
Indra, Lina, Yudi dan Dea sekarang sudah mempunyai transportasi pribadi yang diberi oleh salah satu warga yang mereka tolong, sekarang mereka berempat sedang melanjutkan perjalanannya menuju Utara setelah mengalahkan orang terkuat dari Lembah Biru
"Lina, apa ini benar jalan yang menuju Utara?" tanya Dea
"Sepertinya benar, tapi aku tidak begitu yakin" sahutnya
"Lina, haruskah kita membeli kompas sebagai petunjuk arah.? tanyanya lagi
"Itu ide bagus, mari kita cari toko yang menjual kompas, siapatau di desa depan sana ada yang menjualnya"
"Baiklah ayo kita ke sana"
Indra dan teman-temannya pergi ke sebuah desa terdekat untuk mencari toko yang menjual kompas sebagai petunjuk arah mereka dan tidak lama kemudian mereka pun sampai di sebuah desa, mereka pun berhenti di depan sebuah toko peralatan di desa itu, mereka pun turun dari mobil dan masuk ke toko tersebut, namun ketika mereka baru memasuki toko salah satu pengunjung yang sedang melihat-lihat barang yang akan dia beli, dia melihat kearah Indra dan lainnya, dia melihat Yudi dan Indra yang membawa senjata tajam, orang itu pun berteriak ketakutan karena mengira bahwa Indra dan lainnya adalah seorang perampok, orang-orang yang ada di dalam toko itu pun segera mengambil senjata apa saja untuk melawan Indra dan lainnya
"Cepat tangkap mereka, mereka akan merampok toko ini, kita harus menangkapnya.!!"
"Sial.! Aku lupa menaruh pedangku" ujar Yudi
"Indra, Yudi.! Kenapa kalian tidak meninggalkan senjata kalian di mobil.?!" tanya Lina
"Aku lupa..!!"
"Cepat masuk mobil, kita pergi dari sini.!" ajak Dea
Mereka pun langsung lari kearah mobil mereka, namun ketika mereka hendak masuk mobil, orang-orang di sana sudah sangat dekat sehingga mereka tidak sempat masuk ke mobil, mereka pun lari sebisa mungkin menjauhi masal yang mengejar mereka,
"CEPAT TANGKAP MEREKA JANGAN SAMPAI LOLOS..!!"
"Sial, kenapa jadi seperti ini" keluh Yudi
"Lina, cepat naik ke punggung ku, kita harus cepat.!" ujar Indra
Ketika Indra hendak menggendong Lina agar bisa melarikan diri dengan cepat tapi mereka sudah terkepung oleh masal mereka pun tidak bisa lari kemana-mana dan akhirnya mereka pun tertangkap dan senjata mereka juga disita, kemudian mereka pun di interogasi oleh para warga
"Siapa kalian, darimana kalian berasal dan apa tujuan kalian kesini.?!"
"Kami hanyalah penjelajah, dan kami kesini untuk membeli kompas" jawab Lina
"Bohong..!! Lalu untuk apa kalian membawa senjata tajam seperti ini.?!"
*Sial, apa yang harus aku katakan* dalam hati Lina
"Senjata ini kami gunakan untuk memotong daging hewan yang kami buru di hutan" jawab Dea
__ADS_1
"Kami tidak percaya.!!"
"YA BENAR.!" (serentak) kami tidak percaya dengan kalian.!"
"Jika kalian memburu binatang di hutan seharusnya kalian membawa senapan, tapi kenapa orang ini membawa pedang, untuk apa pedang ini.?!"
"Hei bagaimana kalau kita periksa mobilnya untuk memastikan apakah mereka perampok atau bukan.!"
Indra dan lainnya kebingungan mencari alasan apa lagi agar orang-orang bisa percaya dengan mereka, dan orang-orang yang tidak percaya itu merebut kunci mobil yang dibawa oleh Dea dan memeriksa mobilnya, karena mereka sudah tidak bisa beralasan lagi disitu Indra berencana untuk menjelaskan tujuan mereka yang sebenarnya, namun ketika Indra hendak bicara tiba-tiba ada seorang kakek yang berusia sekitar 60an, kakek itu adalah seorang ahli sejarah, dia keluar dari dalam rumah dan bertanya kepada mereka,
"Ada apa ini, kenapa kalian ribut-ribut di depan rumahku.?!"
"Mereka semua perampok, mereka hampir merampok di toko peralatan, mereka harus dihukum.!"
"Ya, benar.! Mereka pantas dihukum, ayo kita hakimi saja mereka.!!"
"Tunggu dulu.! Jangan main hakim sendiri, mereka belum tentu perampok, apa kalian punya buktinya.?!"
"Ini buktinya, kedua senjata ini milik mereka.!"
Para warga terus menuduh mereka, kemudian salah satu warga menunjukkan senjata mereka kepada sang kakak, sang kakek melihat kedua senjata itu seakan familiar dan seperti pernah melihatnya, kemudian sang kakek menelitinya dengan seksama, setelah kakek melihat senjata itu lalu sang kakek teringat bahwa senjata itu pernah ia lihat di dalam catatan buku kuno yang ia miliki, namun karena kakek masih ragu, kakek pun memastikannya dengan bertanya kepada mereka
"Senjata ini bukan senjata sembarangan, katakan siapa kalian sebenarnya, dan darimana kalian mendapatkan senjata ini?"
"Siapa namamu?" Tanya kakek seraya mendekat
"Untuk apa kau tau namaku, apakah itu penting bagimu.?!"
"Tidak, aku hanya ingin memastikannya, CEPAT KATAKAN SIAPA NAMAMU.?!"
"Namaku Indra! Aku adalah orang dari Lembah Biru, cepat berikan senjataku.!"
"Tidak mungkin, lalu pedang ini...?"
"Itu pedangku, namaku Yudi pemimpin utama pasukan Lembah Biru.!"
"Yudi, kenapa kau mengatakannya.? Mereka tidak mungkin...." ujar Lina dipotong oleh Yudi
"Tidak, kakek itu sepertinya tau tentang kita."
"Tunjukkan tanda di lengan kalian.!!" perintah kakek
Indra pun meminta dilepaskan agar bisa menunjukkan tanda bulan di lengannya, setelah Indra dilepaskan Indra pun menunjukkannya kepada sang kakek, namun kakek belum melihat tanda di lengan Yudi, karena mata batin kakek belum terbuka, kemudian Yudi meminta Lina untuk membuka mata batinnya, setelah kakek dibuka mata batinnya oleh Lina, sang kakek pun melihat roh Yudi yang ada di dalam tubuh manusia yang ada di hadapannya dan kakek juga melihat tanda bulan di lengan Yudi, selain itu kakek juga melihat roh anak kecil yang bersama Dea yaitu Kendit dan Porong.
__ADS_1
Setelah melihat semua bukti itu, sang kakek pun sedikit menjauh dan menyuruh orang-orang di sana untuk berlutut dihadapan mereka,
"Semuanya.!! Berlututlah kepada mereka, mereka adalah orang yang selama ini kita tunggu, mereka adalah kakek moyang kita..!!"
Semua orang pun tertegun dengan kebenaran itu, semua sempat ragu, namun sang kakek dapat meyakinkan semua orang kemudian semua orang berlutut memohon ampun kepada Indra dan Yudi, karena merekalah orang yang telah lama ditunggu-tunggu, tetapi Indra dan Yudi masih bingung kenapa mereka menunggu dirinya dan ada apa sebenarnya di desa itu.
Setelah semua orang percaya bahwa Indra dan lainnya bukanlah perampok dan mereka adalah orang yang sedang ditunggu oleh semua orang di desa itu Indra dan lainnya pun diajak masuk ke rumah si kakek untuk menjelaskan kenapa semua orang menunggu mereka, ketika mereka hendak masuk rumah, orang yang tadinya memeriksa mobil yang mereka bawa datang membawa barang bawaan Indra dan lainnya yaitu tas yang berisi emas dan kaus tangan milik Lina, kemudian orang itu menunjukkannya kepada semua orang
"Hei, lihat.! ini tas yang mereka bawa dan isinya adalah emas, ini membuktikan bahwa mereka adalah perampok.!" ujarnya
"Bodoh.! cepat kembalikan tas itu dan berlutut kepada mereka.!" sahut temannya
"A...apa maksudmu, kenapa aku harus berlutut.?!"
"Dasar bodoh mereka adalah orang yang kita tunggu, dia adalah orang yang dikutuk oleh Dewa menjadi manusia abadi, dan dia adalah kakek moyang kita, cepat minta maaf padanya.!!"
Orang itu terkejut dan tidak menyangka bahwa Indra adalah kakek moyang mereka yang sudah lama mereka tunggu, kemudian orang itu berlutut dan minta maaf serta mengembalikan barang yang ia ambil dari mobilnya, sang kakek pun melihat isi tas itu dan melihat emas yang ada di dalamnya.
"Tidak salah lagi ini adalah emas kuno dari kakek moyang kita dahulu, dan kaus tangan ini adalah senjata legendaris yang mampu menghancurkan batu yang sangat besar, serta jimat yang mampu menghancurkan roh jahat."
"Kakek, dari mana kau tau semua itu?!" tanya Yudi
"Mari masuk kedalam, aku akan menjelaskan semuanya"
Mereka pun masuk ke rumah sang kakek, dan kakek menunjukkan sebuah buku kuno yang berisi catatan sejarah dari Lembah Biru, di buku itu tertulis tentang kejayaan Lembah Biru yang dipimpin oleh Raja Abimana, disitu juga tertulis tentang orang yang dikutuk oleh Dewa menjadi manusia yang abadi yaitu Indra, dan berbagai atribut yang tergambar di buku tersebut seperti, senjata legendaris Lading Suci, pakaian Raja, segel kutukan, lambang kerajaan dan masih banyak lagi, di buku tersebut juga menceritakan tentang kejadian perang antar kerajaan sampai di saat Indra berhasil kabur dari kejaran musuh bersama kekasihnya.
"Kakek, dari mana kau mendapatkan buku ini dan siapa yang menulisnya.?" tanya Yudi
"Buku ini turun temurun diwariskan dari leluhur kita kepada generasi mereka sampai saat ini"
"Tunggu! Jika buku ini menceritakan sampai akhir perang, apakah mungkin ada orang yang berhasil selamat selain Indra.?!" tanya Yudi
"Berdasarkan cerita dari kakek dan nenek kita, dulu orang yang menulis buku ini adalah sepasang suami istri yang berhasil selamat dari perang antar kerajaan, dan mereka berlari ke sini, kemudian mereka membuat keturunan dan keturunan mereka mencari pasangan masing-masing dari padepokan lain kemudian mereka juga membangun desa disini dan desa ini diberi nama desa Lembah Biru kedua, dan kami adalah keturunan mereka."
"Apa.? jadi kalian adalah keturunan Lembah Biru??"
Setelah mereka mendengar penjelasan sang kakek dan melihat catatan di buku itu akhirnya mereka mengerti kenapa orang-orang berlutut kepada Indra, kemudian mereka mencari tau tentang segel kutukan Raja Imran yang tertulis di buku kuno itu.
Kira-kira dimanakah letak segel kutukan Raja Imran berada dan apa tujuan penantian penduduk desa Lembah Biru kedua, apakah mereka ingin balas dendam atau desa mereka diteror oleh pasukan Raja Imran?
Nantikan di chapter berikutnya ya...
__ADS_1
...****************...