
"Istana ini sangat megah sekali, aku baru tahu kalau disini ada istana semegah ini." ujar Lina yang kagum melihat istana ghaib itu.
"Istana ini hanya bisa dilihat oleh orang tertentu yang mempunyai kemampuan sepertimu Lina."
Disaat mereka sedang berbincang-bincang, di sebuah ruangan, tiba-tiba mereka dikepung oleh para roh yang memakai jubah bertudung dan mereka menyerang Lina dan Yudi.
Merekapun bertarung melawan roh-roh itu dan berusaha untuk menghancurkan mereka, namun ketika Yudi menyerang salah satu roh itu dengan senjatanya, tiba-tiba roh itu menghilang dan berpindah ke tempat lain, begitu juga dengan Lina, merekapun dibuat kualahan menghadapinya.
"Yudi, bagaimana ini aku tidak bisa menyentuhnya, mereka bisa menghilang.?"
"Aku juga sedang memikirkan cara untuk menghancurkan mereka"
Mereka pun terus diserang, mereka menghilang dan tiba-tiba muncul di depan Yudi dan Lina lalu menghantamnya, sampai mereka kelelahan terus-terusan di hantam oleh para roh itu, kemudian Yudi meminta Lina untuk menyatukan kekuatannya dan membuat gelombang energi yang besar untuk menhancurkan roh-roh itu dan mereka pun melakukannya, gelombang yang dahsyat sehingga mengguncangkan daratan, dan akhirnya mereka dapat mengalahkan roh-roh itu, namun mereka merasa aneh, dengan kekuatan sebesar itu, properti yang ada di sekitar mereka tidak hancur, mereka pun bertanya-tanya seraya mereka kebingungan.
Di atas air Indra yang sedang menunggu disana merasa bosan karena tidak melakukan apapun.
"Haaah membosankan sekali disini, hei kakek apa kau punya hiburan untuk menghilangkan kebosanan.?"
"Hadeehh,, kau cari saja hiburanmu sendiri.!"
"Kakak, apa kakakku akan baik-baik saja.? Dan kakak sedang berbicara dengan siapa.?" tanya Adit kepada Indra, Adit tidak bisa mendengar suara si kakek lebah, karena yang bisa mendengar hanya orang-orang tertentu.
Disaat mereka sedang mengobrol tiba-tiba mereka merasakan guncangan yang dahsyat dari dalam air, mereka pun jadi panik dengan hal itu.
"Guncangan apa ini,? apa yang sedang terjadi dibawah sana.?"
"Kakak, ada apa ini, mengapa ada gempa bumi.?"
"Sudah diam saja kau bocah kecil.!"
"Tapi aku takut..!"
Kemudian guncangan itu berhenti, Indra yang panik dan penasaran, Indra pun mesuk kedalam air dan mencoba menerobos pelindung itu, namun Indra tepat saja tidak bisa masuk, dan Indra hanya bisa melihat orang-orang dari luar pelindung.
Dini dan Zilfa pun melihat Indra dan kemudian mendekatinya, untuk mencoba minta tolong padanya, namun mereka berkata sekeras apapun suaranya tidak bisa di dengar oleh Indra.
"Indra..! Tolong kami..!"
"Hahh,, bicara apa kau, aku tidak mendengarnya.?"
Suara Indra pun tidak bisa di dengar oleh Dini dan Zilfa.
karena Indra tidak tahan berlama-lama di dalam air, kemudian Indra pun keluar untuk mengambil nafas, kemudian Indra mesuk kedalam air lagi dan berupaya untuk menghancurkan pelindung itu, namun pelindung itu tidak mudah dihancurkan oleh Indra, karena posisinya didalam air dan gerak Indra pun terbatas.
"Sial..!! Kenapa aku tidak bisa menghancurkannya.?"
Indra terus mencobanya berkali-kali, namun Indra tetap saja tidak bisa menghancurkannya, hingga Indra merasa lelah dan kemudian menepi untuk beristirahat.
"Bagaimana Indra, apa kau sudah menghancurkannya.?"
"Pelindung itu sangat susah sekali untuk dihancurkan."
__ADS_1
Kemudian di bawah air Lina dan Yudi terus mencari pemimpin para roh jahat itu, mereka mencari di setiap ruangan yang ada di dalam istana, namun mereka belum menemukan pemimpinnya di manapun
"Bagaimana ini Yudi, kita sudah mencarinya di mana-mana tapi tidak kita temukan.?"
"Aku juga tidak tahu harus mencarinya kemana lagi, semua ruangan sudah kita cari, tapi dia tidak ada dimanapun."
Kemudian mereka melihat sebuah ruangan yang belum mereka masuki, kemudian merekapun mencoba untuk masuk ke ruangan itu.
Dari depan pintu mereka melihat seseorang yang memakai jubah bertudung sedang duduk di kursi, karena takut ketahuan mereka pun bersembunyi di belakang tembok.
"Lina, kau tunggu di sini saja biar aku yang ke sana untuk menghajarnya.!"
Kemudian Yudi pun masuk ke dalam ruangan itu dan bertanya pada orang yang sedang duduk di kursi itu
"Hei kau, di mana pimpinanmu, suruh dia ke sini aku akan memberi pelajaran padanya.!"
Orang itu hanya tertawa dan tidak memberikan jawaban kepada Yudi, kemudian roh-roh yang memakai jubah bertudung itu pun datang lagi dan mengepung Yudi, dan mereka pun langsung menyerangnya, Yudi pun bertarung dengan mereka.
Lina yang sedang bersembunyi mencoba untuk melihat ke dalam, dan Lina melihat Yudi sedang bertingkah aneh seperti orang berkelahi tetapi tidak ada siapapun di sana, Lina pun berfikir, sedang apa dia.?
Kemudian Lina masuk ke dalam ruangan itu dan mencoba menghentikan Yudi.
"Yudi sedang apa kau, apa yang kau lakukan, apa yang terjadi denganmu.?"
Di saat Lina masuk ke dalam dan memanggil Yudi, para roh roh berjubah itu pun menghilang seketika, kemudian Yudi juga tidak melihat siapapun di sana, Yudi pun bertanya-tanya.
"Ke mana semua roh itu, bukankah mereka tadi di sini dan menyerangku."
"Apa kau tidak lihat, aku dikepung oleh roh berjubah itu dan mereka menyerangku tadi.?"
"Hahh, roh yang menyerangmu aku tidak melihat siapapun di sini, dan aku hanya melihatmu bertingkah sangat aneh seperti orang berkelahi, tapi kau berkelahi dengan siapa.?"
"Aku sedang bertarung melawan para roh yang memakai jubah bertudung Lina.?"
"Sudah kubilang aku tidak melihat siapapun di sini"
Kemudian orang yang memakai jubah bertudung yang sedang duduk itu tertawa cekikikan menertawakan Yudi dan Lina.
"Ksiksiksi,,, kakakakakak... Kalian itu sangat bodoh sekali, kalian mudah tertipu, kakakakakak.!!"
"Apa maksudmu, katakan padaku, dan dimana pemimpin mu.?"
"Kakakakakak... Kalian mencari pemimpin ya.? Kalian tidak usah mencarinya, karena kalian sudah menemukannya.! dan Akulah pemimpinnya..!! Kakakaka.....!!"
"Apa, kau pemimpin mereka..?"
"Yudi, itu bukan orang yang menolong kita, orang yang menolong kita memakai jubah bertudung warna hijau, dan dia memakai jubah bertudung warna merah, sepertinya dia bukan orang yang menolong kita."
Mereka pun salah faham, ternyata orang yang menolong mereka bukanlah pelakunya, lalu siapa dia..??
"Hei, siapa kau sebenarnya.?"
__ADS_1
"Kakakakak,,, perkenalkan, namaku Wasan, aku adalah pemimpin pasukan ketiga dari Lembah Merah."
"Pemimpin pasukan Lembah Mera.? Lalu apa tujuanmu.?"
"Tujuanku adalah menghabisi kalian dan mengambil senjata kalian kakakakakak.!"
"Ambil saja jika kau bisa.! Lina, kita serang dia.!"
"Jangan terburu-buru begitu, aku masih ingin bersenang-senang dengan kalian,! Sihir ilusi, jurus bayangan tak terbatas.!"
Kemudian Wasan menggunakan jurus ilusinya untuk mempermainkan Yudi dan Lina, Yudi yang mendengar jurus yang digunakan oleh Wasan, Yudi mencoba menerka nya.
"Sihir ilusi.? Jadi semua ini adalah tipuan ilusinya, pantas saja saat kami menghancurkan para roh tadi, properti yang ada disana tidak hancur, Sialan..!!!"
Kemudian Yudi dan Lina bertarung melawan bayangan roh Wasan dalam ilusinya, namun karena ilusi itu tercipta dari bayangan dirinya, mereka tidak mudah untuk dikalahkan sehingga Lina dan Yudi kesulitan menghacurkan mereka, Lina dan Yudi pun menyatukan kekuatan mereka lagi, namun upaya itu tidak membuahkan hasil, mereka pun mencobanya berkali-kali sehingga membuat guncangan yang dahsyat berkali-kali, Indra yang sedang menunggu di daratan semakin panik dengan keadaan Yudi dan Lina.
"Hey kakek, guncangan apa lagi ini.?"
"Mengapa bertanya padaku, aku tidak tahu.!"
"Guncangannya tidak berhenti, apa yang terjadi di sana.?"
"Kakak, gempa buminya datang lagi, aku takut" Adit ketakutan dan berpegangan pada Indra.
Indra pun melihat bebatuan kecil dari tebing air terjun itu jatuh ke dalam air, Indra pun takut akan terjadi longsor dan menimpa orang-orang yang ada di bawah, kemudian Indra mencoba menghancurkan pelindung ghaib itu lagi, dan berkali-kali Indra mencobanya namun Indra belum bisa menghancurkan pelindung itu.
"Sial.! mengapa sulit sekali menghancurkan pelindung ini, aku harus membuat dorongan yang kuat, tapi bagaimana caranya.?"
Kemudian Indra mendapatkan ide untuk menghancurkannya, lalu Indra keluar dari dalam air dan kemudian naik ke atas tebing air terjun itu dan melompat sambil menggenggam senjatanya untuk menghacurkan pelindungnya.
Haaaaaaaaaa......!!!!!!!!
BOOMM...!!!
Akhirnya Indra pun dapat menghacurkan pelindung itu, dan semua orang yang berada didalamnya pun keluar, kemudian Indra membantu mereka yang tidak bisa berenang, akhirnya semua orang pun selamat dan berhasil keluar dari dalam air, dan guncangan dahsyat itu pun berhenti.
"Indra, terimakasih kau telah menyelamatkan kami" ujar Dini dengan sangat berterimakasih kepada Indra.
"Ibu,, ayah,, aku sangat merindukan kalian.." ujar Adit sambil menangis memeluk ibunya.
"Baiklah kalian semua tetap di sini dan jangan kemana-mana aku akan membantu Lina.!"
Kemudian Indra mencoba membantu Yudi dan Lina, namun ketika Indra akan masuk ke dalam air tiba-tiba sebuah ledakan besar pun terjadi.
BOOOMMM...!!!
Indra pun panik seketika itu, karena ledakan itu membuat tebing di air terjun itu longsor.
"LINAAA....!!!!!"
...****************...
__ADS_1