
"Hihihahaha... Percuma saja kau melawanku, lebih baik kau simpan saja tenagamu untuk diakhirat..!!"
"Kurang ajaarrr...!"
Kemudian Indra bangkit dan menyerang roh itu dengan sisa kekuatannya, Indra pun dengan sekuat tenaga menghajarnya kemudian Indra mengeluarkan jurusnya dengan sisa tenaga yang dia miliki.
"Lina, bertahanlah, aku akan menghancurkannya dengan sisa kekuatanku, aku sudah berjanji untuk melindungi mu, jadi bertambah lah." ujar Indra dalam hati sembari bersiap untuk mengeluarkan jurusnya.
Kemudian dengan sisa tenaganya Indra mengeluarkan seluruh kekuatan yang tersisa dan menghantam roh Raja kelelawar itu,
"Kekuatan rembulan, TEBASAN BULAN BERUNTUN..!"
Roh Raja kelelawar itu pun menangkis jurusnya dengan kekuatannya, namun serangannya hanya menggores sedikit kulit dari roh raja Kelelawar itu.
Indra pun kehilangan seluruh tenaganya dan menjadi lemah hingga tergeletak dan tak bisa bangkit lagi, kemudian roh itu menyerang balik dengan kekuatannya,,
"Hihihahaha... Sudah kubilang percuma melawanku.! Sekarang akan ku akhiri hidup kalian.."
Kemudian roh itu menghantam Indra dan lainnya dengan jurusnya, namun ketika jurusnya hendak mengenai Indra, tiba-tiba datang seorang pria yang memakai jubah bertudung dan kemudian menangkis jurus itu dan membalikan jurusnya kepada roh Raja kelelawar itu.
Roh itu pun kaget dan bertanya-tanya siapakah orang itu. Indra juga melihatnya dan Indra pun juga bertanya-tanya, Yudi dan Lina pun sadar dan melihat orang berjubah itu, merekapun ikut bertanya-tanya.
Kemudian orang itu menghajar roh si Raja kelelawar dan terjadilah pertarungan hebat antara orang misterius dan si raja kelelawar.
Merekapun bertarung dengan hebat dan saling beradu kekuatan, kekuatan yang sangat dahsyat.
Lina dan Yudi trus menyaksikan pertarungan mereka, dan merekapun sangat tidak percaya dengan apa yang mereka lihat, sebuah pertarungan yang hebat dan kekuatan yang luar biasa.
"Hei kalian, jika kalian mash bisa berdiri, kalian cepat pergilah dari sini dan berlindung lah.!" ujar orang yang berjubah misterius
Disitu Lina, Yudi dan Dea mencoba untuk bangkit dan berlindung, namun disitu Indra sudah kehabisan tenaga kemudian tak sadarkan diri, lalu Yudi memapang Indra dan membawanya menjauh,
Mereka merasa ada yang hilang, mereka tidak melihat Robi dimana-mana dan mereka mengira bahwa Robi telah mati saat di dalam goa terkena serangan dari roh si Raja kelelawar.
Merekapun berlindung dibalik batu yang besar, dan ternyata Robi sudah berada disana sejak tadi, dan dia sedang gemetar sangat ketakutan.
Sementara itu orang yang misterius itu terus menghajar roh si Raja kelelawar dan disaksikan oleh Lina dan lainnya. Karena orang itu tidak mau berlama-lama, kemudian dia menghantamnya dengan sekali serangan, serangan yang sangat dahsyat sehingga roh itu tidak mampu menahannya dan kemudian hancur beserta tubuh manusianya, kemudian kedua senjata itu pun lepas dan jatuh ke tanah, orang itu pun mengambilnya dan meletakkannya di dekat mereka, dan orang itu juga meletakkan sebuah botol kecil yang berisi obat herbal untuk mereka yang terluka, dan orang itu pun langsung pergi begitu saja tanpa mengucapkan sepatah katapun.
Kemudian Lina, Yudi, dan Dea keluar dari persembunyiannya namun tidak dengan Indra dan Robi, Indra masih belum sadar, dan Robi masih ketakutan.
Kemudian Lina dan Yudi mengambil senjatanya dan mereka melihat botol itu sedikit kebingungan dan bertanya-tanya botol apakah itu.? Kemudian disitu Yudi teringat bahwa dia pernah melihat obat seperti itu saat dia masih hidup 200 tahun yang lalu, namun dia tidak ingat dimana dia melihatnya.
"Lina, itu adalah obat herbal kuno, aku pernah melihatnya tapi entah di mana, dan obat itu sangat mujarab untuk mengobati luka dalam dan luka luar, kalian berdua minumlah.!"
"Ehh, apa kau yakin tentang itu?"
"Yah, aku yakin sekali dan baunya juga sama"
"Lalu jika terjadi sesuatu pada kami bagaimana??"
"Aku berani menjaminnya, kalian minum saja.!"
__ADS_1
"Lalu bagaimana denganmu, kenapa kau tidak meminumnya, bukankah kau juga terluka.?" ujar Dea yang masih ragu,
"Tidak perlu, lukaku akan sembuh dengan sendirinya"
"Oh iya kau kan sudah mati ya, lalu bagaimana dengan Indra..?"
"Tenang saja, dia itu abadi, dia tidak akan pernah mati."
"Baiklah aku akan meminumnya"
Kemudian Lina meminum obat itu duluan, obat itu terasa sangat pahit dan lina hampir muntah, namun Lina berhasil meminumnya, kemudian Dea pun mencoba meminumnya juga, setelah itu mereka beristirahat sejenak sambil menunggu Indra sadar.
"Hei kau, apa kau baik-baik saja?" Tanya Yudi kepada Robi yang ketakutan.
"Ampun.. ampun,, jangan bunuh aku, aku tidak bersalah." Jawab Robi yang kaget dan mengira Yudi orang jahat.
"Hei sadarlah ini kami!"
"Hm, begitu saja takutnya minta ampun, pake blaga minta imbalan lagi, ku kira kau pemberian." ujar Lina merendahkan Robi.
"Saya minta maaf, saya tidak tahu kalau kejadiannya akan seperti ini,, saya tarik kembali persyaratannya, saya tidak jadi meminta imbalan kepada kalian, karena kalian sudah mati-matian melindungi saya"
"Hm, siapa juga yang melindungi mu, bahkan kami mengira kau sudah mati dari tadi."
"E..??? e tapi saya berterimakasih kepada kalian karena sudah memecahkan kasus ini, tapi,, apa kalian tidak apa-apa??"
"Tidak apa-apa palamu, lihatlah badan kami penuh luka seperti ini bodoh."
Robi pun merasa tenang, namu ia masih bingung dengan mereka, mengapa mereka mempunyai kekuatan, apakah mereka bukan manusia biasa??.
Kemudian Robi melihat ke arah Indra yang sedang terbaring dan badannya penuh luka dan berlumuran darah, Robi pun kaget dan mengira bahwa Indra sudah mati dan kemudian dia mencoba menolongnya..
"Hei bagaimana dengan orang ini apa dia baik-baik saja? Badannya penuh luka apa dia sudah mati.? Hei bangunlah."
Lina, Yudi dan Dea pun membiarkan Robi yang tidak tahu apa-apa, dan mereka beristirahat sejenak.
"Hei kenapa kalian tidak menolongnya, bukankah dia teman kalian.?"
Disaat Robi sedang gelisah dan kuatir dengan Indra, tiba-tiba Indra menguap dan tersadar, Indra membuka matanya dan melihat Robi yang sedang mencoba menolongnya, Indra pun kaget dibuatnya.
"Hei sedang apa kau, menjauh lah dariku.!"
"Walaahh,,? kkkkkk kau masih hidup..?"
"Tentu saja aku masih hidup, aku kan abadi.!"
"Abadi.? Apa maksudmu..?"
"Asal kau tau aku adalah abadi dan usiaku sudah 200 tahun."
Sontak Lina memukul kepala Indra sampai benjol.
__ADS_1
"Kenapa kau mengatakannya, seharusnya kau merahasiakannya bodoh"
"Hey kenapa kau selalu memukulku.?!"
Mereka berdua pun berdebat seperti biasanya.
Setelah sekian lama mereka beristirahat akhirnya merekapun pulih dari lukanya,
"Hey, lukaku sudah sembuh total, dan aku merasa baikan sekarang" ujar Dea
"Aku kan sudah bilang, itu adalah obat yang sangat mujarab, itu adalah obat kuno, yang khasiatnya tidak main-main"
"Benar, aku juga sudah sembuh, obatnya bekerja dengan baik"
"Baiklah kalau begitu, bagaimana kalau kita lanjutkan perjalanan kita, kita tidak bisa kembali ke desa dengan keadaan seperti ini, kita langsung pergi saja dari sini,
Lalu mereka pun memutuskan untuk tidak kembali ke desa, dan mereka melanjutkan perjalanannya dari sana.
"Baiklah Robi, kalau begitu kami akan pamit, masalah sudah terpecahkan, kalian bisa tenang sekarang dan tidak ada lagi yang menyebarkan penyakit yang mengerikan seperti itu lagi"
"Tunggu dulu, kalian belum jawab pertanyaan ku, siapa kalian sebenarnya.?"
"Sudahlah itu tidak penting, dan yang terpenting sekarang desa sudah aman dan warga juga sudah terobati, kalian bisa tenang sekarang, dan sampaikanlah salam kami kepada warga, terutama ibu Dewi, kami tidak bisa kembali ke desa, dan ingat.! rahasiakan identitas kami juga jangan sampai kau mengatakannya.!"
"Baiklah kalau begitu sekali lagi saya berterima kasih atas bantuan kalian, dan saya juga minta maaf sudah berlaku tidak sopan kepada kalian"
Kemudian mereka pun berpisah dan mereka melanjutkan perjalanannya, diperjalanan mereka masih bertanya-tanya siapakah orang misterius yang memakai jubah bertudung itu.
"Indra, apa kau tahu siapa orang misterius yang menolong kita tadi.?"
"Tidak, aku tidak tahu, aku tidak melihat dengan jelas."
"Oh iya waktu itu kau kan langsung pingsan."
"Tapi kita harus berterima kasih padanya karena sudah menolong kita, betul kan Dea.?"
"Yah, betul sekali Lina. Oh iya aku hampir lupa, aku ingin minta bantuan kepada Indra untuk menghancurkan roh-roh yang sudah aku kumpulkan, bagaimana Indra, kau bersedia?"
"Baiklah berikan saja padaku, akan ku hancurkan mereka semua!"
"Oke,, mari ikut aku..!"
Kemudian mereka berjalan mengikuti Dea untuk menghancurkan roh-roh yang sudah Dea kumpulkan.
"Hei Dea, mengapa kau tidak ikut bersama kami saja, kita bisa bersama-sama membantu orang dan menghancurkan roh-roh jahat yang meresahkan masyarakat."
"Baiklah nanti aku pikirkan, untuk sekarang tidak dulu, karena aku ingin kembali ke rumah untuk memberi kabar kepada keluarga ku bahwa aku baik-baik saja"
"Oh iya betul juga, aku juga sudah lama meninggalkan keluarga ku, apa mereka baik-baik saja ya..??"
...****************...
__ADS_1