Little Daddy

Little Daddy
Chapter 24


__ADS_3

Chapter 24


happy reading


🍁🍁🍁🍁


Dilain tempat dan waktu yang berbeda, kini lima orang saling duduk mengitari kursi tamu yang sudah mulai usang.


Tak ada niat salah satu dari mereka untuk memulai pembicaraan.


Dua diantara mereka hanya bisa duduk sambil menundukkan kepala. Tak berani melihat sepasang suami istri yang sedang menatap kedua orang lainnya. Sedangkan seorang lagi hanya duduk tegak dengan wajah tenangnya.


"Kenapa kalian membawa kabur calon menantuku?" Ucapan Ryan dengan nada dingin dan tatapan mengintimidasinya.


"Maaf Tuan. Saya hanya ingin melindungi nona muda." Ucap David masih menundukkan kepalanya.


"Kau fikir aku tak bisa melindunginya begitu?" Ketus Ryan.


"Bukan begitu, Tuan. Hanya saja saya tidak memiliki banyak waktu menunggu Tuan dan keluarga kembali ke Indonesia. Nyawa nona muda benar - benar sedang terancam saat itu." David mencoba memberi alasan pada Ryan.


"Tapi kenapa harus menghilang tanpa jejak? Kenapa tak berusaha menghubungi ku, hah!" Ryan mulai emosi.


"Sekali lagi maafkan saya, Tuan. Saya hanya berjaga - jaga, jika saya menghubungi Anda, maka dengan mudah keluarga Bastian Marin menemukan nona muda. Saat itupun ruang gerak saya dan Lily memang terbatas. Jadi kami harus terus berhati - hati. Banyak orang yang bisa menjadi penghianat hanya karena uang." Ucapan David terceda sesaat untuk menarik nafasnya. "Lagi pula, saya sedang mempersiapkan mental nona muda agar menjadi pribadi tangguh untuk melawan keserakahan keluarga besar ayahnya. Hingga waktunya tiba, saya akan selalu melindunginya."


"Dengan membiarkannya hidup sendirian dan kesusahan di kota besar itu?" Alis Ryan terangkat sebelah. Ia tak habis fikir dengan jalan fikiran ajudan setia sahabatnya itu.


"Maafkan saya, Tu...-" David menghentikan ucapannya saat ia melihat tangan Ryan terangkat tanda menyuruhnya untuk menghentikan ucapannya.


"Ck. Terlalu banyak alasanmu. Kau tahu seberapa keras usaha calon menantuku untuk bertahan hidup dan berjuang disana?" Ketus Ryan. Sebenarnya Ryan ingin melupakan emosinya pada pasangan suami istri ini. Tapi ia urungkan, karena mengingat jasa keduanya dalam melindungi calon menantunya.


Haaahhh... David menarik nafasnya. "Bukankah Tuan sendiri tahu betapa kerasnya watak tuan Marin? Begitupun dengan putri tunggalnya itu."


Ya. Ryan tahu bagaimana sahabatnya itu. Si keras kepala yang keinginannya harus selalu terwujud.


"Kalian tak memberikanku minum?" Ryan mengalihkan pembicaraan. Mau dibahas seperti apapun, semua sudah terjadi dan terlewati.


"Oh. Maaf Tuan. Akan segera saya sediakan." Lily tersentak kaget mendengar pertanyaan dari Ryan.


Sangking tegangnya menghadapi salah satu orang berpengaruh, Lily jadi lupa untuk melayani tamu agungnya ini.


Keluarga Malik dan Marin adalah dua keluarga yang mempunyai kekuasaan yang lumayan berpengaruh bagi pertumbuhan ekonomi di beberapa negara Asia.

__ADS_1


Oleh karena itu, banyak yang mengincar para keturunan dua keluarga itu untuk dijadikan menantu dari keluarga berpengaruh lainnya. Istilahnya, pernikahan bisnis bagi kalangan atas.


Namun sungguh disayangkan, nasib salah satu dari keturunan mereka mendapatkan ketidak beruntungnya sebagai kalangan atas.


Pewaris sah satu - satunya keluarga Marin kini tengah tersisihkan akibat keserakahan dan kelicikan seorang Bastian Marin. Anak diluar nikah dari tuan besar Marin.


"Maaf menunggu lama, Tuan dan Nyonya. Silahkan dinikmati, hanya ada minuman seadanya." Lily mempersilahkan para tamunya untuk menikmati hidangan itu.


"Terima kasih, Lily." Ucap Ayumi dengan senyum hangatnya.


"Kenapa kalian memilih hidup susah seperti ini?" Ryan menatap intens David. "Jangan bilang penghasilan mu yang dulu sudah habis kau berikan pada para pacar gilamu itu, David." Tuduh Ryan.


"Tidak Tuan." Sanggah David.


"Lalu?" Ryan sedikit memiringkan kepalanya.


"Sudahlah. Yang terpenting kita sudah menemukan mereka." Ayumi mencoba menengahi.


"Aku tidak rela, sayang. Masa' calon menantuku hidup dalam keadaan memprihatinkan seperti ini. Padahal calon mantu kita bisa memiliki apapun yang dia inginkan. Kalau tidak diberikan pada wanita kurang ajar itu, jadi uangnya dibuang kemana? Sampai - sampai menantuku hidup menyedihkan seperti ini." Gerutu Ryan.


Ryan sungguh mengenal tabiat dari ajudan sahabatnya ini bilah sudah menyangkut tentang wanita. Ia heran pada Lily, kenapa wanita itu bisa sangat mencintai lelaki seperti David.


"Kalau lelaki ini masih seperti dulu, lebih baik kau tinggalkan saja dia, Lily. Masih ada Sam yang setia menantimu." Ucap Ryan lagi.


"Yang benar saja, Tuan. Lily itu istriku." David tak terima dengan perkataan Ryan. "Jaga pandanganmu, Sam." Sarkasnya pada Sam.


Sedangkan Sam yang sedang dibicarakan kedua pria itu hanya acuh. Tak ingin menimpali atau ikut memprovokasi.


David tahu, sungguh - sungguh amat tahu, bawa Sam sampai saat ini masih menyimpan rasa yang sama seperti dulu terhadap istrinya. Dan itu bisa David lihat dari cara Sam menatap istrinya.


"Daripada Lily hidup seperti ini denganmu, lebih baik kau berikan Lily pada Sam saja." Ryan masih memprovokasi.


Plaakk.


Pukulan keras dilayangkan Ayumi pada lengan suaminya itu.


"Mau merusak rumah tangga orang?" Mata Ayumi sudah melotot.


Cup


Pipi Ayumi dikecup didepan bawahan mereka.

__ADS_1


"Astaga! Papa gak malu apa? Dilihat mereka bertiga." Gerutu Ayumi. Suaminya ini benar - banar.


Ayumi melengos. Sebenarnya ia malu dicium didepan orang banyak. Hingga netranya menangkap sebuah foto dari orang yang sudah tak asing lagi baginya.


Ia bangkit dari duduknya. Berjalan kearah figura kecil itu berada.


"Gadis ini?" Tanya Ayumi entah pada siapa.


"Dialah nona muda Marin, Nyonya." Jawab Lily.


"Zahwa Marin?" Tanya Ayumi lagi sambil meraba kaca figura itu.


"Ia." Jawab serentak keempat orang yang ada disana.


Ayumi berbalik dan menuju ke kursinya tadi.


"Pa!" Wajah Ayumi sedikit tidak tenang. "Gimana bisa kita menjodohkan Dewa dengan Zahwa? Sedangkan Zahwa saat ini sedang dekat dengan Zain, Pa." Wajah Ayumi seketika pias.


Ia tak ingin terjadi keributan dengan kedua putranya. Apalagi untuk hal wanita. Cukup kemarin saja untuk masalah Yaunara sebagai pemicu ketidak Akuran kedua putranya itu.


"Papa tahu, Ma. Tapi mau bagaimana lagi? Kesepakatan awal harus direalisasikan." Ryan menarik nafasnya.


"Maksud Tuan dan Nyonya, Zahwa sedang menjalin hubungan dengan tuan muda Zain Malik?" Tanya David memastikan.


Ayumi dan Ryan mengangguk.


"Bukankah kamu sudah menekankan pada Zahwa agar tak menjalin hubungan dengan pria lain, Mas?" Tanya Lily pada David.


"Bahkan aku sudah memberi tahunya tentang perjodohan itu." Ucap David.


"Apa yang harus kita lakukan sekarang? Jika kesepakatan awal tetap dilakukan, bukan hanya Zain yang akan terluka, tapi Sora juga." Ucap Ayumi lirih.


Bagaimana nasib dan perasaan anak bungsunya itu nanti?


Astaga....


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


terima kasih udah nunggu up nya cerita Little Daddy.

__ADS_1


jangan lupa untuk dukung karya aku.


tinggalkan jejak mu ya.


__ADS_2