
Setelah Indra dibebaskan oleh pria bercadar misterius, Indra pun segera kabur bersama Lina dan Yudi, namun saat berada di pintu keluar mereka bertemu dengan komandan polisi yang disebut sebagai guru
"Siapa kau? Jangan menghalangi jalanku.!"
"Wah, wah, wah, ternyata kau tidak berubah sama sekali ya Indra, kau masih saja keras kepala seperti dulu."
"Bagaimana kau tau masa laluku, siapa kau sebenarnya.?"
"Baiklah jika kau memaksa, sepertinya aku memang harus menunjukkan diriku yang sebenarnya."
Sang komandan pun menunjukkan siapa dirinya, dan dia mencabut kalung yang dia pakai kemudian dirinya yang sebenarnya pun mulai terlihat, dan dia adalah guru besar di perguruan tinggi Lembah Biru yang pernah menjadi guru beladiri Indra, Indra dan Yudi terkejut melihat wujud roh sang guru.
"GURU.!"
"Guru besar, benarkah kau guru besar perguruan Lembah Biru.?!" tanya Yudi
"Ya, benar sekali Yudi, lama tidak bertemu ya"
"Ba... Bagaimana mungkin, apa yang terjadi sebenarnya, bagaimana kau... Ah.! Jangan-jangan..?!"
"Ya benar sekali Yudi, kau memang cerdas, itulah mengapa kau diangkat menjadi pemimpin utama pasukan Lembah Biru oleh Raja Abimana, dan seperti yang kau ketahui aku telah merasuki tubuh orang yang masih hidup dan mengendalikannya, dan bukan hanya aku saja, murid-murid ku dan para penduduk Lembah Biru yang lain juga telah merasuki orang-orang di desa ini, dan semua orang telah dikendalikan oleh kami."
"Dan kalian juga telah dipengaruhi oleh Raja Imran.!"
"Hmmm... Dipengaruhi,? Masalah itu aku tidak tau tapi sekarang kami semua merasakan hasrat untuk membunuh kalian.."
Disela perbincangan mereka, para polisi yang lain datang dan memberi hormat kepada sang guru, warga lain juga ikut datang, dan ternyata mereka adalah murid-murid guru besar, karena rahasia mereka sudah terbongkar oleh gurunya, mereka semua pun menunjukkan dirinya dengan melepaskan kalung yang mereka pakai, ya, kalung itu adalah kalung jimat yang dapat menyembunyikan roh yang berbeda didalam tubuh orang yang mereka masuki, betapa terkejutnya Indra setelah mereka menunjukkan dirinya dan mereka adalah teman-teman seperguruan Indra yaitu Kukuh, Dendra, Farij, Tomi dan teman lainnya dan disitu juga ada kakaknya Liza, Yudi, Indra dan Lina mereka pun kebingungan bagaimana cara melawan mereka semua sedangkan satu-satunya cara adalah dengan menghisap roh mereka namun yang dapat melakukan itu hanya Dea, sementara Dea sudah tidak ada.
"Guru, kawanan lebah beracun sedang menyerang para warga, sepertinya mereka adalah bala bantuan dari mereka apa yang harus kita lakukan.?!" tanya Dendra
"Dendra.! Apakah kau ingat denganku, kita adalah teman baik kita selalu bersama, kita saling tolong menolong, apakah kau ingat itu.?" sahut Indra
"Ya aku tidak pernah melupakannya Indra, tapi maaf sekarang kita bukan teman baik lagi, dan rasanya aku sangat ingin menghajar mu."
"Sudahlah Indra, percuma saja kau bicara dengan mereka, mereka sudah di pengaruhi oleh Raja Imran, kita harus mencari cara untuk melawannya" ujar Yudi
"Baiklah, tidak perlu berlama-lama lagi, hasrat membunuhku semakin besar, lebih baik kita akhiri perbincangan ini dan kita bertarung sampai mati.!" ujar sang guru
__ADS_1
Mereka pun mulai melakukan serangan kepada Indra, Lina dan Yudi, Indra berhadapan dengan Dendra, Lina melawan kakaknya Liza, dan Yudi melawan gurunya, mereka pun bertarung habis-habisan namun Indra, Lina dan Yudi tidak menyerang dengan kekuatan penuh karena mereka tidak ingin menghancurkan rohnya, sementara itu kakek lebah dan kawanannya juga sedang menyerang para warga, semua warga kini sudah menunjukkan dirinya yang sebenarnya, yaitu roh dari Lembah Biru dan kakek lebah juga sudah mengetahui bahwa orang yang mereka rasuki adalah orang yang masih hidup, karenanya kakek lebah dan kawanannya tidak menyuntikkan racunnya pada para warga.
"Ingat.! kalian tidak perlu menyengatnya cukup membuat mereka lelah saja.! ujar kakek lebah
Para kawanan lebah itu pun hanya membuat para warga berlarian ke sana kemari mengejar lebah-lebah yang mengganggu hingga mereka lelah
Sementara itu Indra, Yudi dan Lina sudah semakin kewalahan menghadapi teman seperguruannya, kini Indra menghadapi dua orang yaitu Dendra dan Tomi
"Dendra.! Sadarlah, kita ini teman!"
"Itu hanyalah masa lalu, dan sekarang kita adalah musuh.!"
"Benar sekali Dendra aku juga belum puas menghajarnya, tapi sekarang aku akan menghajarnya habis-habisan.!" sahut Tomi
Mereka pun bertarung habis-habisan, Indra yang merasa emosi pun tidak segan-segan menghajar Dendra dan Tomi, sementara itu Lina sedang berhadapan dengan kakaknya Liza, disitu Lina bertarung dengan sekuat tenaga, karena dia tidak mengetahui siapa yang Lina hadapi namun karena Lina tahu dia adalah roh Lembah Biru Lina juga tidak mau menghancurkan rohnya dan sambil berfikir mencari cara untuk mengalahkannya.
"Hebat juga kau gadis manis, dan memang seharusnya seperti itu karena kau adalah reinkarnasi dari adikku"
"Reinkarnasi adikmu, hmphh aku tidak peduli dengan itu.!"
Disisi lain Yudi juga sedang menghadapi dua orang yaitu sang guru dan Kukuh, namun di belakang mereka masih banyak roh roh lain yang menunggu giliran mereka, tetapi karena mereka tidak sabar mereka pun langsung menyerang bersamaan dan membuat Indra, Yudi dan Lina kewalahan.
"Sepertinya tidak ada cara lain lagi kita terpaksa harus menghancurkan mereka" sahut Indra
"Benar, kita tidak punya pilihan lain, jika kita ingin menang maka satu-satunya cara kita harus menghancurkan mereka" sambung Lina
"Baiklah jika memang itu yang harus kita lakukan, apa boleh buat, kita hancurkan saja mereka.!"
"Wah, wah, wah, sepertinya kalian mulai bersemangat, bagus sekali, kalau begitu ayo hancurkan kami jika kalian bisa.!" sahut sang guru
Kemudian Yudi yang sudah merasa lelah dan tidak mempunyai cara lain, Yudi memutuskan untuk menghancurkan mereka dengan jurusnya, namun ketika Yudi mengeluarkan jurusnya dan akan menghantam mereka, seorang perempuan tiba-tiba menyerang Yudi dan menghentikan Yudi untuk memblokir jurusnya, Yudi pun terkejut melihat perempuan itu dan ternyata dia adalah istrinya Yudi
"Apa..?!! Su... Surasti.! Istriku.!!"
Blam.! Blam.!
Yudi dipukul hingga berkali-kali oleh roh istrinya yang telah di pengaruhi oleh Raja Imran, Yudi pun tidak dapat melawannya, selain itu Indra juga diserang oleh seorang gadis dan gadis itu adalah Aya adiknya Indra
__ADS_1
"A... Aya..?!!"
"Kakak, aku sangat merindukanmu, aku ingin pulang bersama kakak, kakak aku ingin digendong.." mohon Aya
Indra dan Yudi tidak bisa berbuat apa-apa dihadapan orang yang mereka sayangi
Kemudian Aya dan Surasti memukuli Indra dan Yudi sampai babak belur, walaupun mereka tidak memiliki kekuatan tapi mereka adalah sosok orang yang mereka sayangi
Sementara itu Lina yang sedang berhadapan dengan kakaknya Liza, tiba-tiba Lina ditarik oleh jiwa Liza masuk ke alam bawah sadarnya
"Dimana aku, tempat apa ini.?"
"Lina, ini aku, aku yang menarik mu kesini, ini adalah alam bawah sadar mu"
"Liza, kenapa kau menarik ku?"
"Lina roh yang kau hadapi itu adalah kakakku, aku sangat merindukannya, aku ingin bertemu dengannya"
"Apa maksudmu Liza?"
"Sekarang jiwaku sudah menyatu denganmu, dan aku tidak bisa keluar dari tubuhmu karena aku belum mengambil alih jiwamu, dan satu-satunya cara agar aku bisa bicara dengan kakakku adalah dengan mengambil alih jiwamu, Lina, apakah kau mau memenuhi keinginan ku.?"
"Maaf Liza situasi saat ini sedang genting aku tidak mengizinkan mu mengambil alih jiwaku, jika ada kata-kata yang ingin kau sampaikan, katakanlah biar aku yang berbicara kepada kakakmu."
Di dalam alam bawah sadarnya Liza terus memohon kepada Lina untuk mengambil alih jiwanya, namun Lina menolaknya karena jika sampai itu terjadi maka akibatnya akan sama dengan yang dialami oleh Yudi dan Indra, kemudian setelah sekian lama bernegosiasi akhirnya Lina berhasil membuat Liza percaya dan Lina pun tersadar kembali, namun ketika Lina baru tersadar tiba-tiba kakaknya Liza menghantam Lina dan membuat Lina terluka hingga muntah darah, dan diwaktu yang sama Surasti, Aya dan kakaknya Liza mengambil sebuah senjata yang mereka bawa untuk membunuh Indra, Yudi dan Lina, namun secara tidak terduga seseorang datang menolong mereka dan itu adalah pria bercadar yang sudah membebaskan Indra, Yudi dan Lina, selain itu roh Surasti, Aya dan kakaknya Liza tiba-tiba menghilang dan begitu juga dengan roh murid lainnya yang ada di sana dan hanya tersisa sang guru seorang, Indra, Yudi dan Lina pun terkejut dan bertanya-tanya apa yang terjadi mengapa mereka semua tiba-tiba menghilang, kemudian datanglah seseorang dari belakang mereka dan berkata,
"Maaf teman-teman, aku terlambat, aku membereskan roh roh yang lain terlebih dahulu."
Semua orang terkejut melihat kedatangannya termasuk sang guru, karena yang datang itu adalah Dea,
"Yeee kak Dea berhasil menghisap roh jahat itu" seru Porong
"De... Dea..?!" serentak Indra, Yudi dan Lina
"Kau.?!! Bukankah kau Gadis yang sekarat itu, dan kau juga sudah dibunuh oleh muridku, kenapa kau masih hidup, apa yang sebenarnya terjadi, dimana Sirhas..?!!"
"Aku disini guru."
__ADS_1
...****************...