda di lengan mereka dengan meningkatkan kekuatan mereka tahap demi tahap, sehingga berevolusi menjadi bentuk sempurna, dan yang paling lemah adalah orang dari Lembah Hitam. Dan satu hal lagi Indra.! Puncak dari kekuatan rembulan adalah gerhana bulan dan matahari, jika kau sudah mencapai level tersebut maka kekuatan yang kau miliki tidak akan terbatas"


"Kekuatan gerhana.?"


"Ya, jika tanda bulan di lengan mu sudah menjadi hitam maka kau sudah mencapai level gerhana yaitu level tertinggi"


"Berarti untuk mencapai level tersebut Indra memerlukan waktu yang sangat lama, karena saat ini tanda bulannya masih separuh, dan di level bulan separuh juga harus meningkatkan level kekuatannya" ujar Yudi


"Benar, maka dari itu perjalanan kalian masih panjang untuk membuat dunia yang damai dan mengalahkan dua manusia kutukan Dewa"


"Apa.?! Dua manusia kutukan Dewa, tapi bukankah musuh kita adalah Raja Imran, dan kenapa kau bilang kalau orang yang paling lemah adalah orang dari Lembah Hitam.?! Sementara itu, jika orang dari Lembah Merah juga orang terkuat kenapa mereka dapat dikalahkan oleh Raja Imran.?!"


"Hal itu aku juga tidak tau, tapi nanti kalian pasti akan mengetahuinya sendiri"


"Tunggu dulu.! Bukankah kau datang kesini untuk menangkap kami, tapi kenapa kau memberi tau semua itu pada kami, sebenarnya apa tujuanmu.?!" ujar Lina


"Hahaha... Maaf sudah membuat kalian panik, sebenarnya aku datang kesini hanya untuk melatih Indra, karena dulu aku belum selesai melatihnya"


"Tapi bukankah kau telah dipengaruhi oleh Raja Imran.?!"


"Itu memang benar, tapi seperti yang aku katakan bahwa orang dari Lembah Hitam adalah orang yang paling lemah, selain itu tanda bulan di lenganku sudah penuh maka dari itu aku dapat mematahkan sihir Raja Imran yang lemah dan berpura-pura menjadi budaknya, agar aku bisa keluar dari penjara terkutuk itu"


"Itu berarti kau bukanlah orang jahat seperti yang lain, kalau begitu kau juga bisa membantu kami untuk mengalahkan Raja Imran"


"Tidak, aku tidak bisa membantu kalian"


"Kenapa.?!"

__ADS_1


"Hei, aku sudah lama sengsara di dalam penjara roh Raja Imran dan aku keluar ingin bersantai, selain itu tujuanku juga sudah tercapai, yaitu untuk menyelesaikan latihan ku dengan Indra, jadi lebih baik kalian hisap aku ke dalam botol itu aku sudah sangat ingin bersantai..!"


"APA..?!## (serentak)


"Dasar guru, dari dulu kau tidak pernah berubah setelah menyelesaikan tugas kau langsung pergi untuk bersantai, hmphh" ujar Indra


"Hahahaha,, Indra ternyata kau pandai juga meniru kata-kata ku hahahaha..!"


"ITU MEMANG KENYATAAN..!!!##"


"Hahaha kau juga selalu mudah marah seperti dulu, tidak berubah, hahahaha"


Well, ternyata tujuan Hamdan adalah untuk melatih Indra untuk meningkatkan kekuatannya, dan dia juga ternyata tidak terpengaruh oleh Raja Imran, karena dia bisa mematahkan pengaruhnya, dan karena Hamdan sudah merasa lelah dan ingin beristirahat, Hamdan meminta Dea untuk menghisapnya kedalam botol, dan Dea pun melakukannya dengan rasa hormat, dan akhirnya semua usai mereka pun bisa beristirahat untuk memulihkan kondisinya dan melanjutkan perjalanannya.


Akan tetapi perjalanan mereka masih sangatlah jauh, mereka harus menemukan segel terkutuk Raja Imran untuk mengalahkannya, namun Raja Imran tidak tinggal diam, Raja Imran terus menyuruh pasukannya untuk menangkap Indra dan lainnya.


Musuh seperti apakah yang akan dihadapi oleh Indra selanjutnya, dimanakah segel terkutuk Raja Imran berada dan siapakah manusia abadi yang ketiga, apakah dia orang terkuat dari Lembah Merah dan mampukah Indra menghadapinya.??


Simak terus ceritanya jangan lupa subscribe, like komen dan beri hadiah sebagai bentuk dukungan kalian ya..! :v


Hari pun berlalu dan sekarang mereka sedang membantu para warga yang terluka akibat kerasukan, dan mereka juga membantu mengembalikan keadaan desa seperti sediakala,


"Syukurlah semua berakhir dengan baik, dan para warga juga sudah tergolong" ujar Dea


"Apa?"


"Sebenarnya aku juga ingin beristirahat, aku ingin memintamu untuk memasukan ku kedalam botol penghisap itu" mohon Sirhas


"Hei, apa kau juga tidak mau membantu kami dan berbalas dendam kepada Raja Imran.?"


"Walaupun aku ingin sekali balas dendam tapi sepertinya aku hanya akan menjadi beban buat kalian, karena aku tidak sekuat kalian, dan aku juga kasihan dengan orang yang ku pinjam tubuhnya ini"


"Ya, lebih baik kau tidur saja sana, aku tidak membutuhkan orang lemah seperti mu" sahut Indra


"APA,.?! MENTANG-MENTANG KAU SUDAH JADI KUAT, KAU SEENAKNYA MENGEJEKKU, APA KAU MAU AKU PUKUL HAAA..?!"


"Haaahh sifatmu tidak berubah dari dulu selalu saja ingin memukuli ku"


"KAU...!!!##


HAHAHAHA...... (tertawa bersama)

__ADS_1


Setelah mereka selesai membantu para warga, mereka pun berencana untuk melanjutkan perjalanan, namun karena mereka masih merasa bsedikit lelah dan belum mempunyai kendaraan, mereka memutuskan untuk beristirahat di desa itu semalam lagi.


Malam pun tiba, mereka beristirahat di salah satu rumah warga yang cukup besar, mereka juga diberi makanan karena sudah membantu warga desa yang terluka dan mengembalikan keadaan, sebelum tidur mereka berbincang membicarakan tentang pertarungan kemarin


"Hei Dea, bukankah kemarin kakek lebah ikut menolong kita, lalu kemana dia, kenapa dia tidak terlihat?" tanya Lina


"Ya, kemarin aku juga sempat bertemu dengannya, tapi setelah itu aku langsung pergi ke tempat kalian, jadi aku tidak tau kakek lebah itu pergi kemana" sahutnya


Sebelumnya disaat pertempuran antar saudara, kakek lebah datang membantu Indra dan lainnya bersama kawanan lebahnya namun setelah Dea berhasil menghisap roh yang merasuki para warga tiba-tiba saja kakek lebah dipanggil oleh si nenek melalui telepatinya untuk segera kembali


"Hei kakek peot kemana kau pergi, kenapa kau pergi tidak bilang-bilang, apa kau sedang genit dengan wanita lain haaa..?!"


"Dasar nenek peot.! Apa kau tidak mengerti aku sedang membantu melawan kejahatan haa..??"


"Tidak usah banyak alasan, CEPAT KEMBALI...!!!"


Begitulah yang terjadi dengan si kakek lebah, dia kembali karena istrinya marah² sehingga dia tidak sempat bertemu dengan Indra dan lainnya, sebenarnya dia membantu Indra karena disuruh oleh orang misterius berjubah setelah mengetahui rencana Raja Imran karena Sirhas tidak mampu mengerjakannya sendiri, kemudian kakek lebah pun pergi tanpa sepengetahuan istrinya.


Di Kerajaan Raja Imran berada, Raja Imran sedang menyusun rencana berikutnya, dan menghubungi anak buahnya melalui telepati untuk bersiap menangkap Indra.


"Uraga.! Bersiaplah, sekarang giliran mu untuk menangkap Indra.!" ......


Keesokan harinya Indra dan teman-temannya bersiap untuk melanjutkan perjalanan, mereka sedang berkumpul untuk menentukan arah selanjutnya, ketika mereka sedang berkumpul para warga berbondong-bondong menghampiri mereka untuk mengucapkan terimakasih dan beberapa dari mereka juga memberikan sedikit bekal untuk perjalanannya, walopun para warga memberikan bekal yang sedikit tapi jumlah warga yang memberikannya lumayan banyak sehingga Indra dan lainnya juga bingung untuk membawanya karena tidak mempunyai kendaraan untuk membawa bekal tersebut, kemudian salah satu warga yang baik hati dia memberikan satu unit mobil sport untuk mereka berkendara dan untuk membawa bekal mereka, Indra dan lainnya pun merasa senang dan sangat terbantu dengan pemberian dari para warga, selang beberapa saat kemudian mereka pun berpamitan dan pergi meninggalkan desa tersebut


"Kalian berhati-hatilah di jalan"


"Baiklah, selamat tinggal semuanya..!!"


Di perjalanan Indra dan Yudi terlihat tidak ceria seperti biasanya mereka berdua memikirkan keluarganya masing-masing, Indra memikirkan adiknya yang baru sebentar bertemu namun langsung berpisah lagi, begitu juga dengan Yudi yang memikirkan istrinya


"Hei, Indra, Yudi, kenapa kalian terlihat murung seperti itu, apa yang kalian pikirkan?!" tanya Lina


"Tidak,,, aku tidak memikirkan apa-apa, ee... Dea, kau hebat sekali, kau bisa mengendalikan benda ini" jawab Indra lanjut bertanya pada Dea


*Huuhh,,, Dea lagi Dea lagi* batin Lina


"Emmm Lina, kita sudah berjalan jauh, apa kau belum melihat keberadaan segel Raja Imran?" tanya Yudi


"Oh iya, aku sampai lupa, tapi sejauh ini aku memang belum melihatnya, mungkin nanti kita akan menemukannya" sahutnya.


Di suatu tempat, dimana Uraga berada, dia sedang bersiap menyambut kedatangan Indra dan lainnya serta mengumpulkan pasukannya untuk menangkap Indra, pasukan Uraga adalah pasukan binatang buas dan mahluk-mahluk legendaris jaman dulu, mungkinkah Indra dan teman-temannya bisa mengalahkan Uraga dan menemukan segel Raja Imran.?? Simak terus ceritanya ya.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2