Lina Dan Manusia 1000 Abad

Lina Dan Manusia 1000 Abad
Chapter 9. Rencana jahat Raja Imran.


__ADS_3

Setelah mereka keluar dari hutan, mereka menuju ke sungai untuk membersihkan darah yang ada di baju Lina dan sekaligus mandi.


Sementara Lina sedang mandi, Yudi dan Indra sedang mengobrol berdua.


"Hey Indra,,"


"Apa.??"


"Apa kau tahu siapa yang mengalahkan Sadam??"


"Siapa? Kau kah yang mengalahkannya??"


"Bukan, bukan aku"


"Lalu, siapa..??"


"Yang mengalahkan Sadam adalah,,, Liza.."


"Hahh..! yang benar saja kau, jangan bercanda, mana mungkin Liza yang mengalahkannya, dia kan sudah mati.!! dan dia mati di pangkuanku," sontak Indra langsung bersedih seketika dia mengningat hal itu.


"Ibu benar Indra, Liza lah yang telah mengalahkan Sadam.."


"Tapi bagaimana caranya??"


"Selagi kau terkena pengaruh hipnotis Sadam, dan kau dihajar sampai tak berdaya, di saat itu tiba-tiba Liza masuk ke tubuh Lina dan mematahkan pengaruh hipnotis Sadam dan kemudian menyerang Sadam.."


"Hah,! Benarkah..??"


"Dan sepertinya Liza merasa sangat sedih ketika melihatmu tak berdaya, dan ku lihat dia juga menangis melihatmu, sepertinya Liza sangat mencintai dan menyayangi mu Indra."


Kemudian Indra merenung sesaat dan mengingat Liza saat dia masih hidup dan selalu bersama Indra.


Di sela perbincangan Indra dan Yudi, Lina yang sudah selesai mandi kemudian datang dan mengajak Indra pulang, kemudian mereka pun bergegas pergi dan mengantarkan Lina kembali ke rumah sakit..


Sementara itu Dini, Zilfa dan orang tua Lina, sedang gelisah menanti Lina yang belum juga kembali,,,


"Dini, Zilfa..! Jawab pertanyaan ibu siapa laki-laki yang bernama Indra itu dan mereka pergi kemana, kenapa mereka belum kembali juga..??"


Dini dan Zilfa kikuk dan bingung antara jujur dan berbohong..


"Zi, gimana ini apa yang harus kita katakan pada ibunya Lina??" Bisik Dini pada Zilfa,,"


"Yaudah katakan saja yang sebenarnya Din, daripada kita ditanyain terus.." ujar Zilfa sambil bisik-bisik.


Kemudian disaat Dini mau menjelaskan kepada orang tua Lina, Lina pun sampai di depan gerbang rumah sakit..


"Dini, Zilfa, kenapa kalian bisik-bisik,? Cepat katakn kemana Lina pergi bersama laki-laki gak jelas itu..!


"eeee... jadi begini bu,,, eeeee.. sebenarnya..... eeee.."

__ADS_1


"Kenapa kamu grogi gitu, apa ada yang kalian sembunyikan ha.??"


"eee.. sebenarnya Lina.."


"Sebenarnya Lina kenapa?, Jangan bertele-tele cepat katakan..!!"


"Lina... Lina sudah kembali bu, hey Lina..!!" Dini tertolong oleh kedatangan Lina dan tidak jadi mengatakan yang sebenarnya.


"Hey.. Dini, Zilfa..!!"


Lina pun akhirnya datang dan menemui mereka, namun disitu ibunya Lina kebingungan dengan keadaan Lina yang basah kuyup dan bau darah..


"Lina, kamu darimana saja, dan kenapa kamu basah kuyup seperti itu, dan,,, baumu seperti bau darah, kamu abis ngapain.? Apa yang terjadi denganmu jawab ibu..!!" Ujar ibu Lina yang merasa kuatir dengan keadaan Lina..


"I..i..i..ini tadi pas di jalan aku,,, aku melihat orang yang sedang motong kambing trus aku terkena semburan darah kambing itu bu.."


"Hmm,,, aneh-aneh saja kamu. Terus keman laki-laki yang bersamamu tadi??."


"Dia sudah pergi bu, katanya dia mau menjemput ibunya.."


"Haahhh..!!!" Dini dan Zilfa kaget bersamaan, namun Lina memberi isyarat agar mereka diam..


"Yasudah kamu ganti baju sana, dan kalau kamu sudah pulih kita langsung pulang saja.."


"Iya mah.."


Kemudian Lina bergegas mengganti bajunya dan bersiap untuk pulang.


"Hey Dini,,, menurut mu tadi lina pergi kemana? Dan Kenapa dia bisa basah kuyup dan bau darah gitu.??" Tanya Zilfa yang sedang naik motor bersama Dini.


"Itu sudah jelas karena si kakek tua itu, kamu ingat kan kejadian yang kemarin, Lina bisa terluka seperti itu."


"Iya juga sih"


Setelah sampai di rumah Lain, Dini dan Zilfa pamit pulang ke rumah masing-masing, karena hari sudah mulai petang.


"Lina, kita pulang dulu ya, kita ketemu lagi besok.!"


"Baiklah sampai jumpa besok.!! Bay.."


Sementara itu Indra dan Yudi sedang beristirahat di atas pohon di taman dekat rumah Lina, dan disitu Yudi menceritakan tentang dirinya yang telah kabur dari penjara Raja Imran.


"Hey Indra, apa yang sedang kau pikirkan??"


"Tidak, aku tidak memikirkan apapun, oh ya.! Kau bilang kalau kau kabur dari penjara Raja Imran, apa yang terjadi disana??"


"Yahh,, aku memang kabur dari sana, tadinya aku sempat berpikir kalau aku akan menjadi pengikut Raja Imran.."


"Hahh..!!!" Indra kaget dan teriak keras di dekat telinga Yudi, Yudi pun kaget dan jatuh dari pohon itu..

__ADS_1


"Hey,, kenapa kau teriak di telingaku. Dasar payah.!! Teriak Yudi dan merasa pantatnya kesakitan...


"Maaf, aku tidak sengaja, tapi bagaimana ceritanya, dan apa yang terjadi disana..??"


Kemudian mereka duduk manis dan bercerita..


"Jadi,, waktu itu semua roh dari Lembah biru di segel di sebuah wadah yang besar, dan satu persatu di keluarkan dan dimasukan ke dalam tubuh manusia yang sudah meninggal, bukan hanya roh dari Lembah biru saja tapi semua pasukan dan roh dari Lembah merah juda di segel di dalamnya..


Setelah mereka dimasukan kedalam tubuh itu, kemudian tubuh manusia itu hidup lagi, namun dengan jiwa yang berbeda, dan setelah mereka hidup kemudian di bawa ke hadapan Raja Imran dan mereka dipengaruhi oleh sihir kegelapan dari Raja Imran, ketika Raja Imran membuka mata ketiganya semua yang menatapnya jadi terpengaruh, dan mereka menjadi pengikutnya.


Kemudian aku pun dikeluarkan dan dimasukkan kedalam tubuh manusia yang telah meninggal itu. Kemudian aku dibawa ke hadapan Raja Imran dan menyuruhku untuk menatap matanya, dan kemudian aku diperintahkan untuk membunuh semua orang yang masih hidup untuk dijadikan pengikutnya.


Namun sihir Raja Imran tidak berpengaruh padaku, itu karena tubuh ini ternyata memiliki jimat yang bisa menangkal ilmu hitam dan bisa juga untuk menghancurkan roh jahat.."


"Lalu kenapa Raja Imran ingin membunuh semua orang yang masih hidup? Apa tujuannya??.."


"Tujuan Raja Imran adalah untuk menjadikan dunia ini menjadi dunia kematian, dimana dunia ini akan penuh dengan orang-orang yang sudah meninggal. Itulah rencana jahat Raja Imran. Dan kita harus menghentikan semua itu sebelum semua orang didunia ini di bunuh dan di jadikan budak olah Raja Imran.


Itulah alasan aku mencarimu Indra hanya kau lah yang mampu menghentikan Raja Imran.."


"Hahh.!! Bagaimana caranya aku menghentikan dia, sedangkan dia itu manusia yang abadi, bagaimana aku bisa membunuhnya..??


"Yah, benar Indra, dia memang abadi dan tidak ada yang bisa membunuhnya meskipun usianya sudah ribuan tahun lamanya, dia akan tetap hidup, itulah kutukan para dewa termasuk kau Indra."


"Lalu bagaimana caranya.??"


"Hanya ada satu cara untuk menghentikannya, yaitu dengan cara menyegelnya."


"Hah.!! Di segel.?"


"Benar, apakah kau belum mengetahuinya Indra??"


"Aku baru tahu sekarang"


"Tiga orang yang dikutuk oleh para dewa masing-masing di beri kelemahan, dan kelemahan itu dalah segel, jika disegel maka dia tidak akan bisa bergerak dan melepaskan diri meskipun menggunakan seluruh kekuatannya dia tidak akan bisa lepas dari segel itu."


"Lalu dimana aku harus mendapatkan segel itu.?"


"Seharusnya kau mempunyai salah satu dari ketiga segel itu, karena mereka yg di kutuk akan mendapatkan segel lawannya, dan kau seharusnya mempunyai salah satunya."


"Tapi aku tidak tahu tentang segel itu."


"Yasudahlah kita cari saja segel itu bersama-sama"


"Kemana kita harus mencarinya??"


"Kita harus mencari seorang peramal yang mampu melihat segel itu.."


"Baiklah, mulai besok kita akan mencari peramal itu dan menghentikan Raja Imran.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2