
Setelah Indra berpamitan, Indra pun pergi meninggalkan ibu dan adiknya dan berangkat ke perguruan tinggi di kerajaan Lembah biru.
Sesampainya disana, Indra pun bertemu dengan banyak teman-teman sebayanya disana, yang sedang berlatih beladiri, dan kemudian Yudi mengajak Indra untuk bertemu dengan guru yang akan mengajarinya beladiri.
Setelah Indra bertemu dengan gurunya Indra pun langsung diterima menjadi muridnya dan mendapatkan pelajaran pertama dari gurunya, disitu juga ada murid-murid baru yang belajar bersama Indra, Indra pun mulai berteman dengan mereka.
Setelah Indra diserahkan pada gurunya, Yudi pun berpamitan dengan Indra dan meninggalkan Indra di perguruan tinggi itu.
"Indra,, paman pergi dulu ya, kamu jaga diri baik-baik dan jadilah laki-laki yang kuat agar kau tidak diejek lagi oleh teman-teman mu yah..!"
"Baiklah paman,, aku akan berusaha menjadi laki-laki yang kuat agar aku bisa melindungi ibu dan adikku.."
"Baiklah, paman pergi dulu ya.!, *Guru, saya ijin pamit, tolong didik anak ini hingga dia tumbuh besar, karena dia adalah satu-satunya harapan Lembah biru*. Ucap Yudi dan memohon kepada gurunya yang akan mengajari Indra beladiri.
"Baiklah, serahkan saja padaku, akan ku bimbing dia sampai dia dewasa nanti."
Setelah berpamitan dan menyerahkan Indra pada gurunya, Yudi pun pergi meninggalkan mereka, dan kemudian Indra dan teman-teman barunya mulai belajar beladiri, dan gurunya memberi mereka pelajaran yang pertama.
"Baiklah murid-murid.! Saya akan memberikan pelajaran pertama untuk kalian,, bersiaplah..!!"
"Baik guru.!" Ujar Indra dan teman-temannya bersamaan
Kemudian mereka mulai mempelajari pelajaran yang pertama yaitu pernapasan.
"Baiklah semuanya atur nafas kalian dan berkonsentrasi, ambil nafas dari hidung dan keluarkan pelan-pelan melalui mulut.!!"
Kemudian mereka pun mengatur nafasnya dan mulai berkonsentrasi, disaat murid-murid yang lain sedang konsentrasi, disitu Indra belum bisa mengontrol pikirannya sehingga konsentrasinya buyar dan tidak dapat mengatur nafasnya dengan baik, Indra pun langsung dipukul oleh gurunya dan disuruh untuk berkonsentrasi dengan baik.
Diantara murid-murid yang lain, disitu hanya Indra yang paling susah untuk diajari hingga gurunya pun kesulitan dan hampir setiap hari Indra ditegur dan dipukul..
Hari demi hari kian berlalu dan Indra pun mulai menguasai teknik-teknik yang diajari oleh gurunya, namun Indra masih tertinggal jauh dari teman-temannya.
Singkat waktu, setelah satu tahun berlalu di perguruan tinggi itu Indra dan murid-murid yang lainnya diuji oleh gurunya, mereka disuruh bertanding dan beradu kekuatan satu lawan satu.
"Baiklah semuanya,, dengarkan baik-baik..! Aku akan menguji kemampuan kalian dan mencari siapa yang terkuat diantara kalian apa kalian siap..?!"
"Siap.!!" Ujar murid bersamaan
"Baiklah, untuk itu aku akan mengadakan pertandingan satu lawan satu, siapa yang bisa bertahan sampai babak akhir maka dialah yang terkuat.!!
__ADS_1
Yang menang akan maju di babak berikutnya, dan yang kalah akan gugur, kalian mengerti..?!"
"Mengerti guru..!!"
"Baiklah, babak pertama Kukuh melawan Sirhas."
Kemudian mereka pun bertarung dan saling beradu kekuatan, dan akhirnya Kukuh yang memenangkan pertandingan itu, kemudian babak selanjutnya Farij melawan Dendra, dan begitu seterusnya murid-murid yang lain bergantian untuk bertanding, hingga tibalah saatnya Indra yang bertanding pada babak berikutnya.
"Baiklah,, berikutnya Indra melawan Tomi, silahkan maju..!!"
Disitu anak yang bernama Tomi mempunyai badan yang gemuk sementara Indra berbadan kurus, namun Indra tidak merasa kikuk ataupun takut, disitu Indra selalu merasa percaya diri dan berusaha memenangkan pertandingannya.
"Hey payah, memangnya kau bisa mengalahkan ku dengan badan kecilmu itu hahaha..." Ucap Tomi mengejek Indra
Sontak temen-temennya pun ikut menertawai Indra, namun Indra tetap percaya diri dan tidak menghiraukan teman-teman yang menertawakan dirinya.
"Baiklah, kalian siap..??? Mulai..!!"
Kemudian mereka berdua bertarung dan beradu kekuatan, disitu Indra terus mengerahkan seluruh kemampuannya, namun disitu Indra tidak dapat mengalahkan Tomi karena kemampuan Indra yang masih tertinggal jauh dari teman-temannya dan akhirnya Indra pun kalah oleh Tomi.
"Hahaha,, sudah kubilang, kau tidak akan bisa mengalahkan ku rasakan itu.. hahaha...!!"
"Hei Dendra kenapa kau membela anak payah itu, apa kau juga mau kuhajar seperti dia..? Hahaha..!!"
"Sudahlah Dendra, kau tidak usah menolongku, aku bisa bangun sendiri." Ucap Indra dan mulai berdiri dan menerima kekalahannya dengan lapang dada.
"Indra, aku tidak tega melihat temanku diejek dan direndahkan, aku akan membalas kekalahan mu dan memenangkan pertandingan ini.!"
"Terimakasih Dendra, tapi kau tidak perlu memenangkan pertandingan ini untukku, berusahalah dan menangkan pertandingan ini untuk dirimu sendiri."
Kemudian pertandingan pun berlanjut dan giliran murid yang lain yang bertanding, hingga pada akhirnya pertandingan itu dimenangkan oleh Dendra.
"Baiklah, dengan ini pertandingan telah berakhir dan pemenangnya adalah Dendra, dengan itu aku anggap Dendra lah murid yang terkuat.."
"Selamat ya Dendra, kau berhasil memenangkan pertandingan ini..!" Ucap Indra memberi selamat kepada Dendra.
Akhirnya merekapun kembali berlatih seperti biasanya.
Kemudian keesokan harinya murid-murid di perguruan itu mendapat pengumuman bahwa hari esok akan ada rapat besar antar guru, dan akhirnya kelas diliburkan.
__ADS_1
Kemudian keesokan harinya, disaat kelas diliburkan, Indra pun pulang dan menemui ibu dan adiknya, namun sesampainya Indra di rumah, ibu dan adiknya tidak ada dirumahnya.
"Ibu,, aku pulang..!! Ibu..??? Ibu dan aya kemana ya? Kenapa mereka tidak ada dirumah..? Apa mereka lagi dihutan..?"
Disaat Indra melihat ibunya tidak ada dirumah, Indra mengira kalau ibunya sedang dihutan bersama adiknya, kemudian Indra pun pergi menyusul ibunya ke hutan, namun di tengah jalan Indra bertemu dengan teman-temannya yang selalu membully Indra, merekapun menjegah Indra dan mengejeknya lagi.
"Hei, lihat anak payah itu sudah kembali,, ayo kita samperin dia..! Ujar salah satu teman Indra dan kemudian menghampirinya.
"Hei Indra,, kau mau kemana.??"
"Aku mau ke hutan mencari ibuku,, kalian jangan menghalangiku..!"
"Hei.! Sombong sekali bicaramu, apa kau mau kami hajar lagi..?"
"Aku tidak ada urusan dengan kalian, cepat minggir lah..!"
"Sombong sekali kau.! Ayo kita hajar saja dia..!!"
Disitu Indra dihalang-halangi oleh temannya, dan mereka juga berniat untuk memukuli Indra, karena Indra sudah belajar beladiri, disaat temannya memukul Indra, Indra pun dapat menangkisnya, dan sekarang kemampuan Indra sudah melibihi kemampuan temannya yang membully nya, kemudian salah satu temannya mengambil sebatang kayu dan memukul Indra dengan kayu itu, Indra pun menangkisnya dengan tangannya, sontak kayu itupun patah dan Indra pun merebut kayu itu dan kemudian membuangnya. Teman-teman Indra yang melihatnya pun terkejut melihat kemampuan Indra yang sudah jauh berbeda dan lebih unggul dari mereka, kemudian salah satu temannya mencoba memukul Indra lagi, namun disaat dia hendak memukul Indra, ibunya Indra pun datang menghampiri mereka, sontak temannya pun tidak jadi memukul Indra dan kemudian mereka lari menjauhi Indra.
"Ibu, aya..??"
"Indra, kamu pulang nak..?"
"Kakak,, kakak, aku rindu sama kakak, kenapa kakak lama sekali pulangnya..?"
"Benarkah itu aya..?? Kakak juga sangat merindukanmu aya.."
"Yasudah ayo kita pulang.." ujar ibunya dan mengajaknya pulang.
"Kakak, aku mau di gendong sama kakak."
"Baiklah ayo naik ke punggung kakak..!"
"Yeeee....!!"
Kemudian Indra dan ibunya pulang dan Indra menggendong adiknya tersayang.
...****************...
__ADS_1