Lina Dan Manusia 1000 Abad

Lina Dan Manusia 1000 Abad
Chapter 23. Masa lalu.


__ADS_3

'


Di era peperangan 200 tahun yang lalu, dimana saat Indra masih berusia 5 tahun yang hidup bersama ibunya yang bernama Ny.Rasiti dan adiknya yang bernama Ariyani namun Indra memanggilnya dengan sebutan "Aya" ya, itu adalah panggilan sayang dari Indra untuk adiknya.


Disitu Indra terlihat seperti anak yang idiot, dan selalu di bully oleh teman-temannya, Indra selalu di cemoohkan dan dijauhi oleh teman sebayanya, dan Indra juga selalu jadi bahan tertawaan teman-temannya karena kemampuannya yang jauh lebih rendah dari mereka.


"Hahaha dasar idiot, coba pukul aku kalau kau bisa hahaha" ujar salah satu temannya yang mengejeknya Indra.


Kemudian Indra pun ditinggalkan oleh teman-temannya, namun Indra tidak pernah merasa sedih, justru Indra menjadikan ejekan itu menjadi penyemangat untuk berubah menjadi lebih baik, kemudian Indra pun pulang menemui ibunya.


Karena Indra anak yang sangat berbakti kepada ibunya, Indra pulang dan langsung melihat persediaan kayu bakar di rumahnya, kemudian menemui ibunya.


"Ibu aku pulang" ujar Indra sambil tersenyum pada ibunya.


"Kamu sudah pulang nak, sini makan, ibu sudah siapkan makanan buat kamu"


"Nanti saja bu, aku mau cari kayu bakar dulu, karena persediaan kayu bakar kita sudah habis bu."


"Baiklah Indra, cepat pulang yah..!"


Kemudian Indra pun pergi ke hutan untuk mencari kayu bakar, dan didalam hutan Indra melihat begitu banyak buah-buahan yang terlihat sangat menggiurkan, kemudian Indra pun memetik buah itu dan membawanya pulang untuk dimakan bersama ibu dan adiknya.


Tidak lama kemudian Indra pun pulang dengan membawa kayu bakar dan sekantong buah-buahan yang segar.


"Ibu, aku pulang, dan aku membawa buah-buahan untuk ibu dan Aya, ayo bu, kita makan.!"


Indra pun merasa senang walopun hidup seadanya bersama ibu dan adiknya.


Ayahnya Indra sudah meninggal sejak Indra masih berusia 3 tahun karena beliau mendapatkan sebuah misi yang sangat berbahaya, dan sejak saat itu Indra hidup dengan kondisi yang tidak berkecukupan, makan saja hanya dengan nasi dan garam saja, namun Indra tidak berkecil hati, Indra selalu merasa senang dengan kondisinya saat itu,


"Ibu,, apakah ibu tidak bosan setiap hari makan nasi putih dan garam saja..??"


"Indra,,, kita harus bersyukur nak, walaupun kita hidup miskin, tapi kita masih bisa makan." ujar ibunya Indra sambil meneteskan air mata dan merasa kasihan kepada Indra.


"Ibu kenapa menangis.??"


"Tidak apa-apa nak, ayo dimakan lagi buahnya, buah yang kamu petik ini sangat enak." ujar ibunya Indra dengan tersenyum dalam kesedihannya.


"Ibu, aku berjanji, jika aku besar nanti, aku akan merubah hidup kita menjadi lebih baik dari sekarang bu.."


"Sudahlah, tidak usah dipikirkan, sini peluk Ibu sayang."


Kemudian pada keesokan harinya, Raja Abimana dan para pemimpin pasukannya datang untuk menyantuni orang-orang yang hidup dengan apa adanya termasuk keluarga Indra.


Disitu sang pemimpin utama pasukan Raja Abimana yaitu Yudi, datang menghampiri Indra dan ibunya untuk memberikan sedekah pada mereka.


"Terimakasih tuan, kami sangat bersyukur atas sedekah yang tuan berikan pada kami" ucap ibunya Indra kepada Yudi.


"Jangan panggil aku seperti itu, aku hanya pemimpin pasukan dan aku bukanlah seorang raja ataupun pangeran, jadi panggil saja aku Yudi, namaku adalah Yudi."


Kemudian Raja Abimana pun juga menghampiri Indra dan ibunya dan berkata.

__ADS_1


"Ny. Rasiti, saya minta maaf atas meninggalnya suamimu, karena saya yang sudah memberikan misi itu padanya hingga akhirnya beliau tewas dalam misi itu."


"Tuan tidak perlu minta maaf pada kami, kami sudah menerimanya dengan lapang dada, karena itu sudah kehendak dari para dewa tuan."


"Baiklah, mungkin hanya itu yang dapat saya bantu, hanya sedikit sedekah dan semoga bisa bermanfaat untuk kalian semua, saya permisi dulu ya."


"Ya, terimakasih banyak yang mulia Raja Abimana, kami sangat senang dengan sedekah yang tuan berikan."


Akhirnya Raja Abimana pun pergi untuk mendatangi para penduduk yang lain.


Beberapa hari kemudian ibunya Indra jatuh sakit, dan beliau meminta Indra untuk menjaga adiknya selagi ibunya sakit, Indra pun dengan senang hati menjaga adiknya dan merawat ibunya sendirian.


Suatu saat Indra pergi ke hutan untuk mencari tanaman herbal untuk mengobati penyakit ibunya tercinta sambil menggendong adiknya yang masih berusia 2 tahun.


"Ibu, aku mau mencari tanaman yang dapat dijadikan obat untuk menyembuhkan penyakit ibu yah.."


"Berhati-hatilah Indra, dan jagalah adikmu, jangan sampai kau membuatnya terluka!"


"Baik bu.."


Kemudian Indra pun pergi ke hutan dan mencari tanaman herbal, namu di tengah jalan Indra bertemu dengan teman-temannya yang selalu mengejeknya, disitu Indra ejek dan di pukuli oleh teman-temannya, dan karena Indra kuatir dengan adiknya, Indra pun melindungi adiknya, dan temannya terus memukuli Indra.


Kemudian sang pemimpin pasukan yaitu Yudi, datang menghampiri mereka dan sontak anak-anak yang memukuli Indra langsung lari ketakutan begitu melihat Yudi datang menghampiri mereka.


Indra pun menatap adiknya dengan muka yang babak belur habis dipukuli oleh temannya, dan Indra berkata pada adiknya.


"Aya, kamu baik-baik saja kan.?" ucap Indra dengan tersenyum kesakitan.


"Hei, bukankah kau anak Ny Rasiti.? Apa yang terjadi, mengapa mereka memukulimu..??"


"Itu sudah biasa paman, mereka selalu mengejekku karena aku tidak mempunyai kemampuan yang setara dengan mereka."


"Oh, jadi begitu,, kalau boleh tahu siapa namamu..?"


"Namaku Indra"


"Oh,, Indra, berapa usiamu.?"


"5 tahun paman."


"ndong, ndong.." ujar adiknya yang minta digendong oleh Indra.


Kemudian Indra pun melanjutkan perjalanannya ke hutan dan menggendong adiknya dengan kondisi yang sudah babak belur, Yudi merasa sangat kasihan melihatnya, dan Yudi ingin sekali membantunya.


Kemudian disaat Indra hendak pergi, Yudi menahannya dan bertanya.


"Kamu mau kemana Indra.?"


"Ibuku sedang sakit dirumah, jadi aku harus mencari tumbuhan yang bisa dijadikan ramuan untuk mengobati penyakit ibuku."


Yudi yang mendengarnya sontak terharu dengan perjuangan Indra yang menjadi tulang punggung keluarga diusianya yang masih kecil, kemudian Yudi pun membantu Indra mencari tanaman herbal untuk mengobati ibunya, di setiap langkah Yudi terus memikirkan betapa memprihatinkan nya kehidupan Indra dan keluarganya setelah kepergian sang ayah.

__ADS_1


Setelah Indra selesai mencari tanaman herbal, Indra pun bergegas pulang untuk mengolah tanaman itu menjadi ramuan untuk menyembuhkan penyakit ibunya.


Setelah mereka sampai di rumah, Yudi begitu tersentuh dengan keadaan keluarga Indra yang begitu memprihatinkan dan ditambah lagi dengan keadaan ibunya yang sedang terbaring sakit diatas tempat tidurnya, kemudian Yudi memutuskan untuk membantu Indra dan merawat ibunya hingga sembuh.


Setiap hari Indra membuatkan makanan untuk ibu dan adiknya serta mencari kayu bakar dikala persediaan dirumahnya telah habis, dan Indra pun dengan senantiasa menjaga adiknya dikala ibunya sedang sakit, Indra pun menyuapi ibunya dikala beliau makan dan begitu juga dengan adiknya.


Yudi yang melihatnya sangat tersentuh hingga meneteskan air mata di pipinya, dan ditambah lagi dengan apa yang mereka makan, yaitu hanya nasi putih yang dicampur dengan garam saja.


Karena Yudi begitu merasa kasihan dengan Indra dan keluarganya, Yudi pun meminta izin kepada Raja Abimana untuk membawa beberapa makanan yang enak dikala Yudi menjenguk ibunya Indra.


Setelah beberapa hari kemudian, kondisi ibunya Indra pun semakin hari semakin membaik, dan akhirnya ibunya Indra pun sembuh, kemudian Yudi berpamitan untuk kembali ke istana Raja Abimana untuk memimpin para pasukannya kembali,


"Indra, berhubung ibumu sudah sembuh, paman izin pamit untuk kembali ke istana yah."


"Baiklah paman, terimakasih sudah membantuku merawat ibuku.."


"Iya tuan, saya sangat berterimakasih dengan bantuan tuan, suatu hari pasti akan saya balas kebaikan tuan pada kami." ucap ibunya Indra yang merasa berhutang budi pada Yudi


"Tidak usah dipikirkan, itu sudah kewajiban saya untuk membantu keluargamu, karena suamimu juga telah banyak membantu kami, bahkan beliau sampai mengorbankan nyawanya demi kepercayaan yang diberikan oleh Raja Abimana."


"Tuan sangat rendah hati sekali"


"Oh iya Indra, apa kamu mau belajar beladiri, agar kamu tidak diejek lagi oleh teman-teman mu..??"


"Ya,, aku mau paman, aku ingin belajar beladiri agar aku bisa melindungi ibu dan adikku paman,,"


"Baiklah, nanti jika kamu sudah berusia 10 tahun, aku akan mengajakmu untuk belajar beladiri dengan seorang guru yang akan mengajarimu nanti."


"Baiklah paman, aku akan menunggu paman sampai paman datang."


Kemudian Yudi pun pergi meninggalkan Indra dan keluarganya dengan perasaan yang lega.


Keesokan harinya Indra menjalani hari-harinya seperti biasanya, namun sekarang keluarga Indra menjadi lebih baik setelah menerima bantuan dari Yudi, dan mereka tidak lagi makan dengan nasi putih dan garam saja.


5 tahun kemudian, tepat disaat Indra berusia 10 tahun, Yudi datang kembali untuk menjemput Indra dan mengajaknya belajar beladiri.


"Paman, kau kembali lagi." Ucap Indra dan menyambut kedatangan Yudi


"Yo, Indra, kau sudah besar ya setelah 5 tahun kita tidak bertemu, ini aku bawakan makanan dan sembako untuk kalian."


"Terimakasih banyak tuan." ucap ibunya Indra dengan senang hati.


"Indra, apakah kau sudah siap untuk belajar beladiri..??"


"Ya, aku sudah siap paman, aku sudah menantikan hari ini, hari dimana paman akan mengajakku belajar beladiri."


"Baiklah sekarang mari ikut denganku Indra."


Kemudian Indra pun berpamitan dengan ibunya dan bergegas pergi untuk belajar beladiri bersama Yudi.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2