
Ranti sang cucu dari kakek Sampur datang untuk memberi kabar bahwa dia telah melihat masa depan yang dimana dalam penglihatnya Indra tidak berdaya menghadapi musuh yang begitu kuat dan Ranti mengajak semua orang untuk pergi dari desa untuk menghindari pertarungan, namun Indra bersikeras untuk tetep di sana dan menghadapi musuh yang akan datang.
"Baiklah.! Jika kalian percaya dengannya, maka kalian yang pergi saja, aku akan tetap disini, aku akan melindungi desa yang ditinggalkan oleh keluarga ku, aku sudah menganggap seluruh penduduk Lembah Biru sebagai keluargaku, maka dari itu aku akan melindungi desa ini dengan seluruh kekuatanku.! Karena ini adalah satu-satunya peninggalan mereka..!!"
"Tapi kakek moyang.! Aku melihatmu dikalahkan olehnya bahkan sekujur tubuhmu penuh dengan luka dan kakek moyang tidak bisa bangkit lagi.!"
"Tidak.! Aku akan tetap disini, jika kalian ingin pergi.! Pergilah.! Aku sendiri yang akan menghadapi orang itu.!"
Indra terus bersikeras tidak mau pergi, walaupun Lina, Yudi, dan Dea, juga sudah membujuknya, tapi karena mereka bertiga senantiasa menemani Indra, walaupun sudah tau akhirnya mereka tetap mendampingi Indra.
Karena Indra yang bersikeras melindungi desa itu, kakek Sampur dan warga lainnya juga ingin bertarung bersama Indra, namun disitu Ranti yang sudah melihat masa depan, Ranti terus saja mengajak semua orang untuk pergi
Tidak lama kemudian disaat mereka berbincang-bincang dan berdebat, dari kejauhan tampak terlihat sesosok makhluk yang sedang berjalan ke arah mereka, mereka jadi gemetar ketakutan mengingat apa yang dikatakan oleh Ranti.
Makhluk itu berjalan pelan dan semakin dekat dengan mereka, dari jauh makhluk itu terlihat seperti seekor harimau besar yang berjalan merangkak layaknya seekor harimau, dan sekarang makhluk itu sudah semakin dekat, Indra dan lainnya bersiap dan waspada karena kuatir ada serangan mendadak
Namun ketika makhluk itu sudah dekat dengan mereka, makhluk itu tidak terlihat merangkak dan makhluk itu juga tidak terlihat seperti harimau, orang-orang pun heran dengan makhluk itu, dan mereka pikir mereka salah lihat tapi ada juga yang merasa itu hanyalah halusinasi karena sudah lelah dan kehilangan banyak tenaga
Setelah terlihat dengan jelas ternyata itu adalah manusia yang berpakaian seperti kesatria jaman dulu, pakaian berzirah emas dan kain berlapis baja kuno yang sudah robek, orang itu juga berbadan kekar dan berotot, orang-orang bertanya-tanya siapa dia dan apakah dia lawan atau kawan.
Ranti yang melihatnya menjadi sangat ketakutan karena orang itulah terlihat dalam kejadian dimasa depan yang dilihatnya, Ranti juga memberi tau kakek Sampur dan semua orang di sana, namun Indra masih saja bersikeras untuk melawannya, kemudian orang itu mendekat dan berkata
"Sedang apa kalian disini, kenapa kalian tidak pergi.? kalian sudah membunuh teman-teman ku, aku masih berbelas kasihan pada kalian, kalian mau pergi atau mati.?!" ujarnya dengan suara yang gagah
"Hm.. memangnya siapa kau, beraninya mengusir kami, ini desa kami.! jadi yang seharusnya pergi adalah kau.!" sahut Indra
"Jadi apa kau benar-benar mau mati.?!"
"Hm.. coba saja bunuh aku.!!"
Indra yang tidak terima dengan kata-katanya langsung menyerang orang tersebut, namun tidak sampai Indra menyentuhnya Indra langsung terpental begitu jauh, bahkan sampai Indra menabrak dinding dan dinding-dindingnya pun terjebol
__ADS_1
Bukan satu atau dua dingin yang ditabraknya, tapi malah puluhan dinding karena Indra terpental sejauh 200 meter + - Indra pun terluka parah sampai muntah darah.
Orang-orang yang melihatnya pun sontak ketakutan, mereka tidak tau harus bagaimana menghadapinya, karena melihat Indra yang jauh lebih kuat dari mereka saja juga dapat dihempaskan begitu saja tanpa disentuh dan bahkan tidak bergerak sedikitpun
"Kuat sekali orang itu, baru kali ini aku melihat Indra dihempaskan begitu saja tanpa disentuh sedikitpun" ujar Yudi risau
Semua orang menjadi gentar melihat orang itu yang begitu kuat, dan mereka tidak tau apa yang harus dilakukannya, jika mereka pergi maka mereka kehilangan desanya tapi jika bertahan mereka akan mati.
"Kalian tunggu apa lagi.! Apa kalian semua ingin mati.?!" ujar orang kuat itu
"Sial, apa yang harus kita perbuat.? Kakek moyang saja baru pertama menyerang langsung terpental.!" ujar Kakek Sampur dengan gemetar
Kemudian Lina dan Yudi juga mencoba menyerang orang itu dengan membuat cahaya Dewi rembulan bersamaan dan kemudian mereka berdua menyerangnya dengan jurus terkuat mereka, namun mereka juga sama sekali tidak dapat menyentuhnya dan mereka juga terpental jauh seperti Indra, alhasil mereka mendapatkan luka yang sangat parah
Yudi mengalami patah tulang di bagian lengannya dan kepala Lina terbentur sampai tak sadarkan diri, orang-orang pun semakin takut dengannya dan mereka kemudian memutuskan untuk pergi, namun itu sudah terlambat
Yudi yang tergeletak mencoba bangkit, namun luka dalam yang di alaminya juga parah, Yudi pun tidak bisa berbuat apa-apa lagi.
"Sial.! Kekuatan apa yang dia gunakan, aku belum sampai menyentuhnya tapi aku bisa terpental, dan Lina juga.... Ahh.!! Celaka.! Lina tidak sadarkan diri.!!" keluh Yudi sambil melihat keadaan Lina
"Jiajajajaja... Mau kemana kalian.? Apa kalian ingin pergi.?! Jiajajajaja.... Sudah terlambat.! Kalian tidak akan bisa pergi kemana-mana sekarang.! Nikmatilah saat-saat terakhir kalian.! Karena sebentar lagi kalian tidak akan bisa melihat betapa indahnya dunia ini.! Jiajajajaja..."
"Celaka.!! Dalam penglihatan ku, ketika orang itu datang kita semua akan mati satu persatu" ujar Ranti kepada Kakek Sampur
Semua orang sudah terpojok dan tidak bisa melakukan apapun karena jika melawan pun akan sia-sia, kemudian terlihat belati Lading Suci melesat cepat ke arah orang yang belum dikenal itu dengan diikuti Indra di belakangnya
Indra melesat cepat bersama Lading Suci berupaya untuk menghajar orang tersebut, namun ketika Lading Suci menyentuh kulit orang itu, cahaya yang mengelilinginya langsung hilang seketika dan Lading Suci seakan kehilangan kesadarannya seperti pisau yang dilemparkan pada tiang besi
Kemudian Indra yang berada di belakang Lading Suci juga ikut menghantamnya dengan jurus Lembu Sekilan, namun alih-alih ingin melukai musuh malah justru Indra yang terluka karena menghantam tubuh orang itu yang sangat keras seperti baja, dan karena Indra menggunakan kekuatan penuhnya, tangan Indra pun tidak dapat menahannya dan akhirnya Indra mengalami patah tulang pada lengan kanannya.
"Aaaaaa... Tanganku..!!!"
__ADS_1
""Tuan Indra.!!"" (serentak)
"Kakek moyang..!" ujar Ranti cemas
Indra yang sudah terluka kemudian Indra di ceweng dan di tinju oleh orang itu namun kali ini Indra tidak terpental tatapi Indra mengalami luka dalam yang sangat parah karena orang itu telah menghancurkan organ dalamnya, Indra pun jatuh tergeletak tidak berdaya bahkan sampai tak sadarkan diri.
"Jiajajajaja... Apa kalian lihat.? Orang yang kalian anggap kuat sekarang sudah tidak berdaya hanya dengan satu kali serangan, apa dia memang orang kuat.? Hm.! aku rasa itu hanya bualan kalian saja. Jiajajajaja.."
Semua orang hampir pasrah dan putus asa, namun kakek Sampur memberikan semangat kepada semuanya dan dia berkata
"Jika kita ditakdirkan untuk mati, maka aku tidak ingin mati sia-sia tanpa melawan, lebih baik aku mati saat bertarung melawan orang-orang jahanam seperti kalian..! SEMUANYA..!! apa kalian juga sejalan denganku.?" ujarnya
"Benar apa yang dibilang kakek.! kita tidak boleh mati sia-sia tanpa melakukan perlawanan.! KAKEK..!! aku sejalan denganmu.!"
"Aku juga..!"
"Aku juga..!"
Orang-orang yang tadinya sudah hampir putus asa kini bangkit kembali dan mengikuti jalan kakek Sampur, karena benar yang dikatakannya, jika memang harus mati maka matilah disaat berjuang agar kematiannya tidak sia-sia.
Ranti yang melihat suasana itu semakin cemas karena keadaan saat itu sama persis dengan apa yang ia lihat, saat semua orang tidak bisa berbuat apa-apa dan tidak ada jalan lain selain berjuang mati-matian, di dalam penglihatnya, Ranti melihat tokoh-tokoh penting di desa itu seperti Ali, sikin, Mus, Ruhin, Rupik, semuanya, bahkan kakek Sampur juga ikut terbunuh, mereka adalah tokoh-tokoh penting yang mempunyai darah keturunan penduduk Lembah Biru dan mewarisi kekuatannya, mereka semua mati dibunuh oleh Uraga
Selain itu Indra, Lina, dan Yudi, sudah terluka parah bahkan Indra dan Lina sudah tidak sadarkan diri, hanya Dea yang masih bertahan namun Dea juga tidak bisa apa-apa karena jurus yang Dea miliki hanya penghisap roh.
Selain itu roh yang merasuki tubuh manusia hanyalah Uraga seorang, sedangkan orang yang sangat kuat itu adalah orang yang masih hidup, dengan jurusnya Dea hanya bisa menghisap Uraga namun apakah Dea bisa melawannya, sedangkan kekuatannya sangat berbeda jauh dengan Dea dan lebih kuat.
Setelah beberapa saat Kemudian hal yang ditakutkan oleh Ranti akhirnya terjadi juga yaitu kematian kakeknya dan orang-orang penting lainnya, disitu hanya tersisa beberapa orang saja yaitu Yunus, Ranti, Aldi, Roni dan 3 orang lainnya.
"Jiajajajaja... Nikmatilah kehidupan kalian yang baru.! Di neraka sana kalian akan hidup abadi selamanya.! Jiajajajaja..."
"Sial.! Aku tidak bisa berbuat apa-apa, tanganku sudah patah, dan tenagaku sudah tidak mampu melawannya lagi, selain itu Indra, Lina, mereka tidak sadarkan diri, sepertinya luka mereka sangat parah, terlebih lagi Indra, sepertinya organ dalamnya hancur karena serangan yang tadi, apa yang harus kulakukan sekarang.?!" keluh Yudi
__ADS_1
Indra dan Lina tidak sadarkan diri, para warga juga sudah dihabisi, dan desa juga sudah hancur berantakan, apa yang akan terjadi selanjutnya.?
...****************...