Lina Dan Manusia 1000 Abad

Lina Dan Manusia 1000 Abad
Chapter 14. Pertarungan Ibu dan Akan


__ADS_3

Disaat Indra tertabrak oleh Rendi, Indra jadi tidak sempat menolong Lina dan kemudian Lina dibawa kabur oleh roh jahat bawahan Keres,.


"Hey. Kau..! Gara-gara kau Lina jadi dibawa kabur lagi tau..! Dan sekarang kita kehilangan jejaknya.! Ini semua gara-gara kau..!!" Ujar Indra yang sangat marah pada Rendi karena Lina telah dibawa kabur lagi.


"Sudahlah Indra.! Tidak ada gunanya kita bertengkar dengan dia, lebih baik kita segera susul mereka sebelum Lina jatuh ditangan Keres.!"


"Hah.! Siapa keres..?"


"Keres adalah pemimpin pasukan keempat dari Lembah hitam, dan dia adalah rifal ku."


"Hah,, rifal.??"


"Yah,, dulu aku selalu berusaha untuk bisa menandinginya namun apa daya aku hanya orang bertubuh kecil, sedangkan Keres adalah seorang pemimpin yang gagah perkasa yang mempunyai badan besar dan berotot.."


"Hmmm jadi seperti itu yah, baiklah ayo kita susul mereka..!"


Kemudian Indra dan Yudi pergi untuk menyusul roh yang membawa Lina menuju hutan..


Sementara itu roh yang membawa Lina kini telah sampai di hadapan Keres, dan dia pun menyerahkan Lina padanya.


"Tuan Keres, aku sudah menangkap gadis yang tuan katakan."


"Hmhmhmhm.... Bagus... Bagus sekali, kau sangat hebat, aku akui kau sebagai bawahanku yang nomor satu.. hahahaha...!!"


"Terimakasih atas pujian mu tuan Keres.."


"Baiklah sekarang berikan gadis itu padaku, dan akan ku tahan dia..! Hmhmhm..."


Roh jahat itu pun menyerahkan Lina pada Keres, namun Lina tidak begitu takut walaupun roh Keres terlihat garang dan berbadan kekar,, namun tubuh yang dia masuki adalah tubuh manusia yang kerempeng dan sangat kurus, Lina pun jadi mengejeknya


Sementara itu Dini dan Zilfa yang sedang berusaha mengejar Lina, mereka bertemu dengan Rendi yang sedang tergeletak dan kesakitan..


"Hah Rendi..?! Kamu kenapa,? tabrakan?? Dimana organ yang menabrak mu apa dia sudah lari??"


"Yaahh,, dia sudah lari." Ujar Rendi sambil merasa kesakitan


"Dia pake motor atau mobil Ren.?!"


"Dia tidak pake motor ataupun mobil"


"Lalu..?!"


"Aku menabrak Indra"


"Hahhh...!!! Kirain kamu ditabrak mobil.. astagaa..!"


"Hey Dini kenapa kamu tinggalin aku..?? Huff huff huff..." Ujar Zilfa yang baru sampai dan merasa kelelahan.


"Astagaa,,, makanya kamu jangan lelet.! Kita kan sedang buru-buru..!!"


"Tapi,,, aku capek sekali Din, aku mau istirahat dulu lah.."


"Hey Rendi,! Indra pergi kemana dan dimana Lina, apa dia sudah ditolong..??"


"Lina,,, dibawa kabur lagi."


"Apaaa..??!! Kemana mereka perginya??!"


"Mereka pergi ke hutan, dan Indra sedang mengejarnya."


"HaaaAAaahh~~ ya sudah aku juga akan menyusulnya..!"


"Tunggu Dini.! Tolong aku dulu..!"


"Minta tolong saja sama Zilfa..!!"


Kemudian Dini pergi menyusul mereka ke hutan, dan di hutan Lina sedang mencandai Keres,


"Hey badanmu kekar, tapi kenapa kau malah masuk ke dalam tubuh yang kerempeng..? hihi.."


"Diam kau.!! Ini bukan salahku, aku juga tidak ingin masuk ke dalam tubuh ini tau..!!"


"Hihi..! Melihat badanmu yang kerempeng jadi lucu deh,, hihi...."


"hey,, beraninya kau menertawai ku.! Akan ku bungkam mulutmu..!!"


Disaat Lina mencandai Keres, Indra dan Yudi pun akhirnya tiba disana..


"Lina..!!"


"Oh hai Indra..!"


"Hey siapa kau.?! Lepaskan Lina.!!"


"Hahaha.. jadi kau Indra ya,, ternyata kau berhasil menemukanku,,"


"Heh,, jangan banyak bicara, cepat lepaskan dia dasar kerempeng..!!"

__ADS_1


"Apa kau bilang..??!"


"Hey Indra hati-hati kalau bicara, jangan sampai membuatnya marah..!"


"Heh, biarkan saja dia marah lagipula dia hanya orang kurus, aku sangat mudah mengalahkannya.." ujar Indra dan membuat Keres semakin marah..


"Indra,, dia itu Keres.."


"Haaahh..! Kau bilang Keres itu berbadan besar dan berotot, tapi sekarang kau bilang kalau orang kerempeng itu adalah Keres.! Mana yang benar..?!"


"Hey kalian..!! Berhentilah mengejekku..! Rrrrr..!!!"


"Celaka.! Dia marah..!"


"wahai para prajurit ku, keluarlah dan hajar mereka berdua..!!!"


Kemudian para pasukan dari Keras keluar dan mengepung Indra dan Yudi.


"Celaka..!! mereka banyak sekali.! bagaimana ini Indra..?!"


"Heh, tenang saja akan ku hajar mereka dengan sekali tebas..!!"


Kemudian Indra dan Yudi mulai bertarung melawan pasukan Keres, namun karena begitu banyaknya pasukan Keres, Indra dan Yudi kualahan menghadapinya.


"Bagaimana ini Indra.?! mereka banyak sekali tenagaku sudah habis terkuras saat melawan roh yang menghadang kita tadi.?!"


"Baiklah kalau begitu kau menunduklah.!! akan ku hancurkan mereka dengan sekali tebas..!"


"Kekuatan rembulan..! tebasan bulan sabit.!!"


Wuzzzzz..!!


Ciaahhhh...!!


Kemudian para roh pasukan Keras pun hancur terkena jurus yang dikeluarkan oleh Indra.


Setelah itu Indra langsung menyerang Keres, namun disaat Indra hendak menghajarnya, tiba-tiba seorang perempuan datang dan menghalangi Indra dengan mengadu senjatanya dan melindungi keres.


"Hah..!! siapa kau??!" Ujar Indra dan kemudian menghentikan serangannya


"Hahaha....!! Bagus sekali mama, hajar dia dan lumpuhkan dia hahaha...!!!"


"Hah mama.?! siapa dia..?!" Ujar Yudi yang terkejut melihat kedatangan perempuan itu.


Kemudian Indra pun bertarung dengan perempuan itu, namun disitu Indra tidak mengeluarkan seluruh kekuatannya dan hanya menangkis serangan perempuan itu..


"Hah anak..??! apa jangan-jangan dia..?? hah itu adalah ibunya Indra.!! Indra berhati-hatilah jangan sampai kau menghancurkannya.! dia adalah ibumu Indra."


"Ibuku.?! apa maksudmu.? apa yang kau bicarakan Aku tidak mengerti..!"


Kemudian di situ Lina melihat roh yang ada di dalam tubuh perempuan itu, dan Lina melihat sebuah tanda yang seperti bulan sabit di lengan kirinya, kemudian Lina memberitahukan kepada Indra..


"Indra..!! roh yang ada di dalam tubuh perempuan itu mempunyai tanda seperti bulan sabit yang sama sepertimu..!!"


"Apa maksudmu Lina? aku tidak mengerti.." ujar Indra sambil menahan serangan perempuan itu.


"Benar Indra, dia adalah roh ibumu yang masuk ke dalam tubuh perempuan itu.."


"Hahaha... rupanya kalian telah menyadarinya ya,, kalian hebat...! Tapi itu tidak ada gunanya, karena dia sudah menjadi pengikut ku hahaha...!!!"


Kemudian Lina mendekati Indra dan membuka mata batinnya agar bisa melihat roh yang ada di dalam tubuh perempuan itu, dan setelah mata batin Indra terbuka Indra melihat sosok seorang ibu di dalam tubuh perempuan itu, dan memang benar itu adalah ibunya Indra.


Namun karena Keres tidak mau melepaskan Lina, keras pun menghampiri Lina dan menjauhkannya dari Indra.


Setelah Indra melihat roh yang ada di dalam tubuh perempuan itu, kemudian Indra pun sadar bahwa roh yang bertarung dengannya adalah ibunya sendiri..


"Hah Ibu.! apakah itu benar kau ibu..?! Kenapa Ibu menjadi pengikut orang-orang jahat itu, kenapa bu....?!!!"


Namun karena ibunya Indra sudah terpengaruh oleh sihir hitam Raja Imran, ibunya Indra tidak mendengarkan perkataannya dan terus melawan Indra.


"Ibu aku sangat merindukanmu tapi kenapa kita bertemu di saat yang seperti ini ibu..??" Seraya Indra berkata dan mengeluarkan air mata kemudian teringat akan masa lalunya saat masih kecil.


Disitu Indra masih berusia 5 tahun, namun Indra sudah ditinggalkan ayahnya di saat dia masih berusia 3 tahun.


Ayahnya meninggal disaat sedang melaksanakan sebuah misi yang sangat berbahaya.


Indra adalah seorang anak yang sangat berbakti kepada ibunya, disitu Indra hanya hidup dengan ibu dan adiknya yang masih berusia 2 tahun.


Indra selalu senantiasa membantu ibunya mencarikan kayu bakar, dan ibunya Indra pun sangat menyayangi Indra dan adiknya.


"Ibu, aku pergi dulu ya aku akan mencari kayu bakar di hutan, kayu bakar persediaan kita sudah habis Bu."


"Baiklah nak berhati-hatilah."


"Iya Ibu"


Disitu Indra mencari kayu bakar dan memetik buah untuk adiknya dan ibunya, setelah Indra selesai mencari kayu bakar dan memetik buah, Indra pun pulang dengan hati yang sangat senang dan kemudian memberikan buah itu kepada ibu dan adiknya.

__ADS_1


"Ibu lihat.! aku petikan buah yang banyak untukmu Ibu dan untuk adikku juga..!"


Sementara itu di masa sekarang Indra yang sedang bertarung dengan ibunya, Indra mencoba untuk menyadarkannya.


"Ibu sadarlah.! ini aku Indra, anakmu ibu"


Namun ibunya Indra terus menyerang Indra tanpa henti, Indra pun tidak melawannya karena dia adalah ibunya yang sangat dia sayangi.


Indra pun terus berusaha menyadarkannya, dan kemudian Indra berteriak dengan keras kepada ibunya.


"Ibu sadarlah..!! Ibuuuu.....!!!!"


Ibunya Indra pun tidak mendengarkannya, namun didalam hati kecilnya, dia mendengar sebuah teriakan yang memanggil dirinya, dan kemudian ibunya Indra pun meneteskan air mata, namun kesadarannya masih terpengaruh dalam sihir hitam Raja Imran.


Indra pun terus berusaha untuk menyadarkannya, seraya terus teringat tentang masa lalunya.


"Indra lihatlah.! ini adalah senjata yang ditinggalkan oleh ayahmu, beliau ingin memberikannya padamu, namun karena beliau mendapatkan sebuah misi yang berbahaya, ayahmu meninggalkan senjata ini untuk diberikan kepadamu, dan sekarang senjata ini kuberikan padamu Indra, untuk kau berjaga-jaga jikalau kau bertemu dengan musuh"


"Wah senjata ini bagus sekali bu aku sangat menyukainya terima kasih ibu."


"Tapi kau harus ingat Indra, kau harus menggunakan senjata itu untuk kebajikan bukan untuk kejahatan."


"Baik Bu,, aku mengerti. Ibu,, aku sangat menyayangimu bu."


Kemudian Indra pun memeluk ibunya, dan seraya Indra mengingat masa lalunya, ibunya yang sekarang sudah terpengaruh oleh sihir hitam Raja Imran, beliau hendak menusukkan senjatanya kepada Indra, namun Indra langsung memeluknya tanpa menghiraukan senjata yang hendak menusuk tubuhnya..


Disaat Indra memeluk ibunya yang sedang terpengaruh sihir hitam Raja Imran, Indra pun tertusuk oleh senjatanya, namun Indra tidak melepaskan pelukannya terhadap ibunya dan terus berusaha untuk menyadarkannya.


Kemudian didalam hati kecil ibunya dia merasakan sebuah pelukan hangat dari seorang anak, hingga akhirnya ibunya Indra pun sadar, dan pengaruh sihirnya pun menghilang, kemudian ibunya Indra melepaskan senjata yang masih menusuk di tubuh Indra.


"Indra,, apakah ini benar-benar dirimu Indra.?"


"Hah Ibu,, kau sudah sadar ibu.? Ibu aku sangat merindukanmu aku sangat ingin sekali bertemu denganmu Ibu." Ujar Indra sambil meneteskan air mata di pelukan ibunya.


"Indra apa yang sudah aku lakukan padamu.? Kenapa kau berlumuran darah seperti ini, apakah aku yang melakukannya Indra..?!"


"Tidak Ibu,, bukan kau yang melakukannya, tapi Raja Imran lah yang melakukannya ibu.."


"Indra Ibu minta maaf nak, ibu sudah melakukan kesalahan yang sangat besar padamu Indra,, maafkanlah ibumu" ujar ibunya Indra seraya mengeluarkan air mata..


Mereka pun berpelukan dan saling melepaskan rindu yang sudah lama terpendam, kerinduan seorang anak dan ibu, namun setelah ibunya Indra sadar Keres yang melihatnya dia sangat kesal dan kemudian menghancurkan rohnya.


"Mama kau sangat tidak berguna sekali lebih baik kau ku lenyapkan saja...!"


Syattt..!!


Aghrrrr..!!


"Hah.! Ibuuu...!!!"


"Indra,, maafkan ibu nak, ibu tidak bisa menjagamu, selamat tinggal indra ibu selalu menyangimu..!!!"


"Ibu..!! jangan tinggalkan aku lagi bu.!!" ujar Indra seraya dirinya menangis dan merasakan kesedihan yang mendalam.


Setelah roh ibunya Indra dihancurkan oleh Keres, Indra merasa sangat terpukul dan tidak bisa berkata apa-apa lagi.


Disaat Indra sedang bersedih, di situ Yudi mulai bertindak karena dia juga merasa kesal, kemudian Yudi menghajar Keres, dan akhirnya Yudi bertarung habis-habisan melawannya.


"Dasar licik..! akan ku hajar kau"


"Hahaha,,, Yudi, sudah lama kita tidak bertemu akhirnya kita bertemu lagi di sini."


"Kurang ajar kau....!!!"


"Hahaha,, kau masih sama seperti dulu tidak ada perubahan darimu, kau sangat lemah Yudi, hahaha..!!!"


"Sial..!! walaupun badannya kerempeng tapi roh-nya sangat kuat, aku hampir tidak bisa menandinginya."


Kemudian keres menghantam Yudi dengan begitu keras hingga membuat Yudi terpental dan terluka sangat parah.


Sembreddd...!!!


Cough...!!!


"Hahahahaa....!!!!


Sementara itu Indra yang sedang merasakan kesedihannya, dia merasa sangat marah dan ingin menghajar keras..


"Kurang ajar..!! beraninya kau menghancurkan ibuku,,! Ujar Indra seraya dirinya bersedih dan menangis.


"Tidak akan ku ampuni kau...!!! akan ku hancurkan kau seperti kau menghancurkan ibuku..!!!!


(Haaaaaaaa......!!!!)


Kemudian Indra yang begitu murka terhadap Keres yang telah menghancurkan ibunya, Indra langsung menyerang Keres dengan sangat cepat dengan kekuatan yang sangat besar lebih besar dari sebelumnya dan sangat kuat melebihi kekuatan Keres.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2