Lina Dan Manusia 1000 Abad

Lina Dan Manusia 1000 Abad
Chapter 46. kecemburuan


__ADS_3

Berkat ide cemerlang dari Yudi akhirnya Indra berhasil mematahkan ilusi Brata, namun Indra telah mengalami luka yang parah sampai tak mampu bangkit kembali, namun disisi lain Brata masih belum kalah dan masih mempunyai kekuatan tenaga dalam, Indra hanya melumpuhkan jurus ilusinya namun tidak dengan tenaga dalamnya.


"Hehe,, kau bilang kami tamat?, itu belum tentu karena jurus ilusi mu sudah ku lumpuhkan"


"Sial apa yang terjadi kenapa ilusi ku semua memudar dan hilang.?" ujar Brata terkejut kemudian Brata merasakan sakit seperti disuntik pada bagian dadanya


"Apa ini? Seperti ada jarum yang menusuk dalam dadaku? apa mungkin.??...."


"Benar sekali Brata, aku telah menancapkan jarum pelumpuh ilusi pada inti kekuatan mu sebelum mahluk itu menghantam ku."


"Sial.! Darimana kau mendapatkan jarum itu, tidak ada orang lain yang tau kelemahan ku selain orang itu yg sudah ku bunuh ratusan tahun yang lalu, bagaimana kau bisa mendapatkannya?!"


"Aku mendapatkannya dari orang misterius berjubah hijau...."


Sebelumnya disaat orang misterius itu memberikan jarum pelumpuh ilusi kepada Indra.


"Hei kau minggir jangan halangi jalanku"


"Jangan terburu-buru aku kesini untuk membantu kalian"


"Membantu katamu??"


"Ya, aku tau orang yang sedang kalian hadapi bukanlah orang biasa, dia adalah pemimpin utama pasukan lembah merah, dia adalah pemimpin yang paling kuat"


"Lalu kenapa kalau kau tau orang itu, memangnya kau bisa membantu apa?"


"Indra, sudah dengarkan saja dulu, sepertinya dia tau sesuatu"


"Hmmm,, gadis ini sepertinya bukan gadis biasa dia adalah reinkarnasi dari seorang murid di lembah biru" ujar orang misterius dalam hati


Indra pun diam dan mendengarkan penjelasan dari orang yang misterius itu dan mencoba memahaminya.


"Aku tau siapa dia, dan aku juga tau kelemahannya"


"APA..?? kau tau kelemahannya? cepat beritahu kami.!" ujar Lina agak keras


"Ini, ini adalah jarum pelumpuh ilusi, tancapkan jarum ini pada inti kekuatannya yang ada di dalam dadanya maka kekuatan ilusinya akan lumpuh dan tidak bisa dibangkitkan lagi"


"Tapi bagaimana cara kita menancapkannya? Mendekatinya saja kita tidak bisa, karena kita selalu terkena ilusinya.?" sahut Lina


"Buatlah cahaya yang terang dan menyilaukan dengan jimat yang ada pada senjata mu kemudian kau bisa mendekatinya dan menancapkan jarum itu, tapi... berhati-hatilah.! cahaya pada jimat yang kau miliki itu bisa membuat mata kalian buta jika melihat terlalu lama"


"Lalu bagaimana caranya berjalan didalam cahaya itu sedangkan kita tidak boleh melihat?" sahut Indra


"Ini, aku berikan satu benda lagi untuk kau pakai"


"Ehh apa ini??"


"Itu adalah kacamata, ketahuilah! di jaman ini semua berbeda dengan jaman mu!, baik kalau begitu aku sudah selesai dengan kalian, aku pergi dulu, semoga berhasil.!"


"Hei tunggu dulu, aku belum selesai bicara jangan pergi seenaknya begitu saja.. RRRRRR" teriak Lina disaat orang misterius itu pergi jauh.


"Hei Lina, ini bagaimana cara memakainya?"


"Dasar bodoh, pakai itu untuk menutupi kedua matamu!"


"Oh seperti ini..??"


"ITU KEBALIK..!!!"


Kemudian di saat yang sekarang Indra sudah tidak mampu bangkit lagi tenaga Indra sudah hampir habis karena berkali-kali terkena hantaman dari mahluk ilusi yang dibuat Brata, disitu Yudi msih mempunyai tenaga dan Yudi melihat para roh yang bersembunyi dibalik mahluk ilusi itu sudah terlihat Yudi pun segera menghancurkan mereka agar tidak diperalat lagi oleh Brata namun belum semua roh dihancurkan Yudi dihantam oleh Brata dengan keras sehingga mengalami luka yang parah.


"BRENGSEK.! KU HAJAR KAU.!!!"


Boommm...

__ADS_1


Yudi pun terpental dan memuntahkan darah yang banyak


"Uhuk, uhuk, sial aku lupa kalau Brata juga mempunyai kekuatan dalam yang kuat, bukan hanya jurus ilusinya saja yg hebat tenaga dalamnya juga tidak kalah hebat, itulah mengapa dia jadi pemimpin utama pasukan lembah merah." gumam Yudi


"Hahaha ternyata kau masih ingat dengan kekuatan ku, aku kira kau sudah lupa itu, tapi semuanya sudah berakhir sekarang aku akan melumpuhkan bocah ini dan akan ku bawa ke hadapan Raja Imran HAHAHA...."


"Celaka, Indra capat lari..!!"


"Aku... Tidak... Bisa bergerak"


"Hahaha sudahlah lebih baik kau terima saja takdirmu dan pasrah untuk disegel oleh Raja Imran HA-HA-HA... Rasakan ini..!!


"TIDAK SECEPAT ITU BRATA.! disini masih ada aku jangan kau lupakan..!!" seru Lina yang sedang melakukan serangan dari belakang Brata


KEKUATAN API REMBULAN, TINJU API KEMATIAN..!!!


"Hah!!, jurus itu,! jurus api rembulan itu adalah jurus andalan Liza, Lina, kau...." ujar Indra terkejut kemudian pingsan.


Booommm...!!


"Tidak... Tidak mungkin,,, aku tidak mungkin kalah.! Kalian.!! dasar kalian manusia brengsek aku akan mengutuk kalian semua..!! Tidaaaaaaa.....!!"


Wuusss, hancur, hilang, dan lenyap.


Akhirnya setelah mati-matian bertarung melawan Brata mereka berhasil mengalahkannya, namun mereka semua mengalami luka yang parah dan tenaga mereka juga habis terkuras, mereka pun bisa menghembus nafas lega dengan kemenangan mereka, kemudian mereka beristirahat sejenak di dalam bangunan kuno tentara Jepang untuk memulihkan kondisinya.


Keesokan harinya mereka pun pulih dan sudah keluar dari dalam bangunan kuno itu, mereka pun melanjutkan perjalanannya untuk mencari segel terkutuk Raja Imran dan menyegelnya untuk selamanya.


"Lina, kemarin kau sangat hebat, kau bisa menghancurkan Brata dengan kekuatan mu, walaupun aku pingsan tapi sebelumnya aku melihat jurus yang kau gunakan itu, dan itu adalah jurus andalan Liza, sepertinya kau memang sudah benar-benar menyatu dengannya, aku jadi sedikit bernostalgia."


"Kau jangan berani macam-macam denganku ya.!" sahut Lina


"Walaupun Lina sudah menyatu dengan Liza, tetapi kesadarannya masih tetap seperti Lina yang biasanya, sepertinya Liza tidak mengambil alih jiwanya" gumam Yudi dalam hati


Sambil berjalan mereka berbincang-bincang dan bercanda bersama, sambil memikirkan tempat mana lagi yang akan mereka tuju, tapi sepertinya mereka tidak punya tujuan tepat, mereka hanya mengikuti langkah kaki dan berjalan menuju Utara.


"Ooohh... Memangnya kamu kuat menggendong ku? Aku kan berat." ujar Dea sambil tersenyum manis


"Hmphh.. walaupun aku kurus begini aku bisa mengangkat beban seberat apapun, kalau kau tidak percaya akan ku buktikan, aku akan menggendong mu.! Hap.."


"Hah, I...Indra, me...mereka..." ujar Lina terbata melihat Indra menggendong Dea


"Wah, wahh, melihat dari ekspresi Lina sepertinya dia cemburu melihat Indra menggendong Dea, sepertinya walaupun Liza tidak mengambil alih jiwanya tetapi dia pelan-pelan mengambil alih perasaannya, ini jadi menarik, hehe.." gumam Yudi dalam hati


"Hei Indra kau kuat sekali.! Ayo terus gendong dia sampai di desa kalau kau berhasil akan ku beri hadiah.! Hehe." seru Yudi memanasi hati Lina


"Eeh....." ucap Lina lirih dan tak dapat berkata-kata


"Hei Indra kau curang aku juga lelah, gendong aku juga.!" teriak si Kendit


"Aahhh Kendit, aku juga lelah, aku juga ingin di gendong." ujar si Porong


"KAK DEA, INDRA, TUNGGU AKU..! ujar Kendit dan Porong bersamaan


"A...aku.. kenapa, kenapa aku seperti tidak suka melihat Indra dengan gadis lain, apa jangan-jangan aku... Aaaa tidak, tidak, tidak..."


"Hei Lina, kau kenapa apa kau juga masih sakit, kalau begitu ayo! Biar aku gendong" ujar Yudi mengejek Lina


"Tidak perlu! Aku bisa jalan sendiri dan aku sudah tidak sakit" ujar Lina kesal


Di tempat yang jauh yaitu di istana Raja Imran, Raja Imran sedan memulihkan kondisinya dan hampir sempurna, dia juga sudah mengetahui kekalahan Brata, Raja Imran sedikit kesal karena mereka semua yang sudah kalah mereka tidak berguna.


"Dasar orang-orang tidak berguna, Brata yang pemimpin utama pasukan lembah merah juga sangat lemah, hmphh apanya yang pemimpin mereka hanyalah sampah, aku harus mengerahkan para pemimpin pasukan ku tapi yang terpenting aku harus pulih sepenuhnya terlebih dahulu baru menyusun rencana, TUNGGU SAJA KAU INDRA, aku akan segera menangkap mu.!"


Keesokan harinya Indra dan lainnya telah berada di sebuah desa dan mereka juga sudah menginap di sana semalam,

__ADS_1


Saat ini mereka sedang berada di tepi sungai yang ada di desa itu dan sedang mencari ikan untuk dibakar.


"Hei semuanya.! Lihat aku berhasil menangkap ikan yang banyak.!" teriak Indra dan keluar dari dalam sungai


"Waaahhh, Indra kamu hebat sekali" ujar Dea memuji


"Hmphh itu hal biasa, aku bisa melakukan yang lebih hebat dari ini" (songong)


"Benarkah.?"


"Yeah tentu saja"


"Perasaan ini lagi, ada apa denganku, kenapa aku merasa seperti ini ketika melihat Dea dan Indra begitu dekat, apa yang terjadi denganku.?" ujar Lina dalam hati


"Hei Lina kau kenapa?" ujar Yudi


"A... Tidak, aku.. aku tidak apa-apa"


"Baiklah kalau begitu ayo kita bantu mereka membakar ikan, bukankah kau lapar?"


"i.....iya baiklah, ayo kita bantu mereka" ujar Lina gagap


Mereka pun saling membantu mengumpulkan kayu untuk membakar ikan, setelah selesai mengumpulkan kayu, Lina mengajak Dea untuk mencari udara segar di tepi sungai.


"Dea, sambil menunggu ikannya matang bagaimana kalau kita cari udara segar di tepi sungai ini.?"


"Wah, ide bagus Lina, baiklah ayo kita cari udara segar.!"


"Kalian berdua berhati-hatilah" ujar Indra


"Hmphh tenang saja kami bisa jaga diri kok" sahut Lina judes.


"Keras kepala.!" ujar Indra


Lina dan Dea pun pergi mencari udara segar, namun Lina terlihat murung tidak seperti biasanya.


"Lina, kau kenapa,? Apa kau sedang memikirkan sesuatu??"


"Tidak... Aku.. tidak memikirkan apa-apa kok, aku.. aku senang akhirnya kau bisa ikut dengan kami jadi aku ada teman untuk bercurhat"


"Ohh begitu ya, baiklah aku juga senang bisa berkelana bersamamu Lina"


Lina dan Dea mereka pun bercanda bersama dan mereka semakin akrab.


Indra dan Yudi membakar ikan belum matang juga.


"Aduuh lama sekali matangnya aku sudah lapar nih." ujar si Porong


"Hei Porong kau kan bisa makan yang mentah kenapa harus menunggu yang matang?"


"APA.!! memangnya aku ini kucing?!"


"Kau kan memang kucing Porong.. hahaha"


HAHAHAHA (tertawa bersama)


"Sial..! TUBUHKU MEMANG KUCING TAPI JIWAKU ADALAH MANUSIA..! Meongg.. ups"


HAHAHAHA (tertawa bersama)


Mereka pun bercanda dengan riang dan gembira sambil menunggu ikannya matang, namun disaat mereka sedang bercanda tawa tiba-tiba mereka mendengar teriakkan orang minta tolong..


KYAAAH TOLONG..!!


"LINA, DEA..?!"

__ADS_1


...****************...


__ADS_2