
Setelah mengalahkan Wasan roh jahat dari Lembah Merah, semua orang pun merasa lega dan bersorak gembira, namun disisi lain hal yang sangat berbahaya sedang mengancam desa, ya, itu adalah kobaran api iblis naga terbang yang semakin membesar dan terus menjalar menuju desa, semua orang pun panik serta kebingungan, apa yang harus dilakukan untuk memadamkan api sebesar itu.
Api itu terus menyebar ke seluruh hutan dan membakar habis semua pepohonan disana. Sementara itu Yudi masih terbaring ditengah kobaran itu, tubuhnya masih belum pulih, sedangkan Indra juga yang belum pulih sepenuhnya, Indra merasa sangat lemas karena disaat dia menghancurkan Wasan, dia menggunakan sisa tenaga yang dimilikinya, dan akhirnya Indra kembali tak sadarkan diri.
Lina pun semakin kebingungan dengan keadaan desa yang sedang dalam bahaya, dan hanya Lina lah yang masih berdiri dan mempunyai tenaga.
"Bagaimana ini, apa yang harus aku lakukan.? Indra, Yudi, kalian bangunlah..!" ujar Lina seraya dirinya panik dan ketakutan.
Kemudian Lina menyuruh para warga untuk membantu memadamkan apinya.
"Semuanya..!! Ayo kita padamkan api ini bersama-sama, aku mohon pada kalian, aku tidak bisa melakukannya sendirian..!!"
Semua orang pun bersorak dan beruntun runtun untuk memadamkan apinya.
"Dini, bagaimana ini, kita harus ikut memadamkan api itu"
"Tapi ini lagi seru Zi, ini sangat bagus untuk konten kita,"
"Hey kalian berdua, kenapa kalian diam saja ayo kita bantu mereka memadamkan apinya..!!"
"Rendy..??"
Akhirnya semua orang serentak memadamkan api yang menjalar menuju desa, namun api itu sangatlah besar, dan sudah memlahap sebagian dari hutan itu, para warga sangat kualahan memadamkannya, Lina pun semakin bingung karena api itu tidak dapat dipadamkan.
"Bagaimana ini, apa yang harus aku lakukan,,? seandainya Yudi sudah pulih pasti dia mempunyai rencana untuk memadamkan api ini.."
Lina begitu gelisah karena tidak tahu apa yang harus dia lakukan untuk memadamkan apinya.
"Hei Lina..!!"
"Hah kakek,? Kakek dimana kau.?"
"Lina, aku diatas sini..!" Teriak si kakek lebah yang melihat kobaran api dari atas hutan.
"Hei kakek, sedang apa kau disana? oh iya mungkin kakek punya rencana untuk memadamkan api ini (dalam hati).
Kakek, cepat kesini, aku butuh bantuan mu..!"
"Baiklah,, ada apa gadis manis.? Apa kau mau menciumku.??"
PLAK..!!!
"Dasar kakek mesum, disaat seperti ini kau malah menghilang.! bantulah aku mencari cara untuk memadamkan api ini kakek...!!!!"
"Baiklah maafkan aku,, dari tadi aku sedang melihat kobaran api itu dari atas."
"Apa kau melihat sesuatu.?"
"Em, aku melihat api itu semakin mendekati desa dan apinya sangat besar."
"Dasar bodoh, bukan itu yang aku maksud..!! Rrrrr"
Sementara itu para warga yang sedang berusaha memadamkan apinya, sudah mulai kelelahan dan sudah sebagian dari mereka yang menyerah.
__ADS_1
"Dini, bagaimana ini apinya tidak bisa dipadamkan.?"
"Ah kamu mah percuma Zi, kuatir tapi tidak melakukan apapun."
"Hehe,, kamu kan tau sendiri Din, badanku gendut aku sangat sulit untuk berlari dan cepat capek Din."
"Hmmm,, baru kali ini aku dengar kamu mengakui kalau badanmu gendut."
"Hiii....
"Hei kalian.! Jangan asik ngobrol sendiri dong, cepat padamkan apinya..!"
"Hey Rendy!, diam kau tidak usah menyuruh kami, dari tadi aku sudah berusaha memadamkannya, dan joba kau lihat pacar barumu itu, dia hanya duduk diam tidak melakukan apapun.!"
Rendy pun menoleh ke arah pacar barunya dan Rendy merasa sedikit menyesal karena pacar barunya adalah orang yang pemalas.
Saat ini Yudi dan Indra masih belum bangun juga, Lina pun semakin gelisah dengan keadaan api yang semakin mendekati desa.
"Bagaimana ini.? Kakek cepat cari cara untuk memadamkan apinya..!!"
"Dari tadi aku juga sedang memikirkannya.!"
Si kakek lebah pun terbang kesana kemari mencari cara untuk memadamkan api itu dari atas hutan.
"Celaka.! Apinya sudah semakin dekat.! Bagaimana ini.?
Sementara itu diluar hutan para petugas pemadam kebakaran sedang berusaha untuk memadamkan api itu dan mencegahnya menjalar ke desa, namun mereka juga kualahan sampai mereka kehabisan air di tangkinya.
"Lina.! Apinya semakin membesar dan sudah sangat dekat dengan desa, tapi aku belum menemukan cara untuk memadamkannya, para petugas pemadam kebakaran pun sudah kualahan."
INDRA..!!! TOLONG AKU...!!! teriak Lina begitu keras dengan rasa keputusasaan.
Kemudian tiba-tiba roh Liza masuk ke dalam tubuh Lina dan mengendalikannya, kemudian Lina berlari ke tengah hutan, orang-orang melihatnya semua kebingungan, apa yang akan Lina lakukan.?
Teman-temannya dan ibunya pun panik dan kuatir dengan Lina dan mereka menyuruhnya untuk kembali ke tepi sungai.
"Lina..! Apa yang kau lakukan cepat kembali ke sini,, Lina..!!" teriakan ibunya tidak dihiraukan oleh Lina, dan Lina terus berlari ke tengah hutan.
"Lina, mau kemana dia, apa yang akan dia lakukan, aku harus mencegahnya,"
"Oh, jadi kamu masih peduli dengan mantan pacarmu itu ya, kalau begitu balikan saja sama dia, mulai sekarang kita putus.!"
HAAAA..??? ujar Dini dan Zilfa yang terkejut mendengar pacar barunya Rendy tiba-tiba mengatakan putus.
"Hey, kamu tidak liat apa, kita sedang panik seperti ini, kau malah mempermasalahkan hal yang tidak penting." ujar Rendy dengan rasa emosi terhadap pacar barunya.
Kemudian Lina naik ke atas batu yang tertinggi di hutan itu, dan Lina mengucapkan sebuah mantra untuk memanggil hujan dengan mengangkat senjatanya menghadap langit.
PETIR BERGEMURUH, AWAN HITAM MENUTUP BUMI, SUARA KATAK BERNYANYI MEMANGGIL HUJAN, WAHAI DEWA AGUNG, TURUNKAN LAH HUJAN DAN BASAHI BUMI INI DENGAN RAHMATMU.
Senjata yang diarahkan ke langit pun mengeluarkan kilat dan membuat suara petir yang menggelegar dan awan-awan hitam pun menutup cahaya matahari, hujan pun turun dan membasahi seluruh hutan yang terbakar, Yudi pun bangun dan melihat Liza yang berada di dalam tubuh Lina sedang memanggil hujan, sementara itu orang-orang pun kagum Dan terkesan melihat Lina yang dapat memanggil hujan dan memadamkan api yang membakar hutan, dan sekali lagi Lina menyelamatkan semua orang dan desa yang hendak terbakar.
"Apakah ini mimpi.? ujar para warga yang tidak percaya dengan apa yang mereka lihat
__ADS_1
"Lina, kamu hebat sekali nak, ibu sampai tidak percaya kau bisa melakukan itu dan menyelamatkan kami semua." ujar sang ibu sangat bungah.
"Lina..!!! Kau hebat sekali..!!! teriak teman-teman Lina dan di buat kagum olehnya.
Para warga pun bersorak kepada Lina yang telah menyelamatkan semua orang, dan desa yang hendak terbakar....
Indra pun bangun dan melihat semuanya sudah usai, kemudian Lina kembali ke tepi sungai dan berkumpul dengan Indra dan Yudi.
"Lina, apa yang terjadi, apa kau yang melakukan ini semua..?"
Lina pun hanya diam saat di tanya oleh Indra.
"Indra, ini bukan Lina yang melakukannya, tapi Liza"
"Hah? Liza..??"
"Ya, tapi aku baru tahu kalau Liza ternyata bisa memanggil hujan"
Kemudian Liza pun mulai bicara dan menjelaskannya kepada mereka, dan ternyata Liza saat berada di perguruan telah mempelajari cara memanggil hujan, dan kemudian Liza pun keluar dari tubuh Lina, dan Lina pun sadar, namun Lina tidak ingat apa yang telah dia lakukan, kemudian mereka pun berkumpul dengan para warga, Lina pun kebingungan dengan para warga yang bersorak memanggil manggil namanya,
"Kau hebat sekali Lina, aku kagum padamu.." ujar Dini dan Zilfa sontak memeluk Lina
"Lina, kau hebat, aku tidak percaya kau bisa melakukan hal sebesar itu, Lina, maafkan aku" ujar Rendy dengan rasa penyesalan.
"Hei kalian ngomong apa si aku tidak mengerti maksud kalian"
"Lina, syukurlah kau tidak apa-apa, ibu sangat kuatir dengan mu Lina"
"kakak hebat, kakak bisa menurunkan hujan."
"Ibu, ada apa si ini, aku sama sekali tidak mengerti?, hei kalian, jelaskan padaku apa yang terjadi.!"
"Lina, kau telah berhasil menyelamatkan semua orang dan desa yang hendak terbakar."
"Haaaa... Apa maksud kalian, kenapa kalian membuatku semakin bingung..???!"
###
Akhirnya semua pun berakhir dan mereka pun kembali ke desa.
Setelah kejadian itu, Lina pun jadi terkenal dan namanya dikenal oleh masyarakat luas, dan video yang diunggah oleh Dini di channel YouTube nya pun jadi booming hingga semua orang yang menonton video itu jadi penasaran dengan Lina..
Hari pun berlalu, dan para warga pun merasa lega, bahkan sebagian besar warga desa memberikan penghargaan kepada Lina dan keluarganya sebagai tanda terimakasihnya.
Teman-teman Lina pun berdatangan untuk mengucapkan rasa syukur terhadap Lina yang telah menyelamatkan desa dari marabahaya.
"Lina...! Lina lihatlah ini, viewer YouTube kita bertambah banyak dan komisinya juga semakin besar.."
"Ehhhhh....! Kalian ini orang sedang panik malah membuat video, dasar kalian ya.."
"Hehe kapan lagi kita bisa membuat video seperti ini Lin, hiii"
Kemudian Rendy pun datang untuk meminta maaf kepada Lina, dan Rendy juga telah diputuskan oleh pacar barunya, Rendy juga minta balikan lagi dengan Lina, namun Lina menolaknya karena sudah terlanjur tersakiti, dan Rendy pun menjadi jones..
__ADS_1
...****************...