
Di Kerajaan Lembah Hitam, Raja Imran dan para pemimpin pasukannya sedang bergegas menuju ke Kerajaan Lembah Biru untuk mengajak Raja Abimana bersekutu dengannya.
"Yang mulai, semua sudah siap, kami siap menerima perintah dari yang mulia.!"
"Baiklah kalau begitu, kita berangkat sekarang..!"
Kemudian Raja Imran dan bawahannya mulai berangkat ke Lembah Biru, dengan membawa banyak sekali harta untuk ditawarkan kepada Raja Abimana supaya Raja Abimana mau bekerjasama dengan Raja Imran untuk menyerang kerajaan Lembah Merah.
Di perguruan, Indra yang sedang di uji kemampuannya, Indra sedang berhadapan dengan seorang gadis manis yang membuat Indra terpana melihatnya..
"Siapa dia, aku belum pernah melihatnya, apakah dia murid baru??" Tanya Indra dalam hati
"Kalian siap..? Mulai.!!!"
Pertandingan pun dimulai dan Indra pun masih belum bergerak, menunggu untuk diserang lebih dulu, begitu juga dengan si gadis manis itu yang menunggu untuk diserang oleh Indra, sampai beberapa menit merekapun tidak malkukan apapun.
Kemudian si gadis manis itu pun menyerang Indra lebih dulu, namun Indra masih tidak bergerak dan hanya memandangi gadis itu yang semakin mendekat, kemudian gadis itu memukul Indra dengan keras sehingga Indra pun terpental, namun disitu Indra tidak lagi berdiri, bukan tidak mampu tapi Indra sengaja mengalah pada gadis itu, kemudian teman-temannya dan murid-murid yang lain menertawakan dirinya dan mengejeknya,,
"Huuuu,, dasar payah cuma melawan seorang gadis saja sudah kalah hahahah...."
"Indra.! Apa yang kau lakukan, kenapa kau tidak bangkit dan melawannya..?" Ujar sang guru.
Namun disitu Indra justru berpura-pura kesakitan agar dianggap kalah, karena Indra tidak mau melukai seorang wanita sedikitpun.
"Indra.! Kami sangat kecewa padamu, kami berharap setelah kau diberikan latihan khusus kau akan jadi lebih hebat, tapi itu sia-sia."
"Maafkan aku guru"
"Sudahlah kita sudahi saja ujian ini, kau murid yang sangat memalukan."
Kemudian ujian pun dihentikan dan semua murid disana bubar sambil tertawa, kemudian sang guru pribadinya Indra yaitu Hamdan mencoba mendekati Indra dan bertanya.
"Indra, kenapa kau tidak melawan..??"
"Maaf guru, aku tidak bisa melakukannya, aku tidak mau melukai seorang wanita.."
"Kenapa.? Apa kau suka dengan gadis itu.?"
"Tidak, tidak guru, bukan begitu" jawab Indra dengan gugup.
Disitu Dendra ternyata masih mendengarkan percakapan mereka, dan Dendra pun menghampiri Indra.
"Indra, aku kagum dengan mu"
"Dendra.? Kau masih disini??"
"Maaf, aku sudah menguping pembicaraan kalian"
"Baiklah kalau begitu, guru pamit dulu ya Indra, Dendra.!"
"Baik guru"
__ADS_1
Kemudian Indra pun pergi bersama Dendra, disitu Dendra sangat penasaran dengan perkembangan Indra setelah 6 tahun berlatih di tempat yang jauh dari perguruan, karena Dendra sangat penasaran, Dendra pun mengajak Indra untuk beradu kekuatan.
"Indra, bolehkah aku minta sesuatu??"
"Hah,, apa itu?"
"*sebenarnya aku ingin melihat jurus-jurus barumu tapi kau malah kalah duluan melawan gadis itu."
"Hehe... Lalu,, apa yang kau minta dariku?"
"Aku ingin bertarung melawan mu"
"Apa..??"
"Hehe,, kalau kau tidak mau juga tidak apa-apa kok."
Selagi mereka berbincang-bincang kemudian teman-teman yang lain pun datang menghampiri Indra dan Dendra, mereka adalah murid yang sekelas dengan Indra, mereka datang dan menantang Indra untuk bertarung.
"Hey Indra.! Payah sekali kau cuma dipukul seorang gadis kau langsung pingsan hahaha..." Ujar fajri mengejek Indra..
"Hey Indra,, apa kau mau melawanku? Akan ku kalahkan kau seperti dulu,, hahaha..."
"Nah Indra, bagaimana kalau kau melawan kami semua..??"
"Hey kalian berhentilah mengejek Indra, itu tidak baik."
"Hey Dendra, kenapa kau selalu membela dia? Apa kau mau kami hajar juga? Jangan mentang-mentang kau murid terkuat di kelas, kami akan takut denganmu."
"Bukan begitu maksudku, Indra juga teman kita kita tidak boleh mengejek sesama teman.!"
Kemudian mereka pun berkelahi dan Dendra pun dipukuli oleh mereka, Indra yang melihatnya pun tidak tega dan akhirnya Indra pun turun tangan dan menerima tantangannya.
"Hey berhenti.! Aku terima tantangan kalian."
"Wah-wah besar juga nyalimu."
Di saat itu sang ketua guru pun melihat perkelahian mereka, ketua guru melihat Indra yang di keroyok oleh teman-temannya, disitu teman-teman Indra mulai menyerang Indra, namun Indra dengan lincah menghindari serangannya, ketua guru pun terus memperhatikan mereka, si gadis manis itu juga melihat pertarungan Indra dan teman-temannya, disitu Indra bertarung dengan sangat lincah dan Indra pun menyerang balik mereka, hingga akhirnya Indra menang melawan mereka semua, si gadis manis itu pun jadi kagum melihat kehebatan Indra, begitu juga dengan Dendra, Dendra tidak menyangka kalau Indra sudah berkembang menjadi sangat hebat, dan Dendra pun semakin penasaran.
Setelah selesai mereka bertarung, sang ketua guru yang melihatnya kemudian menghampiri mereka, mereka pun ketakutan karena telah melakukan kesalahan, kemudian teman-temannya Indra pun pergi meninggalkan Indra, sang ketua guru pun mulai mendekati Indra dan berkata.
"Indra, besok aku akan mengujimu sekali lagi, dan kau akan langsung berhadapan dengan para murid senior."
Indra dan Dendra pun kaget mendengarnya, sesaat Indra menolak tantangan itu namun sang ketua guru memaksanya, dan akhirnya Indra pun menerima tantangan itu, disitu Indra melihat si gadis manis itu sedang memperhatikan dirinya, sekali lagi Indra dibuat bengong olehnya, kemudian Dendra pun mengajak Indra pergi.
Sementara itu Raja Imran dan para bawahannya telah sampai di kerajaan Lembah Biru dan bertemu dengan Raja Abimana.
"Halo Abimana yang agung, kita bertemu lagi"
"Untuk apa kau dantang lagi kesini Imran, bukankah sudah kukatakan aku tidak mau bersekutu dengan mu"
"Yah benar sekali, tujuanku sama seperti kemarin, tapi kali ini aku membawakan Emas dan bekal makanan yang banyak untukmu dan rakyatmu, dan aku harap kau mau bekerjasama denganku kali ini"
__ADS_1
"Sudah kukatakan, aku tidak mau, sampai kapanpun aku tidak akan pernah bekerjasama dengan orang yang licik sepertimu, pergi saja kau dari sini dan jangan pernah kembali lagi.!"
"Baiklah Abimana, sudah kesekian kalinya kau menolak tawaranku, tapi ingat.! ini adalah tawaranku yang terakhir, aku sudah membawa semua hartaku untukmu."
"Aku tidak perduli dengan hartamu.! Sekarang pergilah, atau kau ku usir dengan paksa.?!"
Kemudian Raja Imran pun pergi dengan tangan hampa, dan Raja Imran juga merasa sangat kesal dan marah terhadap Raja Abimana.
"Sialan kau Abimana, beraninya kau mempermalukan ku, akan ku balas kau suatu hari nanti." Ucap Raja Imran dalam hati.
Akhirnya Raja Imran pun kembali ke kerajaannya sendiri dengan sangat kesal.
Hari sudah sore, di perguruan Indra terus melamun memikirkan gadis manis yang masih menjadi tanda tanya.
Kemudian datanglah Dendra menghampiri Indra dan bertanya padanya.
"Hey Indra, knpa kau melamun, apa yang kau pikirkan??"
"Siapa yang melamun,? Aku tidak melamun kok"
"Terus terang saja, katakan padaku apa yang kau pikirkan.?!"
"Dendra,?"
"Ya.?"
"Apa kau tahu siapa gadis yang melawanku tadi??"
"Ohh,, jadi itu yang membuat kau terus melamun seperti ini.??"
"Tidak, aku tidak melamun kan gadis itu kok"
Disaat mereka sedang asyik ngobrol, Indra melihat si gadis manis itu duduk didepan agak jauh dari Indra, kemudian Dendra menyuruh Indra untuk mendekatinya dan berkenalan dengannya, namun Indra masih belum berani untuk mendekatinya. Dendra pun terus memaksa Indra untuk memberanikan dirinya, akhirnya Indra pun nekat dan memberanikan diri untuk berkenalan dengan gadis itu, kemudian Indra melangkah perlahan mulai mendekati gadis itu, akhirnya Indra pun berhasil mendekatinya dan kemudian bertanya padanya.
"Hai"
"Oh, hai juga, ada apa?"
"Tidak apa-apa kok, aku cuma ingin duduk disitu, bolehkah aku duduk disebelah mu.??"
"Oh ya tentu saja, silahkan duduk.!" Jawab si gadis dengan senyuman manis yang membuat Indra gemetar dan gugup.
"Oh iya kita belum kenalan, namaku Indra, siapa namamu.?"
"Namaku...."
Disaat gadis itu hendak memberitahu namanya, tiba-tiba kakaknya datang, dia adalah murid senior, dan kemudian mengajak gadis itu masuk ke dalam pondok untuk makan bersama, Indra pun gagal untuk mengetahui namanya namun Indra sudah tahu bahwa gadis itu adalah adik dari murid senior.
Di dalam hati Indra terus bertanya-tanya dan semakin penasaran. Tidak lama kemudian malam pun tiba dan waktunya untuk beristirahat, di malam itu Indra tidak bisa tidur karena terus memikirkan gadis manis itu.
"Gadis yang sangat manis, baru kali ini aku melihatnya, dan mengapa aku jadi gugup dan gemetar saat dekat dengannya.?" Ujar Indra dalam hati sambil melamun.
__ADS_1
Hari esok pun tiba, Indra bangun agak siang, karena semalaman tidak bisa tidur, dan kemudian Indra pun dipanggil oleh gurunya untuk diuji sekali lagi.
...****************...