
Di desa yang bernama desa Lembah Biru kedua itu Indra bertemu dengan kakek yang tidak lain adalah keturunan dari penduduk Lembah Biru yang berhasil selamat dari perang antar kerajaan, disitu Indra diperlihatkan sebuah catatan kuno yang ditinggalkan oleh penduduk Lembah Biru tersebut kemudian Indra mencari tau tentang keberadaan segel kutukan Raja Imran.
Di catatan itu tertulis bahwa dahulu sebelum perang antar kerajaan terjadi, kerajaan Lembah Biru mempunyai satu segel kutukan yaitu segel Raja Imran tapi disaat perang antar kerajaan berlangsung, segel itu hilang entah kemana, entah siapa yang mencurinya tapi kemungkinan besar segel tersebut dicuri oleh Raja Imran dan pasukannya.
Segel itu pun dianggap hilang tanpa jejak karena tidak ada saksi mata yang melihatnya.
Dulu segel itu berada ditangan Raja Abimana dan akan diberikan kepada Indra setelah dewasa, tapi segel itu hilang sebelum diberikan kepada Indra.
"Kalau begitu berarti segel itu berada di wilayah Lembah Hitam" ujar Yudi
"Lalu apa yang harus kita lakukan?" tanya Lina
"Tentu saja kita harus merebut segel itu kembali" jawab Indra
"Tapi kalau begitu kita harus melawan Raja Imran dan pasukannya" ujar Lina kembali
Mereka kebingungan bagaimana cara mendapatkan segel Raja Imran sementara segel itu berada di kawasan Lembah Hitam.
Indra pun mencari tau lebih dalam tentang catatan sejarah dan tujuan dari para keturunan penduduk Lembah Biru itu.
"Kakek apa aku boleh tau siapa namamu.?" tanya Indra
"Aiyah, aku lupa memperkenalkan namaku pada kakek moyang ku, maaf sebelumnya, namaku adalah Sampur, Hei kalian juga perkenalkan nama kalian pada kakek moyang kalian..!"
"Maaf sebelumnya kakek moyang, namaku adalah Aldi"
"Namaku Roni"
"Namaku Bayu"
Begitu seterusnya mereka memperkenalkan diri mereka masing-masing.
"JANGAN PANGGIL AKU KAKEK MOYANG.! ITU TERLALU TUA.!!!" ujar Indra dengan nada tinggi
"Kau memang sudah tua bodoh, usiamu saja sudah ratusan tahun" ejek Lina
__ADS_1
Setelah mereka berkenalan Indra mulai menanyakan tujuan mereka menunggu kedatangan Indra, dan ternyata mereka juga ingin balas dendam, karena itu adalah wasiat dari leluhur mereka yang mengatakan jika mereka bertemu dengan kakek moyang mereka (Indra) maka bergabunglah dengannya dan membalaskan dendam para leluhur mereka.
Mereka pun mulai menyusun rencana untuk balas dendam.
Di sebuah tempat tepatnya di gudang senjata di desa itu, kakek Sampur menunjukkan beberapa senjata yang ditinggalkan oleh leluhur mereka setelah perang antar kerajaan berakhir.
Semua orang memilih senjatanya masing-masing, hal itu guna mempersiapkan diri jikalau suatu saat musuh datang menyerang karena menurut ramalan yang mereka percayai setelah bertemu dengan kakek moyang mereka (Indra) maka tidak lama lagi mereka akan bertemu dengan musuh mereka yaitu para prajurit Raja Imran.
"Ah, kakek Sampur, mohon maaf sebelumnya bukan maksudku meragukan kalian, tapi aku tidak mau ada korban jiwa dari kalian, maaf bukannya aku menolak bantuan dari mu, tapi mungkin sebaiknya kalian tidak usah ikut bertarung, biar aku saja yang membalaskan dendam penduduk Lembah Biru karena itu juga adalah tujuanku jadi...." ujar Indra terpotong
"Tidak.!! Kami juga akan ikut bertarung denganmu karena kami sudah menyanggupi wasiat dari leluhur kami, wasiat itu turun temurun diwariskan kepada generasi leluhur kami selama 200 tahun ini wasiat itu masih kami pegang dan kami adalah keturunan terakhir mereka, kami tidak boleh mengabaikan wasiat yang sudah diwariskan selama 200 tahun"
"Tapi kalian hanya bermodal senjata, kalian tidak akan mampu melawan mereka"
"Tenang saja, sebagian dari kami mewarisi kekuatan dari leluhur kami dan kekuatan itu mampu melawan prajurit rendahan Raja Imran"
"Kalian keras kepala sekali, baiklah kalau begitu tapi jangan salahkan aku jika ada korban jiwa diantara kalian, lindungi diri kalian masing-masing.!"
"Itu sudah pasti, kakek moyang tenang saja kami tidak akan merepotkan kakek moyang."
Malam pun tiba, Indra dan teman-temannya bermalam di sebuah rumah yang sudah disiapkan untuk Indra dan lainnya beristirahat, di sana, Indra disambut seperti seorang Raja dilayani dan dihormati.
Hari pun berganti, pada keesokan harinya Indra dan teman-temannya berlatih untuk mempersiapkan diri menghadapi musuh yang akan datang.
Saat itu ada salah satu warga yang memantau kondisi luar desa, orang itu bernama Yunus, Yunus adalah salah satu dari keturunan penduduk Lembah Biru yang mewarisi kekuatan yang dapat membuat pintu gerbang dimensi sesuai keinginannya dengan jarak tertentu.
Yunus datang untuk melaporkan keadaan di luar desa dengan menggunakan pintu gerbang dimensi tersebut,
Yunus melaporkan bahwa diluar desa ada beberapa binatang yang bertingkah aneh seperti anjing yang menggonggong tanpa sebab, kerbau yang brutal seperti disakiti oleh orang, burung-burung yang berkumpul berbagai jenis entah sedang apa.
Yunus menduga itu adalah suatu tanda dari musuh yang sebentar lagi akan datang, kakek Sampur, Indra, dan lainnya mulai khawatir dan bersiap untuk bahaya yang akan mereka hadapi.
Disela persiapan mereka Indra mencoba mencari tau tentang kebenaran yang masih belum terungkap seperti orang ketiga yang dikutuk oleh Dewa menjadi manusia abadi dan siapa orang misterius yang kerap muncul dan menolong mereka.
"Kakek Sampur, apa kakek tau siapa orang ketiga yang dikutuk menjadi manusia abadi, dan seseorang yang misterius yang selalu muncul tiba-tiba dan menolong kami, apakah itu juga tertulis dalam buku catatan kuno?" tanya Indra
__ADS_1
"Orang ketiga ya..??? Hmmmm..?? Sepertinya hal itu tidak ada dalam buku catatan, dan juga orang misterius yang membantu kalian, aku sama sekali tidak mengetahuinya" jawabannya si kakek Sampur
Walaupun dalam catatan kuno tertulis berbagai sejarah dari kerajaan Lembah Biru tapi di buku itu tidak tertulis siapa orang ketiga yang dikutuk oleh Dewa dan orang yang misterius, hal itu menjadi tanda tanya besar untuk Indra dan lainnya karena bisa jadi orang ketiga itu adalah ancaman besar bagi mereka, bahkan jauh lebih berbahaya dibandingkan Raja Imran.
Beberapa hari kemudian mereka sudah matang membuat rencana untuk melawan musuh jika dalam waktu dekat musuh tidak datang maka mereka memutuskan untuk mencari keberadaan musuh, kemudian beberapa orang berpatroli lebih jauh dari desa.
Namun disaat waktu yang diharuskan untuk kembali, mereka belum ada yang kembali satupun, hal itu membuat semua orang menjadi panik dan menduga mereka tertangkap atau dibunuh oleh musuh, hingga sampai saat malam tiba mereka belum ada yang kembali ke desa, karena panik dan khawatir akhirnya pada malam itu Yunus diperintahkan untuk mencari mereka karena jika Yunus yang pergi kemungkinan masih bisa kembali karena mempunyai kekuatan untuk berteleportasi dari satu sisi ke sisi yang lain dengan menggunakan pintu gerbang dimensi.
Yunus pun pergi dan mencari mereka yang sedang berpatroli itu dan Yunus mencarinya lebih jauh dari desa, Yunus mencarinya kesan kemari dengan menggunakan kekuatannya itu.
"Ruhin.! Rupik.! Sikin.! Mus.! Ali.! Kalian dimana.?! Cepat pulanglah kami semua menunggu kalian.!"
Yunus teriak-teriak memanggil teman-temannya namun tak satupun ada yang menjawab, Yunus pun mencarinya di tempat lain yang lebih jauh lagi, Yunus pun tiba di sebuah hutan yang tak berpenghuni, hutan itu terlihat sangat gelap dan angker banyak pepohonan menjulang tinggi dan bebatuan yang besar, disitu Yunus terus memanggil teman-temannya sambil berjalan pelan.
Disaat Yunus berjalan perlahan-lahan, Yunus mendengar suara rintihan dari seseorang, Yunus pun menghampiri arah suara tersebut, dan saat Yunus sampai di pusat suara itu berasal Yunus melihat seseorang yang sedang terkapar tidak berdaya dan itu ternyata adalah temanya yang sedang berpatroli, Yunus menolongnya dan bertanya apa yang telah terjadi dengan mereka.
"Mus, kau kenapa apa yang terjadi dengan kalian, dimana yang lainnya.?!" tanyanya
Saat itu Mus sedang sekarat , Mus tidak menjawab namun dia menunjuk ke suatu tempat, dan ternyata teman-teman yang lainnya juga sedang terkapar di tempat yang ditunjuk oleh Mus, Yunus pun segera menghampiri mereka dan menolongnya, beruntung mereka masih hidup dan tidak terluka sedikitpun, hal itu menjadi tanda tanya pada Yunus, kemudian Yunus segera membawa mereka kembali ke desa.
"Ayo kalian cepat masuk ke pintu dimensi.! aku akan membawa kalian pulang"
Tidak lama kemudian Yunus berhasil kembali dan membawa teman-temannya pulang, orang-orang di desa segera membantunya dan membawa mereka ke rumah untuk beristirahat terlebih dahulu.
Keesokan harinya akhirnya kondisi mereka pun pulih, dan mereka mulai menceritakan apa yang telah terjadi saat mereka berpatroli, dan ternyata disaat mereka berpatroli mereka melihat sesosok makhluk yang mencurigakan dan mereka pun mengikutinya untuk mencari tau makhluk apa yang mereka lihat.
Mereka terus mengikutinya hingga berada sangat jauh dari tempat sebelumnya, namun mereka kehilangan jejaknya, dan disaat mereka akan kembali mereka sudah tidak tau kemana arah jalan pulang, mereka mengelilingi hutan untuk mencari jalan kembali namun mereka malah tersesat di tengah hutan sampai malam hari dan sampai mereka kelaparan karena tidak ada sesuatu pun yang dapat dimakan dan hawa di hutan itu sangat mencekam dan membuat orang menjadi haus dan kelaparan.
"Kira-kira seperti apa makhluk yang kalian lihat itu?" tanya Yudi
"Kami tidak melihat begitu jelas karena jarak yang jauh dan pandangan kami tertutup oleh kabut yang menyelimuti hutan itu" jawab Ali
"Ya aku juga tidak melihat begitu jelas, yang aku lihat makhluk itu seperti manusia, tapi anehnya dari kepalanya itu seperti kepala serigala dan selalu menghadap ke belakang walau dia melangkah maju" sambung Ruhin
Makhluk aneh seperti manusia berkepala serigala dan menghadap ke belakang..?? sebenarnya makhluk apa yang mereka lihat, apa ada hubungannya dengan musuh??
__ADS_1
...****************...