
Karena Indra merasa kesal dan marah melihat Lina yang telah terpengaruh hipnotis dari Sadam, kemudian Indra langsung menyerang Sadam, namun ada banyak pasukan Sadam yang menghalanginya, kemudian Indra dan Yudi bertarung melawan pasukan Sadam terlebih dahulu, karena banyaknya pasukan Sadam, Indra dan Yudi sampai kualahan menghadapi mereka.
"Indra, awas dibelakang mu!!"
"Tidak usah memberitahu ku aku sudah tahu itu."
"Sial.! Mereka tidak ada habisnya, kalau seperti ini terus kita akan kehabisan tenaga." Ujar Yudi yang sudah kelelahan.
"Hey kau, jika kau tidak ingin hancur, menunduk lah.!!"
Kemudian Indra menarik belatinya dan belati itu mengeluarkan aura yang lebih kuat dari yang sebelumnya yang di keluarkan belati itu, kemudian dengan sekali tebas, pasukan Sadam hancur semuanya, hingga terisa sadam seorang..
KEKUATAN REMBULAN, TEBASAN BULAN SABIT.!
Indra mengeluarkan jurusnya, dan hampir saja mengenai kepala Yudi.
"HEI..! Hati-hati jika mengeluarkan jurus..!!
"Aku kan sudah bilang menunduk lah..!!
"Tapi aku belum siap..!!!"
Kemudian Indra mengarahkan senjatanya pada Sadam dan mengancamnya.
"Hei,, lepaskan dia atau kau akan ku tebas seperti mereka.."
"Hahaha,, silahkan saja jika kau bisa.. hahaha..!!!"
Kemudian Indra sontak menyerang Sadam dan bertarung melawannya..
"Indra.! Ingatlah jangan sampai kau menatap matanya..!!
"Yaa.. aku tahu itu..!"
Kemudian Indra dan Sadam bertarung satu lawan satu, dengan kekuatannya Indra bisa seimbang dengan Sadam, sementara Yudi masih memperhatikan mereka..
"Bagus Indra, kau bisa menandinginya, tetaplah seperti itu, dan ingat jangan pernah menatap matanya.."
Indra terus bertarung tanpa henti, dan Indra berhasil melemparkan pedangnya Sadam..
"Wuzzz!!!! Kejik...!!!!
Pedangnya Sadam pun terlempar jauh dan menancap di tanah..
"Hmphh.!, kau tidak ada apa-apanya, kau lemah..!!" ujar Indra
"Bagus Indra kau berhasil,, sekarang tebas dia Indra..!!!"
__ADS_1
"Yaahh akan ku lakukan..!!"
Kemudian Indra mengayunkan belatinya dan menebas roh Sadam.
SYATT..!!!
namun disitu Sadam dapat menghindari serangan Indra, dan kemudian sadam mencekik leher Indra dan menjatuhkannya ke tanah..
"Apa.!? Dia menghindari serangan Indra,, celaka..!!
Kemudian Indra yang sedang di cekik oleh Sadam, tanpa sengaja Indra menatap mata Sadam, dan Indra pun terhipnotis lagi olehnya, kemudian Sadam memberikan sugesti pada Indra...
"Nah, Indra, sekarang kau berdiri dan diam lah jgn bergerak dan jangan melawan.."
"Baiklah" ujar Indra yang sudah terkena pengaruh hipnotis Sadam.
Kemudian Sadam melepaskan tangannya dari leher Indra, dan kemudian Indra berdiri dihadapan Sadam..
"Celaka Indra sudah terpengaruh hipnotis Sadam, aku harus mencegah sadam sebelum dia melakukan sesuatu pada Indra."
Ketika Sadam hendak memukul Indra, Yudi segera melakukan tindakan dan menyerang Sadama dengan mendorongnya jauh dari Indra, kemudian mereka bertarung habis-habisan, Yudi yang sudah kehilangan banyak tenaganya tidak mampu menandingi Sadam..
"Sial aku tidak bisa menemukan celah untuk menghancurkan rohnya, andai saja aku bisa menemukan celah walau sedikit saja akan ku hancurkan dia..!!
Tiba-tiba Sadam dengan gerakan cepat langsung menendang Yudi dan Yudi pun terpental,,
Karena tendangannya sangat keras, Yudi mengalami luka dalam yang cukup parah hingga muntah darah, emudian Sadam lagi-lagi menghantam Yudi dan memukulnya bertubi-tubi, sampai Yudi tidak mampu bergerak, setelah itu Sadam kembali menghampiri Indra dan menghajarnya sampai babak belur, Indra yang sedang dalam pengaruh hipnotis Sadam, dia tidak melawan, indra hanya bisa menahan rasa sakit yang bertubi-tubi...
"Celaka.! Kalau begini terus Indra bisa kehilangan kekuatannya, aku harus melakukan sesuatu tapi aku sudah tidak bisa bergerak, rasanya semua tulung ku telah patah, bagaimana ini. Uhuk, uhuk.!!"
Indra terus dihajar oleh sadam, jatuh dan bangkit lagi hingga berkali-kali, hingga akhirnya Indra tidak mampu untuk berdiri, namun disitu Sadam terus memukulnya, Yudi yang sudah tidak berdaya hanya mampu menyaksikan Indra yang sedang dihajar habis-habisan oleh Sadam, sementara itu Lina yang juga sedang terpengaruh hipnotis Sadam, dia hanya melihat Indra dengan tatapan kosong, namun tiba-tiba Lina bergerak sangat cepat seraya Sadam hendak menghajar Indra dan kemudian Lina menghantam Sadam dengan pukulan yang sangat keras membuat Sadam terpental jauh dan mengalami luka dalam yang cukup serius, Sadam pun kebingungan melihat Lina yang bisa bergerak dan menghantam dirinya sedangkan Lina masih terpengaruh oleh hipnotisnya.
"Sial.!! Kenapa dia bisa bergerak padahal dia sedang dalam pengaruh ku.?
"Hah apa yang terjadi barusan.?? Dia,, bisa bergerak..!!? bingung Yudi
Kemudian Lina menatap Indra dan mengeluarkan air mata, namun dia tidak berkata apapun, kemudian Lina membabi-buta dan menghajar Sadam habis-habisan, Lina menghantam Sadam dengan kekuatan dalamnya hingga dapat memukul roh Sadam yang ada di dalam tubuh manusia yang dirasukinya, Lina terus menghajar Sadam tanpa henti, Sadam pun kualahan dibuatnya, sampai sadam terluka parah oleh Lina.
Yudi yang melihatnya juga sempat kebingungan, dan kemudian Yudi melihat ada sesuatu di dalam diri Lina, dan ternyata Lina telah dirasuki oleh satu roh, dan roh itu adalah Liza yaitu kekasihnya Indra dulu.
"Hah.!! Itu Liza!! ternyata dia telah dirasuki oleh Liza, pantas saja dia bisa bergerak, dan yang menggerakkannya adalah roh Liza itu."
Kemudian Sadam pun menyadarinya, namun itu sudah terlambat, dan kemudian Lina memukul Sadam dengan kekuatan tinju api kematiannya, dan akhirnya roh Sadam pun hancur oleh kekuatan roh Liza, dan kemudian Indra tersadar, namun Indra belum bisa bergerak karena terluka sangat parah dan kemudian Indra melihat ke arah Lina, Lina pun melihat ke arah Indra sambil menangis dan meneteskan air mata,
Selepas itu kemudian roh Liza keluar dari tubuh Lina. Akhirnya Lina pun tersadar..
"Hah, apa yang terjadi denganku.?" Ujar Lina dan melihat tangnya penuh dengan darah.
__ADS_1
"Kenapa ada darah di tanganku apa yang sudah aku lakukan.??"
Lina ketakutan dan gemetar setelah sadar ketika melihat dirinya berlumuran darah dan juga ada tubuh manusia yang berlumuran darah didepannya, Indra yang sedang sekarat memcoba untuk bangun dan mendekati Lina, begitu juga dengan Yudi yang mencoba menolong Indra, kemudian Lina pun menjauhi mayat manusia itu dan menghampiri Indra..
"Indra." Ada apa denganmu, dan kenapa aku berlumuran darah seperti ini..??"
Kemudian Indra tersenyum melihat Lina yang baik-baik saja, kemudian Indra berbaring sesaat untuk memulihkan kondisinya, Indra adalah manusia yang abadi, luka Indra bisa sembuh dengan sendirinya dengan cepat, hanya perlu beristirahat sejenak..
Setelah Indra pulih tidak lama kemudian Indra sadar dan mulai bangkit kembali, namun disiti Yudi yang juga terluka dia masih belum bangun dan kemudian Indra dan Lina menghampiri Yudi..
"Hey kau bangunlah..!!" ujar Indra membangunkan Yudi
"Indra, siapa dia?, Dia sepertinya bukan mausia, dia sama seperti roh jahat yang merasuki tubuh orang yang mati itu.?"
"Aku tidak tahu pasti, tapi di mengaku kalu dia adalah pengikut Raja Abimana dari Lembah biru."
Kemudian Lina melihat tanda yang ada di lengan kirinya, dan itu adalah tanda bulan sabit...
"Indra, dia juga mempunyai tanda seperti bekas luka bakar, dan tanda itu seperti bulan sabit."
"Hah benarkah..?? Jadi benar apa yang dia katakan kalu dia adalah pengikut Raja Abimana..??
Kemudian Yudi pun sadar dan lukanya pun pulih,
"Indra, apa kau baik-baik saja? Aku sangat menghawatirkan dirimu Indra,," ujar Yudi dan mulai bangun..
"Jadi benar kau adalah Yudi pemimpin utama pasukan Raja Abimana??"
"Jadi kau barau mengerti ya.? Itu pasti karena gadis ini."
"Yah, dia adalah temanku, dan dia seorang gadis indigo."
"Oh iya.. namaku Yudi, siapa namamu gadis manis..??
"Namaku Lina"
"Senang berkenalan dengan mu Lina."
"Baiklah Lina ayo kita pulang akan ku antarkan kau kerumahmu.." Indra kemudian mengajak Lina pulang dan menggendongnya.."
"Indra, aku ikut denganmu.." mohon Yudi
"terserah kau saja" jawabnya
Kemudian merekapun pergi meninggalkan hutan itu dan membawa Lina kembali ke rumah sakit.
...****************...
__ADS_1