
Disaat Lina sedang dibawa ke istana Raja Imran oleh Karto dan pasukannya, di tengah jalan mereka berhenti karena Lina yang tiba-tiba ingin buang air kecil.
Disaat Lina sedang buang air kecil tiba-tiba saja Indra datang dan bendak menghajar roh yang sedang menjaga Lina di toilet, namun sebelum Indra menghajarnya roh itu langsung keluar dari tubuh manusianya dan pergi ke tempat Karto dan pasukannya berada untuk memberi kabar bahwa Indra dan Yudi telah bebas, Karto yang mendengarnya sontak terkejut dan kemudian bergegas mendatangi Indra dan Yudi yang sedang menunggu Lina buang air kecil.
"Lina kau sudah selesai.?"
"Rrrrrr...!! Apa yang kau lakukan disini hah.! apa kau tidak tahu kalau ini adalah kamar mandi perempuan..? Dan kenapa kau juga mendobrak pintu kamar mandinya di saat aku sedang buang air.! Dasar mesum..!!"
"He, he, Indra tadi itu pemandangan yang sangat indah sekali, ketika kau mendobrak pintunya, itu seperti mimpi saja hehehe...!" Ujar si kakek lebah
"Haaa..! Siapa itu yang bicara barusan.?" Ujar Lina
"Hai kakak lebah, apa yang kau katakan barusan itu hah.! akan ku hajar kau..!!"
"Hah, Indra apa yang barusan berbicara itu lebah yang ada di dekatmu itu..?" Ujar Yudi.
"Yaa,, itu kakek lebah yang kurang ajar dia sudah menyengatku."
"Siapa kakek lebah itu Indra, sepertinya suaranya tidak asing bagiku..?"
"Hah. Tentu saja kalian pasti mengenalnya, dia itu kakek peramal gila yang disihir oleh si nenek tua itu."
"Haaaaahhhh... Si Kakek peramal..??" Ujar Yudi dan Lina bersamaan.
"Hei kakek, apa yang kau lakukan disini..?"
"Aku ke sini untuk membantu kalian, karena aku merasakan firasat yang sangat buruk terhadap kalian, makanya aku kesini."
"Oh begitu ya maaf kami sudah merepotkanmu kakek."
"Yang merepotkan bukan kalian, tapi orang payah ini yang sangat merepotkan ku."
"Apa kau bilang.?!"
"Apa kau tidak ingat saat aku membangunkanmu.? kau sangat susah sekali untuk dibangunkan..!"
"Kau juga kurang ajar, beraninya kau menyengatku,, ku hajar kau..!!"
"Hai. tidak kena, tidak kena..!!"
"Kurang ajar.....!!!! Rrrrr.."
"Lina tolong aku.! dia mau memukulku..!"
"BERHENTIIIIIIII..........!!!!!!!!"
"Walahhh.. ternyata dia menyeramkan sekali.." ujar si kakek lebah.
"Kenapa kalian malah bertengkar hah..? Dan kau juga jangan mendekatiku dasar lebah mesum..!"
Tiba-tiba saja mereka merasakan kehadiran roh jahat yang sedang mendekat ke arah mereka.
"Indra, mereka datang.! kita harus lari dan mencari tempat yang aman untuk bertarung melawan mereka.."
"Baiklah.! Lina, cepat naik ke punggungku, kita harus pergi dari sini..!"
Kemudian merekapun pergi menuju tempat yang sepi.
"Tuan itu mereka..!"
"Mereka melarikan diri ayo kita kejar mereka..!"
"Kalian semua, kejar mereka jangan sampai mereka lolos..! kyakyakyakya..."
Kemudian Karto dan pasukannya mengejar Indra dan lainnya menuju ke hutan. Dan aksi kejar-kejaran pun terjadi.
"Indra, mereka mengejar kita, dan mereka sangat cepat..!"
"kalian bertiga lari saja jangan melihat kebelakang, aku akan memanggil kawanan lebahku untuk menghalau mereka..!!"
Indra dan lainnya terus berlari dengan cepat, sementara si Kakek lebah memanggil kawanannya untuk menghalau para roh jahat yang mengejar mereka.
"Hei kalian cepat ikuti aku.!" Ujar si Kakek lebah dengan bahasa lebahnya.
Kemudian para kawanan lebah itu datang dan menghalau para roh jahat itu.
"Hei ada apa ini, mengapa ada lebah beracun sangat banyak di sini.?"
"Aku juga tidak tahu.! Aaaa mereka menyengat ku, tolong...!"
"Aku juga disengat, tolong...!"
"Tuanku, tolong..! Kami di sengat oleh lebah yang sangat banyak...!!"
__ADS_1
"Kyakyakyakya... Kalian semua tidak berguna lebih baik kalian mati saja.! Kyakyakyakya...."
Kemudian Karto dengan kejamnya langsung menghancurkan beberapa roh bawahanny yang sudah disengat oleh lebah beracun itu, dan yang lainnya terus mengejar Indra.
Kemudian mereka pun sampai di sebuah hutan, namun di saat mereka berlari tiba-tiba saja Indra merasakan rasa sakit di tubuhnya, dan jalannya Indra pun semakin melambat.
"Indra kau kenapa, kenapa kau menjadi lambat, ada apa denganmu..?" Ujar Lina
Indra pun terus merasa kesakitan, namun dia terus saja berlari.
"Ada apa dengan diriku, Kenapa tubuhku terasa sakit sekali, dan aku hampir tidak bisa bergerak..?!" Ujar Indra dalam hati
Kemudian Indra pun berhenti sejenak untuk menghilangkan rasa sakitnya, namun upaya itu tidak berhasil dan Indra pun terus merasakan sakit yang semakin parah.
Sementara itu Karto dan pasukannya telah sampai di hadapan Indra, dan mereka pun mengepung Indra dan Yudi.
"Kyakyakyakya... Sepertinya kau sudah tidak mampu berlari lagi ya... Kyakyakyakya.."
"Indra ada apa denganmu, Kenapa kau berhenti.?" Ujar Yudi
"Hah.! Indra tubuhmu membiru, apa yang terjadi denganmu..??" Ujar Lina
"Walah..! Apa itu karena racun ku saat aku menyengatnya, celaka, jika itu memang benar." Ujar si Kakek lebah dalam hati.
"Kyakyakyakya... Hai kalian semua para budakku cepat hajar mereka...!!! Kyakyakyakya..."
"Sial mereka mulai bergerak.!" Ujar Yudi
Akhirnya Yudi pun bertarung melawan para roh jahat itu sendirian dan berusaha melindungi Indra dan Lina.
Disaat Yudi sedang bertarung dengan para budaknya Karto, di situ Karto langsung menghampiri Indra dan Lina.
"Kyakyakyakya.... Dasar kau gadis licik beraninya kau menipuku.! Akan kubunuh kau..! Kyakyakyakya..."
Kemudian Karto mengambil pedangnya dan akan membunuh Lina, namun disaat Karto mengayunkan pedangnya dan hendak membunuh Lina, Indra dengan sisa tenaganya berusaha melindungi Lina.
"Lina...!! Awaass..!!!"
SYATT...!!
Indra pun mendorong Lina yang hendak dibunuh oleh Karto, sehingga pedangnya Karto mengenai tubuh Indra, Indra pun langsung tergeletak dan tidak mampu untuk bergerak lagi, kemudian Indra pun tidak sadarkan diri.
"Lina cepat lari lah sejauh mungkin.! aku sudah tidak mampu melindungi mu lagi." Ujar Indra dan kemudian jatuh pingsan
"Celaka.! dia tidak sadarkan diri lagi, ini semua gara-gara aku, apa yang telah aku lakukan, Kenapa semuanya jadi seperti ini..?!"
"Kyakyakyakya.... Kau lemah sekali orang jelek, baru sekali terkena senjataku kau langsung pingsan.. kyakyakyakya..."
"Hei kau rasakan ini.! akan ku sengat kau..!!"
Si Kakek lebah pun mencoba melawan Karto dan menyengatnya, namun Karto langsung menepuk kakek lebah itu dan melempar nya.
"Hah, dasar serangga pengganggu..!"
Swingggg....!!
"A,a,a,a sakit. Sekali.!" Ujar si Kakek lebah dan langsung pingsan.
Kemudian Karto perlahan mendekati Lina dengan tatapan yang menyeramkan.
Lina pun jadi ketakutan dan tidak tahu apa yang harus dia lakukan, dan kemudian Lina pun mengingat sesuatu, bahwa dia juga membawa alat yang bisa mengusir para roh jahat itu, kemudian Lina pun mengeluarkan alat itu dan membunyikannya sambil membacakan mantra.
"Pergilah kalian semua dari sini.! dan jangan pernah mengganggu manusia lagi..! (dari air kembali ke air, dari api kembali ke api, dari tanah kembali ke tanah, dari langit kembali ke langit)."
Lina pun terus membunyikan alat itu sehingga membuat para roh itu menjadi tidak nyaman dan kemudian mereka pun keluar dari tubuh manusianya, kecuali Karto.
Yudi pun yang sedang bertarung dia telah terbantu oleh Lina, dan tubuh manusia yang sedang bertarung dengan Yudi, mereka semua langsung tergeletak.
"Hah mereka semua menghilang apa yang terjadi.??! Lina.! apakah dia yang melakukannya..?"
Karto yang tidak tahan mendengarkan suara itu, kemudian Karto merebut alat itu dari Lina dan membuangnya.
"Kurang ajar, apa yang kau lakukan barusan ha.? Beraninya kau menyakiti telingaku..!!"
Lina pun semakin ketakutan dan mencoba melarikan diri, kemudian Yudi pun datang dan langsung menghantam Karto dan menjauhkannya dari Lina.
"Lina, apa kau baik-baik saja..?"
"Iya, tapi Indra sedang tidak sadarkan diri, bagaimana ini.?!"
"Kyakyakyakya.... Beraninya kau memukulku akan ku hajar kau.! kyakyakyakya..."
Kemudian Karto pun dengan cepat langsung menghantam Yudi hingga Yudi terpental sangat jauh dan membentur pohon.
__ADS_1
Yudi pun berusaha bangkit lagi dan mencoba melawan Karto dengan segala kemampuan yang ada, dan Yudi pun bertarung mati-matian melindungi Lina dan Indra, namun karena Karto mempunyai kekuatan yang besar, Yudi tidak mampu menandinginya, dan kemudian dengan sisa kekuatan yang dimilikinya Yudi mencoba mengeluarkan jurus pamungkasnya.
"Kekuatan rembulan.! Pukulan maut serigala putih..!!"
Haaaaa.....!!!!
Dash..!
Kemudian Yudi pun berhasil membuat Karto terpental, namun itu tidak membuat Karto terluka sedikitpun.
"Kyakyakyakya... Sepertinya jurusmu lumayan hebat ya, tapi itu tidak ada gunanya bagiku.! Kyakyakyakya..."
"Sial..! dia kuat sekali, apa yang harus aku lakukan, kekuatanku sudah habis."
Kemudian Karto menyerang balik Yudi dengan bertubi-tubi, Yudi pun mencoba menghindarinya, namun serangannya begitu cepat sehingga Yudi pun terus terkena pukulannya, kemudian Karto mengayunkan pedangnya dan akan membunuh Yudi, Yudi pun berusaha melawan nya dan menangkisnya dengan pedangnya juga.
"Kyakyakyakya.... Sekarang matilah kau jelek..!! Kyakyakyakya..."
"Siaaaallll...!! Dia sangat kuat sekali, kalau seperti ini terus bisa-bisa aku akan dihancurkan olehnya."
Sementara itu si Kakek lebah mulai bangun dan mendekati Lina.
"Hei Lina, cepat kau gunakan jimat mu itu untuk menghancurkannya..!"
"Hah, bagaimana caranya, aku tidak tahu cara menggunakannya."
"Hantamlah dia sekeras mungkin dengan jimat mu itu, cepat lakukanlah sebelum dia membunuh kita semua..!!"
"Hah, tapi,, aku tidak mempunyai kekuatan apapun, aku hanyalah manusia biasa apa mungkin aku bisa melakukannya..?"
"Sudahlah cepat lakukan saja, berhasil atau tidaknya itu urusan nanti, sekarang yang terpenting adalah menjauhkan dia dari Yudi..!"
"Baiklah akan kucoba.!"
Kemudian Lina pun bersiap dan menarik nafasnya dalam-dalam dan kemudian dengan keyakinannya Lina membacakan mantra pada jimatnya.
"Dari air kembali ke air, dari Api kembali ke api, dari tanah kembali ke tanah, dari langit kembalilah ke langit..!! Haaaaaa.....!!!!!"
Desiungg...!!!
Karto pun terpental terkena pukulan Lina.
"Berhasil..!! Lina kau berhasil melakukannya kau hebat...!!"
"Benarkah..?? Benarkah aku berhasil menghancurkannya nya..??"
"Lina kau hebat, kau mampu menghantam Karto dan membuatnya terpental, terima kasih sudah menolongku.."
Namun ternyata Karto belum hancur juga, dia masih hidup dan bahkan tidak terluka sedikitpun, hanya sedikit darah yang keluar dari mulutnya.
"Kyakyakyakya... Kyakyakyakya... Hey gadis licik beraninya kau memukulku..! Cuih..! Akan kubunuh kau..!"
"Celaka dia masih hidup..!" Ujar si Kakek lebah
"Lina cepat minggir..!!"
SYATTT...!!!
COAGH..!
Yudi pun melindungi Lina, sehingga Yudi terkena sayatan pedangnya Karto.
"Kyakyakyakya... Sungguh ironis sekali, dua lelaki yang berusaha melindungi seorang gadis yang licik, namun semuanya tidak ada apa-apanya bagiku..! kyakyakyakya...."
"Lina..! cepatlah lari dari sini, larilah sejauh mungkin jangan sampai kau tertangkap olehnya, cepat..!!"
Kemudian Lina pun mencoba berlari, namun apa daya di saat Lina hendak melarikan diri, Karto langsung mencegahnya dan akan membunuh Lina.
Sementara itu Indra masih belum juga sadarkan diri, dan kemudian si Kakek lebah itu mencoba membangunkan Indra lagi.
"Hei Indra cepat bangun lah..! semua temanmu sedang dalam bahaya, mereka sedang sekarat, cepat bangun lah...!!"
Indra pun tidak sadarkan diri juga karena luka yang dideritanya sangat parah, selain itu racun yang diberikan oleh si Kakek lebah juga telah menyebar di dalam tubuhnya..
"Sial.! ini semua salahku, aku yang sudah menyengatnya sehingga dia jadi seperti ini, apa yang harus aku lakukan sekarang..?"
Si Kakek lebah itu pun kebingungan mencari cara untuk menyadarkan Indra.
Sementara itu Karto sedang bersiap untuk membunuh Lina dan mulai mengayunkan pedangnya..
INDRA.....!!!!
...****************...
__ADS_1