
"Kalian siap..?"
"Indra..! Kau pasti bisa..!" Ujar Dendra dengan teriak.
"Mulai.!!"
Kemudian Indra pun mulai bertarung, dan Indra bertarung dengan sangat hebat, hingga mampu mengalahkan murid seniornya.
"Berikutnya Sarif, majulah..!"
Indra pun bertarung dengan gigih sampai babak akhir, namun dibabak yang terakhir Indra melawan Bayu, yaitu sang kaka dari gadis manis yang Indra lawan pertama kali, disitu Indra sudah kelelahan dan akhirnya Indra pun kalah.
Sebenarnya Indra masih mempunyai jurus pamungkas yang dapat mengalahkan Bayu, namun Indra tidak melakukannya karena itu menggunakan senjata, akhirnya Indra pun mengalah.
Walaupun Indra kalah, tapi para guru sudah mengakui kehebatan Indra karena dia sudah melampaui teman-temannya, ujian pun selesai, dan mereka semua bubar.
Di luar lapangan Bayu memberi selamat kepada Indra, begitu juga dengan adiknya, si gadis manis yang membuat Indra penasaran.
"Indra kamu hebat bisa mengalahkan murid-murid senior, tapi kamu tidak bisa mengalahkan kakakku"
"Iya terimakasih,, kakakmu memang hebat aku tidak bisa menandinginya" jawab Indra dengan gemetar karena grogi.
"Oh iya kemarin aku belum sempat mengatakan manaku, Namaku adalah Liza, salam kenal"
"Liza.? Oh iya salam kenal juga, senang bertemu dengan mu"
Akhirnya Indra pun tidak lagi penasaran dengan gadis itu, dan Indra pun merasa senang karena sudah mengetahui siapa nama gadis manis itu.
Hari demi hari kian berlalu, Indra pun mulai dekat dengan Liza, mereka sering bermain bersama, bercanda bersama hingga akhirnya tumbuh perasaan diantara mereka berdua, perasaan yang begitu membara, dan mereka pun saling suka.
Tidak lama kemudian merekapun menjalin asmara hingga 1 tahun lamanya.
Setelah kurang lebih 1 tahun lamanya, Raja Imran dari lembah Hitam sudah menguasai kerajaan Lembah Merah dan sudah mengalahkan Raja mereka, dan mengambil alih kerajaan itu hingga akhirnya pasukan Raja Imran pun bertambah banyak dan semakin kuat karena semua penduduk dan prajurit Lembah Merah sudah mengikuti Raja Imran, kemudian Raja Imran menyusun sebuah rencana untuk menguasai kerajaan Lembah Biru dan membinasakan Raja Abimana.
Hal itu pun terjadi, Raja Imran dan pasukannya mulai menyerang kerajaan Lembah Biru, semua penduduk Lembah Biru pin panik, para prajurit kerajaan Lembah Biru bersiap menghadapi serangan dari pasukan Raja Imran, begitu juga dengan Indra, Liza, Dendra dan murid-murid lainnya, semua telah bersiap, akhirnya perang pun terjadi, perang antara kerajaan Lembah Biru dan kerajaan Lembah Hitam.
Prajurit Lembah Biru pun mati-matian menghadapi pasukan Raja Imran, begitu juga dengan Yudi sang pemimpin pasukan utama Raja Abimana.
Indra yang kuatir dengan ibu dan adiknya, Indra pun bergegas menuju ke rumah untuk menyelamatkan ibu dan adiknya dengan diikuti oleh kekasihnya yaitu Liza, sesampainya di rumah Indra melihat ibu dan adiknya sudah tidak ada dan rumahnya pun hancur, ibu dan adiknya Indra telah ditangkap oleh pasukan Raja Imran, Indra pun merasa sangat marah hingga tanpa sengaja Indra membuka kekuatan terpendamnya hingga kekuatan itu meluap-luap dari tubuhnya, kekuatan yang begitu besar, kemudian Indra mengambil senjatanya dan mengayunkannya, dengan sekali ayunan setengah dari pasukan Raja Imran pun tumbang, kemudian Indra mencoba mengayunkannya lagi, namun disaat Indra hendak mengayunkan senjatanya, Indra mendengar jeritan dari Liza, ya, Liza telah diserang, dan Liza terkena tusukan dari pedang pasukan Raja Imran, dan lukanya sangat parah, Indra pun bergegas menolong Liza dan menghajar orang yang telah menusuk Liza.
"Liza, Liza,,,!! Liza lukamu sangat parah sekali, aku akan membawamu ke tempat yang aman."
__ADS_1
"Tidak usah pedulikan aku Indra, aku masih bisa bertahan"
"Tidak Liza, lukamu sangat parah, kau harus cepat diobati.! Aku sudah kehilangan ibu dan adikku, aki tidak mau kehilangan orang yang aku sayangi lagi"
Disaat Indra sedang menolong Liza, Raja Imran langsung menyuruh pasukannya untuk menangkap Indra.
"Indra, cepat larilah mereka mengejar mu"
"Baiklah kita harus bersembunyi, ayo aku akan menggendong mu"
"Tidak Indra, tinggalkan saja aku disini kau larilah sebelum mereka menangkapmu.!"
"Tidak Liza, aku akan membawamu, aku tidak ingin kau mati disini.!"
Kemudian Indra pun lari dan mencari tempat untuk bersembunyi, dengan membawa Liza yang sudah terluka parah, para pasukan Raja Imran pun terus mengejarnya, hingga akhirnya Indra menemukan sebuah goa dan kemudian Indra bersembunyi di dalam goa itu.
"Liza, kita akan aman disini, kau bertahanlah sampai perang ini berakhir, setelah itu aku akan membawamu ke seorang tabib untuk mengobati lukamu."
"Percuma Indra, aku tidak akan bisa bertahan sampai perang berakhir, aku sudah tidak kuat lagi Indra."
"Liza, bertahanlah, aku tidak ingin kehilangan dirimu Liza..!
"Maafkan aku Indra, aku tidak bisa menemanimu lagi, akau akan pergi, selamat tinggal Indra, aku menyayangimu." Ujar Liza sambil tersenyum kepada Indra, hingga akhirnya Liza pun tewas.
"Liza, guruku bilang jika aku bertapa dengan sangat lama, aku akan bisa mendapatkan kekuatan apa saja yang aku inginkan termasuk menghidupkan orang yang telah mati, Liza mulai sekarang aku akan bertapa dan aku berjanji setelah aku selesai bertapa, aku akan menghidupkan mu kembali Liza."
Sementara itu para pasukan Raja Imran kembali karena tidak menemukan Indra dimanapun.
"Apa.?? Kalian kehilangan jejak mereka.?" Dasar tidak berguna..!"
"Maaf yang mulai kami sudah mencarinya di seluruh hutan tapi kami tidak menemukannya."
Raja Imran pun marah dan membunuh pasukannya sendiri, kemudian Raja Imran berhadapan dengan Raja Abimana, namun Raja Abimana tidak dapat mengalahkan Raja Imran, hingga akhirnya Raja Imran dan pasukannya memenangkan peperangan itu, dan Raja Abimana ditangkap hidup-hidup oleh Raja Imran dan di penjara selama-lamanya.
Perang pun berakhir dengan kekalahan Raja Abimana, namun Indra tidak keluar dari dalam goa, karena Indra sudah memutuskan untuk bertapa selama mungkin agar dapat menghidupkan kembali kekasihnya.
Indra bertapa selama ratusan tahun hingga Indra bertemu dengan seorang gadis yang mirip dengan Liza, yaitu Lina yang sekarang menjadi temannya dalam perjalanan balas dendamnya.
"Seperti itulah ceritanya saat aku masih kecil dan...?? Heeeyyy kenapa kalian malah tidur, aku sudah cerita panjang lebar apa kalian tidak mendengarnya.??"
"Maaf Indra, ceritamu membuat kami mengantuk jadi kami tidur saja dulu." Ujar Lina sambil tidur.
__ADS_1
"Walaahh.. kurang ajar kalian Rrrrrrr..."
Ya, mereka tertidur saat Indra bercerita, alhasil mereka tidak mendengarkan ceritanya, bisa jadi nanti Indra disuruh untuk mengulangi ceritanya lagi, hehe..
Kemudian hari pun berganti, mereka pun bangun dari tidurnya, namun ketika mereka bangun mereka tidak melihat Indra, dan meraka pun bertanya-tanya diama Indra.?
Kemudian mereka mendengar suara teriakan yang keras seperti minta tolong, dan ternyata itu adalah Indra yang sedang dikejar oleh babi hutan dan berlari ke arah mereka, sontak mereka pun ikut lari ketakutan.
"Hey kenapa kau datang membawa babi hutan.?"
"Siapa yang membawanya.? Aku dikejar oleh nya saat aku mengambil buah didekatnya.."
Mereka berbicara sambil lari terbirit-birit karena ketakutan, kemudian si kakek lebah mengambil tindakan dan menyengat babi hutan itu, karena babi hutan itu merasa kesakitan akhirnya babi itu berhenti mengejar mereka, karena babi itu terkena racun si kakek lebah babi itu pun mati,
"Hey dasar bodoh kenapa kau pergi tidak bilang-bilang..??" Ujar Lina marah dan memukul kepala Indra sampai benjol.
"Atatatatata,, kenapa kau memukulku..?"
"Hm,! aku benci denganmu!"
"Galak sekali, dia sangat berbeda dengan Liza yang lemah lembut dan baik hati." Ujar Indra dalam hati.
"Ya sudah semuanya, sampai disini saja aku menemani kalian, aku pergi dulu, sampai jumpa."
"Hey kau mau kemana kakek..? Jangan Seenaknya pergi begitu saja.! woooiiii... Rrrr..!!"
Setelah mereka berpisah dengan si kakek lebah, mereka bertiga pun melanjutkan perjalanannya untuk mencari senjata keramat yang dikatakan oleh si kakek lebah itu.
Mereka pun berjalan menuju ke sebuah desa untuk mencari makanan, setelah jauh mereka berjalan mereka pun akhirnya sampai di sebuah desa, mereka melihat orang-orang yang kesakitan, mereka juga melihat Dea si gadis yang bersama kucing dan kelinci yang mereka temui pada waktu itu, dan dia sedang mengobati orang yang kesurupan.
"Hei, itu kan gadis yang waktu itu, ayo kita ke sana.! Ujar Lina dan mengajak Indra dan Yudi menemui Dea.
"Hai Dea, kau sedang apa??" Tanya Lina.
"Oh, hai, kalian rupanya, aku sedang mengobati orang yang kesurupan, banyak sekali orang yang kesurupan dan kesakitan karena kehilangan banyak darah disini."
"Apa? Kehilangan banyak darah, memangnya apa yang terjadi disini.?"
"Aku tidak tahu pasti apa sebabnya, tapi para warga bilang mereka digigit oleh kelelawar saat berburu di hutan."
"Hah, kelelawar.??"
__ADS_1
...****************...