Lina Dan Manusia 1000 Abad

Lina Dan Manusia 1000 Abad
Chapter 11. Peramal gila.


__ADS_3

Di kerajaan Lembah hitam, Raja Imran yang telah mendapatkan laporan bahwa pemimpin pasukan ke lima yaitu Sadam sudah dikalahkan, Raja Imran pun merasa gelisah dan kemudian Raja Imran merencanakan sesuatu untuk menangkap Indra.


"Kita harus menangkap Indra secepatnya karena jika tidak dia akan menggagalkan rencana kita untuk menguasai dunia ini.!" Ujar Raja Imran yang sedang was-was.


Kemudian Raja Imran memerintahkan pemimpin pasukan ke empat untuk menangkap Indra.


"Keres, aku perintahkan kau dan pasukanmu untuk menangkap Indra secepatnya.! dan ingat.! jangan sampai gagal.! kalau kau sampai gagal, akan ku hancurkan kau untuk selamanya.!"


"Siap laksanakan tuanku.!"


"Kaliya.! Ambilkan minum untuk ku" ujar Raja Imran memyur babunya.


Di sisi lain Indra dan Yudi yang sedang mencari seorang peramal, mereka belum juga menemukan peramal yang bisa melihat keberadaan segel manusia terkutuk itu.


Mereka sempat kebingungan dan kelelahan, lalu mereka pun beristirahat sejenak.


"Hey Yudi.. harus kemana lagi kita? Sudah banyak peramal yang kita temui, tapi tidak satupun dari mereka yang tahu keberadaan segel itu."


"Bersabarlah nati juga kita akan menemukannya, kita istirahat dulu disini."


"Haahhh... Aku haus sekali"


Disaat mereka sedang beristirahat, mereka melihat seorang kakek-kakek yang sedang di kejar warga..


"Hey berhenti kau dasar orang gila..!" Teriak para warga.


Orang gila itu terus berlari sambil tertawa.


"Hahahaha hahahahaha"


Para warga melemparinya dengan benda yang ada di sekitarnya. batu, sampah, sapu, dan lainnya, semua dilemparkan guna mengusir orang gila itu.


Disitu Indra mencoba menghentikan para warga itu, dan menanyakan apa yang terjadi.


"Hey, berhenti kalian.! Apa yang kalian lakukan pada seorang kakek yang sudah tua ini, kalian kejam sekali..!" Ujar Indra dan menghentikan para warga.


Orang gila itu bersembunyi di belakang Indra sambil terus tertawa...


"hey.! minggir kau orang asing.! Dia itu orang gila yang selalu bikin resah di desa ini..!"


"Hahh orang gila??!"


Indra pun melihat kakek gila itu dan kakek gila itu terus tertawa.


Namun Indra masih melindunginya sebab dia juga manusia, Yudi pun ikut melindungi kakek gila itu.


"Hey kalian para warga yang baik, kalian pergi saja biar kami yang mengurus kakek ini."


"Baiklah.! bawa dia pergi dari sini.! bila perlu pasung dia biar tidak bisa kemana-mana lagi dan mengganggu kami lagi..!"

__ADS_1


Kemudian para warga itu pun pergi meninggalkan mereka, disitu Yudi mencoba bertanya pada kakek gila itu, namun kakek itu hanya tertawa.


"Hey kakek, apa yang terjadi denganmu kenapa mereka mengusir mu.?"


"Hey kakek.! jawab pertanyaan kami jangan tertawa seperti itu terus berisik tahu..!"


"Hey Indra, cobalah sopan sedikit pada orang tua.!"


"Hah..! Orang tua katamu?? Apa kau tidak tahu usiaku jauh lebih tua dari kakek ini.!"


"Oh iya benar juga yah, hehe."


Indra dan Yudi kebingungan melihat kakek itu hanya tertawa terus tanpa henti..


"Hey Yudi.! Apa yang harus kita lakukan,? Kita sudah bilang kalau kita akan mengurusnya, bagaimana ini???"


Kemudian kakek itu mulai berbicara tidak jelas, sehingga membuat Indra dan Yudi kebingungan..


"Hahahah,, kakek, kakek,,, uuuuu,,, bercinta, bercinta.. oohhh seorang gadis yang sangat manis,,, berciuman, ooohhh indah sekali..."


"Hey kakek apa yang kau bicarakan itu hah?? Aku tidak mengerti sama sekali..!"


"Oooo rambutmu putih,,, rambutku juga putih... Ohhh gadis yang manis itu ternyata sangat menyukai kakek berambut putih,, uuuu,,, yuhu, yuhu,, apa kau juga menyukai ku gadis manis... Hahahahaha."


"Hey.! Sudah ku bilang bicaralah yang jelas jangan membuat ku bingung..!!"


Yudi yang mendengar ucapan kakek itu Yudi mencoba menerka apa yang dimaksud oleh kakek gila itu, kemudian Yudi mengingat sesuatu.


"Hahh.!! kau tahu apa??"


"Coba kau ingat, dia mengatakan seorang gadis manis, berciuman, kakek-kakek, rambut putih. Aku menduga kalau yang dia maksud kakek ini adalah kau dan Lina."


"Haaahh.! Apa maksudmu, jangan membuatku semakin bingung..!!!"


"Coba kau ingat lagi,! kau adalah kakek yang berambut putih, dan kejadian saat di goa itu, bukankah kau berciuman dengan Lina..??"


"Hah.! Benar juga..!"


"Indra.! Mungkinkah dia seorang peramal.?"


Kemudian kakek itu berbicara yang tidak jelas lagi.


"Ooo,,, aku seorang peramal,,, aku seorang peramal,, hahahaha.."


Kemudian Yudi mencoba bertanya tentang segel manusia terkutuk itu pada kakek gila itu..


"Hey kakek.! Jika kau seorang peramal, apakah kau tahu dimana letak segel manusia terkutuk berada??"


Namun kakek itu terus tertawa dan lagi-lagi dia berkata yang tidak jelas..

__ADS_1


"Hahaha... ohh gadis yang manis,,, tanpamu dunia ini akan hancur,,, hahaha,, aku ingin bertemu denganmu gadis manis hahahaha,, oohh gadis yang malang, mengapa kau bersedih,, tunggulah aku... hahaha,,,"


"Hey kakek tua.! Apa kau tidak dengar temanku bertanya hah?? Tanya Indra seraya kakek itu terus tertawa. Hahaha..


"Ohh gadis manis,,, aku akan menemui mu..."


Kekek gila itu mencoba pergi, namun Indra menahannya dan menarik kerah bajunya..


"Hey.. mau kemana kau, jangan pergi dulu aku belum selesai bicara..!!"


"hahahaha... Gadis itu,, gadis itu... Kunci, kunci... aku akan menemui mu gadis manis... Tunggulah aku. Kita selamatkan dunia bersama-sama hahahaha..."


"Heeyy... Tunggu dulu kakek.!!"


"Lepaskan aku,,, lepaskan aku... Hahaha"


Kemudian Yudi menerka perkataannya lagi, dan mulai menyadari sesuatu..


"Hah,! Indra.!! Coba kau pahami perkataannya.!"


"Perkataan apa maksudmu, dia hanya berkata yang tidak jelas dan membuat ku bingung.."


"Bukan begitu Indra, cobalah kau pahami dulu.! Dia berkata seakan dia menjawab pertanyaan ku."


"Hah, apa maksud mu??"


"coba kau ingat, dia berkata gadis manis, kunci, dan menyelamatkan dunia yang di ambang kehancuran, aku menduga kalau Lina adalah kunci untuk kita menemukan segel manusia terkutuk itu dan bersama-sama kita menghentikan Raja Imran dan menyelamatkan dunia."


"Hahh Lina??? Oooo jadi gadis manis itu namanya Lina,, hahaha sungguh nama yang cantik seperti orangnya, hahahaha... tunggu aku Lina,,, aku ingin mencium mu..." Sontak Indra memukul kake itu,


"Hey,, kau bisa diam tidak ha..??!"


"Aduuhhh sakit sekali,, oooohhh kenapa ada banyak burung di atas kepala ku oooo,, hap hap,, akan ku tangkap kau burung cantik...."


"Indra, kalau benar dugaan ku maka kita harus kembali dan mengajak Lina bersama kita.."


"Baiklah kalau begitu.! Hey kakek tua, terimakasih atas informasinya kami pergi dulu ya,! tapi ingat.! jangan bikin onar lagi..!"


"Hey kalian mau kemana jangan tinggalkan aku, aku juga ingin bertemu dengan gadis itu hahahaha...."


"baiklah kalau begitu, ayo kita pergi..!"


Kemudian Indra dan Yudi pergi untuk menemui Lina dan meninggalkan Kakek itu sendirian.


"Hey Yudi.! Apa kau yakin kalau Lina bisa melihat segel manusia terkutuk itu??"


"Aku tidak begitu yakin, tapi perkataan kakek itu sepertinya menunjukkan kalau Lina adalah kuncinya, dan aku juga yakin karena Lina adalah seorang gadis indigo, karena itulah aku merasa sangat yakin sekali."


"baiklah ayo kita ajak dia pergi bersama kita..!!" indra merasa bersemangat.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2