Lina Dan Manusia 1000 Abad

Lina Dan Manusia 1000 Abad
Chapter 44. Penyerangan balik.! Rencana Lina dan Indra.


__ADS_3

Setelah Indra sadar dan pulih dari luka-lukanya, Indra langsung bergegas kembali ke bangunan kuno bersama Lina.


Kakek lebah Porong dan Kendit juga ikut bersamanya dan mereka pun langsung menuju ke bangunan kuno itu, namun baru beberapa langkah mereka berjalan, tiba-tiba mereka dikejutkan dengan kedatangan orang yang memakai jubah bertudung dan orang itu menghentikan mereka.


"Hei siapa kau, jangan menghalangi jalanku, cepat menyingkir.!!" seru Indra mengisi orang itu


"Indra, dia adalah orang yang pernah menolong kita saat di Goa Lawa." ujar Lina memberitahu Indra


"Aku kesini untuk membantu kalian, kalian jangan salah faham.!" ujar orang berjubah itu terlihat sangat misterius, orang itu menutupi wajahnya dengan tudung jubah yang dia pakai sehingga Indra dan Lina tidak dapat melihat wajahnya."


"Kebetulan sekali kau disini, ada yang ingin aku tanyakan padamu tentang insiden penculikan yang dilakukan oleh roh-roh yang memakai jubah bertudung di desaku, apa kau terlibat dalam insiden itu.?" tanya Lina begitu penasaran dan ingin tau, namun orang itu tidak menjawabnya.


"Itu tidak penting, sekarang tujuan kalian adalah menyelamatkan teman kalian, jadi fokuslah dengan tujuan kalian.!!" Terlihat orang itu begitu misterius sehingga menimbulkan tanda tanya besar pada Lina, kemudian orang itu memberikan sesuatu kepada Indra dan kemudian pergi begitu saja.


Indra dan Lina kemudian melanjutkan perjalanannya, tidak lama kemudian setelah mereka berjalan cukup jauh akhirnya mereka sampai di depan pintu bangunan kuno itu, kemudian mereka pun masuk kedalamnya, didalam bangunan itu mereka sudah dihadang oleh para roh-roh tentara Jepang yang telah dipengaruhi oleh Brata untuk masuk ke tubuh mayat manusia dan mencegah Indra dan Lina menolong Yudi dan Dea, mereka menggunakan pedang dan senapan untuk melawan Indra dan Lina.


"Oi, kimitachi.! Hairunara mazu oretachi o taose..!!" ujar salah satu roh tentara Jepang menantang Indra dan Lina, namun Indra dan Lina tidak dapat memahaminya, dan tanpa basa-basi Indra langsung menghajar mereka semua karena mereka telah menghalangi jalannya. itulah yang ada dipikiran Indra, begitu juga dengan Lina yang ikut membantu Indra, mereka pun bertarung melawan para roh itu dan tidak lama kemudian Indra dan Lina dapat mengalahkan mereka semua, mereka pun masuk lebih dalam lagi, sekarang mereka berada di dalam ruang ilusi yang ada beberapa lorong disana, namun sekarang bukan hanya lorong yang ada tapi beberapa roh juga ada disana untuk menghalangi Indra dan Lina, mereka pun kembali bertarung di sana, mereka pun dengan mudah mengalahkan roh-roh itu, kemudian mereka mesuk ke lorong yang menuju tempat Yudi dan Dea disekap.


Setelah sesampainya disana mereka melihat Brata yang sedang duduk santai di depan Yudi dan Dea yang di krangkeng.


"Yudi, Dea.!" ujar Indra yang terkejut melihat Yudi dan Dea di krangkeng.


"Kak Dea..!!" Teriak Porong dan Kendit bersamaan


"Indra, Lina.? Ternyata benar dugaanku, gadis yang dimaksud Brata adalah Lina, tapi sepertinya Liza tidak ada didalam tubuh Lina tapi sepertinya dia sudah keluar." Gumam Yudi dalam hati


"Indra, Lina, kenapa kalian datang kesini, kalian tidak akan bisa mengalahkan Brata lebih baik kalian kembali saja, tidak usah pedulikan kami.!" Ujar Yudi berteriak pada Indra dan Lina melarang mereka untuk tidak melawan Brata


"Hh.! Siapa bilang aku tidak bisa mengalahkan kakek tua itu.!" ujar Indra begitu pedenya dihadapan Brata.


Yudi pun tidak percaya dengan perkataan Indra karena itu hal yang mustahil baginya, kemudian Brata mulai mendekati Indra perlahan dengan wajah yang terlihat sangat marah.


"Sombong sekali kau bocah tengik, beraninya kau meremehkan ku, akan ku habisi kau sekarang juga.!!"

__ADS_1


Brata yang sedang marah karena merasa diremehkan oleh Indra, Brata pun langsung menyerang Indra


"Indra lariii....!!!" teriak Yudi yang kuatir dengan Indra, namun Indra terlihat santai saja, bahkan Indra malah bergaya dan memakai kacamata hitam yang cool.


"Lina, sekarang.!" ujar Indra memberi perintah pada Lina, kemudian Lina menggunakan senjatanya dan mengeluarkan cahaya yang sangat terang dan membuat Brata, Yudi, Dea dan semua yang ada disana jadi silau namun tidak dengan Indra, karena dia memakai kacamata hitam anti silau, Indra pun langsung menghantam Brata dengan keras dan membuat Brata terpental.


Setelah cahaya itu redup, Yudi sangat terkejut melihat Brata yang telah terpental, Yudi pun merasa heran dan tidak percaya kalau Indra berhasil menghantam Brata karena Yudi tidak bisa melihat dalam cahaya terang itu.


"Hah, mustahil, bagaimana bisa Brata terpental seperti itu, apa yang Indra lakukan.?" ujar Yudi yang heran melihatnya


"Hei kalian semua, tutup mata kalian jika tidak ingin mata kalian buta.!" seru Indra menyuruh semuanya tutup mata.


Kemudian Lina membuat cahaya yang terang lagi, tapi kali ini Lina membuatnya lebih lama, lalu Indra pun langsung menghantam Brata, Brata pun terus menerima serangan dari Indra, namun sepertinya Brata masih belum kalah, kemudian setelah kekuatan Lina mencapai batasnya, cahayanya pun redup, Yudi sangat terkejut melihat Indra yang dapat menghajar Brata, kemudian Brata membuat ruangan disana menjadi sebuah ilusi, di dalam ilusi itu mereka dibuat seolah terpisah dan hanya sendirian disana, dan didalam ilusi itu mereka dibuat sedang berhadapan dengan Brata dalam waktu yang bersamaan.


"Indra, Lina..!! teriak Yudi tidak didengar oleh mereka


"Celaka, mereka terkena pengaruh ilusinya, aku harus mengeluarkan kekuatanku untuk membantunya, tapi senjataku telah dirampas oleh nya, siaaalll.!!


didalam ilusi itu terlihat Lina sedang bertarung melawan Brata.


"Rasakan jurusku ini..!!"


KEKUATAN REMBULAN.! TEBASAN BULAN SABIT BERUNTUN..!!


Terlihat Indra yang juga sedang bertarung melawan Brata didalam ilusinya, terlihat Indra mengeluarkan jurus-jurusnya untuk melawan Brata.


Porong, Kendit dan si kakek lebah yang tidak terkena ilusinya mereka mencoba menolong Yudi dan Dea, karena Brata hanya menggunakan ilusinya untuk orang yang melawannya saja.


"Porong, Kendit..?!" uhar Dea pada Kendit dan Porong


"Tenang kak Dea aku akan melepaskan kak Dea.!" ujar Porong yang sedang mencoba melepaskan rantai yang mengikat Dea.


Porong dan Kendit begitu kesulitan melepaskan rantainya karena mereka hanyalah seekor kucing dan kelinci,

__ADS_1


"Bagaimana ini aku tidak bisa melepaskannya.??" Ujar kendit kesulitan melepaskan rantainya.


"Porong, Kendit.! Bisakah kalian mengambilkan pedangku.?" ujar Yudi menyuruh kendit dan Porong mengambilkan pedangnya.


Kemudian Porong pun mengambil pedang milik Yudi yang berada di atas meja Brata, disitu Brata tidak bergerak sedikitpun karena sedang berada di dalam ilusinya sendiri untuk melawan Indra dan Lina, Porong pun berhasil mengambilnya dan memberikannya kepada Yudi, kemudian Yudi menghancurkan rantai yang mengikat dirinya dengan pedangnya, akhirnya Yudi dapat melepaskan diri, kemudian Yudi juga melepaskan Dea, mereka berdua pun sekarang sudah bebas, kemudian mereka mencoba menolong Indra dan Lina, terlihat Indra dan Lina muntah darah dan langsung terjatuh.


di dalam pengaruh ilusi Brata ternyata mereka telah dihantam dengan sangat keras oleh Brata sehingga membuat tubuh mereka terluka parah.


"Indra, Lina.?!" ujar Yudi yang kemudian mendekati Indra, tubuh Indra kejang-kejang dan kesakitan, begitu juga dengan Lina yang mengalami hal yang sama, Yudi yang merasa marah langsung menyerang Brata di luar ilusinya.


Di dalam ilusi, Brata telah mengalahkan Indra dan Lina, Brata pun melepaskan pengaruh ilusinya dan Brata kembali tersadar setelah keluar dari ilusinya, begitu juga dengan Lina dan Indra, mereka juga ikut tersadar.


Yudi yang sedang menyerang Brata, Yudi menyerangnya disaat bersamaan dengan Brata yang kembali tersadar Kemudian Brata pun menangkis serangannya dan langsung menghantam Yudi hingga terpental.


"Uhuk uhuk,, siaaal..!! Beraninya kau menggunakan cara licik, dasar Kakek tua bangka..!" ujar Indra disaat ia mulai bangun, Indra pun melihat ke arah Lina dan melihat Lina juga terluka parah.


"Lina, apa kau baik-baik saja.?" tanya Indra yang mencemaskan Lina


"Sepertinya luka dalam ku cukup parah, tapi aku masih bisa untuk bangkit. Indra kita harus secepatnya mengalahkan dia.!" sahut Lina sedikit berbeda dari biasanya.


"Baiklah kalau begitu, ayo kita lakukan Lina.!"


Kemudian Indra dan Lina bangkit dan menyusun rencana untuk mengalahkan Brata,


"Yudi kau baik-baik saja.?" ujar Dea saat menolong Yudi.


"Tidak mudah untuk mengalahkannya, kalian harus bekerjasama.!" ujar si kakek lebah yang berada di dekat Yudi dan Dea


"Bagaimana caranya kita bekerjasama, dan rencana seperti apa yang harus kita lakukan.?" sahut Yudi balik bertanya pada Kakek lebah


"Kalian ikut saja Indra dan Lina, mereka sudah membuat rencananya."


Yudi pun bertanya-tanya rencana apa yang dibuat oleh Indra dan Lina, namun Yudi dan Dea kemudian menuruti perkataan kakek lebah untuk mengikuti rencana Indra dan Lina, Yudi pun bangkit dan mereka berempat akan bekerjasama untuk mengalahkan Brata,

__ADS_1


"Perasaan ini... Ini seperti saat aku bertarung melawan pasukan Raja Imran bersama Liza, apakah Liza sudah benar-benar menyatu dengan Lina.?" gumam Indra dalam hati saat berdiri berjajar dengan Lina dan sedang berhadapan dengan musuh, kemudian Yudi dan Dea ikut berdiri dan berjajar dengan Indra dan Lina dihadapan Brata, kemudian mereka pun mulai melakukan serangan untuk menjatuhkan Brata.


...****************...


__ADS_2