Lina Dan Manusia 1000 Abad

Lina Dan Manusia 1000 Abad
Chapter 28. Raja Kelelawar dari Goa Lawa.


__ADS_3

Disaat Indra, Lina, Yudi dan Dea bertanya-tanya tiba-tiba ada seorang ibu yang dantang dan mengeluh tentang keadaan desa akhir-akhir ini.


"Belakangan ini banyak orang yang pergi berburu dan pulang kesakitan, ini terjadi belum lam dan baru beberapa hari terakhir ini."


Indra dan lainnya kaget dengan kedatangan seorang ibu yang tiba-tiba mengeluh, kemudian mereka pun bertanya kepada ibu tersebut.


"Mohon maaf ibu, bolehkah kami bertanya satu hal tentang insiden yang terjadi disini.?"


"Baiklah mari ikut saya kerumah tidak baik jika tamu berbicara diluar."


Kemudian ibu tersebut mengajak Indra dan lainnya ke rumahnya, dan ternyata beliau adalah seorang ketua RT di desa tersebut.


"Silahkan duduk, saya ambilkan minum dulu untuk kalian."


Kemudian Bu RT pergi mengambil minuman untuk mereka.


Di rumah itu ternyata sang suami Bu RT juga terkena penyakit yang sama, dan dia hanya berbaring di sofa dengan merasa sakit dan kedinginan, kemudian Bu RT kembali dengan membawa minuman untuk mereka.


"Maaf sudah menunggu lama, silahkan diminum."


"Iya, terimakasih Bu."


"Oh iya, kalo boleh tau kalian ini siapa dan mau kemana??"


"Nama saya Lina, dan mereka teman-teman saya, Indra, Yudi, dan Dea."


"Nama saya Dewi, saya ketua RT disini, lalu kalian mau kemana, apa tujuan kalian??"


"Kami sedang mencari senj..." Jawab Indra dan sontak ditutup oleh Lina


"Hey jangan sembarang bicara bodoh" ujar Lina bisik-bisik sambil menutup mulutnya Indra.


"Apa, kau bilang aku bodoh..?!!" ujar Indra membentak Lina


"Hey berbicara yang sopan, ini rumah orang tau.!!" ujar Lina marah kepada Indra, Sontak Lina menjitak kepala Indra sampai benjol.


"Kalian sedang mencari apa tadi??" Tanya ibu Dewi


Merekapun mencoba mencari alasan agar tidak ketahuan siapa dan apa tujuan mereka.


Kemudian sang suami ibu Dewi terdengar merintih seakan ingin memberitahu tentang kejadian yang menimpa para warga.


"Kelelawar,, berbicara, menyeramkan.." rintihan suami Bu Dewi


Mereka pun kebingungan mendengar rintihan suami Bu Dewi, Yudi pun mencoba menerka apa maksud dari perkataan suami Bu Dewi itu.


"Bu Dewi, apa ibu tahu maksud perkataan suami ibu?"


"Semenjak suami saya sakit dia selalu merintih seperti itu, dia selalu berkata, ( kelelawar, seram, berbicara, goa ) dan kata-kata tidak jelas seperti itu"


"Hah, goa.? Apa di sekitar sini ada goa.?" Tanya Yudi kepada Bu Dewi.


"Ya, di hutan tempat suami saya dan warga lainnya berburu, disitu terdapat sebuah goa, namanya Goa Lawa"


"Hah, goa Lawa..?? Apakah mungkin itu goa yang dimaksud oleh si kakek lebah..??" Ujar Yudi dalam hati bertanya-tanya.

__ADS_1


"Yudi, goa itu..?" ujar Lina yang juga menyadarinya


"Ya, aku juga sedang memikirkannya"


"Ibu, kalau boleh tau, sudah berapa hari suami ibu sakit?" Tanya Dea kepada Bu Dewi


"Suami saya sudah 5 hari ini sakit, dan kata dokter suami saya kehilangan banyak darah, begitu juga dengan warga lainnya yang sakit."


"Apa mereka sudah diobati?"


"Mereka hanya dikasih obat pereda sakit, karena untuk menyembuhkannya mereka harus mendapatkan donor darah yang banyak, tapi biayanya sangat mahal dan kami tidak mampu membayarnya"


"Lalu kalian biarakan suami kalian sakit seperti itu terus.?"


"Mau bagaimana lagi kita hanya pasrah dengan keadaan ini, dan sudah banyak juga korban yang meninggal karena penyakit ini."


"Lalu apa kau akan memberikan suamimu meninggal juga??" Ucap Indra dengan keras membentak ibu Dewi.


Bu Dewi pun hanya menundukkan kepalanya dan merasa sedih hingga meneteskan air mata mendengar perkataan Indra, kemudian Indra mengambil tas yang dibawa oleh Lina, tas yang berisi emas, kemudian Indra mengambil beberapa keping emas dan diberikan kepada Bu Dewi untuk mengobati suami dan warga lainnya yang sakit.


"Ini ambillah emas ini untuk mengobati suamimu dan para warga lainnya.!"


Bu Dewi pun tidak percaya dengan emas yang diberikan oleh Indra dan bertanya-tanya.


"Apakah ini emas asli.? Dan darimana kalian mendapatkan emas sebanyak ini, apa kalian merampok, siapa kalian sebenarnya..??"


"Hey.!" Ujar Indra yang hendak membentak Bu Dewi lagi, namun dicegah olih Lina,


"Jaga sopan santun mu bodoh" ujar Lina sambil menutup mulut Indra.


"Baiklah, aku terima emas ini dan akan aku bagikan kepada warga yang sakit agar mereka mendapatkan donor darah."


Kemudian para warga yang sakit dibawa ke rumah sakit untuk diobati.


Sementara itu Yudi dan lainnya mencari tau apa penyebab dari insiden itu, mereka bertanya-tanya kepada para warga disana, dan ada satu warga yang mengatakan bahwa dia tahu penyebabnya.


"Aku tahu penyebabnya.!"


"Siapa kau?" Jawab Indra


"Aku adalah teman mereka yang ikut berburu di hutan itu, dan aku adalah satu-satunya orang yang selamat."


"Kalau begitu beritahu kami apa yang terjadi"


Kemudian orang itu menceritakan semua tentang kejadian saat mereka berburu, saat itu mereka sedang memburu seekor rusa yang penuh luka di badannya, para warga terus mengejar rusa itu, dan kemudian rusa itu masuk ke dalam goa, para warga pun terus mengikutinya, namun saat berada didalam goa mereka di serang oleh sekelompok kelelawar, dan beberapa warga pun telah digigit oleh kelewar itu, warga yang selamat berhasil keluar dari dalam goa, namun di luar goa mereka dihadang oleh sekelompok binatang buas, mereka pun tidak bisa bergutik, dan akhirnya semua warga terkena gigitan kelelawar itu, namun salah satu warga berhasil bersembunyi dan menyaksikan teman-temannya diserang oleh kelelawar dan binatang buas, orang itu bernama Robi, kemudian Robi melihat suami Bu Dewi yang sedang ter pojok diserang oleh seekor kelelawar, sekilas suami Bu Dewi melihat Robi kemudian minta tolong padanya, namun Robi ketakutan dan tetap sembunyi, kemudian Robi mendengar kelelawar itu berbicara, dan dia berkata.


"Hahahaa.. dasar manusia-manusia bodoh dan lemah, kau tak akan bisa kabur dariku, tidak ada yang bisa kabur dari seorang Raja kelelawar hahaha...."


Kemudian kelelawar itu menggigit suami Bu Dewi, dan semua orang disana kecuali Robi, kemudian Robi pun keluar dari persembunyiannya dan berhasil pulang ke rumah dengan selamat.


"Begitulah ceritanya, mengapa para warga kesakitan dan ada yang sampai mati."


"Tadi kau mengatakan kalau dia adalah Raja Kelelawar.?" Tanya Yudi


"Ya, itulah yang kudengar"

__ADS_1


"Kalau begitu tunjukkan pada kami jalanya" ujar Indra kepada Robi,


"Tidak mudah untuk kesana, kami saja banyak yang kehilangan nyawa disana"


"Kami mohon bantulah kami, ini juga demi desa kalian" ujar Lina memohon untuk dibantu.


"Baiklah aku akan membantu kalian tapi karena itu mempertaruhkan nyawa, maka kalian harus memberiku imbalan"


"Hey kami membantu menyelesaikan masalah di desamu kenapa kau malah minta imbalan pada kami.?!" Ucap Indra marah kepada Robi,


"Cukup Indra,, baiklah aku akan memberikan mu imbalan tapi setelah semuanya selesai bagaimana..?" Ujar Lina mencoba mengalah


"Ku pegang janjimu"


"Baiklah besok kita akan berangkat ke hutan itu, hari ini kita harus istirahat dulu"


Kemudian mereka pun beristirahat dan makan bersama-sama di desa itu untuk melepas lelah.


Keesokan harinya mereka pun bergegas menuju ke hutan dengan di pandu oleh Robi, lalu mereka pun mulai berjalan, Dan akhirnya mereka sampai di hutan itu, mereka pun mulai masuk ke dalamnya.


Di dalam hutan mereka melihat seekor rusa yang sedang berdiri di depan mereka, rusa itu bedanya penuh dengan luka dan baunya juga agak busuk seperti bangkai.


"Hah.! Itukan rusa yang kami buru, kebetulan sekali akan ku tangkap dia." Ujar Robi dan langsung mengejar rusa itu


"Hey.! Tunggu dulu jangan bertindak seenaknya.!" Ujar lina menghentikan Robi


"Memangnya kenapa, ini kesempatan yang bagus untuk menangkap ruaa itu."


Selagi mereka berdebat kemudian rusa itu pun mendekati mereka, Robi yang tidak tahu apa-apa merasa senang karena dia mengira kalau rusa itu menyerahkan dirinya untuk ditangkap, namun tiba-tiba rusa itu berbicara, Robi pun kaget dan langsung menjauh.


"Hey kau, tangkaplah aku, aku tidak akan lari lagi sekarang."


"Apa..?? Rusa itu bisa bicara.? Apa ini mimpi..??"


Lina dan Yudi melihat bahwa didalam tubuh rusa itu ada roh yang merasukinya.


"Yudi, rusa itu.."


"Ya aku tahu, dia adalah roh dari lembah Hitam"


"Bagus lah kalau kalian tahu, karena aku tidak perlu memberitahu kalian"


"Hey apa yang kalian bicarakan aku tidak mengerti sama sekali" ujar Robi yang sedang bingung serta takut


Kemudian rusa itu memanggil teman-temannya, para binatang buas yang telah dirasuki oleh roh jahat, mereka pun dikepung oleh banyak sekali binatang buas.


"Semuanya..! Kita serang mereka..!!!"


"Yaaaa.....!!!!!" Teriak para binatang bersamaan,


Robi pun semakin bingung dan takut, ternyata para binatang disitu dapat berbicara, kemudian para binatang buas itu mulai menyerang.


"Hey kau tetaplah disitu dan jangan melakukan apapun, Lina.! Kau bisa menghancurkan mereka jika mereka menyerang mu, Dea.! Apa kau bisa membantu..??"


Disaat Yudi bertanya pada Dea, ternyata Dea sudah bertindak lebih dulu, kemudian mereka pun bertarung melawan para para binatang.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2