Lina Dan Manusia 1000 Abad

Lina Dan Manusia 1000 Abad
chapter 53. yang terkuat


__ADS_3

Disaat Indra bertarung melawan Hamdan Indra mencoba mengeluarkan kekuatan jiwanya yang sudah dilatih bersama orang berjubah misterius dan dengan kekuatan itu Indra menghantam Hamdan bertubi-tubi hingga berkali-kali dan membuat Hamdan terpental setiap terkena serangan Indra, Indra terus menyerangnya tanpa memberi kesempatan kepada Hamdan untuk menyerang balik


Guru besar yang sedang menghadapi tiga orang juga sudah kewalahan, sedangkan Dea masih terus berusaha mengambil botolnya, mereka tidak mengeluarkan kekuatan penghancur rohnya karena mereka hanya ingin menyelamatkannya dari pengaruh Raja Imran.


"Yudi, bagaimana ini.? jika kita tidak menggunakan senjata kita kemungkinan kita tidak akan menang" ujar Lina


"Ya,, tapi jika kita melakukan itu maka rohnya akan hancur"


"Lalu kita harus bagaimana.?!"


"Kita hadapi saja dulu, nanti jika sudah tidak mempunyai cara lain maka kita terpaksa melakukan cara itu!"


"Baiklah aku mengerti"


Mereka pun terus bertarung tiada henti, sesekali mereka terlempar dan terhempas, Dea juga terus berusaha mengambil botolnya namun karena botol itu sangat dekat dengan Yudi dan lainnya yang sedang bertarung botol itu hampir saja terinjak, namun dengan cepat Porong berhasil mengambil botol itu dan memberikannya kepada Dea, kemudian Dea berusaha mencari celah untuk menghisap roh mereka.


"Yudi, Lina, dorong dia kesini akan ku hisap rohnya.!" ujar Dea


"CELAKA..!!" ujar guru panik


Setelah guru menyadari Dea yang sudah bersiap menghisap rohnya guru menjadi panik dan melakukan segala cara agar tidak terhisap, namun upaya yang dilakukan berhasil digagalkan oleh Yudi dan Lina, mereka mendorong guru ke arah Dea, Dea pun langsung menghisap roh guru besar, dan akhirnya Dea pun berhasil menghisapnya


Setelah terhisap, didalam botol sebelum sampai di dasar botol penghisap, roh guru mengeluarkan gumpalan seperti asap hitam dan gumpalan itupun lenyap, guru yang melihatnya mulai tersadar bahwa gumpalan asap hitam itu adalah pengaruh dari sihir jahat Raja Imran yang telah di saring dan di lenyapkan di dalam botol itu, kemudian sampailah guru di dasar botol penghisap, dan disana hal yang tidak pernah terpikirkan oleh guru dan bahkan oleh semua roh yang telah terhisap kedalamnya mereka semua tidak menyangka dengan apa yang ada di dalam botol itu


guru terkejut dan hampir tidak percaya dengan apa yang ada di dalam botol penghisap itu, semua yang ada di dalamnya sangat menakjubkan, tempat yang dipenuhi dengan berbagai macam makhluk hidup suasana yang sejuk dan nyaman, pepohonan yang meliuk-liuk tertiup angin, hewan-hewan yang berlarian, dan begitu banyak pohon berbuah, sebuah alam kebebasan, alam yang damai, membuat sang guru kagum dan berasa seperti di surga.


"Dimana aku, tempat apa ini, apakah aku berada di surga?,, tidak, sepertinya ini didalam botol penghisap roh, tapi kenapa didalam botol ada tempat indah dan luas seperti ini? Pikiranku juga menjadi jernih, sepertinya ini adalah tempat yang cocok untuk ku, terimakasih Indra, Yudi, Sirhas, aku berhutang budi pada kalian, tapi maaf guru tidak bisa membantu kalian, berjuanglah Indra."


Setelah Dea berhasil menghisap roh guru kemudian Dea berencana untuk menghisap roh Hamdan dan mengajak Lina, Yudi, dan Sirhas untuk membantunya, disitu Indra dan Hamdan sedang bertarung dengan hebat terlihat Indra telah mengeluarkan kekuatan penuhnya namun Hamdan baru mengeluarkan separuh kekuatannya, disaat Indra berhenti menyerang, Lina, Yudi, dan Sirhas mencoba membantunya dengan menyerang Hamdan bersamaan, melihat hal itu Hamdan kemudian mengeluarkan kekuatannya yang begitu besar dan sangat mengerikan, lalu Hamdan pun menghempaskan mereka bertiga dengan kekuatannya dan membuat mereka terpental jauh


"Jangan mengganggu pertarungan ku, ini adalah pertarungan antara murid dan guru, pertarungan yang belum diselesaikan, tunggu saja giliran kalian, jika kalian mengganggu aku tidak akan segan membunuh kalian..!!" seru Hamdan


"Sial, bagaimana ini kita tidak bisa mendekatinya, kekuatannya terlalu besar aku tidak mampu menahannya" keluh Yudi

__ADS_1


"Indra! Aku akan menjelaskan perbedaan kekuatan ku dengan kekuatan mu, kau tidak akan mampu mengalahkanku karena kekuatan mu masih jauh dibandingkan dengan kekuatan ku, lihatlah (menunjukkan) tanda bulan di lenganku sudah menjadi bulan penuh sedangkan dirimu masih separuh, jika kau ingin melampaui ku maka kau harus meningkatkan kekuatan mu dan mengubah tanda bulan mu menjadi bulan penuh atau bulan purnama.!"


"Tidak usah banyak bicara.! Aku akan menghajar mu.!!"


KEKUATAN REMBULAN, TEBASAN BULAN SEPARUH.!!


"Apa..?! Indra, apa kau berencana menghancurkan rohnya.?!" Teriak Yudi


Indra pun menyerang Hamdan dengan jurus penghancurannya kemudian Hamdan mengeluarkan kekuatan sejatinya dan bertambah kuat sehingga dapat menepis serangan Indra dengan mudah namun Indra tidak menyerah dan terus menyerangnya, Hamdan terlihat tidak bergerak sedikitpun dan terus menepis serangan Indra, Indra pun merasa lelah dan berhenti menyerang,


"Kau sudah lihat Indra.! Serangan mu tidak ada apa-apanya bagiku, sekarang apa kau mau melihat kekuatan ku yang sebenarnya.?! tapi sepertinya tidak perlu kutanyakan karena sekarang adalah giliranku untuk menghajarmu..!!!!"


Hamdan pun menyerang Indra dengan sangat cepat sehingga Indra tidak dapat menghindari serangannya, Hamdan menghantam Indra dan melemparnya sangat jauh dan sebelum Indra jatuh ke tanah tiba-tiba Hamdan sudah berada dibelakangnya dan menghantam Indra ke tanah kemudian melemparkannya lagi sampai mereka jauh dari tempat semula, disitu Hamdan terus menghajarnya habis-habisan dan tidak membiarkan Indra melawan balik sekalipun.


"Sial, aku tidak bisa melawannya, gerakannya terlalu cepat, aku tidak mempunyai kesempatan untuk melawan balik"


"INDRA..!! DULU KAU BELUM SEMPAT MERASAKAN KEKUATAN SEJATIKU, SEKARANG KU BUAT KAU MERASAKANNYA, APA KAU SUDAH PUAS INDRA..?!"


Hamdan terus menyerang Indra tanpa ampun dan tidak sekalipun memberi kesempatan pada Indra untuk menyerang balik


beberapa saat kemudian setelah begitu lama pertarungan Indra dan Hamdan berlangsung, yudi, Lina dan Sirhas memutuskan untuk membantunya namun disaat mereka mendekat tiba-tiba sebuah ledakan besar terjadi akibat kekuatan yang dikeluarkan oleh Indra dan Hamdan dan saat mereka melihat dengan jelas, mereka melihat Indra yang sedang melayang di udara dan berhadapan dengan Hamdan


"A...apa yang terjadi,, apa aku tidak salah lihat,, aku melihat Indra melayang bersama Hamdan, apakah Indra sudah setara dengannya.?" ujar Yudi terkejut


Semua yang melihat hal tersebut sontak terkejut dan tidak menyangka Indra bisa setara dengan Hamdan, pertarungan pun terus berlanjut, mereka sama-sama menggunakan kekuatan penuhnya, mereka bertarung dengan tangan kosong dan hanya menggunakan kekuatan jiwanya, mereka terus bertarung tanpa henti dan sepertinya Indra sudah meningkatkan kekuatannya lagi sehingga bisa setara dengan Hamdan.


"Hmphh,, Indra, jika kau ingin melampaui ku serang aku dengan kekuatan yang lebih besar lagi, karena kekuatan seperti ini belum bisa mengalahkanku.!"


"Apa.?! Apa yang dia katakan? kekuatan seperti itu belum bisa mengalahkannya, dan dia menyuruh Indra untuk mengeluarkan kekuatan yang lebih besar lagi, apakah mungkin Indra belum mengeluarkan seluruh kekuatannya.?!" ujar Yudi


"Baiklah kalau begitu aku akan senang hati melakukannya.!" sahut Indra


Indra pun menyerang Hamdan dengan cepat dan menggunakan seluruh kekuatannya, namun Hamdan terlihat masih mudah menghadapinya tetapi Indra tidak berhenti menyerangnya.

__ADS_1


"Mustahil.! Indra sudah menghajarnya berkali-kali dengan kekuatan yang begitu besar, tetapi Hamdan masih santai menghadapinya, sebenarnya sebesar apa kekuatan Hamdan.?!" ujar Yudi


"Yudi, haruskah kita bantu Indra.?" tanya Lina


"Sepertinya itu mustahil Lina, lihat saja Indra sudah menyerangnya dengan kekuatan penuh tapi Hamdan masih dapat menangkisnya dengan mudah"


"Tapi yang aku lihat sepertinya kekuatan Indra tidak berubah, Indra hanya terus menyerang, namun kekuatannya masih sama dengan sebelumnya" sambung Dea


"Tidak.! coba kalian lihat.! Indra sudah berhenti menyerang" ujar Sirhas


"Apa..?! Mungkinkah Indra...?" ujar Yudi terhenti


"Indra, kau bilang akan menyerangku dengan kekuatan penuh tapi yang ku lihat kekuatan mu tidak berubah sama sekali" ujar Hamdan


"Hmphh,, aku memang sudah menghajaramu dengan kekuatan penuh apa kau tidak merasakannya.?"


"Hmphh,, merasakan apa, aku sama sekali tidak....??!! a.... ada apa ini.? Tubuhku... tidak bisa digerakkan, kenapa.?!"


"Hmphh,, sepertinya kau baru merasakannya sekarang"


"Ada apa.? mengapa Indra berhenti, dan Hamdan juga tidak bergerak sama sekali?!" ujar Yudi bingung


Disitu Hamdan merasakan sesuatu yang aneh pada tubuhnya, semua anggota tubuhnya tidak bisa digerakkan, kemudian Hamdan merasakan sakit pada tangannya kemudian kakinya, badannya, seluruh tubuhnya merasakan kesakitan yang luar biasa sehingga tidak bisa digerakkan, dan ternyata Indra telah menyerang Hamdan dengan kekuatan jiwanya yang mampu melumpuhkan roh yang ada di dalam tubuh manusia dan setiap kali Indra menyerang, ternyata Indra telah melakukan beberapa kali pukulan dengan sangat cepat dan tidak terlihat, sehingga tidak dapat disadari oleh siapapun kemudian Hamdan yang sudah tidak mampu bergerak lagi akhirnya Hamdan pun jatuh dan tidak berdaya, Dea yang melihatnya pun tidak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk menghisap roh Hamdan, namun ketika Dea mendekatinya untuk menghisap rohnya tiba-tiba saja Indra langsung datang menghalanginya,


"Tunggu, jangan hisap dia.!"


"Apa maksudmu Indra.?!"


"Aku ingin berbicara dengannya"


"Tapi,, Indra..."


Indra pun mendekati Hamdan dan berbicara dengannya, dan Indra pun berlutut didepan Hamdan

__ADS_1


"Guru.!"


"Haha... Indra aku tidak menyangka ternyata kau telah berhasil melampaui ku, dan sekarang kau adalah yang terkuat Indra.!"


__ADS_2