Little Daddy

Little Daddy
Eps 11


__ADS_3

Eps 11


happy reading...


🍁🍁🍁


Greeppp


Tangan Zahwa ditarik seseorang.


"Akkhhh... Auuwsst." Bukan Zahwa yang memekik, melainkan orang yang menariknya lah yang merintih kesakitan.


Karena Zahwa dengan lefleksnya yang cepat terhadap sesuatu yang mengancamnya. Ia menepis dan hendak membanting orang yang sudah kasar padanya.


Tampak tiga orang cewek dengan penampilan yang sedikit mencolok bila dibandingkan dengan siswa lainnya.


"Oouuwh... Sory!" Ucap Zahwa enteng. "Ngapain kamu narik kasar tangan aku?" Tanyanya dengan ketus pada sang pelaku kekerasan.


"Eh... Cewek miskin. Kurang ajar banget Lo ya, udah melintir tangan gue. Kalau tangan gue patah giman?" Sarkas Megan.


"Kog malah aku yang salah?" Zahwa mengerenyit. "Kan kamu yang tarik kasar tangan aku? Kog malah kamu yang emosi?"


"Heh! Berani Lo sama gue?" Tantang Megan.


"Kenapa aku musti takut sama situ? Kita masih sama - sama manusia kan? kalau kamu hewan buas, mungkin aku bakal takut sih." Ucap Zahwa meladeni tantangan Megan.


Belum tau nih cewek, kalau Zahwa itu titisan cat woman? Injak buntut, langsung cakar bos.


"Eh. Cewek miskin! Gue peringatin Lo ya. Jangan pernah Lo deketin si Zain. Dia itu gebetan gue. Ngerti Lo?" Bentak Megan.


"Aku gak pernah ngerasa tuh deketin si Zain." Jawab Zahwa enteng.


"Gak deketin Lo bilang? Gue lihat beberapa hari ini Lo nempel Mulu sama Zain. Itu yang Lo bilang gak deketin gebetan gue?" Megan tambah berang.


"Ooh... Karena kita duduk bareng di kantin toh." Zahwa manggut - manggut. "Itu kan karena emang kursi kosong tinggal di bagian meja yang aku tempati. Apa salahnya?" Ucap Zahwa tak mengerti dengan jalan pikiran cewek satu ini.


"Itu Lo jadikan kesempatan buat dekatin Zain. Gue peringatin sama Lo yah. Jauhi Zain. Ngerti Lo?"


"Ck. Au ah. Aku gak pernah ngerasa tuh deketin si Zain. Lagi pula, gimana kita gak sering ngobrol, aku kan kerja sama dia. Aneh kamu ini. Seharusnya kalau kamu suka, ya udah deketin dong. Jangan malah nyerang orang karena ketidak mampuannya Lo buat deketin dia." Sewot Zahwa. Kemudian meninggalkan Megan yang masih dilanda rasa marah.


"Woi! Awas Lo ya. urusan kita belum selesai." Teriak Megan pada Zahwa yang sudah berlalu. Sedangkan Zahwa hanya melambaikan tangannya saja.


****


Tin tin tin...


Bunyi klakson motor yang sengaja dibuat oleh Zain saat ia melihat putrinya sedang bermain di teras rumah dengan sang mama dan papanya.


"Waahh,.. Daddy udah pulang." Seru Sora girang menyambut sang daddy.


Setelah menyimpan motor digaransi, Zain menghampiri Sora dan yang lainnya.

__ADS_1


"Hay sayang!" Zain mengangkat putri kecilnya dalam gendongannya.


"Daddy cepet pulang? Gak cali uang buat makan Sola? Nanti kalau gak ada yang gak bisa beli susu sama belas loh Dad." Tanya si polos Sora.


Mendengar pertanyaan itu, Zain hanya bisa tertawa kecil. Anaknya ini takut sekali bila nanti tak bisa makan. Padahal uang Daddy nya udah banyak. Jadi enggak sampai kelaparan.


"Nanti malam aja Daddy keluar sebentar buat lihat cafe. Mau main sama bocil nya Daddy dulu." Zain mencium gemas pipi chubby Sora.


"Iiiisss. No bocil bocil Daddy!" Seru Sora tak suka bila dipanggil bocil.


"Ok ok." Zain mengalah, tak ingin si anak jadi ngambek nantinya.


"Pa! Tumben udah pulang?" Sapanya pada sang papa.


Karena tak seperti biasanya sang papa sudah berada dirumah saat masih siang hari.


"Lagi gak banyak kerjaan. Jadi papa pulang aja buat main sama Sora." Ucap Ryan enteng.


'"Haisss. Bos mah bebas." Cibir Zain.


"Kamu kan udah jadi bos juga. Jadi bisa bebas juga." Balas sang papa.


Zain mengangguk saja. Lalu ia menurunkan Sora kembali. "Daddy makan dulu ya. Laper." Ucapnya


Sora mengangguk. "Makan yang banyak ya Daddy. Bial cepat besal." Pesan Sora pada Zain.


"Ih. Kamu ini. Mau disuruh besar gimana lagi Daddy kamu itu? Badannya udah gede banget. Daddy kamu udah gak pantes kalau masih sekolah. Pantesnya udah jadi bapak - bapak." Celetuk Ayumi.


Ayumi hanya mendengus mendapatkan jawaban dari Zain.


Usai magrib, dengan dandanan casual nya Zain bersiap dan bergegas akan pergi ke kafe.


Tak tak tak tak...


Langkah kaki zain terdengar buru - buru saat menuruni anak tangga.


"Kamu mau ke kafe sekarang Zain?" Tanya Ayumi.


"Iya ma." Jawab Zain singkat sambil merapikan penampilannya.


"Gak makan dulu?" Tanya Ayumi lagi.


"Nanti sekalian dikafe aja ma. Biar gak kemalaman sampai kafe."


Alis Ayumi menukik. Kemalaman bagaimana? Jarak kafe dan rumah hanya lima belas menit saja.


Sepertinya ada bau - bau kasmaran ini. Fikir Ayumi.


"Daddy!" Panggil Sora sambil berlari mengejar Daddy nya.


Zain yang hendak melangkah, menjadi urung. Ia berbalik kearah Sora. "Ada apa sayang? Mau minta dibelikan apa?"

__ADS_1


Sora menggeleng. "Sola mau ikut Daddy. Boleh?" Ucapnya dengan mata berkedip lucu penuh harap.


Oouuwh... Zain jadi tak tega menolak. Tapi ia harus tetap melarang Sora ikut dengannya.


Hay Sora! Daddy kamu mau jumpa calon mommy kamu.


"Sora dirumah aja ya. Udah malam." Tolak Zain halus.


"Gak mau. Sola mau ikut Daddy. Sola suntuk di kulung dilumah aja." Wajah Sora mulai cemberut.


"Eh. Siapa yang kurung Sora?" Sambar Ayumi.


"Glandma lah." Jawab Sora cepat.


"Gak ada ya." Sewot Ayumi.


Sora tak memperdulikan grandma nya. Ia asik membujuk sang daddy.


"Sola ikut, Daddy..." Rengek Sora.


Haaahhhh...


Dengan terpaksa Zain menuruti keinginan Sora. Kasihan juga, Sora memang jarang keluar dari lingkungan rumah.


"Ok. Tapi seperti biasa. Sora jangan panggil apa sama Daddy kalau diluar?" Zain mencoba mengingatkan larangan Daddy nya.


"Sola gak boleh panggil Daddy kalau di lual lumah. Sola halus panggil uncel."


"Anak pintar..." Puji Zain sambil mengacak rambut Sora. "Ya udah ayo. Gak usah bawa susu. Nanti kita beli disana."


"Ma, Zain bawa Sora ke kafe." Pamit Zain pada namanya. Ayumi hanya mengangguk tanda memberi izin.


Zain dan Sora pun berlalu.


"Sampai kapan kamu harus dengan keadaan seperti ini Zain? Semoga setelah lulus sekolah kamu bisa mulai mencarikan mommy buat Sora." Ayumi bermonolog sendiri melihat kepergian Zain dan Sora. Hingga dia dikagetkan dengan kehadiran seseorang disampingnya.


"Aamiin." Ucap Ryan.


"Astaga papa! Ngagetin aja?" Ayumi mengelus dadanya. "Papa kaya jailangkung tau gak?"


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


jangan lupa beri dukungan kamu untuk karya aku.


beri like komen dan tambah ke list favorit mu.


jangan lupa vote juga ya.


thanks udah mampir 🙏

__ADS_1


__ADS_2